Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
213. Kebencian Ribuan Tahun


__ADS_3

Berjam jam berlalu dan api telah padam sepenuhnya, bahkan ayam yang di panggang nya telah berubah menjadi abu, layaknya orang orang di depannya.


Tidak ada asap beracun yang tersisa sedikitpun disini, hanya menyisakan kebencian yang tertanam oleh para Jiwa yang pergi karenanya.


Lin Beishang berdiri dan membuka gerbang yang berat itu lalu berjalan menuju tempat musuh. Lin Beishang mengeluarkan Yue Shan dan duduk di pusat perkemahan lalu menaruh Yue Shan di depannya.


Semakin menderita seseorang ketika meninggal maka semakin besar kebencian yang dimiliki oleh jiwa itu dan semakin besar kekuatannya.


Lin Beishang menyerap semuanya dan menyimpannya di Yue Shan, Yue Shan mulai bergetar.


Dari yang semula berwarna terang berubah menjadi gelap sama seperti Yanji, bahkan mulai bergetar sebelum akhirnya getaran menjadi semakin kuat.


Lin Beishang menggigit jarinya sendiri dan darah mengalir dari sana , darah itu dibiarkan jatuh ke atas Yue Shan dan Yue Shan berubah menjadi tenang setelah beberapa saat dibiarkan diam.


Yue Shan telah sepenuhnya menjadi Senjata Iblis, Lin Beishang berdiri dan melihat sejenak lalu berjalan pergi.


Kepalanya tertunduk, kemenangan ini tidak membawakan sedikitpun kebahagiaan.Kemenangan dengan cara yang ini membuat harga dirinya menjadi terluka sebelum akhirnya membawa penyesalan pada dirinya sendiri.


"Beishang, kamu memilih untuk mengambil jalan ini tanpa sepengetahuan ku, apakah kamu tidak pernah menganggap ku sebagai orang yang hidup ?" Tanya suara di belakangnya.


Lin Beishang yang mendengar ini merasa hatinya menjadi dingin, seharusnya Bei Zhao baru sadar 1 jam lagi.


Kenapa pria itu telah sadar sekarang ? Jangan jangan..... ? Lin Beishang tidak berani memikirkan nya dan tubuhnya menjadi sedikit gemetar.


"Jika aku mengatakan nya, maka kamu tidak akan pernah setuju dengan cara ini, bukankah begitu ?"Tanya Lin Beishang dengan suara yang datar dan membelakangi Bei Zhao.


"Beishang, apa yang kamu pilih ini sangat mengecewakan ku. Apakah aku tidak memiliki harga di matamu ?" Tanya Bei Zhao dari belakang dengan memelas.

__ADS_1


"Aku menghargaimu, sangat menghargaimu, aku harap kamu bisa mengerti dengan pilihan ku kali ini." Ucap Lin Beishang tanpa perasaan.


"Aku tidak pernah dapat mengerti dirimu, tidak peduli seberapa keras aku mencoba. Aku masih tidak bisa mengerti dirimu, kamu berdiri dengan tinggi layaknya Dewa tanpa memikirkan dirimu sendiri, apakah kamu pernah sekali saja memikirkan perasaan ku ?"Tanya Bei Zhao dari belakang.


"Beishang, aku tidak pernah bisa mengerti dirimu. Mungkin, kamu akan lebih baik tanpa ku. Kamu mungkin akan lebih bahagia tanpa ku, bagimu aku hanya akan menghambat mu bukan ? Maafkan aku jika begitu. " Ucap Bei Zhao dengan suara yang sangat halus.


"Baguslah jika kamu mengerti. " Ucap Lin Beishang dengan suara yang lembut tapi menusuk Bei Zhao di titik yang sakit.


Lin Beishang diam diam mengepalkan tangannya dan berjalan pergi, Lin Beishang memasuki Kota Siyue yang sepi dan duduk di sebuah pohon besar yang tumbuh di tengah tanah tandus.


Lin Beishang duduk di sana dengan semua tangan yang terjulur tanpa daya, darah mengalir dari sudut bibir Lin Beishang.


Kepala Lin Beishang terkulai ke samping dengan lemah, belakangan ini, tubuhnya menjadi semakin buruk dan semakin buruk.


Dia adalah orang yang paling tahu tentang kondisi kesehatan tubuhnya sendiri, bagaimana mungkin bisa salah dengan dirinya sendiri ?


Bukannya dia tidak pernah memikirkan kondisi Bei Zhao , dialah yang egois, dialah yang jahat dan tidak pernah memikirkan Bei Zhao.


Hanya berharap bahwa pria itu akan melupakannya dan membencinya, menjalani kehidupan yang baik dengan wanita lain yang lebih baik darinya, lebih layak darinya.


Lin Beishang tampak seperti orang yang sekarat, dadanya sangat sesak seperti sedang ditimpa oleh besi dan dipenuhi oleh kebencian ribuan tahun.


"Bukannya aku tidak pernah memikirkan mu, akulah yang egois dan tidak layak untuk mu. Semakin lama, aku semakin lemah. Aku tidak ingin kamu menghabiskan waktu sia sia untukku. " Ucap Lin Beishang dengan helaan nafas dan darah terus mengalir.


Kondisinya tidak stabil, setelah duduk selama beberapa jam dan menghirup udara beracun, tubuhnya tidak tahan.


Tanpa disadari oleh Lin Beishang, Bei Zhao telah mengikutinya dan mendengar semua ucapan nya.

__ADS_1


"Aku hanya ingin kamu membenciku, kamu melupakan ku seolah olah aku tidak pernah hadir dalam hidupmu. Aku seperti bintang kesialan bagi orang yang berdiri di sekitarku. Kamu berharga, aku tidak ingin kamu mengalami hal yang sama. Sayang sekali bahwa kamu tidak bisa mendengar ini, aku berharap kamu bisa mengerti diriku, hanya untuk terakhir kali ini. " Gumam Lin Beishang dengan lemah dan menjulurkan tangannya seolah olah ingin menggapai bulan tapi pada akhirnya tangan itu terkulai lemas dan tubuhnya jatuh, kesadarannya hilang.


Bei Zhao keluar dari tempat persembunyiannya dan membawa tubuh Lin Beishang menuju tenda. Bei Zhao akui bahwa sebelumnya dia telah terlalu impulsif dan merasa bahwa sikap Lin Beishang tidak seperti biasanya.


Bahkan, cenderung sangat berbeda sehingga Bei Zhao langsung mengikuti Lin Beishang. Benar saja, Lin Beishang benar benar menyembunyikan sesuatu dalam dalam.


Bei Zhao masuk ke dalam tenda dan berlutut di samping Lin Beishang dengan harapan bahwa dia akan segera bangun.


Lin Beishang mengatakan bahwa jika dia pingsan karena akibat dari kedua racun di tubuhnya, maka tidak akan ada obat yang bisa menolongnya.


Jadi, memanggil tabib adalah hal yang sia sia. Bei Zhao menggenggam tangan Lin Beishang yang terasa dingin dan halus layaknya porselen.


"Dasar bodoh, jika aku tidak bersama mu maka kepada siapa aku akan pergi ? Apakah aku akan melihat mu sendirian memikul semua kesalahan ? Melihatmu sendirian memikul rasa bersalah dari ribuan kebencian yang dimiliki oleh para jiwa yang tersesat ?" Tanya Bei Zhao.


"Denganmu, aku bersedia untuk menanggung aib, menanggung kemiskinan, dan segala hal buruk lainnya. Aku yakin, dengan adanya dirimu maka bahkan jika langit terbalik, aku masih akan bisa melalui itu dengan mudah, semudah membalikkan telapak tangan. " Lanjut Bei Zhao dengan kata kata yang memiliki makna yang dalam.


Kebanyakan orang menikah karena perjodohan yang dibuat oleh orang tua, keluarga ataupun oleh Kaisar.


Tapi, berapa banyak dari mereka yang benar benar hidup dengan jujur dan puas dengan pasangan mereka ?


Mungkin hanya ada satu, yaitu Bei Zhao dan Lin Beishang. Hasil dari perjodohan Kaisar yang semula ingin merugikan nya ternyata berbalik menyerang Kaisar sendiri.


Bei Zhao memikirkan saat saat pertemuannya kembali dengan Lin Beishang saat berada di aula Kekaisaran.


Baru pada saat inilah, Bei Zhao menemukan sesuatu yang mengejutkan ketika memegang tangan Lin Beishang.


Akhirnya, misteri yang telah tersembunyi selama belasan tahun akhirnya terungkap, apa yang salah dan yang benar akhirnya terbuka.

__ADS_1


Bei Zhao memandang dengan tatapan tidak percaya ketika melihat kenyataan di depan matanya.


__ADS_2