
Setelah memacu kuda cukup jauh dan dekat dengan gerbang kota, hatinya merasa tidak tenang akhirnya berjalan menuju kantor pos merpati.
Disana banyak merpati yang siap untuk mengantarkan surat dengan biaya yang murah yaitu dua perak.
'Datanglah ke Dinasti Song, saudarimu. ' Lin Qiaofeng tidak menulis banyak hal dan mengikat itu di kaki burung merpati lalu memberi barang yang ada bau Lin Yue.
Burung merpati itu terbang dan melintasi langit dengan sangat cepat, jika dia sendiri maka dia tidak akan tenang.
Lin Qiaofeng terpaksa merepotkan saudarinya , Lin Yue sekali lagi. Lin Qiaofeng kembali menaiki kuda dengan sangat cepat dan memacu kudanya menuju Dinasti Song yang berjarak tidak terlalu jauh dari Dinasti Qin.
Untunglah ini adalah kuda yang bagus dan terawat sehingga memiliki energi yang sangat baik dan tidak lemah sama sekali sehingga tidak mudah lelah.
Dengan kecepatan kuda ini, bahkan jika tidak beristirahat sama sekali, itu masih membutuhkan waktu sekitar 3 jam menuju Dinasti Song.
Disisi lain, Di Sekte Pedang Surgawi, Lin Yue sedang bermain main dengan Yang Xin. Ah tepatnya sedang menganggu Yang Xin yang sedang berlatih pedang.
"Ketua Muda, kamu sangat hebat. Kenapa kamu tidak pernah mengakui kekuatan mu setiap kali aku memintamu mengajariku ? Kenapa kamu selalu mengatakan bahwa kamu tidak memiliki kemampuan untuk menjadi seorang guru ?" Tanya Lin Yue sambil cemberut.
"Sebaiknya jangan menganggu ku, aku memang tidak memiliki kemampuan untuk menangani murid sepertimu." Ucap Yang Xin dengan ketus.
"Kenapa kamu tidak memiliki kemampuan untuk menangani murid sepertiku ? Kamu hanya perlu satu kali untuk mengajariku dan aku bisa mengikutinya. " Ucap Lin Yue dengan acuh tak acuh.
"Pokoknya aku tidak mau menerima murid , memiliki murid itu merepotkan sementara aku sibuk untuk berlatih pedang. " Ucap Yang Xin mencari alasan lain.
"Aku bukanlah anak anak lagi, aku bukan hanya tidak akan menganggu mu bahkan aku bisa membantumu. Kinerja ku tentu saja akan memuaskan. " Ucap Lin Yue dengan kata kata yang ambigu.
"Diamlah ! Aku sedang berlatih, jangan membuat perhatianku teralihkan !" Teriak Yang Xin dengan kesal.
Yang Xin yang berteriak tiba tiba tidak mendengarkan suara balasan lagi dari belakangnya yang membuat Yang Xin terkejut sekaligus gelisah.
Sekali melihat ke belakang ternyata yang Yang Xin lihat adalah wajah murung Lin Yue.
__ADS_1
"Apakah kamu marah ?" Tanya Yang Xin.
"Diam ! Aku sedang membaca !" Ucap Lin Yue dengN serius.
Lin Yue membuka surat dan seluruh wajahnya berubah menjadi khawatir sekaligus muram.
"Ketua Muda, aku akan menemani mu di kesempatan lain. Sekarang aku akan pergi !" Ucap Lin Yue tanpa kata kata lain dan langsung pergi menuju Dinasti Song.
Hati Lin Yue berubah menjadi cemas ketika memikirkan adiknya, Lin Qiaofeng yang mengirim surat. Lin Qiaofeng adalah orang yang tidak suka merepotkan orang lain.
Apabila Lin Qiaofeng sampai meminta bantuan nya itu berarti Lin Qiaofeng sedang merasa benar benar putus asa, semoga saja dia tidak terlambat untuk bertemu Lin Qiaofeng.
Belum lagi, tidak ada kata kata apapun selain meminta dia datang di surat itu yang membuat Lin Yue bahkan menjadi lebih khawatir.
Disisi lain, Lin Qiaofeng yang berjalan dengan cepat akhirnya sampai ke Dinasti Song pada saat yang tepat. Setiap kata kata Fang Ling dan Lan Xiang layaknya pisau yang menusuk jantungnya.
Jantungnya terasa berhenti berdetak untuk sesaat dan keringat dingin mengalir ke sekujur tubuhnya, Lin Qiaofeng bersembunyi di balik pepohonan dan mendengarkan perdebatan itu.
Punggungnya gemetar dan tubuhnya kehilangan kekuatan seolah olah Lin Qiaofeng tidak tidur selama 3 hari.
Nafasnya berubah menjadi terputus putus seolah olah baru saja berlari untuk jarak yang jauh, matanya berubah menjadi berkaca kaca.
Berapa banyak hal yang telah disalah pahami olehnya selama ini ? Kenapa semuanya terasa sangat penuh kepalsuan ?
Kenapa dia merasa sangat sakit ? Kenapa orang orang di sekitarnya menipu nya ? Dia tidak bisa menerima ini dan merasa ketakutan.
Bahkan, meskipun sudah tahu bahwa Lan Xiang tidak memiliki niat jahat seperti yang dia pahami sebelumnya, dia masih tidak berani terlalu lengah.
Sekarang, Lin Qiaofeng memeluk dirinya sendiri dengan ketakutan layaknya anak kecil yang melihat pertengkaran kedua orang tuanya.
Rasa putus asa, rasa sakit, rasa menyesal, rasa ketakutan , rasa senang, semuanya menyatu dan menjadi pisau besar baginya.
__ADS_1
Lin Qiaofeng turun dari kudanya dan duduk di bawah pohon sambil memeluk lutut nya, seluruh tubuhnya gemetar.
"Lan Xiang, aku akui kamu sangat pintar. Jika kamu tetap membiarkan Zhou Beishang berdiri di atas tahkta maka aku akan selalu menemukan banyak kesempatan untuk membunuhnya. " Ucap Fang Ling.
"Ini menunjukkan bahwa banyak orang teratai putih disini, kamu adalah salah satunya. " Ucap Lan Xiang.
(Teratai putih : memiliki penampilan yang menipu atau dengan kata lain bermuka dua. )
"Memang benar, aku bahkan merasa sangat bangga bahwa penampilanku menipu. Jika tidak, aku dan ayahku tidak akan bisa menipu sibodoh Zhou Beishang itu. " Ucap Fang Ling dengan ejekan.
Mendengar ini membuat tangannya mengepal dan dia telah memegang Yue Shan yang tergantung di pinggangnya.
Lin Qiaofeng ingin keluar dan membasmi semua orang itu tapi dia ingin mendengar lebih banyak kebenaran, selama ini dia berpikir bahwa dirinya telah sangat waspada.
Dan selalu merasa dirinya sebagai orang yang sangat berhati hati dan penuh dengan kepandaian, tidak menyangka bahwa ternyata selama ini dia adalah mainan.
Hatinya masih terlalu lembut, kebencian membekukan tulangnya dan dia tidak ingin menjadi orang yang sama lagi.
Ditengah kebencian yang membekukan tulang dan hatinya itu, tiba tiba datang sebuah kehangatan yang memeluknya.
Itu adalah Lin Yue, gadis itu datang sedikit terlambat tapi tidak benar benar terlambat. Lin Yue terkejut ketika sampai dan melihat saudarinya dalam kondisi yang buruk.
"Jangan dengar lagi, kamu akan terluka. " Ucap Lin Yue ketika memeluknya.
"Biarkan aku mendengar lagi. " Ucapnya dengan keras kepala.
Tidak peduli seberapa menyakitkan itu, itu lebih baik daripada dia tidak tahu sama sekali. Biarlah kenangan menyakitkan ini menjadi pelajaran baginya.
"Kamu sekarang ada aku. " Ucap Lin Yue.
"Apakah aku dapat mempercayaimu ?" Tanya Lin Qiaofeng sambil mendongak dan menatap mata Lin Yue.
__ADS_1
"Tentu saja, kita adalah saudari. Bagaimanapun darah lebih kental daripada air. Kamu bisa melihat sendiri apakah aku layak dipercaya atau tidak dimasa depan. " Ucap Lin Yue dengan sungguh sungguh.
"Yue, aku harap kamu tidak mengecewakan ku. Dari semua orang yang aku kenal , mereka semua mengecewakan ku kecuali kamu. Jadi , tolong jangan kecewakan aku, ya ?" Tanya nya sambil memaksakan diri untuk tersenyum.