Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
169. Tangan Dewa


__ADS_3

Ruangan yang berisi tiga orang yang masing masing nya adalah orang yang sangat berkuasa itu tiba tiba merasa hati mereka menjadi dingin dan jantung mereka tenggelam kedalam lembah yang dalam.


Bahkan, jika beban itu dibagi untuk tiga orang, itu masih terlalu berat untuk ditanggung, tapi Beishang harus menanggung semuanya selama 21 tahun tanpa keluhan.


Ini benar benar luar biasa untuk melihat gadis itu masih hidup sampai sekarang, benar benar menakjubkan.


Ketiganya merasa kaku dan untuk sesaat tidak bisa berkata kata dan lidah mereka menjadi kering dan pahit.


Satu kata yang bisa menggambarkan Beishang adalah menyedihkan. Ibu Beishang pastilah sudah meramalkan ini dan memberinya nama yang sangat sesuai itu.


Benar benar menyedihkan untuk hidup dalam kesedihan besar semacam itu, Bei Zhao tidak bertahan lebih lama lagi dan langsung pamit.


"Bixia, Putri Mahkota, Pangeran ini akan pamit dari hadapan kalian. " Ucap Bei Zhao.


"Tunggu sebentar, Bei Wang anda masih belum mengatakan alasan adikku bisa koma ? Apakah dia melukai dirinya sendiri ?" Tanya Lin Yue dengan suara yang bergetar.


"Itu benar, dia menusukkan belati di jantungnya. Untungnya itu tidak benar benar di jantungnya, jika tidak maka dia tidak akan terus bertahan sampai saat ini. " Ucap Bei Zhao dengan datar.


"Bei Wang, bagaimana jika adikku dibawa kemari dan dirawat oleh Tabib Kekaisaran ? Dengan begitu maka kesehatan nya akan lebih terjamin ?" Ucap Lin Yue.


"Putri Mahkota tenang saja, tabib yang Pangeran ini bawa tidak kalah dari Tabib Kekaisaran, tidak perlu merepotkan Putri Mahkota dan Kaisar. " Ucap Bei Zhao dengan senyum tipis.


"Bei Wang, bagaimana pun itu adalah adikku, bagaimana mungkin aku tidak bisa melihat adikku sendiri ?" Tanya Lin Yue dengan putus asa.


"Dinding memiliki telinga, persaingan di dalam istana kejam. Mendengar bahwa mereka mendapatkan satu saingan lain untuk putra atau putri mereka , siapa yang tahu berapa banyak yang ingin mencelakai Beishang. Tanpa kesadaran Beishang, maka aku akan menolak untuk membawa Beishang kedalam istana. " Ucap Bei Zhao dengan dingin.


Bei Zhao tumbuh didalam istana dan tahu dengan jelas betapa kejamnya persaingan yang dimiliki oleh Istana.


Lin Xi mengangguk dan menahan Lin Yue yang ingin kembali melayangkan protes, Lin Yue ini mirip dengan ibunya.


Polos dan naif, tidak bisa diubah. Berbeda dengan Beishang yang memiliki insting yang tajam dan mengerti dengan baik bagaimana sifat manusia.


"Karena begitu, maka aku harus merepotkan Bei Wang untuk merawat putriku, Lin Beishang dengan baik. " Ucap Lin Xi.


"Huangfu, Beishang pernah membuat sebuah nama samaran yaitu Lin Qiaofeng, kenapa tidak menggunakan nama Qiaofeng saja ?" Tanya Lin Yue dengan nada memohon.


"Percuma, walaupun diubah, bagaimanapun itu hanyalah nama ditambah lagi itu adalah nama lahir, kita hanya bisa mengubah arti yang ada di namanya. " Ucap Lin Xi dengan helaan nafas.


"Bagaimana jika kita memberi namanya menjadi Beishang (北上) dan mengubah yang sebelumnya adalah Beishang (悲伤) dengan begini maka akan baik baik saja. " Lanjut Lin Xi.


(Beishang (北上) : Kembali ke Utara, karena awalnya Xia Ling berasal dari Utara.


Beishang (悲伤) : Kesedihan .


Mulai sekarang, nama Beishang yang akan disebutkan adalah Lin Beishang yang artinya adalah kembali ke Utara. )


"Baiklah, aku akan kembali. " Ucap Bei Zhao dan berjalan pergi.


Bei Zhao tidak sabar untuk bertemu dan melihat Lin Beishang, orang yang telah disakiti olehnya selama ini.


Bei Zhao menghela nafas ketika melihat langit yang gelap dan tidak bisa tidak merasa sedih. Sepertinya ketika Beishang sadar maka Bei Zhao harus menanyakan banyak hal, seperti hubungan ibu mereka.


"Beishang, kamu sekarang telah menjadi putri. Apakah kamu masih akan menerima seorang paman Kekaisaran kecil sepertiku ?" Gumam Bei Zhao.


Bei Zhao berjalan menuju penginapan dan sesampainya di sana, Zhou Beishang tampak berbaring di atas ranjang dengan penuh obat obatan.


Bei Zhao menutup pintu dan berjalan mendekati Zhou Beishang, di samping Zhou Beishang ada seorang gadis yang duduk dengan wajah dingin.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan nya ?" Tanya Bei Zhao pada gadis itu.


"Dia baik baik saja tapi tidak baik pada saat yang sama, untuk saat ini nyawa nya akan aman tapi tidak tahu kapan dia akan bangun. "Ucap gadis itu dengan helaan nafas berat.


Suasana menjadi berat dan hening dan mereka terdiam lalu memandang tubuh Zhou Beishang yang menghela nafas dengan lemah dan hampir tidak tampak di permukaan.


"Kakak lihatlah dulu, aku akan pergi dan melihat lihat. " Ucap gadis itu.


"Ya, jaga dirimu baik baik, jangan pergi terlalu jauh." Pesan Bei Zhao pada gadis itu.


"Jangan khawatir, aku bukan anak kecil lagi. " Ucap gadis itu dengan dingin dan tanpa emosi.


"Ah, aku melupakan nya, aku jadi ingat ketika kamu dibawa oleh bibi pas masih kecil dimana kamu bahkan belum bisa berdiri dengan baik. " Goda Bei Zhao dengan ringan.


Gadis itu hanya mendengus dingin dan berjalan pergi dengan langkah hantu, langkah yang sangat tenang dan tidak menyisakan jejak.


Bei Zhao hanya tersenyum tipis melihat kepergian sepupu nya, itu adalah salah satu Penguasa Paviliun Qiao Yao , lebih dikenal sebagai Tangan Dewa.


Entah berapa banyak nyawa orang sekarat yang kembali hidup dibawah Tangan Dewa, karena itulah disebut sebagai Tangan Dewa.


Kemampuan medis yang sangat luar biasa adalah kemajuan bagi seluruh tempat, seolah olah dunia pengobatan telah melangkah ke dunia selanjutnya yang baru.


Tidak banyak yang tahu siapa sebenarnya Tangan Dewa, tidak ada yang tahu juga rupanya seperti apa, tidak ada yang tahu tingkat berapa kultivasi nya.


Datang dan Pergi, tidak diatur oleh siapapun, datang dan pergi sesukanya, tidak ada yang bisa mengundangnya atau mengusirnya, kecuali Bei Zhao.


Bei Zhao dan Tangan Dewa telah tumbuh bersama dan terus bertengkar untuk hal hal kecil, jadi bisa dibilang itu adalah rekan Paviliun Qiao Yao paling dekat.


Hubungan mereka juga tidak berlebihan, hanya sebatas cinta keluarga, tidak lebih. Lagipula, Tangan Dewa terlalu tergila gila pada pengobatan.


Bagaimana mungkin bisa mengingat untuk mencari pendamping hidup semacam itu ? Setiap hari hanya tergila gila pada ramuan dan pengobatan.


Entah sudah berapa ribu orang yang diselamatkan dibawah Tangan Dewa, tapi Bei Zhao baru kali ini melihat gadis itu tampak pasrah seperti semacam itu.


Bei Zhao menghela nafas berat dan mengenggam tangan Zhou Beishang yang terasa dingin dengan erat, seolah olah ingin menyalurkan kehangatan pada tubuh dingin milik Zhou Beishang.


"Kapan kamu akan sadar, semakin aku memandang mu maka semakin aku jatuh padamu." Tanya Bei Zhao sambil mencium tangan Zhou Beishang yang dingin.


Tiba tiba, Tangan Dewa, Chu Yi datang di waktu yang tidak tepat dan jatuh ke dalam kecanggungan lalu berdeham.


"Kakak, kamu sebaiknya tidak terus memegangnya. Pada dasarnya tubuh wanita di dasari oleh Yin yang berarti dingin, sementara kamu laki laki adalah Yang, berarti panas. Jika kamu memegangnya maka Yang milikmu akan mengalir ke dalam tubuhnya dan mencegah Yin miliknya untuk mempercepat kesembuhannya, lalu yang lebih buruk lagi akan menyebabkan Penyimpangan Qi padanya. Aku lupa mengatakan nya tadi, tapi tidak menyangka bahwa masuk pada saat yang salah. Silakan lanjutkan aktivitasmu dan aku akan pergi. " Ucap Chu Yi lalu menghilang.


Bei Zhao sendiri yang melihat ini merasa canggung untuk sejenak dan menarik tangannya dari tangan Lin Beishang.


"Aku hanya berharap bahwa kamu cepat saudara, semakin aku melihatmu maka semakin aku merindukan mu. Kamu mengatakan bahwa aku sangat cepat berubah dan ingin aku memantapkan hatiku untukmu. Tapi, nyatanya sejak awal hatiku adalah milikmu dan tidak pernah berubah. Hanya saja aku dulu salah dan bahkan tidak bisa mengerti hati ku sendiri. Ini adalah kebodohan ku sendiri. "Gumam Bei Zhao di sebelah Zhou Beishang.


Ketika malam tiba, Si Tangan Dewa, Chu Yi kembali ke Penginapan dan memeriksa kondisi Lin Beishang dan menatap Bei Zhao dengan tatapan dingin.


Seolah olah Bei Zhao telah membunuh kedua orang tuanya, yang ditatap merasa bingung dan merasa tidak melakukan kesalahan apapun.


"Aku akan segera melakukan pengobatan, apakah kamu masih akan berada di sini ?" Tanya Chu Yi.


Bei Zhao yang ditanya seperti ini hanya menatap Chu Yi dengan bingung, jika Chu Yi ingin mengobati Beishang, kenapa dia harus keluar ?"


"Aku akan melakukan pengobatan akupuntur, dasar bodoh. Apakah kamu benar benar orang yang tercela dan ingin mengambil kesempatan dari orang tercinta mu ketika dia sedang tidak sadar ?" Sembur Chu Yi dengan kesal karena kelambatan otak Bei Zhao.


Setelah mendengar semburan dari Chu Yi yang membuat wajah Bei Zhao memerah karena malu, pria itu langsung kabur keluar.

__ADS_1


Chu Yi yang mendengus dengan dingin mulai membalikkan tubuh Lin Beishang sehingga dia bisa menancapkan jarum di punggung Lin Beishang.


Chu Yi membuka pakaian Lin Beishang dengan hati hati dan luka bekas tusukan itu masih ada disana tapi terlihat masih membekas.


Melihatnya saja membuat Chu Yi merasa ngilu dan sakit sampai ke tulang, tapi ketika menurunkan pakaian Lin Beishang lebih jauh.


Mulut Chu Yi terganga dan melihat punggung Lin Beishang yang penuh dengan bekas luka, terlihat bahwa itu tidak dirawat dengan baik.


Lalu, ketika pakaian sepenuhnya turun, terlihat bahwa ada banyak bekas luka di bagian tangan juga, Chu Yi tidak bisa tidak merasa ketakutan yang merayapi tubuhnya.


Untuk pertama kalinya, Chu Yi yang tidak pernah takut saat melihat berbagai macam luka tapi kali ini merasa sangat ketakutan sampai tubuhnya sedikit bergetar.


Dengan hati hati dan menghindari luka milik Lin Beishang, luka itu telah mengering yang menunjukkan bahwa itu sudah lama terjadi.


Karena penasaran, Chu Yi membuka pakaian Lin Beishang sampai ke kaki dan melihat disana ada banyak bekas luka juga dan Chu Yi merasa bahwa kepalanya menjadi sakit hanya dengan melihat ini.


Hanya ada satu jawaban untuk semua bekas luka yang ada di punggung dan kaki, semuanya salah bekas luka cambukan.


Sementara yang ditangan lebih ke arah bekas luka karena belati, Chu Yi dengan hati hati menghitung setiap luka yang ada di tubuh Lin Beishang.


"131..... 132....133....134....135 !" Chu Yi menahan suaranya agar tidak berteriak karena terkejut dan menenangkan diri.


Kakak sepupunya pasti tidak mengetahui ini, dia akan melaporkan nya dan bertanya penyebab dibalik luka luka ini.


Chu Yi mulai melakukan pengobatan untuk Lin Beishang dan mengganti rendaman obat obatan yang digunakan untuk mengompres bagian luka Lin Beishang.


Lalu, setelahnya mengoleskan salep pada setiap luka Lin Beishang agar bekas luka menghilang dan luka luka ini sembuh sepenuhnya.


"Huft, kamu sangat menyedihkan. Jika kamu tidak menyayangi dirimu sendiri bagaimana mungkin orang lain bisa menyayangimu. Kamu harus merawat dirimu sendiri paling tidak. " Gumam Chu Yi dengan sedih.


Chu Yi memakai kan pakaian pada tubuh Lin Beishang dan mengambil tinta, kuas dan kertas yang ada di meja nakas di sebelah tempat tidur.


Lalu menulis tentang beberapa luka dengan umur yang dia perkirakan, jika dilihat dari bekas luka maka yang paling lama adalah yang dipunggung sementara yang paling baru kecuali luka tusukan itu adalah yang ditangan.


Setelah mencatat semuanya dengan rinci, akhirnya Chu Yi keluar dengan catatan nya dan wajah yang serius terlihat bahwa Bei Zhao sedang menunggunya di depan pintu.


"Kakak, ada yang ingin aku bicarakan denganmu. " Ucap Chu Yi.


Chu Yi membawa Bei Zhao masuk ke dalam kamarnya yang ada di sebelah milik Lin Beishang dan menunjukkan catatan itu.


Bei Zhao tampak bingung dan tidak mengerti dengan jumlah angka yang ada di catatan nya.


"Apakah kakak bisa menebak jumlah apa yang ada di catatan ku ?" Tanya Chu Yi dengan dingin.


"Apa ini ?" Tanya Bei Zhao tidak mengerti.


"Ini adalah jumlah luka yang ada di tubuh Lin Beishang atau Zhou Beishang , terserah. Dan itu adalah lama waktu yang aku tebak , mungkin meleset di beberapa minggu atau bulan tapi tahunnya tidak mungkin salah. " Ucap Chu Yi.


Wajah Bei Zhao berubah menjadi serius dan pandangan Bei Zhao jatuh pada luka di kaki yang berjumlah 28, sekitar 3 tahun lalu.


Wajah Bei Zhao berubah menjadi gelap dan hatinya berubah menjadi dingin, lalu nafasnya berubah menjadi berat.


"Ada apa ? Apakah salah satunya adalah perbuatanmu ?" Tanya Chu Yi dengan suara sedingin es.


Chu Yi paling membenci jika ada laki laki yang merasa dirinya lebih hebat dan menindas wanita, lalu 3 tahun lalu adalah waktu Beishang masih menjadi istri Bei Zhao.


Chu Yi membenci tanpa pandang bulu, bahkan jika itu yang melakukan adalah kakak sepupu yang paling dekat dengannya sekalipun.

__ADS_1


Bei Zhao tidak menjawab dan merasa bahwa dirinya terlalu mudah untuk lewat dan terlalu naif, setelah meninggalkan begitu banyak luka.


Bei Zhao masih ingin meminta Beishang memberikan hati gadis itu padanya , itu adalah saat dia meminta Beishang untuk menghafal peraturan di kediaman Bei Wang.


__ADS_2