Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
198. Chu Huli Kabur


__ADS_3

3 Hari berlalu


Di Istana Dinasti Qin yang tampak megah tapi sangat gelap itu tiba tiba kedatangan paket yang entah datang darimana.


Istana Dinasti Qin yang semula tampak dipenuhi dengan warna emas dan perak tapi sekarang semua itu tampak tertutupi oleh awan mendung.


Semuanya berubah dan tidak lagi sama seperti pada pemerintahan Kaisar Tua. Chu Linfei yang sedang duduk di atas tahkta sambil memakan buah pir tiba tiba diganggu oleh kedatangan seorang bawahannya.


"Tuan, ada sebuah paket yang dikirimkan untukmu. " Ucap prajurit itu.


"Oh ? Siapa yang begitu baik dan mengirimkan hal ini padaku ?" Tanya Chu Linfei dengan seringaian.


"Hamba ini tidak tahu, ketika hamba ini berpatroli, sudah ada kotak paket didepan. Apakah Tuan ingin membukanya sendiri atau hamba ini akan membukanya terlebih dahulu ?" Tanya Prajurit itu dengan takut takut.


Tanpa diduga duga, Chu Linfei berdiri dan berjalan menuruni tangga lalu berjalan menuju kardus yang ada di depan Aula Kekaisarannya.


Chu Linfei melihat kotak yang besar, dihiasi dengan pita yang indah lalu dengan santai membukanya. Setelah membukanya, Chu Linfei terperangah untuk sejenak dan melihat hadiah spesial yang diberikan padanya lalu tertawa terbahak bahak sementara Prajurit di belakangnya membelalakkan matanya dan merasa mual.


"Hadiah yang sangat baik ! Aku bahkan sampai tidak bisa membalas ini. " Ucap Chu Linfei sambil tertawa bahagia.


Tapi, kata kata dan tindakan Chu Lin Fei tidak selaras, tangan Chu Linfei meremas cangkir anggur yang ada di tangannya dengan sangat kuat sampai akhirnya cangkir dari tembaga itu terbelah menjadi beberapa bagian.


Prajurit di belakang Chu Linfei tampak ketakutan ketika melihat Tuannya yang marah besar.


"Tuan, jangan marah. Hamba ini akan segera menyelidiki siapa yang melakukan ini. " Ucap prajurit itu sambil berlutut di belakang Chu Linfei.


"Tidak perlu, aku sudah tahu siapa orang baik ini. Kita akan segera bertemu lagi tentu saja. " Ucap Chu Linfei dengan senyum tipis dan seorang prajurit lain menghampirinya.


"Tuan ! Chu Huli kabur dari penjara !!" Teriak prajurit yang baru datang.


"Apa ?!! Cepat cari dia dan jangan biarkan dia pergi !!"Teriak Chu Linfei dengan marah.


"Apa yang sebenarnya kalian semua lakukan sialan ?! Aku meminta 50 orang untuk menjaga satu orang bodoh itu dan kalian bahkan tidak bisa melakukannya ?!!" Bentak Chu Linfei dengan penuh amarah.


"Tuan ! Semua penjaga dibunuh oleh seseorang ! Ada seseorang yang sangat hebat menyelamatkan Chu Huli !" Ucap Prajurit yang baru datang itu dengan ketakutan.


Wajah Chu Linfei memerah karena rasa amarah yang meluap dan sebelum akhirnya menyeringai dengan mengerikan.


"Bagus, bagus, aku telah memandang mu terlalu rendah. Baiklah, dengan sekarang maka permainan kita akan menjadi lebih seru ! Kita memiliki tiga pihak dan siapa yang paling kuat akan terus berdiri sampai akhir !" Ucap Chu Linfei dengan kemarahan yang ditekan.


"Tidak perlu menutup gerbang, biarkan dia pergi. Pada akhirnya, nanti dia akan ditundukkan lagi dibawah kakiku. " Ucap Chu Linfei dengan acub tak acuh dan kembali duduk di atas tahkta nya yang megah.

__ADS_1


Sementara di sisi lain, Chu Huli menggunakan jubah tudung hitam ditemani oleh seorang wanita yang mengenakan topeng perak.


"Bagaimana dengan mu, apakah kamu berhasil ?"Tanya Chu Huli.


"Tidak, tidak dapat melawannya tapi berhasil meracuninya. " Ucap orang yang bersama dengan Chu Huli.


"Sudah kuduga, dia tidak akan semudah itu untuk di tangkap, tapi racun apa yang kamu berikan padanya ?" Tanya Chu Huli.


"Racun Kalajengking yang telah ku kembangkan sendiri. " Ucap orang misterius itu.


"Itu tidak akan berguna, aku memiliki beberapa dugaan bahwa Zhou Beishang memiliki Darah Seribu Racun. " Ucap Chu Huli.


(Karena Chu Huli mengenal Beishang dengan marga Zhou bukan Lin, jadi Chu Huli akan memanggil dengan nama Zhou Beishang. )


"Darah Seribu Racun ?! Bagaimana mungkin aku tidak mengetahui hal ini ?" Tanya orang misterius itu dengan kaget.


"Itu hanya dugaan , aku tidak berani mengatakan nya bahwa itu benar. Bagaimanapun, selama 100 tahun belakangan ini, tidak ada orang yang berhasil untuk memiliki Darah Seribu Racun yang langka. " Ucap Chu Huli.


"Lalu, bagaimana kamu bisa menduga bahwa Zhou Beishang bisa memiliki Darah Seribu Racun kalau begitu ?" Tanya orang misterius itu.


"Pada saat itu, ketika Bei Zhao sedang mencari Zhou Beishang, aku memerintahkan Wen Yao untuk menggiring Tuannya ke suatu tempat yang dipenuhi oleh kalajengking beracun. Tiba tiba, Zhou Beishang keluar dan menawarkan bantuan berupa beberapa tetes Darah Seribu Racun dengan syarat , Paviliun Qiao Yao menjadi salah satu rekannya. " Cerita Chu Huli.


Pantas saja, Bei Zhao bisa tersengat kalajengking beracun ketika sedang mencari Beishang yang pergi meninggalkannya pada saat itu.


"Aku akan coba untuk menyelidiki ini. " Ucap orang misterius itu sambil mengangguk.


Sementara, disisi lain, Bei Zhao dan Beishang sedang duduk di halaman rumah yang telah mereka beli bersama.


Jauh dari kota, berada di perbatasan utara, tampak sangat tenang tapi sebenarnya alasan dia memilih ini karena ini adalah tempat berdirinya Dinasti Tang Utara.


Beishang membawa tubuh Xia Zhong dan memakamkan nya disini, Beishang memandang tumpukan tanah dengan nama yang membuatnya sedih itu.


Di samping itu, ada beberapa nama lain, seperti nama ibunya, nama pamannya, dan nama neneknya, walaupun dia tidak memiliki tubuh mereka untuk dibawa kembali.


Tapi, Beishang yakin bahwa ini sudah lebih dari cukup, hanya untuk mengenang bahwa dia pernah memiliki keluarga dan memiliki asal usul yang jelas.


Setidaknya, dia tahu ayahnya, ibunya, pamannya, kakeknya, dan neneknya. Beishang berlutut di depan makam dan papan peringatan milik leluhurnya lalu bersujud 3 kali.


"Semoga kalian bertemu satu sama lain dan hidup bahagia, aku juga berharap bahwa di kehidupan selanjutnya bisa bertemu dengan kalian semua. "Ucap Beishang dengan senyum sedih.


Bei Zhao menyaksikan semua pemandangan itu dari kejauhan dan menghela nafas, melihat kondisi Beishang yang baik baik saja ini membuatnya khawatir.

__ADS_1


Bagaimana mungkin tidak khawatir ?! Setelah mendapatkan begitu banyak pukulan, tidak menangis atau marah.


Itu bukan emosi normal yang ditunjukkan oleh manusia, justru jika terlihat baik baik saja maka itu pasti ada yang salah.


Bei Zhao tahu, walaupun Beishang terlihat tangguh, itu masihlah manusia yang terbuat dari daging dan darah, bukan Dewa.


Masih merasakan sakit dan kesedihan tapi Beishang tidak menunjukkan dua ciri ciri itu, bagaimana mungkin Bei Zhao bisa duduk dengan tenang ?


Bei Zhao memandangi Beishang, merasa bahwa selama ini dia tidak pernah bisa memahami pemikiran gadis itu.


Tidak pernah bisa merasakan dan membantu Beishang dalam menghadapi rasa sakit ini. Entah kenapa, untuk pertama kalinya dalam hidupnya ini, Bei Zhao merasa bahwa dirinya tidak berguna.


Tapi, melihat beban yang dimiliki oleh Beishang dan bahkan gadis itu tidak mengeluh sama sekali membuat Bei Zhao merasa malu karena terganggu oleh hal hal kecil.


Saat ini, mereka jauh dari kerumunan, mereka bisa saja berdiam diri dan tidak melakukan apapun ketika perang pecah.


Tapi, apakah itu akan berguna ? Suatu saat nanti, tidak peduli seberapa jauh mereka pergi, jika tempat ini telah dikuasai oleh Chu Linfei maka mereka tidak akan pernah bisa melarikan diri.


Lebih baik mengambil kesempatan untuk menyerang terlebih dahulu ketika ada kesempatan daripada menunggu musuh untuk menyerang terlebih dahulu.


Jika mereka menyatukan kekuatan maka mereka mungkin bisa mengusir pengganggu ini, tidak peduli seberapa dalam kekesalan mereka pada Kaisar Lin Xi atau siapapun, saat ini mereka harus bekerja sama untuk melawan satu orang.


Bei Zhao yang tumbuh dengan Chu Linfei merasa bahwa dia tidak akan pernah memahami pemikiran milik Shixiong nya.


(Shixiong : Kakak seperguruan. )


Bahkan Shidinya, dia juga tidak mengerti. Bei Zhao tidak mengerti darimana ambisi mereka berasal.


(Shidi : Adik seperguruan. )


Bei Zhao tiba tiba merindukan ketika masa kecilnya mereka ketika Bei Zhao dan Chu Huli masih muda selalu bermain dengan Chu Linfei dan memohon Chu Linfei agar mengajari mereka beberapa teknik.


Lalu, setelah itu ibunya, Sha Xi akan menyeretnya pulang dan memberinya hukuman karena telah melalaikan latihannya.


Tapi, keesokan harinya, Bei Zhao masih pergi ke tempat Chu Huli dan Chu Linfei dan bermain bersama lagi.


Walaupun harus dipukuli setiap hari, Bei Zhao merasa bahwa saat itu hari harinya masih sangat bahagia, rasa sakit akan dibersihkan oleh tawa.


Paling tidak, itu masih lebih baik daripada seperti sekarang yang mengharuskan nya untuk mengangkat pedang dan saling bertarung dengan niat membunuh.


Bei Zhao menghela nafas lelah dan melihat ke langit yang mulai menjadi gelap, belakangan ini, langit menjadi lebih sering menurunkan hujan.

__ADS_1


__ADS_2