
"Benar benar palsu ya ? Sia sia saja aku mengambilnya dari si bodoh Yanping itu. " Keluh Lin Qiaofeng dengan suara manja.
"Jangan sedih, itu tidak sepenuhnya tidak berguna, Yue Niang. Itu masih bisa membohongi beberapa orang bodoh, bagaimana dengan Long Yi ?" Tanya Chang Yi.
"Aku membunuhnya. " Ucap Lin Qiaofeng dengan polos.
Wajah Chang Yi berubah menjadi penuh dengan kengerian dan menatapnya dengan tatapan tidak percaya.
"Dage, Long Yi sudah tidak berguna lagi. Tuan pasti akan merasa puas dengan tindakanku. Sekarang, Tuan Putri Mahkota akan merasa bahwa orang Dinasti Qin tidak berkompeten dan tidak memberinya wajah. Perang akan dimulai dan kelompok kita bisa mengambil kesempatan dari ini. " Ucap Lin Qiaofeng dengan wajah naif milik Chang Yue Niang.
Sementara di sisi lain, seluruh istana telah dikejutkan atas kematian 'Selir Yanping' dan Long Yi dipenjara dan di lakukan oleh Permaisuri mereka, Yue Niang.
Kaisar marah besar dan seluruh gerbang Kekaisaran ditutup. Kaisar merasa sedih atas kematian Yanping dan ingin membalas dendam pada pengkhianat istana ini.
Lin Yue bermain peran dengan sangat baik tapi sebenarnya mengkhawatirkan adiknya, Lin Qiaofeng yang selalu bertindak dengan begitu gila.
Lin Qiaofeng tidak pernah berpikir panjang tentang sesuatu , setiap hambatan, Lin Qiaofeng selalu memiliki jalan untuk melewatinya.
Hanya saja, Lin Yue takut bahwa dia tidak bisa mengimbangi kepintaran Lin Qiaofeng dan membiarkan saudarinya jatuh ke dalam jurang sebelum dia sempat mengejar.
Lin Yue menggeledah kamar Long Yi dan menemukan surat yang diberi oleh Lin Qiaofeng sambil meniru tulisan Chang Yue Niang.
"Bei Wang , Putri ini mendapatkan bukti ini. " Ucap Lin Yue pada Bei Zhao yang dipanggil untuk menyelidiki seluruh istana.
Bei Zhao datang mendekati Lin Yue dan membuka surat itu dengan teliti lalu Lin Yue menatap Bei Zhao sejenak.
"Jangan terlalu keras dalam mencari, tidak perlu mencari lagi. " Ucap Lin Yue pada Bei Zhao dengan datar.
"Apa yang terjadi ?" Tanya Bei Zhao dengan kerutan dahi.
__ADS_1
"Chang Yue Niang yang asli telah menjadi mayat busuk milik Yanping, sementara Yanping asli telah lama dimusnahkan. Saat ini, yang sedang kalian buru adalah Zhou Beishang. " Ucap Lin Yue dengan pelan.
"Kenapa Tuan Putri memanggil nya sebagai Zhou Beishang lagi ?" Tanya Bei Zhao dengan bingung.
"Huft, Beishang yang menginginkan nya. Dia ingin nama ini dikenal oleh semua orang, bagaimana pun ini adalah nama yang telah di berikan oleh ibunya. "Ucap Lin Yue dengan lembut.
Lin Yue menghela nafas dan mengingat pesan yang di dapatkan nya dari Lin Qiaofeng yang meminta bertemu di tebing Shansheng.
Tebing itu sangat sepi dan Zhou Beishang tidak takut untuk ketahuan oleh orang orang.
(Mulai sekarang panggilannya adalah Zhou Beishang lagi karena itu adalah nama yang diberikan oleh Ibu Beishang. )
"Bei Wang, jika anda tidak sibuk maka datanglah ke Tebing Shangsheng besok. Besok, suruhlah orang untuk menggeledah kediaman pribadi Chang Yi. Disana sudah bisa dipastikan mayat Chang Yi. " Ucap Lin Yue lalu berjalan pergi.
"Tunggu sebentar ! Tuan Putri, izinkan aku bertanya tentang beberapa hal yang kurang pantas ? Aku ingin tahu kenapa Beishang melakukan ini semua. Untuk siapa dia melakukan ini semua ?" Tanya Bei Zhao dengan penasaran tapi berusaha untuk tetap tenang.
"Untuk ini, aku juga tidak tahu dengan jelas. Bei Wang, jika anda ingin tahu dengan jelas maka anda bisa langsung menanyakan nya pada adikku. " Ucap Lin Yue lalu menghilang sepenuhnya.
Zhou Beishang, Lin Qiaofeng , nama nama ini terdengar asing dan tidak umum terutama nama Beishang.
Lagipula, siapa yang akan memberikan nama pada putra atau Putri mereka dengan arti kesedihan ? Ini sama saja dengan mengutuk anak mereka sendiri.
Bei Zhao menghela nafas berat dan memandang keluar, niat yang memancar untuk memeriksa kasus ini telah hilang sepenuhnya.
Bei Zhao bahkan menjadi lebih tidak berniat untuk melakukan apapun, hanya ingin duduk dan memikirkan apa yang sebenarnya ada di dalam pikiran Zhou Beishang.
Tapi, pada akhirnya Bei Zhao tetap berdiri dan kembali menghela nafas berat lalu berjalan pergi , tapi tidak menuju kediaman nya melainkan menuju tempat yang berada di perbatasan.
Selama Bei Zhao bergerak cepat, maka Bei Zhao akan bisa kembali pada besok pagi. Bei Zhao ingin memastikan sesuatu dan berpikir untuk dimana dia berdiri di masa depan.
__ADS_1
"Beishang, kita akan segera bertemu lagi di masa depan. Aku menolak untuk menyerah bahkan jika harus berdiri di atas ribuan pisau, aku masih akan mengejarmu. " Gumam Bei Zhao dengan lembut sebelum akhirnya menghilang di tengah kerumunan orang orang.
Secara tidak disengaja atau disengaja, identitas sebenarnya dari Chang Yue Niang terungkap dan muncul di permukaan.
Bahkan istana tidak memiliki kemampuan untuk membungkam mulut orang lagi, ini layaknya api yang berkobar secara tidak terkendali.
Ini sangat mengerikan, dari satu orang menuju sepuluh orang, dari sepuluh orang menuju seratus orang, dari seratus orang menuju seribu orang.
Terus begitu sampai akhirnya seluruh orang tahu, rakyat merasa marah dan merasa ditipu oleh istana sehingga mengecam keluarga Chang dan ingin memberontak karena menganggap Kaisar saat ini tidak bijak sama sekali.
Orang orang mulai membentuk pasukan dan berdemo di depan gerbang, Kaisar pada awalnya menolak untuk menangani ini secara pribadi.
Bahkan kediaman Chang sendiri tidak bisa terlepas, ketika Chang Yi baru akan kabur menuju kediaman pribadi nya, Chang Yi mengingat bahwa adiknya telah kembali.
"Yue' er, kita hari cepat !" Ucap Chang Yi sambil menarik tangan Zhou Beishang.
"Dage tenang saja, ditengah keributan semacam ini, orang orang tidak akan menyadari. " Ucap Zhou Beishang dengan senyum tipis.
Zhou Beishang dan Chang Yi pergi keluar secara diam diam sebelum akhirnya mereka tiba di kediaman pribadi Chang Yi yang berada di sudut kota Chang'an.
Bahkan, jika pasukan mengejar mereka, pasukan tidak akan menyangka jika mereka akan bersembunyi di kediaman pribadi Jenderal Chang.
Sesampainya di tempat kediaman Jenderap Chang, Chang Yi akhirnya bisa menghela nafas lega dengan bangga dan meremehkan Kaisar yang bodoh sementara Zhou Beishang hanya membalas dengan tawa kecil dan berdiri membelakangi Chang Yi.
"Xiao Mei, kenapa kamu tidak ingin menghadap ke arah Dage mu ? " Tanya Chang Yi dengan bangga.
(Xiao Mei : Adik perempuan. )
"Dage, sayang sekali bahwa nasib kakak dan adik kita harus berakhir disini saja. " Ucap Zhou Beishang sambil tertawa lembut.
__ADS_1
"Apa maksud mu ?" Tanya Chang Yi sambil berdiri dan menatap nya dengan tatapan tidak percaya sekaligus keras kepala.