Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
257. Pernikahan Berdarah


__ADS_3

Lin Beishang mengambil sebuah cangkir minuman dari seorang pelayan yang lewat, ini adalah anggur berkualitas tinggi.


"Katamu, akan ada sesuatu yang besar terjadi. Kenapa kamu justru minum anggur ?" Tanya Lan Xiang dengan cemas.


Lin Beishang menatap ke arah Lan Xiang dengan seringaian.


"Sejak kapan, aku akan mabuk karena satu cangkir anggur ini ? Bahkan jika aku minum 10 cangkir lain, ini bahkan tidak bisa membuatku terganggu. " Ucap Lin Beishang dengan sombong.


Tapi, Lan Xiang tidak mengatakan apapun lagi karena walaupun kata kata Lin Beishang terdengar angkuh, tapi itu memang benar.


Di kehidupan lalu, minum dua guci arak tidak akan membuat Lin Beishang mabuk apalagi hanya satu cangkir kecil seperti ini.


"Satu satunya hal yang bisa kamu lakukan dalam situasi seperti ini adalah tetap tenang dan mengamati situasi yang terjadi. " Ucap Lin Beishang.


"Hanya kamu yang bisa melakukan ini, kenapa acaranya tidak kunjung dimulai ?" Tanya Lan Xiang.


"Mungkin saja...... ada hal yang tidak di inginkan terjadi. " Ucap Lin Beishang dengan senyum penuh makna.


"Maaf semuanya, tapi Pengantin Wanita saat ini sedang mengalami keram perut, acara mungkin akan ditunda 15 menit. " Ucap pembawa acara.


Semua orang saling membicarakan hal ini satu sama lain, sementara Tuan dan Nyonya Hua tampak berlari ke belakang panggung.


Lin Beishang dengan senyum tipis menaruh cangkir kosongnya pada pelayan lain yang lewat. Lin Beishang berjalan menuju halaman samping yang terbuka.


Disana, udara menjadi semakin dingin tapi Lin Beishang tidak dapat merasakan nya sedikitpun, bahkan perasaan ini terlalu dingin.


Perasaan tentang Murong Yang terlalu kabur, Lan Xiang berdiri di sampingnya dan memegang tangannya dengan lembut.


"Sayang sekali bahwa aku tidak bisa berbicara dengan Murong Yan lebih lama, mungkin selain Bei Zhao maka dialah orang kedua yang paling mengerti tentang Racun Gu dalam tubuhku. " Ucap Lin Beishang dengan senyum pahit.


Lan Xiang tidak berkomentar dan hanya menghela nafas, tidak hanya Lin Beishang yang sedih melainkan Lan Xiang juga.

__ADS_1


Kepergian Murong Yan seolah olah telah menghapus satu dari sekian banyak warna dalam kehidupan mereka, walaupun hanya salah satu, tapi itu terasa hampa dan tidak lengkap.


Tanpa diduga, bahwa kondisi yang mengenang teman lama ini harus diganggu oleh seorang pria yang tidak tahu diri.


Seorang Tuan Muda dengan kacamata yang bulat dan wajah seperti seorang penjahat mendekati mereka dengan senyum nakal.


"Kedua gadis cantik ini sangat menawan, kalian berdua akan kedinginan jika berdiri disini terlalu lama. Bagaimana jika menyewa kamar bersama ku ?" Tanya Tuan muda itu.


Lin Beishang tertawa ringan ketika mendengar ini. Sementara wajah Lan Xiang telah berubah menjadi muram ketika mendengar tawa Lin Beishang.


Tampaknya, laki laki ini tidak akan memiliki akhir yang baik.


"Aku penasaran, siapa Tuan muda ini ?" Tanya Lin Beishang.


"Aku adalah Qin Le, siapa yang bisa menolak pesonaku yang tanpa batas ?" Tanya Qin Le ini dengan senyum bangga.


"Ternyata Tuan muda Qin, dengan perhatikan sekitar 400 ribu Yuan setiap bulannya bukan ? Sayangnya, itu bahkan tidak sampai setengah dari pendapatan ku. " Ucap Lin Beishang dengan senyum sinis.


Wajah Qin Le ini berubah terkejut dan ingin membantah sebelum akhirnya Lin Beishang mengeluarkan kartu namanya yang menunjukkan identitasnya.


Lin Beishang mengambil teleponnya dan menelpon asisten nya untuk memutuskan kerja sama dengan Percetakan Qin.


Qin Le yang mendengar ini langsung pucat dan berlutut di depan Lin Beishang dengan gemetar.


"Nona Lin Kedua, mohon maafkan aku ! Aku tidak mempunyai mata dan tidak bisa mengenali keagungan anda. " Ucap Qin Le sambil menampar wajahnya sendiri.


"Silakan pergi atau kamu akan menyesal karena masih disini. " Ucap Lin Beishang menendang punggung pria itu.


Pria itu telah menodai lebih dari 13 gadis biasa, Lin Beishang memang berniat untuk berurusan dengannya tapi siapa yang menyangka bahwa pria itu akan mengantarkan nyawanya sendiri ke depan Lin Beishang ?


"Kenapa kamu tidak melakukan apapun padanya ?" Tanya Lan Xiang.

__ADS_1


"Di masa yang modern seperti ini, tidak cukup hanya memiliki uang. Aku tidak bisa membunuhnya tanpa sebab seperti itu, aku hanya bisa membiarkan salah satu orang ku untuk menyelesaikannya tanpa diketahui semua orang. Jika ini di kehidupan lalu maka aku bisa membunuhnya disini, tepat di depan semua orang. " Ucap Lin Beishang dengan kejam.


Lin Beishang merasa bahwa sakunya bergetar dan melihat bahwa itu adalah telepon dari asistennya, Lin Wei.


Lin Beishang berjalan menjauh dari Lan Xiang lalu mengangkat telepon.


"Nona, semua CCTV di dalam gedung telah dimatikan oleh seseorang. Lalu, ternyata anak yang dikandung oleh Nona Hua bukanlah milik Tuan muda Yang dan Tuan muda Yang hanya dijebak. Itu adalah anak milik perselingkuhan dari Hua Jin dengan asisten Yang Xin, Wen Yao. " Ucap Lin Wei.


"Setelah kalian keluar dari tempat persembunyian, bawa Lan Xiang dan Yang Xin keluar. " Ucap Lin Beishang dengan serius.


"Bagaimana dengan anda Nona ?" Tanya Lin Wei dengan cemas.


"Tidak perlu khawatirkan aku. " Ucap Lin Beishang dengan tatapan yang kelam.


Telepon di matikan dan Lin Beishang memegang sesuatu yang keras di dalam tas kecilnya. Lin Beishang mendekati Lan Xiang dan berbisik.


Lalu mereka kembali masuk dan disana sudah ada Yang Xin yang berdiri di atas panggung bersama dengan Hua Jin.


Semua orang berteriak histeris ketika melihat Yang Xin yang berdiri dengan pisau di lehernya, bersama dengan Kedua orang tua Yang Xin yang diikat dan mulut mereka di lakban, ditahan oleh kedua orang tua Hua Jin.


"Jika kalian semua ingin selamat maka pergi sekarang juga !" Teriak Hua Jin.


Semua orang langsung berlari bahkan tanpa keraguan dan meninggalkan tempat acara ini, mereka saling menginjak satu sama lain dan darah tumpah ketika seorang pelayan meninggal terinjak.


Belum lagi ada beberapa orang lain, sementara Lan Xiang dan Lin Beishang baru saja berjalan masuk kembali ke dalam gedung dan melihat panggung.


Lin Beishang melihat lalu menghela nafas lembut, Lin Beishang menjatuhkan jaket kulitnya yang seharga ratusan ribu Yuan seolah olah itu tidak berharga.


Dan menunjukkan punggung mulusnya, Lin Beishang mengikat rambutnya menjadi ekor kuda yang menunjukkan leher mulusnya.


Lin Beishang menatap mereka dengan senyum ceria, seolah olah seorang anak anak yang tidak bisa mencerna keadaan.

__ADS_1


"Tampaknya kalian sedang bermain sangat seru bukan ?" Tanya Lin Beishang dengan senyum santai.


Lin Beishang memandang ke arah Yang Xin dengan tatapan tajam, Yang Xin terkejut ketika melihat tatapan nya.


__ADS_2