
"Adikku adalah orang yang mandiri dan tidak seperti kamu yang terus menerus mengandalkan orang lain dan menindas diriku untuk mendapatkan posisi keberadaan nya. " Keluh Lin Yue.
"Hmph ! Jangan mengejekku !" Ucap Yang Xin dengan kesal.
"Hei ! Apakah aku salah ? Lihatlah tindakan mu yang tidak dewasa ini, jika adikku tidak ingin menunjukkan diri nya maka tidak akan ada yang bisa menemukan nya, ehm mungkin kecuali Bei Wang. " Ucap Lin Yue dengan bangga.
"Benarkah ?" Tanya Yang Xin dengan tatapan menyelidik.
"Jangan bertindak seolah olah kamu adalah tuannya, aku masih bisa membunuhmu di-" Ucapan Lin Yue terputus dan tatapan Lin Yue terbelalak kala melihat tindakan yang dilakukan oleh Yang Xin.
Yang Xin secara tiba tiba menarik tangan Lin Yue dan tangan yang lain memeluk pinggang Lin Yue lalu mencium bibir Lin Yue.
Untuk sejenak Lin Yue terkejut dan tidak bisa bereaksi tepat waktu sebelum akhirnya mendorong Yang Xin mundur dan memberikan tamparan di wajah pemuda itu.
Plakk !
Suara tamparan akan membuat orang orang merinding, tapi Yang Xin tidak marah dan tampak tersenyum tipis.
"Ketua Muda Yang, aku tidak berpikir bahwa kamu begitu tercela ! Kali ini, siapa yang kamu bayangkan ? Apakah adikku ?" Tanya Lin Yue dengan marah, kedua tangannya terkepal dengan erat.
Selama 22 tahun hidup di dunia ini, siapa yang berani untuk melecehkan Putri Mahkota Dinasti Tang yang berharga ?
Hanya Yang Xin yang gila karena cinta bertepuk sebelah tangan yang berani melakukan ini.
"Bibir Zhou Jie benar benar sangat manis. " Ucap Yang Xin sambil memegang bibirnya sendiri dengan senyum tipis, tatapan pemuda itu kosong.
Melihat pemandangan dan kata kata Yang Xin membuat luka di hati Lin Yue yang sudah tertutup kemarin kembali mengalirkan darah dengan deras.
Lin Yue mendengus dengan marah dan memberi tendangan di perut Yang Xin yang membuat pemuda itu jatuh terduduk lalu pergi meninggalkan tempat itu dengan wajah merah karena marah dan malu.
Sejak Lin Yue pergi, senyum kegilaan milik Yang Xin berubah menjadi senyum puas.
"He he, gadis iblis itu sangat lucu ketika marah aku sangat suka menganggu nya, bibirnya sangat manis. " Ucap Yang Xin dengan senyum menawan.
"Tuan Muda, apakah anda tidak tahun bahwa Putri Mahkota Dinasti Tang akan memukul anda dan tidak memberi kebaikan pada nyawa kecil anda ?" Tanya Lan Xiang yang entah dari mana datang.
"Lan Xiang ? Kenapa kamu disini ?" Tanya Yang Xin dengan terkejut.
"Tidak perlu tahu, aku disini karena ada urusan." Jawab Lan Xiang dengan kesal.
Lan Xiang pun akhirnya berjalan pergi meninggalkan Yang Xin yang tidak tahu dengan perubahan apa yang terjadi pada akan Lan Xiang.
Sementara di sisi lain, Lin Qiaofeng menceritakan segalanya pada Bei Zhao dan menatap Bei Zhao dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
Tanpa aba aba lain, Bei Zhao menarik leher Lin Qiaofeng dan menyerang bibir gadis itu dengan bibirnya sendiri. Pemandangan ini, benar benar berbeda dengan pemandangan Lin Yue dan Yang Xin tadi.
Jika Lin Yue dan Yang Xin tadi di penuhi dengan keterkejutan , kemarahan, dan ketidak percayaan maka yang ini dipenuhi dengan kasih sayang yang terpisah karena berbagai alasan yang tidak dapat di terima.
Keduanya tidak ada yang keberatan, Lin Qiaofeng mengalungkan lengannya di belakang leher Bei Zhao dan membalas ciuman pemuda itu.
Setetes air mata lain mengalir dari matanya dan membasahi hidungnya dan hidung Bei Zhao yang saling menempel satu sama lain.
Bei Zhao mendorong tubuhnya sampai dia terbaring dan dengan Bei Zhao yang berada di atasnya, mirip dengan posisi sebelumnya tapi yang membedakan adalah kedua tangannya melingkar di belakang leher Bei Zhao dan kedua bibir saling bertautan.
Setelah beberapa saat ciuman yang panas itu akhirnya di selesaikan, Lin Qiaofeng menatap Bei Zhao dengan nafas yang terengah engah.
"Tidak peduli jika harus mengorbankan nyawaku atau apapun itu, aku akan mencari cara agar kau tetap hidup. Bahkan jika itu adalah kehendak langit, aku menolak untuk melepaskan mu. " Ucap Bei Zhao dengan penuh tekad.
__ADS_1
Lin Qiaofeng yang mendengar ini hanya tertawa ringan sebelum akhirnya tersenyum sedih.
"Bei Zhao, kau harus tahu jika itu adalah kehendak langit maka tidak akan ada yang bisa menahan nya. " Ucap Lin Qiaofeng.
"Jika aku tidak bisa menahan kepergian mu maka aku akan ikut pergi bersama mu. " Janji Bei Zhao dengan serius.
"Jangan bertindak gila, ini adalah pertama kalinya aku melihat wajahmu sedekat ini. Aku berpikir pikir, apakah ini mimpi atau tidak. " Ucap Lin Qiaofeng dengan salah satu tangan yang membelai wajah Bei Zhao.
"Sekarang, kamu harus pergi dan aku akan menyambut tamu lain. "Lanjut Lin Qiaofeng sambil berusaha untuk duduk.
"Siapa yang ingin kamu temui ? Apakah itu pria atau wanita ?" Tanya Bei Zhao dengan cemberut.
"Lan Xiang. " Ucapnya dengan lembut.
Mendengar nama ini membuat Bei Zhao terdiam dan menatapnya dengan tatapan tidak percaya.
"Bukankah dia telah mengkhianati mu ?" Tanya Bei Zhao dengan bingung.
"Kenyataan nya mungkin tidak begitu, aku tidak tahu pasti. Tapi, dari semua yang aku dapatkan belakangan ini, tidak ada tindakan nya yang merugikan ku. " Ucap Lin Qiaofeng sambil tersenyum pahit.
Bei Zhao pun akhirnya mau tidak mau berjalan pergi, Lin Qiaofeng duduk untuk sejenak di tepi ranjang dan menyentuh bibirnya sendiri allu tersenyum miris.
"Zhao Ye Shi, sebenarnya apa niatmu untuk memberi tahu hal ini padanya ?" Gumam Lin Qiaofeng dengan kesal.
Lin Qiaofeng kembali mengenakan topeng kulit wajah milik Yanping atau yang dikenal dengan Lien Hua untuk menemui Lan Xiang.
Jika melihat waktunya maka Lan Xiang seharusnya sudah datang, Lin Qiaofeng merapihkan pakaian nya yang sedikit berantakan dan menyeka air matanya.
Sungguh sungguh malam yang mengharukan, entah apa yang membuatnya sampai sampai bisa ikut tenggelam dalam kesedihan ini.
Tidak tahu apakah itu efek dari kedua racun itu atau efek dari bersama dengan Bei Zhao, selama ini Lin Qiaofeng selalu menganggap Bei Zhao layaknya obat pahit.
Sementara dia sendiri adalah orang penyakitan, meskipun dia membenci obat pahit itu tapi dia masih harus terus menerus meminum obat pahit itu setiap hari.
Tidak lama, pintunya diketuk dan dia membiarkan orang di luar untuk berjalan masuk. Lan Xiang berjalan masuk dan terkejut dengan pecahan vas bunga di mana mana.
"Aku tidak sengaja menjatuhkan nya, aku akan meminta pelayan untuk membersihkan nya. Jadi, apa yang ingin kamu katakan padaku sampai sampai menempuh perjalanan selama 2 hari 1 malam untuk menghampiri ku ?" Tanya nya pada Lan Xiang sambil menutup pintu..
Tidak ada jawaban dari belakang nya dan sekali dia menoleh, betapa terkejut nya dia ketika melihat apa yang sedang di lakukan oleh Lan Xiang.
"Apa yang sedang kau lakukan ?!" Teriak Lin Qiaofeng.
"Apa yang salah ? Aku adalah pelayan mu, kenapa aku tidak bisa membersihkan pecahan vas ini untukmu ? Kenapa kamu lebih memilih untuk menyuruh pelayan pelayan rendahan itu ?" Tanya Lan Xiang dengan cemberut.
Melihat Lan Xiang yang tidak bisa di tebak seperti ini membuat Lin Qiaofeng terdiam dan tidak bisa menyatakan apapun.
"A Xiang bertemu dengan Ketua Muda Yang sebelumnya dan melihat tindakan nya sebelumnya, aku pikir dia adalah seorang bajingan sejati. " Umpat Lan Xiang ketika memikirkan Yang Xin.
"Apa yang kamu lihat dari pemuda itu ?" Tanya Lin Qiaofeng dengan bingung.
Selama bersama dengan Lan Xiang, tidak pernah sekalipun Lin Qiaofeng melihat Lan Xiang tampak sangat marah.
"Dia mencium Putri Mahkota Dinasti Tang dan berkata pada Lin Yue bahwa dia mencium Lin Yue sambil membayangkan dirimu, aku sangat marah dan ingin memukulnya sampai mati !" Ucap Lan Xiang dengan marah.
Mendengar kata kata Lan Xiang membuatnya membelalakkan mata dan tidak bisa tidak menatap Lan Xiang dengan tatapan horror.
"Lalu, apa yang sebenarnya terjadi ?" Tanya Lin Qiaofeng.
__ADS_1
"Si bajingan bodoh itu , dia ternyata hanya mempermainkan Lin Yue saja, tapi Lin Yue tidak mengetahui itu. Yang Lin Yue ketahui adalah Yang Xin menciumnya karena membayangkan mu. " Keluh Lan Xiang.
"Orang ini benar benar harus di beri pelajaran, apakah dia pikir hati orang adalah mainan ?" Tanya Lin Qiaofeng dengan geram.
Tindakan Yang Xin ini, bukankah sudah kelewatan ? Lin Qiaofeng tidak berani membayangkan bagaimana perasaan Lin Yue saat ini, pasti sedang sangat hancur.
Selama ini, Lin Yue selalu hidup ditengah tumpukan emas dan tidak pernah di perlakukan dengan begitu rendah dan hina.
Bukankah dia , sebagai adik dari Lin Yue harus memberi pelajaran pada bajingan ini ?
"Tidak perlu, jika kamu memberinya pelajaran lagi maka dia akan dipukul sampai mati olehmu. " Ucap Lan Xiang sambil menahan tangannya.
"Kenapa begitu ?" Tanya Lin Qiaofeng.
"Karena...... Lin Yue telah memberinya pelajaran ! Lin Yue menampar nya dengan sangat kuat, bahkan seluruh bulu kuduk ku berdiri ketika mendengar suara dari pukulan itu dan Lin Yue memberi tendangan di perut Yang Xin sampai bajingan itu jatuh ke tanah tanpa bisa berdiri lagi untuk sesaat. " Ucap Lan Xiang dengan berapi api.
Bisa dilihat betapa senang nya Lan Xiang ketika melihat penderitaan yang di rasakan oleh Yang Xin.
"Aku pikir, jika dia bukan temanku atau dia bukan penyelamat ku di masa lalu maka aku sudah akan memukulnya sampai mati malam ini. Untuk melakukan hal tercela seperti itu menggunakan namaku, bukankah itu terlalu menjijikkan?" Tanya Lin Qiaofeng dengan penuh kebanggaan.
Apa yang dikatakan oleh Lin Qiaofeng tidak salah, Yang Xin untuk melakukan hal tidak terpuji semacam ini menggunakan nama Zhou Beishang, bukankah itu sangat menjijikkan?
"Jadi, kenapa kamu datang kesini ?" Tanya Lin Qiaofeng sekali lagi.
"Tidak apa apa , aku hanya ingin melaporkan bahwa di Dinasti Song setiap orang yang ingin masuk akan di perhatikan dengan sangat ketat tidak terkecuali pelayan. Setiap aktivitas para pejabat akan di pantau, tidak akan ada kesalahan. " Ucap Lan Xiang dengan serius.
"Katakan saja , apa yang membawamu kemari ? Kamu tidak mungkin hanya ingin mengatakan itu saja dan menempuh perjalanan selama 2 hari 1 malam hanya untuk mengatakan hal remeh semacam ini. " Tanya Lin Qiaofeng dengan tatapan penuh selidik.
Akhirnya Lan Xiang di bawah tatapan penuh selidik milik Lin Qiaofeng tidak bisa melarikan diri dan hanya menghela nafas ringan.
"Itu semua karena aku tidak tahan dengan Xin Linye itu ! Setiap kali aku melihat wajahnya, aku langsung memegang pedang ku dan ingin mencabut nyawanya !" Ucap Lan Xiang dengan marah.
"Apa yang membuat mu begitu marah pada Jenderal Xie ?" Tanya Lin Qiaofeng dengan geli.
"Kamu masih bisa tertawa ? Aku ingin melihat apakah kamu masih bisa tertawa setelah tinggal di Istana selama paling tidak 1 bulan ! Setiap pagi bertemu dengan nya, setiap siang, setiap sore, dan setiap malam ! Sangat memuakkan !" Keluh Lan Xiang.
"Ha ha ha, perasaan aku yang memiliki dendam dengan Jenderal Xie, kenapa kamu menjadi sangat membenci nya ?" Tanya Lin Qiaofeng tidak bisa menahan geli.
"Bukannya apa , tapi kamu tidak melihat ketika Jenderal Xie baru saja bangun tidur. Maka kumisnya yang panjang belum di rapih kan dan itu masuk ke dalam makanan nya setiap kali dia akan makan. Aku merasa kesal dan geram, setiap kali melihat itu aku ingin mengambil pedang ku dan memotonh kumis nya !" Ucap Lan Xiang dengan sangat geram.
Mendengar alasan kemarahan Lan Xiang berasal membuat Lin Qiaofeng berubah menjadi lebih tidak tahan dan tertawa lebih lebar dari pada sebelumnya, sudah sangat lama tidak tertawa seperti ini.
Rasanya seperti beban yang selama ini menempati pundak nya akhirnya di turunkan untuk sejenak, sebelum akhirnya tawanya mereda.
"Bagaimana dengan Xie Furen ?" Tanya Lin Qiaofeng.
"Hmph ! Wanita tua itu membuat masalah di mana mana, aku pikir otaknya sudah gila dan setiap kali membuat kata kata bahwa mereka harus melaporkan ini pada Kepala Biro Hukum atau mereka akan di hukum mati. Akhirnya, Xie Linye tidak tahan lagi dan mengurung istrinya di dalam ruangan selama 3 bulan sebagai bentuk renungan atas kesalahan. " Ucap Lan Xiang dengan datar.
"Huft, wanita itu memang pembawa masalah sejak awal. Aku tiba tiba merasa kasihan pada Xie Xiansheng bahwa harus menikahi seorang wanita semacam itu. " Ucap Lin Qiaofeng sambil menggeleng geleng kan kepala.
"Wanita itu sama beracun nya dengan adiknya, Xie Bei Chuan tentu saja pria tua itu tidak akan merasa keberatan untuk di awal awal setelah menikah dengan wanita manja pembawa masalah itu. " Ucap Lan Xiang.
Lin Qiaofeng mengangguk kan kepala, seorang wanita beracun seperti Nyonya Xie yang tampak sangat manis, baik , dan terpelajar sebenar nya adalah orang yang sangat beracun, apalagi ketika bekerja sama dengan Xie Bei Chua untuk menyiksa nya dalam rangka untuk mendapatkan hati adik ipar.
Kebencian nya pada Nyonya Xie sangat dalam tapi untuk Jenderal Xie sendiri, sebelum bertemu di medan perang maka pertemuan mereka berdua bisa di hitung dengan jari.
Jenderal Xie selalu menjadi orang yang bermartabat dan tidak akan mencampuri hal hal remeh seperti yang di lakukan istrinya.
__ADS_1