
Lin Qiaofeng berjalan mendekat ke arah saudaranya, Lin Yue yang berlumuran darah.
"Apakah kamu baik baik saja ?" Tanya Lin Qiaofeng pada Lin Yue.
"Baik." Jawab Lin Yue dengan tenang.
"Aku kembali mengingat ketika aku berumur 14 tahun, itu adalah peperangan pertama yang pernah kujalani. Pada saat itu, orang barbar dengan manusia gunung datang. Itu bukanlah masalah besar tapi bagiku itu adalah masalah besar, pada saat itu aku belum pernah benar benar membunuh orang atau melihat orang orang ku terbunuh. " Ucap Lin Yue sambil menatap ke arah kejauhan dan tampaknya sedang mengingat ngingat kenangan masa lalu.
"Pada awalnya, aku dengan ragu ragu membunuh orang barbar tapi melihat begitu banyak prajurit ku yang tumbang membuatku mau tidak mau menjadi lebih ganas, tidak menyangka bahwa itu membuatku tergila gila. Aku menjadi sangat menyukai peperangan, sangat menyukai darah musuh yang berlumuran ditubuhku, sampai pada akhirnya ayah mengurung ku dan mengikat ku. "
"Pada saat itu aku bertanya pada ayah, 'Apa yang sebenarnya ayah inginkan ?! Aku telah berubah menjadi mesin pembunuh seperti yang ayah inginkan sebelumnya ! Apakah Ayah masih belum puas denganku ?', aku mendapat perawatan yang intens sejak saat itu sampai akhirnya sisi kemanusiaanku sedikit kembali. Sudah lama sekali sejak tubuhku tidak berlumuran darah, tidak menyangka bahwa itu akan terjadi sekali lagi. " Lanjut Lin Yue.
Lin Qiaofeng memejamkan mata dan merasa sedih , tidak ada kesedihan dalam suara Lin Yue atau ekspresi wajah yang sedih, yang ada hanyalah kehampaan.
Melihat saudarinya dalam kondisi ini membuat hatinya merasa terpukul, tentu saja tidak mudah untuk menjadi satu satunya orang yang mendapat harapan dari Kaisar.
Lin Qiaofeng bisa melihat betapa lelahnya Lin Yue selama ini dan tidak bisa tidak memikirkan dirinya sendiri, betapa dia sangat kelelahan dengan berbagai tipuan yang ada dalam kehidupannya.
Lin Qiaofeng berjalan maju dan memeluk tubuh Lin Yue , Lin Yue membalas pelukannya dan tampak tenang tidak seperti orang yang akan menangis tersedu sedu.
Hanya saja nafas Lin Yue sedikit tidak stabil sehingga hal ini bisa membedakan apakah Lin Yue sedang baik baik saja atau tidak.
"Maafkan aku, aku seharusnya tidak mengirim surat itu padamu. " Bisiknya pada Lin Yue.
"Jika kamu tidak mengirimi surat itu padaku maka aku akan membencimu, kita adalah saudari tidak peduli satu ayah atau apapun itu, jika kita tidak memiliki hubungan darah maka aku akan melakukan ritual pengangkatan saudara dengan begitu hubungan kita akan lebih erat lagi. " Ucap Lin Yue.
Mendengar ini membuat hati Lin Qiaofeng menghangat dan untuk sejenak tidak bisa mengatakan apapun lagi sebelum akhirnya dia melepaskan pelukan nya pada Lin Yue.
__ADS_1
"Lan Xiang dengan tulus meminta maaf pada Nona. " Ucap Lan Xiang dan bersujud 10 kali di depan kakinya.
Lin Qiaofeng menoleh dan mengangkat Lan Xiang sebelum dengan acuh tak acuh melihat Lan Xiang.
"Lan Xiang kamu adalah seorang Ratu, tidak baik bagimu untuk bersujud di kaki orang lain. Aku akan pergi sekarang. " Ucap Lin Qiaofeng dengan dingin.
Lin Qiaofeng menggandeng Lin Yue dan bersiap untuk pergi dari Dinasti Song. Tapi, dia langsung menghentikan langkahnya ketika mendengar bunyi di belakangnya.
Duk !
Ketika Lin Qiaofeng menoleh ternyata itu adalah Lan Xiang yang sedang berlutut dengan kepala yang menunduk dalam.
"Nona, tolong maafkan Lan Xiang. Jika Nona tidak ingin menerima Lan Xiang lagi maka Lan Xiang akan pergi dan mengembara. Karena, pada akhirnya tahkta ini adalah milik Nona sejak awal. Karena pengkhianat telah disingkirkan, aku harus mengembalikan ini pada pemilik aslinya. " Ucap Lan Xiang dengan suara bergetar dan pengucapan yang jelas.
Lin Qiaofeng tidak menunjukkan ekspresi apapun dan tidak langsung merespon yang membuat Lan Xiang merasa cemas.
"Jika kamu tidak berkhianat kenapa kamu mengirimkan surat kepada Ibu Suri ?" Tanya Lin Qiaofeng dengan datar.
"Selama belakangan ini aku tidak pernah mengirim surat pada Ibu Suri, lagi pula untuk apa aku mengirim surat untuk Ibu Suri ?" Tanya Lan Xiang dengan bingung.
"Apakah ada merpati yang hilang secara mencurigakan ?" Tanya Lin Qiaofeng sambil mengernyirkan dahi.
"Ya, beberapa merpati hilang ketika Tuan Fang yang mengganti pekerja sebelumnya untuk mengurus merpati. Yang hilang mungkin sekitar 3 atau 4 . " Ucap Lan Xiang sambil mengingat ngingat.
Tuan Fang lagi, ini adalah ayah Fang Ling. Sepertinya satu keluarga telah setuju untuk bekerja sama, seketika dia ingat bahwa Fang Ling adalah salah satu orang yang di ajarkan olehnya.
Oleh karena itu dia mengatakan sebelumnya bahwa tulisan itu mirip dengan tulisannya dan berpikir bahwa yang menulis itu adalah Lan Xiang.
__ADS_1
Belum lagi dibawahnya ada tertulis, jika harus dipikir pikir lagi kenapa Lan Xiang sangat mencolok dengan menggunakan merpati organisasi mereka yang memiliki cincin emas di kaki burung merpati ?
Kecuali Fang Ling, Fang Ling tidak tahu bahwa cincin emas itu adalah dia yang menciptakan nya dan tidak ada dua nya di dunia ini.
Sebenarnya dia telah salah perhitungan sejak awal, ini bukan sepenuhnya salahnya karena dia mengira pada awalnya bahwa Fang Ling sudah meninggal dan tidak pernah memikirkan hal ini sebelumnya.
Kesalahan nya sejak awal adalah tidak meneliti hal hal kecil yang ditunjukkan oleh Fang Ling karena tidak pernah menemukan sikap gadis itu yang mencurigakan.
"Lan Xiang, bawa Tuan Fang ke hadapanku. " Perintahnya.
"Ya, Nona !" Ucap Lan Xiang dengan sigap dan berlari kedepan untuk mencari Tuan Fang yang dikatakan.
Tapi, setelah satu jam pencarian, tidak ada yang bisa ditemukan dan wajah Lan Xiang berubah menjadi sangat muram.
Lan Xiang memarahi kedua saudara Lin yang seharusnya menjaga ayah Fang Ling agar tidak kabur.
"Maafkan kami berdua ini adalah kelalaian kami, harap Nona memberikan hukuman. Tadi kami melawan 10 orang sehingga kehilangan jejak Tuan Fang. " Sesal Lin Wei.
"Kalian berdua sebagai hukumannya, kalian harus mencari Tuan Fang sampai dapat. Jika kalian tidak mendapatkan nya maka tidak perlu berpikir untuk kembali. " Perintah Lin Qiaofeng.
"Ya, Nona !" Kedua saudara Lin langsung pamit dan mencari keberadaan Tuan Fang.
Lin Qiaofeng yang melihat bahwa urusan nya seharusnya sudah usai dan tidak ingin terlibat lebih jauh akhirnya mengajak Lin Yue untuk pergi.
"Nona ! Bagaimana dengan Dinasti Song ini ?! Anda harus menetap disini dan mengendalikan kekuatan di Dinasti Song. " Ucap Lan Xiang dengan cemas ketika melihatnya ingin pergi.
"Jika kamu memang setia seperti yang kamu katakan sebelumnya, maka jagalah Dinasti Song untukku dan buat mereka bersedia untuk menjadi senjata rahasia yang siap mati untukku kapan saja. " Ucap Lin Qiaofeng sebelum pergi.
__ADS_1
"Nona tidak perlu khawatir, Lan Xiang tidak akan mengecewakan Nona sekali lagi !" Teriak Lan Xiang dari belakang.
Lin Qiaofeng menaiki kuda yang sedang makan rumput dengan kondisi kaki yang terikat di pohon, sementara kuda Lin Yue ada di sebelah kuda miliknya.