
"Yang Xin sangat sedih akan kepergian mu jadi dia melakukan hal itu, yang menemukan hal ini adalah Ye Xushi. Kamu bisa menghubunginya dan melihat bagaimana keadaannya. " Ucap Bei Zhao.
Untuk sejenak, Lan Xiang merasa ada secercah harapan pada hubungannya dengan Yang Xin. Tapi, setelah memikirkan bahwa kekasih kecil pria itu telah mengandung putrinya, maka ini tidak akan ada harapan lagi.
"Tidak perlu untuk menanyakan ini lagi, karena aku tahu bahwa dia akan menikah dengan kekasih kecilnya. " Ucap Lan Xiang berusaha untuk menjadi orang yang kuat.
"Apakah benar benar sudah tanpa harapan ?" Tanya Bei Zhao dengan khawatir.
Walaupun mereka tidak terlalu dekat tapi mereka masihlah berteman, masing masing dari mereka sangat dekat dengan Lin Beishang.
Mustahil untuk tidak memperhatikan keadaan satu sama lain.
"Saat ini, kekasih kecilnya sedang mengandung putrinya dan aku tidak ingin mengacaukan nya dan menghancurkan kehidupan seorang wanita dengan seorang putri kecil hanya karena keegoisan ku. " Ucap Lan Xiang dengan sepenuh hati.
Bei Zhao mengangguk lalu menghela nafas, Bei Zhao mengeluarkan sebuah kartu nama yang menuliskan nama Ye Xushi.
"Telepon lah dia, dia berada di Negeri yang jauh, walaupun kalian telah saling melihat satu sama lain tapi kalian belum bertegur sapa satu sama lain. " Ucap Bei Zhao dengan bijak.
"Terima kasih, aku akan segera menelpon nya. Aku berharap bahwa ini bisa mengurangi rasa sakitku. " Ucap Lan Xiang dengan bahagia lalu berlari keluar dan menelpon Ye Xushi.
"Halo ? Siapa ini ?" Tanya Ye Xushi.
"He he, apakah kamu bisa menebak ku ?" Tanya Lan Xiang dengan usil.
"Tidak kenal, jangan main main !" Ucap Ye Xushi dengan malas.
"Cepat, tebak siapa aku !" Perintah Lan Xiang.
"Tidak kenal, aku akan mematikan telepon ini. " Ucap Ye Xushi mengancam.
"Dasar sialan ! Kamu telah melupakan ku !! Ye Xushi !" Teriak Lan Xiang dengan murka.
Mereka telah bermain satu sama lain di masa lalu, bagaimana mungkin Ye Xushi telah melupakan bagaimana suaranya.
"Lan Xiang ?" Tanya Ye Xushi dengan tidak percaya.
"Akhirnya kamu mengingat ku , aku pikir aku harus membenturkan kepalamu dengan kuat terlebih dahulu ke dinding batu dan barulah kamu mengingatku. " Ucap Lan Xiang dengan bangga.
Sementara Ye Xushi yang berada di Negeri Yang Jauh tiba tiba merasa bahwa bulu kuduknya berdiri, gadis bar bar ini, siapa yang tidak takut padanya di masa lalu.
Akan memukuli orang karena marah, sangat berbeda dengan Nona nya yang Anggun. Ye Xushi kadang kadang bingung dengan perilaku Lan Xiang yang berkebalikan dengan Lin Beishang tapi mereka bisa menjadi sahabat dekat.
Lan Xiang sangat penuh dengan ekspresi sementara Lin Beishang sangat minim akan ekspresi , bukankah ini seperti angka 10 ?
"Hei ! Kenapa kamu diam saja ?" Tanya Lan Xiang.
"Ya ya, aku mendengarkan !" Ucap Ye Xushi dengan buru buru.
"Hu hu hu, kakak Ye yang baik ! Datanglah kemari dan hibur aku !" Ucap Lan Xiang dengan putus asa.
Karena Ye Xushi lebih tua darinya, jadi Lan Xiang akan bertindak seperti adik perempuan yang sangat manja.
"Apa yang terjadi padamu ? Bukankah ada Yang Xin yang menjagamu ?" Tanya Ye Xushi.
"Tutup mulutmu ! Jangan katakan nama itu lagi ! Aku bahkan tidak ingin mendengarkan nya lagi !!!" Ucap Lan Xiang dengan murka.
Ye Xushi membayangkan nasib Yang Xin, apakah pria itu masih baik baik saja atau sudah dalam kondisi patah tulang di beberapa bagian ?
Siapa yang tahu ?
"Apa yang telah dia lakukan padamu ?" Tanya Ye Xushi sebagai kakak laki laki yang baik.
"Dia akan menikah dengan orang lain. " Cicit Lan Xiang dengan suara pelan.
__ADS_1
Ye Xushi yang mendengar ini tidak mempercayai pendengarannya, ini pasti salah. Bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi ?
Ye Xushi membayangkan kondisi Lan Xiang yang sudah pasti tidak stabil dalam kondisi fisik maupun mental.
"Cepat ubah ini ke panggilan video. " Ucap Ye Xushi dengan khawatir dan Lan Xiang mengubahnya.
Ye Xushi bisa melihat mata Lan Xiang yang basah dan lembab bahkan masih merah, mata Lan Xiang membengkak karena tangisannya tadi di atap rumah sakit.
"Hari ini adalah hari terburuk untukku. Beishang masuk rumah sakit dan sempat berada di ambang kematian sementara Yang Xin mengkhianati ku lalu diam diam memiliki anak dengan kekasih kecilnya. " Ucap Lan Xiang sambil terisak.
Lan Xiang tidak menyebutkan tentang Murong Yan soalnya ini agak tidak layak untuk menyebutkan nya disini, bagaimana jika ternyata ada orang yang mendengarkan pembicaraan mereka ? Maka itu akan sangat buruk.
"Beishang masuk rumah sakit lagi ?" Tanya Ye Xushi dengan terkejut dan Lan Xiang mengangguk ngangguk kan kepalanya dengan pasrah.
"Ini buruk, apa yang terjadi padanya ?" Tanya Ye Xushi lagi.
"Dia mengalami sesuatu dan aku tidak bisa menjelaskan nya pada mu lewat telepon. " Ucap Lan Xiang sambil menatap sekeliling lalu menatap kembali ke arah Lan Xiang.
"Aku akan menceritakan nya padamu jika kamu kembali ke sini atau jika aku berangkat ke sana, pokoknya tidak di tempat umum. " Ucap Lan Xiang dengan waspada.
Ye Xushi memiliki beberapa dugaan dan mengangguk, jika Lan Xiang mengatakan bahwa itu tidak pantas untuk di katakan lewat virtual maka Ye Xushi tidak akan memaksa karena Lan Xiang pasti memiliki pertimbangan sendiri.
"Lalu, bagaimana kondisinya saat ini ?" Tanya Ye Xushi.
"Baik, semuanya baik. Dia dalam kondisi yang baik kata Dokter tapi tidak dalam keadaan akan segera sadar. " Ucap Lan Xiang menyampaikan semua apa yang dikatakan oleh Bei Zhao tadi.
Ye Xushi mengangguk dan merasa lebih tenang setelah mendengar hal ini.
"Aku sepertinya tidak bisa kembali dalam beberapa hari ini, kondisi Lin Yue tidak baik. Dia cenderung lebih mudah marah dan mudah sedih, mungkin karena terpisah jauh dengan Lin Beishang atau juga mungkin karena kepergian kedua orang tuanya. Aku hari saja akan meminta Lin Beishang untuk datang kemari dan menghiburnya tapi ternyata Beishang mengalami ini semua. " Ucap Ye Xushi.
"Biar aku tanyakan pada Bei Zhao nanti, Beishang bukan sakit atas hal yang normal. Aku tidak tahu apakah setelah dia pulih, dia bisa kembali seperti semula atau tidak. " Ucap Lan Xiang dengan serius.
"Baiklah kalau begitu, aku akan menunggu kabar terbaik darimu dan berharap bahwa kamu bisa mengabariku secepat mungkin. " Ucap Ye Xushi.
Lan Xiang menghela nafas lalu melihat ke arah langit dengan senyum yang bahagia, walaupun itu di paksakan.
"Sakit dan kepergian, adalah hal yang dirasakan oleh semua orang. Aku hanya tidak menyangka bahwa aku tidak bisa melepaskan dia sampai ke titik ini. " Gumam Lan Xiang dengan senyum tipis.
Lan Xiang merasa bahwa dadanya sakit dan sesak tapi tidak bisa melakukan apapun untuk meringankan ini, hanya bisa menunggu waktu yang melarutkan rasa sakit ini.
Lan Xiang tersenyum ke arah langit dan percaya bahwa perasaan ini akan luntur seiring berjalannya waktu.
"Seandainya semua ingatan masa lalu ini hilang sepenuhnya, maka aku tidak akan se menderita ini. Berada di tengah bayangan masa lalu, berada di dalam pelukannya yang hangat, membuat janji bersama untuk kembali dalam keadaan yang baik. Sayangnya, itu terlalu indah layaknya mimpi yang tidak akan pernah bisa aku gapai dalam seluruh hidupku. " Ucap Lan Xiang.
Sementara disisi lain, di Negeri yang Jauh, Ye Xushi berdiri balkon Penthousenya lalu duduk di sana dan menikmati udara malam yang dingin dan menusuk.
"Bagaimana mungkin semua ini bisa terjadi ?" Tanya Ye Xushi entah pada siapa.
Ye Xushi akan berterima kasih kepada siapapun yang bisa menjawab pertanyaan ini, tapi sayang nya tidak akan ada yang bisa menjawab hal ini selain Langit.
Tidak akan ada orang yang bisa mengungkap rahasia Langit yang rumit dan penuh dengan teka teki.
Ye Xushi merasa bahwa malam ini, udara sedikit lebih dingin. Tidak tahu udara malam yang menjadi dingin atau hatinya yang telah menjadi dingin.
Sementara di sisi lain, di bagian bawah lantai Penthouse Ye Xushi, ada Lin Yue yang mengenakan pakaian santai.
Untuk menuju ke Penthouse milik Ye Xushi yang merupakan terbaik, membutuhkan lift khusus yang memerlukan serangkaian proses panjang untuk masuk ke dalamnya.
Lin Yue ingin berjalan masuk tapi di halang halangi oleh resepsionis dengan tatapan kejam.
"Apa yang sedang kamu lakukan disini ? Jangan membuat keributan ! Sudah ada lebih dari 10 orang yang mengaku kenal dengan Tuan. " Ucap resepsionis itu dengan bahasa Inggris.
Lin Yue yang diminta datang oleh Ye Xushi ke kediamannya pun menjadi marah, pria itu yang menyuruhnya datang kemari, apakah hanya untuk mendengarkan cacian dari resepsionis ini.
__ADS_1
Lin Yue menelpon nelpon Ye Xushi tapi tidak ada jawaban karena Ye Xushi sedang duduk dan merenung di balkon.
Lin Yue menatap nyalang ke arah resepsionis itu, Ye Xushi sebagai dosennya, mengancam jika dia tidak datang malam ini maka nilainya tidak akan lulus.
Lin Yue sangat murka akan hal ini, belum lagi dengan resepsionis yang menyebalkan ini.
"Bagaimana ? Apakah anda sudah akan pergi sekarang ?" Tanya Resepsionis itu dengan sinis lalu memerintahkan dua orang untuk menyeret Lin Yue.
Lin Yue memberontak dengan marah dan berteriak teriak layaknya orang gila.
"Ye Xushi gila ! Aku akan membunuh mu ! Kerja sama di antara kita tidak akan pernah terjalin lagi !!!" Teriak Lin Yue dengan murka.
Sebelum akhirnya seorang penjaga andalan Ye Xushi keluar dari lift dengan dahi yang berkerut.
"Siapa yang begitu berani untuk membuat keributan ?" Tanya Zhang Qi.
"Tuan Zhang, gadis gila ini yang membuat keributan." Ucap resepsionis ini dengan suara yang di lembut lembutkan.
(Note : Dalam dialog ini, bayangkan bahwa menggunakan bahasa Inggris ya , bukan bahasa Mandarin. )
Zhang Qi menatap ke depan dan melihat Lin Yue dalam kondisi acak acakan dan langsung mengenali Lin Yue.
"Nona Tertua Lin, Tuan Muda pasti lupa untuk memberikan kartu masuk pada anda. " Ucap Zhang Qi dengan tatapan permintaan maaf.
"Aku butuh untuk bertemu dengan Tuanmu. " Ucap Lin Yue dengan sebal dan merapikan pakaiannya.
"Tentu saja , Tuan muda telah menunggu anda. " Ucap Zhang Qi.
"Tunggu sebentar ! Orang ini telah menghinaku dengan berbagai kata tadi, katakan pada Tuan mu untuk memecatnya. Ah tidak, aku yang akan mengatakannya sendiri !" Ucap Lin Yue dengan kejam.
Lin Yue adalah seseorang dengan kesombongan yang menutupi langit, bagaimana mungkin dia bisa menerima penghinaan ini ?
Wajah resepsionis tadi menjadi pucat dan ketakutan karena tidak menyangka bahwa ini benar benar kenalan Tuan Muda mereka.
Resepsionis ini ingin mencari wajah di depan Tuan Muda dan ingin di anggap sebagai orang yang bekerja dengan baik, siapa yang menyangka bahwa dia telah salah ?
Resepsionis ini jatuh terduduk di tanah dengan lemas dan tanpa daya, tampak ketakutan dengan semua ini dan berharap bahwa ini hanyalah mimpi semata.
Lin Yue masuk ke dalam Lift dan naik ke lantai paling atas lalu masuk setelah mengetuk pintu.
"Tuan muda Ye, kamu sangat baik sekali. Aku adalah tamu mu dan harus menerima penghinaan di bawah tadi. " Ucap Lin Yue dengan wajah garang.
Ye Xushi mendengarkan ini dan tiba tiba mengingat sesuatu, Ye Xushi merasa bahwa kali ini dia berada dalam masalah.
Kemarahan Lin Yue ini, tidak akan berakhir dengan cepat. Ye Xushi sgera berdiri dan tersenyum tanpa dosa.
"Maafkan aku atas kelalaian ku, di masa depan aku pasti tidak akan melupakan hal ini lagi. " Ucap Ye Xushi.
"Di masa depan, aku tidak ingin bertemu di kediaman mu lagi. Mari atur jadwal di tempat yang umum, aku dan kamu sama sama belum menikah. Aku takut bahwa ini tidak pantas sama sekali. " Ucap Lin Yue dengan cuek.
"Baiklah, kita akan mengatakan ini nanti. " Ucap Ye Xushi dengan senyum tipis.
"Kenapa wajahmu sangat muram ?" Tanya Lin Yue dengan curiga ketika melihat Ye Xushi.
"Tidak juga, aku hanya mendengar beberapa berita yang kurang enak di dengar. Lebih baik untuk tidak membahas hal buruk yang bisa menambah kesialan, bagaimana jika kita membahas tentang pelajaran hari ini. Mari bertindak layaknya guru dan murid bukan rekan kerja. " Ucap Ye Xushi dengan senyum yang mempesona.
Lin Yue yang baru saja akan mengoceh lagi tiba tiba terpanah oleh senyuman yang sangat indah itu, senyuman itu terlalu indah untuk dimiliki oleh seorang manusia yang utuh seperti Ye Xushi.
Tapi, tidak lama kemudian, Lin Yue mengalihkan pandangannya dengan wajah yang memerah karena berpikir bahwa dia telah memikirkan sesuatu yang tidak layak.
Saat ini, Ye Xushi adalah gurunya. Bagaimana mungkin dia bisa memikirkan hal ini ? Lin Yue mencela dirinya sendiri dan tiba tiba merindukan adik kecilnya yang manja.
Bagaimana keadaan adik kecilnya ? Lin Yue ingin kembali tapi Lin Beishang menolak mengizinkan nya untuk kembali.
__ADS_1