Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
220. Kebaikan Masa Lalu


__ADS_3

"Baguslah jika Tuan senang, dengan begini maka hubungan kita akan menjadi lebih mudah. Aku tidak tahu apakah pertanyaanku menyinggung Tuan atau tidak. " Ucap Chu Huli dengan lembut.


"Apa yang ingin kau tanyakan ?" Tanya Iblis Pemakan Jiwa.


"Siapa yang Tuan sebut tadi ?" Tanya Chu Huli.


"Kakak ku. " Ucap Iblis Pemakan Jiwa dengan acuh tak acuh dan tampak sangat santai.


Tapi, sebenarnya Iblis Pemakan Jiwa mengalami pergolakan di dalam hatinya. Iblis Pemakan Jiwa, membenci kakaknya lebih dari siapapun.


Tapi, juga menyayangi kakaknya lebih dari siapapun. Jika orang orang memberi 10 kepada kakaknya maka dia akan memberi 100 kepada kakaknya.


FLASHBACK


Kakaknya selalu menjadi orang yang sibuk dan terpelajar berbeda dengan bajingan seperti dia yang menganggur.


Tapi, hanya ada satu kakaknya yang sangat setia untuk mengajar dirinya dan memberinya kesabaran dan kasih sayang yang tidak didapatkan dari orang lain.


Semakin lama, kasih sayang dan perhatian yang diberikan oleh kakaknya menjadi semakin terkikis seiring berjalannya waktu.


Kakaknya akan mengurusi banyak hal, mulai dari murid murid di Sekte dan berbagai hal lain. Iblis Pemakan Jiwa muda ingin kakaknya kembali meluangkan waktu untuknya seperti di masa lalu.


Iblis pemakan jiwa terus mencari cara agar kakak nya memperhatikannya bahkan jika itu membuat kakaknya membencinya, sayang sekali bahwa cara yang digunakan oleh Iblis Pemakan Jiwa terlalu salah.


Menggunakan berbagai cara tidak terlalu berpengaruh, kakaknya hanya akan menasehati nya lalu pergi dan kembali sibuk.


Iblis Pemakan Jiwa tidak puas dengan semua perhatian yang semu itu, walaupun mereka bukan berasal dari ibu atau ayah yang sama.


Tapi, mereka telah bersumpah untuk menjadi kakak dan adik baik dalam kehidupan maupun kematian. Mereka juga telah tumbuh bersama sama selama 12 tahun.


Setelah itu, Iblis Pemakan Jiwa menemukan cara yang sangat efektif agar kakaknya memperhatikannya kembali, yaitu dengan memakan jiwa lebih banyak daripada yang ditentukan.


Semula hanya 30 , 50 , sampai akhirnya satu bulan 100 pun tidak cukup untuk mengembalikan perhatian kakaknya.


Walaupun setiap kali harus dihukum dengan keras, tapi Iblis Pemakan Jiwa tidak akan pernah mengeluh selama kakaknya berada di sampingnya.


Sampai akhirnya, pada saat itu kakaknya yang baik tidak bisa menahannya lagi dan perselisihan yang nyata terjadi di antara mereka.


FLASHBACK END


Iblis Pemakan Jiwa hanya merasa bahwa kakaknya yang baik tidak pernah memahaminya, tidak pernah menganggap nya sebagai orang yang penting.


Karena, dimata kakaknya yang baik, hanya ada nyawa banyak orang dan kecerdasan banyak orang.


Kakaknya yang baik suka orang yang pintar dalam hal pelajaran tapi Iblis Pemakan Jiwa tidak menyukai hal tersebut.


Jadi, sebenarnya permasalahan selama lebih dari seribu tahun ini hanyalah kesalahpahaman yang tidak dapat dikatakan.


Iblis Pemakan Jiwa tidak pernah tahu bahwa kakaknya yang baik selalu memperhatikannya dari kejauhan dan memastikan untuk memberikan yang terbaik padanya.


Sementara Jiwa Phoenix tidak pernah menyadari bahwa adiknya selalu menginginkan perhatian lebih darinya.

__ADS_1


Tapi, tidak ada yang bisa dikatakan karena Jiwa Phoenix memiliki sifat yang ramah sehingga sangat disukai terutama karena bakatnya yang sangat cemerlang dan terkenal diantara para Phoenix lain.


Seandainya saja bahwa Iblis Pemakan Jiwa lebih terbuka dan meminta langsung kepada Jiwa Phoenix untuk memberikannya perhatian lebih, permasalahan mereka pasti tidak akan seburuk ini.


Sayang sekali bahwa semua nya telah berlalu , tidak memiliki jalan kembali lagi. Satu satunya jalan yang ada di depan dan menunggu mereka adalah hancur lebur bersama dan menyatu menjadi satu.


(He he, enggak terlalu panjang karena ini termasuk sedikit spoiler untuk cerita mendatang author. Cerita ini mengajarkan bahwa apa yang terlihat belum tentu benar, selanjutnya akan dijelaskan di author note dibawah ya. )


Iblis Pemakan Jiwa menyeringai dan memutar mutar cangkir anggurnya, tampak sangat menggoda dengan telinga yang runcing dan mata merah tampak seperti Iblis yang merangkak keluar dari Neraka.


Iblis Pemakan Jiwa membayangkan masa lalunya dan memikirkan namanya yang asli, siapa namanya dimasa lalu ?


Bahkan Iblis Pemakan Jiwa telah lama melupakannya, semua itu bagaikan kenangan yang terkikis oleh waktu.


Sudah 1000 tahun berlalu, tapi perasaan kasih sayang yang lembut dan hangat ini masih tidak berkurang justru ditambah dengan kerinduan.


Iblis Pemakan Jiwa ingin membenci kakaknya yang baik karena telah menyegel nya selama 999 tahun tapi kenyataannya, dia tidak pernah bisa melakukan itu.


Chu Huli yang melihat bahwa ekspresi Iblis Pemakan Jiwa tidak menunjukkan apapun segera pamit dan memilih untuk tidak mengganggu lagi.


"Kalian semua bisa pergi. "Perintah Iblis Pemakan Jiwa pada semua pelayan.


"Ya, Tuanku. " Ucap para pelayan itu sambil menunduk dalam karena takut.


Sekarang, di ruangan yang megah itu, Iblis Pemakan Jiwa berdiri sendirian dan menatap ke arah jendela yang terbuka dan menunjukkan bahwa diluar masih hujan yang menandakan kedatangannya kembali.


"Kenapa ? Kenapa aku masih tidak bisa membencimu ? Apa yang salah denganku ? " Gumam Iblis Pemakan Jiwa dengan suara yang terdengar penuh penyesalan.


Disisi lain, Jiwa Phoenix , Huo Fenghuang, sudah siap untuk pergi dari tempat dia disegel dan tertidur. Huo Fenghuang diberikan tempat tinggal dan tempat beristirahat yang sangat baik dan dekat dengan Lin Beishang.


Tidak ada orang yang mengetahui masalah Huo Fenghuang kecuali Lin Yue, Lin Beishang, Bei Zhao, dan Ye Xushi.


Sudah satu hari penuh sejak hujan turun dan akhirnya hujan mereda sebelum akhirnya langit kembali cerah dan hujan berhenti.


Jika tidak menyisakan genangan banjir dimana mana, maka tidak akan ada yang percaya bahwa ini bekas hujan.


Langit tampak begitu cerah seolah olah tidak sama dengan langit yang penuh dengan kegelapan dan Petir yang mengerikan.


"Apa rencanamu untuk memperkuat Huo Fenghuang ?" Tanya Lin Yue pada Lin Beishang.


Lin Beishang sendiri menghela nafas dan tidak tahu bagaimana harus menjawabnya, ini agak aneh. Walaupun Lin Beishang ahli dalam menebak emosi orang lain tapi Jiwa Phoenix adalah Jiwa kuno yang telah sangat lama dan tua.


Lin Beishang memperkirakan bahwa umurnya mungkin lebih dari 5.000 tahun. Tidak tahu bagaimana ada sesuatu yang bisa bertahan begitu lama.


Bagaimana mungkin ?!


Apakah ada suatu tempat didunia ini yang membawa seseorang menuju keabadian, terdengar tampak sangat tidak realistis tapi buktinya Huo Fenghuang masih bisa bertahan sampai saat ini.


Lin Beishang tiba tiba kembali mengingat terkait dengan peta harta karun di tempat misterius yang berasal dari Giok Phoenix Abadi.


Jika didengar dari namanya , maka mungkin masih ada harapan untuk menyembuhkan penyakitnya. Kenapa dia tidak memikirkan hal ini sebelumnya ?

__ADS_1


Sekarang, satu satunya hal yang bisa dia lakukan adalah menunggu dengan sabar dan mempertahankan diri.


Karena , saat ini bahkan jika ingin mencari tempat misterius itu sudah terlambat karena musuh telah mengawasi mereka dengan ketat.


Lin Beishang juga sudah menjelaskan kepada yang lain bahwa mereka melawan dua kubu , yaitu Kubu Chu Linfei dan kubu Chu Huli.


Jika bisa maka Lin Beishang ingin Chu Huli menghancurkan Chu Linfei dengan Iblis Pemakan Jiwa. Tapi, setelah memikirkannya lagi, Lin Beishang menemukan bahwa itu bukan cara yang baik.


Jika Chu Huli membunuh semua orang Chu Linfei maka Iblis Pemakan Jiwa akan mendapatkan begitu banyak kekuatan baru.


Saat ini, mereka berempat sedang kembali berdiskusi, walaupun Ye Xushi tidak pernah memimpin sebuah pasukan.


Tapi, kekuatan Ye Xushi sangat tinggi dan dia adalah orang yang cerdas setelah menjadi mata mata selama bertahun-tahun yang panjang.


"Bixia !" Ucap seorang pengawal yang menerobos masuk.


Wajah mereka berubah menjadi muram ketika melihat wajah panik dari pengawal, mereka merasa bahwa ini bukanlah hal yang baik.


"Apa yang terjadi ?" Tanya Lin Yue dengan kerutan di dahi dan wajahnya tampak sangat muram.


"Sekelompok besar pasukan tiba dan menyerang dari ketiga sisi Ibu Kota, menyerbu dengan sangat kejam !" Ucap pengawal itu dengan ketakutan.


"Apa ?!" Lin Yue memukul meja dan tampak terpukyl dengan hal ini.


Tapi, Lin Beishang tahu bahwa marah tidak akan ada gunanya jadi Lin Beishang langsung berjalan keluar dengan Pedang Embun Bulan ditangannya.


"Tutup gerbang dan jangan biarkan musuh masuk !" Perintah Lin Beishang.


"Ye Xushi, kirim permintaan untuk bantuan kepada Lan Xiang. Bei Zhao, siapkan semua pasukan pemanah. Yue, kamu ikut denganku memimpin ke garis terdepan !" Perintah Lin Beishang.


Pada saat ini, seluruh warga bisa melihat siapa pemimpin sebenarnya. Mereka bersorak dan memuji keberanian yang dimiliki olah dua bersaudari Lin itu.


Lin Beishang mengenakan pakaian zirah miliknya dan memegang pedang Embun Bulan yang tergantung di punggungnya.


Tangannya terkait dengan tangan Lin Yue dan mereka saling menatap satu sama lain dengan penuh tekad.


"Tidak akan pernah menerima kekalahan !" Ucap Lin Beishang dengan tegas.


"Tidak akan kembali tanpa kemenangan !" Seru Lin Yue.


Mereka saling berjabat tangan dan meloncat ke atas benteng yang dibangun menjadi satu bersama dengan Gerbang.


Di depan ada Chu Linfei yang mengendarai kuda perang yang sangat gagah dan ada sekitar 10.000 pasukan di belakangnya.


"Tuan Chu, lama tidak bertemu dengan mu. Tampaknya keadaan mu belakangan ini tidak sebaik sebelumnya ?" Tanya Lin Beishang dengan ejekan.


"Apakah kamu telah menemukan adikmu yang hilang ? Chu Huli ? Atau dia telah membangkitkan sesuatu yang menakuti mu sampai mati ?" Tanya Lin Beishang lagi sambil terkekeh.


...----------------...


Note : Nanti cerita Jiwa Phoenix dan Iblis Pemakan Jiwa akan di upload satu cerita sendiri karena disini memang hanya menjadi pemeran pembantu, bisa dibilang dipromosikan di cerita ini. Karena kisah merasa sudah bisa dipastikan enggak kalah menarik dan enggak kalah rumit dari kisah hidup Lin Beishang.

__ADS_1


Ini sudah awal minggu guys, jangan lupa untuk vote Legend Of Beishang ya !


__ADS_2