
Dia mengambil 5 anak panah sekaligus, lalu menarik busur nya. Kelima anak panah itu melesat dengan arah yang berbeda dan menancap di tubuh kelima manusia gunung.
Ada sekitar sepuluh manusia gunung yang sedang bertarung di sertai dengan puluhan orang barbar. Bei Zhao sendiri, menghadapi seorang manusia gunung yang jauh lebih besar dari yang di hadapi oleh nya sebelumnya.
Masih ada puluhan atau bahkan ratusan prajurit yang dibawa oleh Bei Zhao dan masih hidup, beberapa prajurit tampak terkejut dengan kedatangan nya.
Dia kembali memanah dengan kecepatan tinggi dan tidak memerdulikan dengan keterkejutan itu.
"Song Yu, bantu yang lain. Jika memang sudah terjepit maka jangan ragu untuk menyalakan kembang api untuk meminta bantuan. " Ucap nya dengan cepat.
Dia memisah kan diri dan memacu kuda nya untuk lebih dekat dengan Bei Zhao, dia memanah manusia gunung yang merupakan musuh Bei Zhao.
"Huh, kalian orang dataran rendah hanya bisa menyerang dengan jumlah banyak orang !" Dengus manusia gunung itu.
Bei Zhao tidak bisa menoleh pada nya sehingga dia hanya membalas dengan tawa ringan.
"Manusia Gunung sungguh tahu cara untuk melucu, tinggi badan kalian dua kali lipat lebih besar dari kami. Apa salahnya kami menyerang dengan dua orang ? Kamulah yang yang tidak tahu malu, kamu bahkan membawa binatang peliharaan mu. " Ucap nya dengan sinis.
"Ck, gadis kampung dari mana yang berani berani nya mengejek manusia gunung seperti itu ?!" Tanya manusia gunung itu dengan marah.
Dia terus memanah, panah nya sudah banyak yang patah karena di tangkap. Tapi, selama itu juga manusia gunung membuat celah dan Bei Zhao dapat menyerangnya.
"Aku hanyalah gadis kampung yang tidak berpendidikan, untuk apa menyebut nama dan tempat tinggal ?" Tanya nya dengan tenang.
Kali ini, dari memanah dengan sebuah jarum tipis, sangat tipis sekali, melesat bersamaan. Panah itu bisa di tangkap oleh manusia gunung dan jarum itu menancap tepat di kaki manusia gunung.
Seringaian tampak di wajah nya, tangan manusia gunung telah terluka karena panah yang dia lemparkan. Racun sudah masuk ke dalam darah, tidak perlu menunggu banyak waktu lagi.
"Bagi seorang manusia gunung , kamu seperti nya yang paling lucu di bandingkan dengan manusia gunung yang kutemui sebelumnya. Matilah dengan tenang !" Ucap nya.
Dia menarik senar busur nya sampai busur nya melengkung, dengan kecepatan yang sangat cepat dan tidak manusiawi.
__ADS_1
Anak panah itu menancap tepat di dahi manusia gunung itu, manusia gunung itu terhuyung hitung ke belakang sebelum jatuh terlentang.
"Zhou Beishang, apa yang kau lakukan disini ?" Tanya Bei Zhao sambil berbalik.
Dia melihat wajah Bei Zhao yang dilumuri oleh darah hitam dan tidak memiliki luka serius.
"Tentu saja untuk bermain. " Ucap nya dengan datar.
Dia membuka tudung jubah nya dan memandang ke arah prajurit yang masih bertarung. Anak panah nya sudah hampir habis, dia turun dari kuda dan memungut beberapa anak panah yang masih utuh.
"Aku bertanya sekali lagi, apa yang kau lakukan disini ?"Tanya Bei Zhao tanpa emosi.
"Untuk mempertahankan nyawa. " Ucap nya dengan ringan.
"Apa Kaisar mengirim mu kesini ?" Tanya Bei Zhao.
Dia menghentikan aktivitas memungut anak panah milik nya dan berbalik ke arah Bei Zhao, dia tidak sedikitpun menunjuk kan kemarahan.
"Tidak peduli kamu memandang ku sebagai duri ataupun emas, aku tidak peduli. Apa yang ku inginkan, maka tidak akan ada yang bisa menghalangi. " Ucap nya.
Akhir katanya di sertai oleh lesatan panah yang menancap tepat di tengah kepala orang barbar yang berlari ke arah mereka berdua.
Rambutnya berkibar ketika angin panas menerpa wajahnya, pakaian nya yang berwarna merah hitam pun mendukung penampilan nya.
(Note : visualnya akan author kasih lihat di instagram. )
"Ibu Suri sudah mulai bergerak, apa yang terjadi ini barulah permulaan. Lebih baik untuk berhati hati. " Ucap nya dengan senyum tipis.
Dia memacu kuda nya ke depan dan membantu Song Yu, Bei Wang juga mengikuti nya dari belakang dengan ilmu meringankan tubuh yang sangat baik.
Dia tersenyum bangga ketika melihat bagaimana Song Yu menghadapi orang barbar, dia menghentikan kuda nya.
__ADS_1
"Apakah dia orang mu ?" Tanya Bei Zhao di sebelah nya.
"Itu benar, dia sangat berbakat. " Ucap nya dengan penuh pujian.
"Dia akan diterima apabila mengikuti tes militer milik Kekaisaran dan bukan tidak mungkin untuk membentuk pasukan sendiri setelah beberapa bulan. " Ucap Bei Zhao.
Dia tertawa mengejek ketika mendengar hal tersebut.
"Yang kau maksud adalah anak anak ayam itu ? Untuk apa memimpin anak anak ayam ? Lebih baik menjadi salah satu dari gerombolan singa daripada menjadi pemimpin anak ayam. " Ucap nya dengan penuh ejekan.
Dia bahkan memandang kekuatan militer Kekaisaran dengan sangat merendahkan dan bahkan tidak menganggap mereka layak.
Dia ingat beberapa cerita yang berhasil di cari olehnya, ibunya dulu di perlakukan secara tidak adil oleh kekuatan militer Kekaisaran.
Ketika ayahnya mengajak ibunya yang sedang hamil bertemu Kaisar, ibunya di tuduh dan dibingkai bahwa ibunya mencuri gelang milik selir.
Ibunya di siksa di dalam penjara dalam kondisi hamil, dikatakan bahwa tubuh ibunya di balut dengan luka dan kembali dengan kondisi yang sangat lemah.
Karena itulah, ibunya memiliki tubuh yang begitu lemah. Semua karena orang orang itu ! Mata nya berkilat mengerikan ketika mengingat cerita itu.
Tentu saja, dia akan membuat mereka membayar sepuluh kali lipat di masa depan ! Dia menatap ke depan dengan tatapan datar.
Kilat kejam melintas di wajahnya.
"Tidak banyak orang yang berani merendahkan kekuatan militer , apakah kamu benar benar tidak takut bahwa ini akan terdengar sampai ke telinga Kaisar ?" Tanya Bei Zhao masih dengan nada yang datar dan tanpa emosi.
"Kebetulan, beberapa hari lalu aku baru saja bertemu dengan Yang Mulia Kaisar. Dia seperti nya merindukan dirimu, tapi tidak ingin kamu pulang. Sungguh menyedihkan sekali, untuk menjadi seorang adik laki laki yang dirindukan tapi tidak diharapkan untuk pulang. " Ucap nya dengan nada mengejek.
Bei Zhao tampak biasa saja dengan kata kata itu dan tidak tampak terkejut.
"Aku seperti nya telah membuat Yang Mulia memandangku dari sisi yang baru. Wangye, sepertinya kamu harus lebih berhati hati di masa depan. Kaisar pasir akan menjadi lebih curiga dan waspada padamu. Kadang, cinta kasih keluarga akan terkalahkan oleh tahkta. Ah, sepertinya bukan kadang, melainkan setiap kali. Ha ha ha ha !" Dia tertawa sambil bertepuk tangan, tapi tawanya sumbang dan datar, tanpa ada kebahagiaan apa pun yang terpancar di dalamnya.
__ADS_1
Bonus like 1 , 5 k : 3 / 3