
Murong Yan memuji Lin Yue membuat Lin Yue merasa tersipu, Lan Xiang sendiri menempel terus menerus dengan Murong Yan.
"Tuan muda Murong terlalu memuji, hanya saja aku benar benar tidak pernah mendengar mu dari adikku. " Ucap Lin Yue.
"Kami baru bertemu, tapi dia melakukan tur ke tempat yang jauh, karena itulah aku belum menceritakan nya padamu. " Ucap Lin Beishang dengan cepat mengambil alih kondisi.
Lin Yue mengangguk dan paham dengan apa yang dimaksudkan oleh Lin Beishang, Lin Beishang berganti pakaian dan bersiap untuk pergi ke Acara Penghargaan.
Karena semuanya telah datang, maka Lin Beishang akan membawa mereka semua ke dalam acara. Lin Yue adalah orang yang berpengaruh dan tidak sulit untuk membawanya masuk.
Nama Ye Xushi sendiri juga tidak kalah dari Lin Yue, lalu nama Bei Zhao, siapa yang tidak mengenal Bei Zhao di Negara ini ?
Untuk Lan Xiang sendiri sudah mendapatkan undangan karena dia adalah salah satu asistennya secara langsung.
Semuanya bisa diatur asalkan ada niat untuk melakukannya, semuanya mengenakan gaun sederhana dan yang laki laki mengenakan pakaian formal.
Lin Beishang turun dari mobilnya bersama dengan Bei Zhao dan berjalan di red carpet, disana ada begitu banyak wartawan yang mengambil potret mereka sebelum akhirnya penyelenggara acara, Sima Qing menghampiri mereka.
"Nona Lin, kamu adalah keajaiban di dunia penulis, sangat bangga pada diriku sendiri karena melihat kamu secara langsung. " Puji Sima Qing.
"Ketua Sima terlalu memuji, aku kebetulan membawa beberapa orang bersamaku, harap Ketua Sima tidak keberatan. " Ucap Lin Beishang.
Tidak lama, Lin Yue masuk bersama dengan Ye Xushi sambil bergandengan tangan, Sima Qing langsung berbinar binar.
"Ternyata Nona Lin Tertua ! Ini adalah berkah bagi acara sederhanaku, belum lagi Tuan Muda Ye, yang dikatakan sangat berbakat di usia muda. " Ucap Sima Qing dengan antusias.
"Salam kenal, Ketua Sima. " Ucap Lin Yue dengan elegan.
"Senang bisa bertemu dengan Nona Lin Tertua secara langsung. " Ucap Sima Qing sambil menunduk.
__ADS_1
Tidak lama, Lan Xiang berjalan masuk dengan Murong Yan. Lalu berkumpul dengan mereka, Sima Qing menahan nafasnya ketika menatap Murong Yan.
"Tuan muda Murong ?! Maafkan aku karena tidak menyambut mu secara langsung, belum lagi Nona Lan. " Ucap Sima Qing.
"Tuan muda Murong ?" Gumam Lin Beishang dengan pelan dan melihat Murong Yan yang tersenyum percaya diri.
"Tuan Muda Murong dengan Nona Lan seperti pasangan yang ditakdirkan oleh Surga, sangat cocok !" Puji Sima Qing.
"Rombongan Nona Lin Kedua benar benar tidak main main, bagaimana orang sederhana ini berani merasa keberatan ? Bisa mendatangkan Nona Lin Kedua saja sudah sangat beruntung, belum lagi Tuan Muda Bei. Ini adalah berkah bagiku. " Ucap Sima Qing.
"Ha ha ha, kami semua adalah sahabat, tidak ada yang perlu diragukan. " Balas Lin Beishang.
Sima Qing akhirnya terpaksa harus pamit karena harus menangani tamu lain, Lin Beishang mendekati Murong Yan dan menatap pria itu.
"Bagaimana dia bisa tahu nama mu ?" Tanya Lin Beishang dengan curiga.
"Dia adalah Murong Yan yang dikatakan adalah putra dari seorang pengusaha batu bara yang sangat besar, dikatakan bahwa dia tertimpa oleh runtuhan, tapi ternyata Tuan Muda Murong baik baik saja. " Ucap Lin Yue dengan tajam.
"Ya, maafkan aku, aku tidak mengatakan ini pada kalian. Aku adalah Putra tunggal dari Pengusaha Batu Bara terbesar di Tiongkok. " Ucap Murong Yan.
Lin Beishang mengerti, dia memang pernah mendengar perusahaan batu bara Murong. Tapi tidak pernah berpikir bahwa Murong Yan akan berpindah ke tubuh seseorang dengan nama yang sama dengannya.
Keberuntungan semacam ini, tidak akan bisa ditemukan dua kali, sungguh keberuntungan yang besar.
Lin Beishang masuk ke dalam dan melihat sekeliling dengan santai, Bei Zhao merangkul pinggang Lin Beishang yang mungil seolah olah sedang membawa anak kecil.
"Aku sebenarnya kasihan dengan Yue, dia sendirian yang tidak tahu di antara kita. " Ucap Lin Beishang dengan lembut.
"Akan ada waktunya dia akan tahu jika memang takdir, tapi jika bukan takdir maka kita sebagai manusia biasa tidak boleh memaksa nya dan memaksakan takdir yang telah disusun. Ini membuat susunan takdir menjadi kacau, biarkan waktu yang menjawab semuanya. " Ucap Bei Zhao dengan lembut membelai rambut Lin Beishang.
__ADS_1
Lin Beishang yang mendengar nasihat bijak Bei Zhao hanya menghela nafas, seketika merasa bahwa karena panik telah membuatnya kehilangan kemampuan untuk berpikir dengan kritis.
"Aku tahu, terima kasih karena telah mengingat kan ku hal ini. " Ucap Lin Beishang lebih tenang.
Semua orang sedang menyorot mereka saat ini, mereka tidak boleh gegabah, setiap perubahan ekspresi mereka akan terekam.
Jadi Lin Beishang tidak ambil pusing dan menyandarkan kepalanya di dada Bei Zhao sambil menunggu acara Penghargaan dimulai.
Semakin lama , ruangan menjadi semakin padat sebelum akhirnya pintu masuk ke ruangan yang akan mereka tuju, mulai dibuka.
Setiap orang duduk di tempat yang telah ditentukan , setiap kursi ada nomor masing masing. Semula, Kursi hanya disiapkan untuk 200 orang, tapi karena ada beberapa tamu yang datang tanpa di undang, mereka harus menyiapkan lebih banyak kursi.
Satu barisan diambil oleh rombongan Lin Beishang, dengan Lin Beishang paling ujung, Bei Zhao, Lin Yue, Ye Xushi, Lan Xiang, dan Murong Yan.
Mereka tiga baris di depan panggung, sehingga apapun yang ada di panggung yang megah ini akan terlihat jelas bagi mereka.
Pembawa acara muncul dengan langkah yang anggun dan membawa semangat para penonton.
"Tamu tamu yang terhormat sekalian, hari ini kami akan mengundang seorang penyanyi baru yang terkenal hebat dalam bernyanyi dan memainkan alat musik dalam satu waktu. Apakah kalian bisa menebaknya ?" Tanya Pembawa acara.
Semua orang bersorak dan menyebutkan nama nama, tapi sampai akhirnya pembawa acara tertawa dan bertepuk tangan.
"Beberapa diantara para tamu menjawab dengan benar, siapa lagi jika bukan bintang baru, Snow Chu !!! Chu Xing Yue !!" Teriak Pembawa Acara.
Semua orang bersorak dan bertepuk tangan, tidak terkecuali rombongan Lin Beishang sampai akhirnya ketika orang yang dipanggil Snow Chu ini keluar dengan langkah yang anggun dan gaun putih salju.
Lin Beishang terdiam dan senyum di wajahnya hilag, Bei Zhao juga sama. Semua orang di barisan mereka kehilangan senyum, kecuali Lin Yue yang tidak tahu apa apa.
Lin Beishang memandang ke arah Bei Zhao dan saling menatap satu sama lain dengan penuh arti, karena memahami satu sama lain, mereka juga saling memahami apa arti tatapan ini.
__ADS_1
Keduanya menjadi waspada ketika melihat bintang baru ini, Snow Chu.