
"Bukankah Wangye mengatakan bahwa kita masih suami dan istri, sebelumnya ?" Tanya Lin Beishang dengan usil saat berbisik tepat di telinga Bei Zhao.
Wajah Bei Zhao memerah karena malu sebelum akhirnya menekan Lin Beishang di dinding setelah mengumpulkan keberanian.
Lin Beishang tidak tampak panik dan hanya tersenyum tipis seolah olah menantang Bei Zhao dan melihat apa yang bisa dilakukan oleh pria itu padanya.
"Wangye, ayo duduk. Apa yang kamu lakukan saat ini ?" Tanya Lin Beishang dengan suara yang jernih.
Bei Zhao langsung tersadar dan duduk dengan tenang, seolah olah tidak melakukan apapun tadi, Lin Beishang juga melakukan hal yang sama.
Hitung hitung sebagai bentuk pelatihan untuk menjadi orang yang tidak tahu malu, Lin Beishang memandang Bei Zhao dengan tatapan dalam sebelum akhirnya salah satu dari mereka angkat bicara.
"12 suku barbar telah bergerak memencar, aku takut bahwa semua nya akan segera dimulai. " Ucap Bei Zhao dengan raut wajah serius.
"Apakah manusia gunung juga ada di antara mereka ? Ini sangat merepotkan. Bahkan Dinasti Tang sendiri akan kesulitan untuk melawan 12 suku barbar. " Balas Lin Beishang dengan muram.
Suku barbar memiliki 12 Suku, masing masing suku memiliki nama hewan yang berbeda untuk membedakannya.
Seperti Suku Serigala, Suku Elang, Suku Macan, dan banyak lagi lainnya, pada awalnya itu dipimpin oleh Suku Macan.
Tapi, dikatakan bahwa kecemerlangan milik Suku Macan terus menerus menurun sampai akhirnya dipimpin oleh Suku Elang.
Dan dari kabar terbaru yang mereka dapatkan saat ini, dikatakan bahwa yang terbaik dari mereka saat ini adalah Suku Serigala.
Masing masing dapat menaklukkan hewan yang berbeda dan masing masing dari mereka memiliki ketahanan tubuh yang kuat.
Lin Beishang takut, bahkan kulit mereka akan sama kuatnya dengan pasukan yang mengenakan baju zirah, jika ditambah lagi dengan hewan buas yang ditaklukkan oleh para Suku barbar itu.
Maka mereka akan benar benar menemui jalan buntu, apalagi jika ada manusia gunung yang datang untuk bekerja sama.
"Mungkin Ya, manusia gunung telah lama hidup di atas gunung yang kosong dan sepi, kondisi pasokan makanan milik mereka tidak baik. Aku takut, Chu Huli akan memanfaatkan hal ini untuk menarik Manusia Gunung ke dalam pihaknya. "Ucap Bei Zhao dengan terus terang.
__ADS_1
"Aku sudah tahu itu, baik dari kita aku atau kamu, tidak akan bisa melakukan tawar menawar dengan mereka lagi. Tidak tahu berapa banyak manusia gunung yang meninggal hari itu, mereka pasti telah menargetkan kepala kita dan tidak akan berguna bagi kita untuk melakukan tawar menawar dengan mereka . " Ucap Lin Beishang dengan lelah dan bersandar di dada Bei Zhao.
Tangan Bei Zhao terulur dan menepuk nepuk bahunya dengan tenang lalu menyalurkan kehangatan di tengah malam yang dingin ini.
"Jangan terlalu memikirkan nya, setelah ini mari lihat dan hadapi. Jika terlalu banyak perencanaan maka itu akan membuatmu pusing sampai mati. " Ucap Bei Zhao menghiburnya dengan lembut.
"He he he, sepertinya aku menjadi penuh perencanaan seperti ini berkat seseorang, aku telah penuh kekaguman pada orang itu jadi aku mencontohnya. " Ucap Lin Beishang.
"Darimana kamu bertemu dengan orang buruk ini ? Apakah ini pria atau wanita ? Penuh perencanaan seperti ini sangat buruk, tidak ada yang baik, kenapa kamu mencontoh nya ?" Tanya Bei Zhao panjang lebar.
"Kamu ingin tahu siapa orangnya bukan ? Maka itu adalah kamu, Bei Zhao, Bei Wang , Wangye saya. " Ucap Lin Beishang sambil menggantungkan kedua lengannya di leher Bei Zhao.
"Hah ? Apa ?" Bei Zhao tampak terkejut dengan jawaban nya dan memandangnya dengan ringisan.
"Jadi itu semua adalah aku ? Aku benar benar seperti itu sebelumnya ?" Tanya Bei Zhao sambil meringis.
"Tentu saja, aku mencontoh semuanya dari mu. Apakah kamu masih akan mencoba untuk melarikan diri dari tanggung jawab ini ?" Tanya Lin Beishang sambil mencubit hidung Bei Zhao dengan lembut.
"Beishang ~ , jangan menganggu ku. Hatiku lemah, tidak akan sanggup untuk menahan godaan mu. " Ucap Bei Zhao dengan memelas.
Siapa yang akan menyangka bahwa pria imut yang sedang malu malu ketika digoda disini adalah Jenderal terbaik sepanjang masa ?
Sementara di sisi lain, seorang pria dengan kalung yang terbuat dari tali anyaman tanaman kering yang memiliki bandul dari taring Serigala dan dada sampai ke perut dipenuhi dengan tato wajah Serigala yang besar.
Wajahnya tampak menyeramkan dan bengis dan di sebelahnya ada seekor Serigala yang tidak kalah bengis dari pemiliknya, itu adalah Yuan Tu.
Kepala Suku Serigala saat ini, Yuan Tu. Yuan Tu berjalan membawa Serigala nya menuju sebuah rumah yang dapat disebut juga dengan tenda.
Disana ada 11 orang lainnya dengan binatang peliharaan yang berbeda beda, tapi masing masing sangat berbahaya.
Suku Macan, Suku Elang, Suku Serigala, Suku Gajah, Suku Ular, Suku Rubah, Suku Kera, Suku Belalang, Suku Serangga Beracun, Suku Kalajengking, Suku Beruang, Suku Laba Laba.
__ADS_1
"Karena semuanya telah berada disini mari membahas tawaran yang diberikan oleh orang dataran tengah itu. " Ucap Yuan Tu dengan tegas.
"Yuan Tu, apakah orang ini dapat dipercaya ? Orang dataran tengah telah berulang kali membohongi kita, mereka tercela dan kau ingin bekerja sama dengan mereka ?" Cemooh seorang wanita bergaun hitam dengan laba laba besar yang bersantai di pundaknya.
Itu adalah Ratu Laba Laba, Su Yunrui, sama sekali tidak kalah kuat dari Yuan Tu tapi sayangnya anggota Suku Laba Laba tidak banyak.
"Su Yunrui, kita saat ini sedang berada di ujung tanduk, apakah kita memiliki cara lain untuk bertahan ? Kita orang dewasa mungkin bisa bertahan, tapi bagaimana dengan anak anak ? Sebagian besar panen kita gagal tahun ini, kelaparan akan membuat Suku barbar kita musnah !" Ucap Yuan Tu dengan kesal.
"Jangan bertengkar, apa yang dikatakan oleh Su Yunrui ada benarnya tapi memang masalah saat ini sangat mendesak. Anak anak adalah masa depan Suku barbar kita, saat ini mereka masih sangat rapuh, makanan yang ada pun sangat sedikit dan mereka adalah orang pertama yang menemui kematian. Mungkin ini adalah jalan yang diberikan oleh Dewa untuk Suku barbar kita. " Ucap yang lain dengan tenang.
"Saat ini, mereka menjanjikan bahwa mereka akan mengirimkan 50 kilogram pangan setiap minggunya, ini telah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan kita semua. " Ucap Yuan Tu ketika membaca surat yang ada di tangannya.
"Tapi, seperti yang dikatakan oleh Su Yunrui, manusia dataran tengah adalah penipu, kita harus waspada, kita pasti akan menjadi senjata untuk peperangan mereka. " Ucap Mo Shang, Ketua Suku Macan.
"Memang, tidak bisa dipungkiri bahwa hal tersebut memang benar. Tapi masalahnya , apakah kita tidak memiliki jalan lain ? Kita telah melakukan ritual penyembahan Dewi Pertanian tapi pertanian kita kali ini menjadi semakin buruk dibandingkan tahun lalu." Keluh Yuan Tu dengan kesal.
"Jika memang seperti itu maka memang kita tidak memiliki jalan lain, hanya tetap saja, tidak ada yang gratis di dunia ini. Aku hanya takut bahwa kita tidak sanggup untuk membayar harga nya. " Ucap Ketua Suku Elang yang telah mencapai usia paruh baya.
Su Yunrui hanya mendengus dingin mendengar kata kata yang diberikan oleh Ketua Suku Elang. Kedua belas Ketua Suku itu terus menerus melakukan diskusi panjang sebelum akhirnya jatuh pada satu kesepakatan, yaitu mereka setuju.
Mereka setuju untuk membantu dengan syarat harus ada pangan yang memasok mereka dan tidak boleh terputus.
Jika terputus maka mereka akan memutuskan kerja sama ini tanpa menoleh ke belakang lagi untuk mengambil keputusan.
Hal yang sama juga terjadi pada Manusia Gunung, tanpa diduga duga Chu Huli telah berhasil mengumpulkan 2 kekuatan terbesar mereka.
12 Suku Barbar yang telah lama menyembunyikan diri di dalam hutan yang ada di pegunungan, secara tidak terduga mulai melakukan pergerakan.
Dan kejadian besar terjadi di dalam Dinasti Qin Yang Agung, disana mayat Bei Shu yang masih mengenakan pakaian Kaisar jatuh ber gelinding di tangga menuju tahkta.
Di atas tahkta yang bersimbah darah, ada seorang pria dengan topeng hitam yang menyembunyikan wajah penggunanya.
__ADS_1
"Sudah lama sekali menunggu di alam liar, akhirnya waktu yang telah lama ku nantikan datang menghampiriku. " Gumam orang yang berada di atas tahkta dengan tawa kecil.
"Tahkta ini akhirnya menjadi milikku dan tidak akan ada yang bisa merebutnya dari ku lagi, adik adikku akan menjadi alas bagi pijakan ku dan dunia ini akan berada dalam genggaman ku. " Ucap suara yang terdengar kasar itu.