Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
160. Keributan Dinasti Qin


__ADS_3

"Beritahu Zhen apabila Yue'er sudah dalam perjalanan kembali. " Ucap Lin Xi dengan pusing.


"Ya, Bixia. " Ucap Kasim itu dan berjalan pergi.


Lin Xi menghela nafas dan melihat keluar dengan helaan nafas berat, orang orang bisa melihat bagian depannya yang mewah dan megah.


Tapi, mereka tidak tahu bahwa dirinya telah membusuk dari dalam, tidak ada yang tahu berapa lama lagi dia bisa bertahan di kursi emas ini.


Bahkan, putranya ingin membunuhnya dan berkolusi dengan orang luar, sampai saat ini tidak ada yang mengisi posisi Permaisuri.


Karena itulah, hanya ada satu kursi di atas Tahkta yang Suci itu, Lin Xi meminum anggur dengan asal asalan.


"Bahkan jika ini adalah anggur beracun, ini tidak akan terlalu buruk juga. Orang orang mengatakan bahwa dengan menjadi Kaisar maka semua orang akan berada di dalam genggaman, tapi pada akhirnya dia masih tidak bisa ditangkap. Dia layaknya ikan yang lolos dari dalam jaring dan membaur di laut yang luas. " Gumam Lin Xi dengan mata yang setengah terpejam.


Wajah itu menunjukkan kelelahan yang mendalam, tahkta itu sepi, kesunyian yang menusuk tulang pada akhirnya hanya menggerogoti orang yang duduk di atas tahkta secara perlahan.


"Sayang sekali bahwa meskipun Yue'er mirip dengannya tapi itu tidak sepenuhnya mirip, tidak bisa melihat bayangan yang jelas. Apakah aku bahkan telah melupakan wajahnya ?" Gumam Lin Xi lagi.


Lin Xi menyandarkan punggungnya di kursi Tahkta yang dingin dan membekukan tulang, lalu menopang kepalanya dengan tangan.


"Pada akhirnya, ini adalah pembalasan. Tidak tahu berapa banyak darah yang telah membasuh kedua tanganku selama masa hidupku, tidak terkecuali semua saudara ku yang lain, Ha ha ha, untuk mendapatkan ini tidak mudah, tapi kenapa aku tidak merasakan kepuasan juga ? Pada akhirnya, kehidupan menjadi seorang Putra Mahkota di Istana Timur bahkan jauh lebih baik. Apa yang disebut dengan Kaisar ini, tidak lebih dari boneka yang dikendalikan oleh orang lain. " Lanjut Lin Xi.


Keesokan harinya, di Dinasti Qin, keributan menjadi semakin parah dimana orang orang mogok untuk bekerja.


Lin Yue dan Zhou Beishang berjalan berdampingan dan menyamar dengan pakaian biasa, Bei Zhao sendiri melakukan urusan nya sendiri.


Zhou Beishang tidak tahu apa yang ingin di lakukan oleh pria itu, pria itu juga tidak mengatakan apapun pada nya.


"Keributan ini sangat parah, jika dibiarkan sebentar lagi, maka ini akan memicu kekurangan uang dan bencana kelaparan. " Ucap Lin Yue sambil melihat ke samping.


"Ini tidak bisa di hindari, karena kurangnya kepercayaan yang dimiliki oleh para rakyat terhadap Kekaisaran maka inilah yang terjadi. Sudah berapa kali Kekaisaran menipu mereka untuk mendapatkan keuntungan ? Bahkan Jenderal yang sangat mereka percayai dan mereka sembah ternyata adalah seseorang yang membawa beban pada mereka. " Gumam Zhou Beishang.


"Mereka selama ini berusaha untuk menahan diri karena percaya bahwa Kekaisaran benar benar melakukan ini untuk kebaikan mereka, tapi sekarang kenyataan telah terkuak dan mereka tidak bisa dibohongi lagi. " Lanjut Zhou Beishang.


"Tapi, langkah yang kamu ambil ini akan membunuh banyak orang yang tidak bersalah. " Ucap Lin Yue dengan helaan nafas.

__ADS_1


"Nasi telah menjadi bubur, tidak perlu disesali. Menurut perhitungan ku, Kaisar besok akan jatuh dan Pangeran kedua akan mengambil alih dan mengambil seorang Permaisuri dari kalangan Rakyat jelata dan membagikan beberapa hal hal kecil untuk mengambil hati rakyat. " Ucap Zhou Beishang dengan tajam.


"Bagaimana kau bisa begitu yakin ? Bagaimana bukan Putra Mahkota yang naik ke atas Tahkta ?" Tanya Lin Yue tidak mengerti.


"Tahkta ini tidak sesederhana yang kamu pikirkan, Putra Mahkota selain gelar kosong , apa lagi kegunaan nya ? Kekuatan militer berada di tangannya, sementara dia memiliki dukungan Lu Wang di belakangnya dan secara tidak langsung adalah dukungan Paviliun Qiao Yao. Siapa yang bisa menentangnya ?" Tanya Zhou Beishang dengan senyum acuh tak acuh.


"Apakah kamu tidak ingin membunuhnya terlebih dahulu ?" Tanya Lin Yue dengan bingung.


"Tidak perlu, jangan terburu buru dalam mengambil tindakan. Yang kita perlu lakukan adalah merusak tanaman sampai ke akar, bukan hanya memotong rumput bagian atas. " Jawab Zhou Beishang.


"Pada saat ini, rakyat tidak akan terlalu terpengaruh, mereka akan baik baik saja dengan kebaikan kecil dari Kaisar dan penurunan pajak. Pada akhirnya, ini akan kembali normal. " Lanjut Zhou Beishang.


"Bagaimana jika perhitungan mu salah ?" Tanya Lin Yue dengan cemas.


"Aku hanyalah seorang manusia, bukan Dewa. Aku tentu tidak bisa menjamin , tapi aku hanya bisa berharap bahwa itu benar terjadi. Di dunia ini, semuanya adalah pertaruhan, jika kamu tidak berani bertaruh maka kamu tidak akan pernah mendapatkan apapun. " Ucap Zhou Beishang dengan lembut.


"Penjahat pada akhirnya akan dijatuhkan, tidak peduli perlu berapa banyak darah untuk menghapusnya. " Lanjut Zhou Beishang sebelum akhirnya berjalan lebih dahulu dan meninggalkan Lin Yue yang termenung.


"Aku pikir, bahkan dengan 23 tahun pelatihan ku di Istana tentang politik, itu masih tidak bisa menandingi mu. " Ucap Lin Yue dengan kagum.


"Itu semua bisa terjadi karena memahami sifat manusia, tanpa memahami sifat manusia yang sebenarnya, kamu tidak akan pernah bisa menebak dengan benar bagaimana mereka akan mengambil langkah dan ini bukan sesuatu yang bisa diajarkan oleh sebuah buku, perlu pengalaman langsung agar kamu mengetahui dengan jelas. " Jawab Zhou Beishang dengan dingin.


Selama ini, Zhou Beishang telah berguling guling ditengah lumpur untuk waktu yang lama sebelum akhirnya dengan satu langkah dan langkah lainnya untuk merangkak ke atas.


Zhou Beishang menghela nafas dan melihat anak anak kecil yang kelaparan, pada saat ini bahkan jika dia memiliki gunung emas di tangannya.


Zhou Beishang masih tidak bisa membuat mereka berhenti merasa kelaparan, sejak awal Zhou Beishang telah mengerti.


Bahwa, bahkan jika dia memiliki semuanya, Zhou Beishang tidak akan bisa memuaskan semua orang. Zhou Beishang tidak akan bisa menyelamatkan semua orang.


Berbeda dengan Lin Yue yang mengambil satu tael emas untuk diberikan ke anak yang kelaparan itu, Zhou Beishang justru menahan tangan Lin Yue.


"Jangan lakukan itu, kamu hanya akan memberinya masalah dengan memberi terang terangan seperti itu. " Ucap Zhou Beishang dengan suara rendah.


Zhou Beishang mengambil tael emas di tangan Lin Yue dan membungkusnya di dalam roti hangat yang nikmat.

__ADS_1


Orang orang belum sampai ke titik kelaparan dimana mereka akan bisa saling membunuh untuk sebuah roti hangat.


Mereka hanya ingin meminta keadilan, bukan karena kelaparan. Zhou Beishang mendekati anak kecil itu.


"Gadis kecil, dengan siapa kamu tinggal ?" Tanya Zhou Beishang dengan lembut.


"Ne... nenek. " Mata cerah anak itu menatap ke arahnya, Zhou Beishang tersenyum kecil pada gadis kecil itu dan memberi roti panas itu.


"Kembalilah kerumah dan buka roti hangatnya di dalam rumah bersama dengan nenekmu, ya. " Ucap Zhou Beishang sambil mengelus kepala gadis kecil itu.


Gadis kecil itu tersenyum dan mengangguk lalu berlari sementara Zhou Beishang dengan senyum tipis menoleh ka arah Lin Yue.


Zhou Beishang dan Lin Yue mengikuti gadis kecil itu untuk memastikan bahwa gadis kecil itu baik baik saja.


"Jika kamu langsung memberikan dengan terang terangan, maka kamu hanya akan memberi masalah pada gadis kecil itu. Keserakahan orang tidak dapat dikendalikan, aku tidak berani menyebut bahwa semua orang serakah. Tapi, aku tidak menjamin bahwa tidak ada orang yang tidak serakah dengan domba gemuk ini. " Ucap Zhou Beishang.


"Kamu benar, aku yang terlalu gegabah. " Ucap Lin Yue sambil mengangguk.


Mereka berdua melihat bahwa gadis kecil itu masuk ke dalam sebuah pondok sederhana dimana di dalamnya ada seorang wanita tua dengan rambut yang telah memutih sedang mencuci pakaian.


"A - Ye, apa yang kamu bawa ?" Tanya wanita tua itu.


"Nenek ! Aku bertemu dengan dua kakak cantik yang memberi kita roti hangat !" Ucap gadis kecil yang dipanggil dengan A - Ye itu.


Wanita tua itu membuka roti hangat itu dan terkejut dengan isinya, baru saja wanita tua itu ingin berteriak karena terkejut.


Kebetulan wanita tua itu menatapnya dan Lin Yue, dengan senyum tipis, Zhou Beishang menaruh satu jari di bibirnya.


Wanita tua itu menangis dalam diam dan bersujud padanya dari kejauhan bersama dengan cucunya dan mengucapkan terimakasih.


Zhou Beishang hanya tersenyum lembut dan menggelengkan kepalanya, lalu berjalan pergi bersama dengan Lin Yue.


"Dengan begini, aku akan menjadi lebih tenang. Aku percaya, bahwa anak itu akan bisa menjadi seorang pejuang hebat. " Ucap Zhou Beishang.


"Bagaimana kamu bisa begitu yakin ?" Tanya Lin Yue dengan penasaran.

__ADS_1


"Kebanyakan anak anak yang lahir dengan keadaan kurang mampu akan menunjukkan kesedihan dan rasa pasrah, tapi A - Ye berbeda. Matanya penuh dengan tekad, tidak akan bisa ditundukkan oleh badai. Jika berjodoh maka kita akan bertemu lagi dengannya di masa depan. " Ucap Zhou Beishang dengan lembut lalu berjalan dan berkeliling Dinasti Qin yang dipenuhi oleh keributan ini.


Note : Nanti malam akan nyusul 1 chapter lagi ya 👍


__ADS_2