Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
275. Diikuti


__ADS_3

Setelah acara makan dilakukan, semuanya sudah selesai dan sudah lumayan malam. Semuanya saling berbincang satu sama lain dengan hangat.


"Karena sudah selesai maka aku menyiapkan kejutan kepada Paman dan Bibi serta sepupu. " Ucap Bei Zhan.


"Ah, apa yang kamu siapkan ?" Tanya Bei Lin.


"Aku berniat untuk membawa kalian ke villa ku yang berada di luar kota dan disana ada pemandangan pantai yang indah. " Jawab Bei Zhan.


"Ide bagus, kebetulan kami besok kosong. Bagaimana denganmu Beishang ?" Tanya Sha Xi dengan antusias.


Lin Beishang yang mendapat ajakan ini tidak terburu buru untuk menjawab melainkan hanya tertawa ringan.


"Kebetulan aku juga kosong untuk besok dan jika Tuan Bei tidak keberatan maka aku akan ikut juga. " Ucap Lin Beishang.


"Ha ha ha, bagaimana mungkin aku keberatan ? Keluarga kami kecil, semakin banyak orang maka akan semakin hidup. " Ucap Bei Zhan.


"Bagaimana dengan Luca ?" Tanya Chang Yue Niang.


"Aku baik baik saja selama Fei Fei ikut. " Ucap Luca dengan bahasa Inggris.


Semuanya tertawa setelah mendengar nama ini dan bertepuk tangan.


"Karena semuanya telah saling mengenal dekat, maka tidak ada salahnya untuk mengendarai mobil secara terpisah. Wanita dan pria akan berada di mobil yang berbeda. " Ucap Sha Xi.


Semuanya terkejut dan Lin Beishang berusaha untuk menetralkan wajahnya.


"Kalau begitu maka aku akan bersama dengan Nona Bei. " Ucap Lin Beishang.


"Tidak perlu terlalu kaku Nona Lin, kamu bisa memanggilku Bei Yi Fei. " Ucap Bei Yi Fei.


"Kalau begitu maka kamu bisa memanggilku, Beishang. " Balas Lin Beishang dengan senyum santai.


Jadi, mobil dipisah, karena ada 4 mobil maka dibawa oleh masing masing. Rombongan pertama berisi Bei Lin dan Bei Zhan yang mengendarai mobil milik Bei Zhan.


Sementara di rombongan kedua, ada Sha Xi dengan Chang Yue Niang yang menaiki mobil Bei Lin. Di rombongan ketiga, Bei Zhao dan Luca naik ke mobil milik Bei Yi Fei.


Di rombongan terakhir, ada Lin Beishang dengan Bei Yi Fei yang mengendarai mobil milik Bei Zhao. Kali ini, yang membawa mobil adalah Lin Beishang sementara Bei Yi Fei duduk di sebelahnya.


Lin Beishang menghidupkan lagu kesukaannya dan mulai mengikuti mobil di depannya, melihat bahwa Bei Yi Fei tampaknya kurang nyaman membuat Lin Beishang menoleh untuk melihat Bei Yi Fei.


"Apa yang terjadi ? Kamu tidak suka dengan lagunya ?" Tanya Lin Beishang.


"Hm, ya.... tapi tidak apa apa, tidak perlu mengubahnya. " Ucap Bei Yi Fei dengan buru buru.


Lin Beishang mengangguk dan tidak mengatakan apa apa sebelum akhirnya melemparkan handphonenya ke arah Bei Yi Fei. Bei Yi Fei menatap Lin Beishang dengan tatapan bingung.


"Aku tidak tahu musik apa kesukaan mu, karena sekarang kita telah berdamai. Maka aku ingin kita tidak saling menyusahkan, pilih lagumu dan aku akan senang dengan semua lagu. " Balas Lin Beishang.


Bei Yi Fei menatap Lin Beishang sejenak sebelum akhirnya mengubah lagu menjadi salah satu lagu yang cukup terkenal.


Mereka menjadi tenang sebelum akhirnya Lin Beishang menepi untuk membeli minuman di sebuah minimarket.


Jadi, mereka tertinggal untuk sejenak, ketika Lin Beishang mulai naik lagi ke atas mobil dan menyerahkan satu botol minum.


"Mereka tampaknya meninggalkan kita , apakah kamu tahu jalan menuju pantai ?" Tanya Lin Beishang.


Mereka saling menatap satu sama lain sebelum akhirnya tersenyum.


"Kamu turun bukan untuk membeli air minum bukan ?" Tanya Bei Yi Fei.


"Siapa bilang ? Untuk menghadapi hal yang menegangkan maka aku perlu air dingin yang menurunkan semangat membara ku. " Balas Lin Beishang dengan seringaian.


Lin Beishang mengulurkan tangannya dan Bei Yi Fei mentap Lin Beishang sejenak sebelum akhirnya menjabat tangan Lin Beishang.


"Di depan sini, jika belok ke kiri maka kita akan pergi ke pegunungan, sementara ke kanan akan pergi ke pantai. Yang mana menurutmu akan lebih menguntungkan ?" Tanya Bei Yi Fei.


"Aku akan mengambil jalur pegunungan, ayo bertaruh pada hidup yang singkat ini. Jika beruntung maka kita akan bisa selamat. "Jawab Lin Beishang.


Lin Beishang mulai mengendarai mobil Bei Zhao mundur dari mini market dan jalan pun menjadi menanjak, jalan menjadi semakin sepi.


Seperti yang dikatakan oleh Lin Beishang, dia berbelok ke kiri dimana semuanya adalah jalan setapak.


Hanya ada satu jalan di samping bukit sebelum akhirnya sampai di kaki gunung, di belakang ada 3 mobil yang mengejar mereka.

__ADS_1


"Kamu sebaiknya pindah ke kursi belakang , di belakang kursi ku, ada sebuah senapan panjang. " Ucap Lin Beishang.


"Apakah kamu tidak takut bahwa aku akan menembak mu disini ?" Tanya Bei Yi Fei.


"Tampaknya, kamu masih sayang dengan kekasih mu. Jika terjadi sesuatu, maka tidak terlambat bagi Bei Zhao untuk melenyapkan nyawa kekasih mu. " Jawab Lin Beishang dengan santai.


Bei Yi Fei yang mendengar ini tertawa ringan sebelum akhirnya melompat ke kursi belakang.


"Apakah kamu tahu cara menembak yang benar ?" Tanya Lin Beishang.


"Dibandingkan denganmu, aku tidak bisa dikatakan sebagai ahli. Tapi, hanya untuk melawan sekelompok semut ini, maka aku akan bisa menanganinya. " Ucap Bei Yi Fei.


Lin Beishang tersenyum puas dan membuka sunroof mobil milik Bei Zhao, Bei Yi Fei berdiri dari jok belakang dan membawa senapan panjang sebelum akhirnya mulai menembak.


Suara tembakan yang diluncurkan terdengar, tapi sama sekali tidak mengurangi kecepatan Lin Beishang.


Lin Beishang sama sekali tidak terlihat panik ketika dihadapkan dengan hal semacam ini, hanya terus mengendarai mobil dengan kencang.


Suara tembakan balasan terdengar, Lin Beishang melihat ke arah kaca spion mobil, menyadari bahwa ada sebuah peluru yang melesat menuju dirinya.


Lin Beishang sedikit mendorong mobilnya ke bagian kiri dan menghindari peluru itu.


"Pegangan !" Perintah Lin Beishang.


Bei Yi Fei berpegangan pada bagian mobil sambil terus menembak dengan tepat sebelum akhirnya sebuah mobil jatuh ke dalam jurang.


Tanpa diduga, di saat saat yang penting seperti ini, telepon Lin Beishang berdering dan Lin Beishang melihat bahwa itu adalah nama Bei Zhao.


Lin Beishang memutuskan untuk tidak mengangkat telepon tersebut, mengingat kondisi mereka yang fatal saat ini.


Jika dia berhenti atau lengah sedikit saja, maka akan ada peluru yang menancap di ban mobil.


Jika menghantam kaca mobil atau badan mobil maka akan baik baik saja karena mobil ini anti peluru.


Sayang sekali bahwa ini bukan mobil miliknya, jadi dia tidak terlalu paham dengan mobil milik Bei Zhao ini.


Belum lagi jalan setapak dan di samping mereka ini adalah jurang, jika sedikit kesalahan maka mereka akan jatuh ke dalam jurang.


Lin Beishang menghindar ke kanan dan berada sangat tipis dari jurang, sebelum akhirnya peluru mendarat tepat di sebelah ban mobil Bei Zhao.


Lin Beishang kembali menepikan mobilnya ke bagian tengah jalan, tanpa diduga hujan mulai turun dan cukup deras.


"Yi Fei, turun dan tutup !" Perintah Lin Beishang.


Bei Yi Fei kembali duduk di kursi belakang dan Lin Beishang langsung kesulitan untuk melihat ke depan.


Untungnya, penglihatannya jauh lebih tajam dari orang lain.


"Bagaimana ini ?" Tanya Bei Yi Fei.


"Tidak ada yang bisa dilakukan, kita hanya bisa bertaruh dan melihat siapa yang terpeleset ke dalam jurang terlebih dahulu. " Ucap Lin Beishang.


Bei Yi Fei mendecakkan bibirnya dengan kesal dan mengumpat kepada mobil mobil yang mengejar mereka.


Beberapa tembakan di arahkan ke kaca mobil, tapi sayangnya itu hanya retak tapi tidak merusak kaca mobil.


"Ini tidak baik, jika dihantam oleh 3 atau 4 peluru lagi maka kaca mobil ini akan pecah. " Ucap Bei Yi Fei.


"Aku tahu, hujan menjadi semakin deras. Kecuali kamu ingin menemui kematian, maka aku tidak akan bisa mengebut lagi. "Balas Lin Beishang.


"Apakah kamu tahu cara mengendarai mobil ?" Tanya Lin Beishang.


"Aku tahu. " Balas Bei Yi Fei.


"Kemari dan gantikan aku, aku akan menembak musuh di belakang sebagai gantinya. Jika menurut peta maka di menit kedua dari sekarang akan ada trek lurus sepanjang 368 meter, pada saat itu kita akan berganti posisi. " Ucap Lin Beishang.


"Aku pikir kamu sudah gila. " Bei Yi Fei tampak tidak ingin melakukan ini tapi tidak memiliki pilihan lain dan mulai melompat ke depan.


Lin Beishang melepaskan sabuk pengaman nya dan melompat ke belakang, untuk 3 detik, kemudi menjadi tidak ada yang mengontrol.


Sebelum akhirnya Bei Yi Fei mengambil alih, Lin Beishang dari belakang mengeluarkan sebuah sarung kulit yang berisi bilah bilah kecil.


Sejak dahulu, senjata rahasia adalah keahliannya, jadi Lin Beishang membuka jendela belakang dan melemparkan pisau pisau kecil itu.

__ADS_1


Semula meleset dan menghancurkan kaca mobil di belakang. Lin Beishang melemparkan pisau lainnya dan kali ini pisau itu memotong ban mobil di belakang mereka sampai menjadi dua.


Mobil di belakang mereka dengan kaca yang pecah dan ban yang terbelah langsung jatuh ke dalam jurang. Sekarang yang perlu memikirkan mobil yang terakhir.


Lin Beishang melemparkan beberapa pisau sementara orang di belakang terus menerus menembak dengan brutal.


Lin Beishang melihat ke atas tebing, dimana batu batu kerikil mulai berjatuhan. Saat ini, mereka tidak bisa membuka sunroof, yang membuat ruang gerak mereka sangat terbatas .


Jadi, Lin Beishang mengeluarkan senapan panjang dengan isi peluru yang tersisa 3 itu, lalu menembak ke belakang dengan akurat.


Yang pertama adalah untuk ban, sementara yang kedua untuk kaca, dan yang terakhir adalah untuk pengemudi.


Ketiga peluru yang dilepaskan pada waktu yang hampir bersamaan itu, melesat dan menuju ke tujuan masing masing.


"Cepat, tebing akan mengalami longsor !" Teriak Lin Beishang di tengah hujan.


"Bagaimana dengan mobil di belakang ?!" Balas Bei Yi Fei.


"Sudah di bersihkan, sekarang cepat arahkan mobil ke bukit !" Teriak Lin Beishang.


Lin Beishang memegangi tangannya yang terkena pecahan kaca dan berdarah, pecahan kaca dari mobil belakang terbawa oleh angin dan menghantam dirinya. Membuat tangannya berdarah.


Sementara tangan Bei Yi Fei sendiri juga terkena pecahan kaca yang lebih kecil tapi Bei Yi Fei tidak memiliki waktu untuk memikirkan ini.


Lin Beishang menutup jendela dan membiarkan kaca kaca mobil itu menghantam ke arah kaca mobil Bei Zhao.


Lalu, tempat mereka sebelumnya mulai dipenuhi oleh gelindingan batu batu besar yang bisa membunuh mereka.


Batu batu itu bergulir dari bagian atas bukit, selama mereka mencapai ke bukit dan berjalan menuju kaki gunung, maka mereka akan baik baik saja.


Lin Beishang menelpon Bei Zhao karena merasa bahwa situasi saat ini tidak terlalu kritis lagi.


"Halo, kamu dimana dengan Bei Yi Fei ? Apakah kamu baik baik saja ?" Tanya Bei Zhao.


"Tidak baik, saat ini kami sedang berada di perjalanan menuju kaki gunung. Kami dikejar oleh tiga mobil yang tidak kenal dan bersenjata. " Ucap Lin Beishang dengan nafas yang masih terengah engah.


"Lalu, bagaimana denganmu sekarang ?!" Tanya Bei Zhao terdengar panik.


"Tidak perlu panik, paling paling kami akan menetap sampai pagi hari di sini. Mobil musuh telah di selesaikan. " Jawab Lin Beishang.


"Hm, baiklah. Aku akan pergi kesana menyusul kalian. " Ucap Bei Zhao.


"Jangan, saat ini bukit sedang longsor karena hujan deras. " Balas Lin Beishang.


"Kalau begitu , bagaimana kami bisa menolongmu ?" Tanya Bei Zhao.


"Bensin akan hampir habis, paling paling kita hanya akan bisa menunggu sampai ke bukit." Peringat Bei Yi Fei.


"Ah , aku perlu kamu datang ke sini besok pagi seharusnya sudah tidak longsor lagi. Pada saat itu maka kamu harus membawa bensin. Atau jika tidak maka bawa mobil dan tinggalkan mobil mu disini. " Ucap Lin Beishang .


"Sulit untuk mencari bensin disini, akan lebih baik jika aku menjemput kalian saja. Seharusnya aku mengisi bensin sampai penuh sebelum pergi ke sana. " Keluh Bei Zhao.


Lin Beishang tertawa dan mengatakan beberapa hal sebelum akhirnya mematikan sambungan telepon.


Sampai akhirnya mereka berada di puncak bukit dan jika mereka berjalan maju maka mereka akan sampai di kaki gunung.


Untungnya mereka berhasil mencapai ke puncak dengan selamat dan hanya sedikit luka.


Lin Beishang dan Bei Yi Fei mematikan mesin mobil untuk menghemat bensin lalu duduk diluar.


Mereka duduk samping menyandar di dinding mobil dan saling menatap satu sama lain.


"Sebenarnya, apa yang membuatmu berubah pikiran ?"Tanya Lin Beishang.


"Apakah seseorang tidak bisa berubah ? Tidak semuanya bisa terus bertahan, kamu tidak tahu bahkan setelah menjadi jahat, itu masih melelahkan. " Jawab Bei Yi Fei.


"Aku juga berpikir begitu, aku merasa bahkan menjadi jahat terlalu melelahkan apalagi untuk melawan musuh yang pintar sepertiku. " Ucap Lin Beishang bercanda.


"Walaupun terdengar berlebihan tapi apa yang kamu katakan benar, sangat melelahkan untuk melawan mu. Kamu adalah bakat langka yang sulit untuk di temukan, sementara aku adalah putri yang tidak berguna. Aku ingin meminta maaf padamu, baik di kehidupan lalu maupun kehidupan ini. " Ucap Bei Yi Fei dengan tatapan sedih.


Lin Beishang memaksakan diri untuk tersenyum dan menyadari bahwa masa lalu tidak bisa diubah.


"Aku juga meminta maaf padamu, terutama untuk kehidupan lalu, bukan hanya untukmu, untuk Ibumu dan Ayahmu, dan juga untuk kehidupan ini. " Balas Lin Beishang dengan senyum tulus.

__ADS_1


__ADS_2