Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
251. Putri Tidur


__ADS_3

"Dokter Bei, jika melihat dari kemungkinan ini maka hanya akan ada 0.001 persen untuk Nona Lin sadar dari koma nya. Apa yang harus kita lakukan ?" Tanya seorang Dokter baru.


"Tidak apa apa, selama masih ada harapan maka aku akan terus mencoba. Kalian bisa keluar dan aku akan menjaganya disini. " Ucap Bei Zhap dengan tatapan sendu.


Semua Dokter yang ada di sana merasa bahwa urusan mereka telah di selesaikan dan tidak layak untuk menganggu lebih lama lagi.


"Dokter Bei, kami pamit. " Ucap semua Dokter muda itu, sementara Bei Zhao mengangguk.


Di rumah sakit ini, mungkin Bei Zhao bukan yang terbaik tapi Bei Lin bisa dikatakan sebagai salah satu yang terbaik di Negara ini.


Nama Bei Lin sangat di hormati dan karena itu jugalah semua orang sangat sopan pada Bei Zhao karena mereka merasa segan pada Bei Lin.


Belum lagi, Ibunya, Sha Xi juga memiliki pengaruh yang tidak kecil di dalam dunia pengobatan. Jadi, bisa dibilang orang lain sangat segan untuk melakukan hal macam macam dengan Bei Zhao.


Buktinya, bahkan Lei Chuan tidak bisa melakukan tindakan memaksa untuk memaksa Bei Zhao menikahi Lei Qing Yi.


Bei Zhao memandang Lin Beishang dengan penuh kesedihan, Lin Beishang saat ini tampak seperti tertidur tapi tubuhnya dingin.


Racun Gu adalah sesuatu yang membuat orang tampak tidak hidup, tampak seperti benda mati, sangat dingin dan tidak manusiawi.


Jika itu orang lain, maka sudah bisa dipastikan bahwa mereka akan menemui kematian mereka. Tapi, Lin Beishang berbeda, tubuhnya telah bergabung dengan Racun Gu sekali di masa lalu dan ini sekali lagi.


Putri tidur di depannya ini tampak sangat indah dan anggun layaknya lukisan dari Seniman terkenal, Bei Zhao merasa sakit.


"Beishang, dalam setiap keputusan mu, apakah itu tidak ada aku ? Kapan kamu akan memikirkan bahwa aku juga sakit ketika kamu mengambil sebuah keputusan ?" Tanya Bei Zhao dengan sedih.


Pada akhirnya, yang terluka tidak hanya Lin Beishang, melainkan Bei Zhao juga. Bei Zhao yang telah menemani Lin Beishang untuk jangka waktu yang lama.


"Aku tahu bahwa kamu ingin menyelamatkan sahabatmu, tapi apakah nyawamu benar benar tidak berharga ? Apakah kamu tidak bisa memberikan lebih banyak perhatian pada dirimu sendiri ?" Tanya Bei Zhao lagi.


Tapi, orang yang dimarahi tidak akan bisa mendengar Bei Zhao dan hanya tampak pasrah ketika di ceramahi oleh Bei Zhao.


Bei Zhao menghela nafas lalu menyeka matanya yang basah , dia merasa bahwa tidak layak untuk marah marah seperti ini.


Hanya saja, sangat sulit untuk di tahan. Tidak lama, pintu ICU terbuka dan menunjukkan Lan Xiang dengan Murong Yan yang tampak ragu untuk berjalan masuk.


Bei Zhao mengangguk dan Murong Yan dengan Lan Xiang berjalan mendekati Lin Beishang yang tampak seperti Putri Tidur.


Murong Yan dan Lan Xiang melihat ke kasur kasur sebelah yang memiliki pasien yang sama kritisnya dengan Lin Beishang, masing masing dari mereka tidak sadar dan hanya dipisahkan oleh tirai.


Ini bahkan membuat suasana menjadi lebih sepi dan lebih dingin, tidak menyisakan aura kehidupan apapun.


Bahkan, aura kehidupan milik Bei Zhao juga telah terserap dan menjadi sama heningnya dengan tempat ini.


Lan Xiang merasa bahwa hatinya menjadi dingin ketika melihat kondisi Lin Beishang, karena dorongan dari suasana hatinya yang buruk karena tadi, Lan Xiang langsung menangis tanpa kata kata lain.


Murong Yan juga merasa sangat bersalah ketika melihat ini, sekali lagi Murong Yan merasa bahwa dirinya telah mengacau semuanya.


Seandainya dia pergi lebih jauh, maka semuanya tidak akan berakhir seperti ini. Murong Yan memandangi Putri Tidur yang cantik ini dan merasa bahwa kehidupan telah sepenuhnya menghilang dari tubuh Lin Beishang.


Tapi, Murong Yan enggan untuk mengakuinya, bagaimanapun ini bukan sesuatu yang bisa dia putuskan.


Tapi, insting dari Roh kuno sepertinya bahkan lebih tajam. Murong Yan melihat bahwa Lin Beishang tampak sangat menderita, bahkan Bei Zhao juga tampak menderita karena ini dan merasa sudah saatnya untuk menggantikan ini.


"Tutup tirainya. " Ucap Murong Yan dengan suara pelan.


"Apa yang kamu maksudkan ?" Tanya Lan Xiang dengan bingung.


"Sudah saatnya untuk membayar semua ini, dia telah menyelamatkan ku hari ini dan aku ingin membalasnya. " Ucap Murong Yan dengan senyum tipis.

__ADS_1


"Apakah yang ingin kamu gunakan adalah Pengorbanan Racun Gu ?" Tanya Bei Zhao dengan mata yang membelalak.


Murong Yan tampak tersenyum tipis, tidak mengatakan tapi tidak juga menolak. Melihat senyum tipis Murong Yan membuat hati Bei Zhao tenggelam.


Pengorbanan Racun Gu adalah sesuatu yang tidak diketahui oleh banyak orang, orang yang mengetahui ini dapat dihitung dengan jari tangan.


Tapi, Bei Zhao mengetahui ini dari Lin Beishang. Jadi, Roh Racun Gu akan menggunakan dirinya sendiri untuk menyegel Racun Gu di dalam orang lain dan hancur bersama sama dengan Racun Gu.


"Murong Yan, Beishang tidak akan menyukai ini. " Ucap Bei Zhao dengan peringatan.


Lan Xiang yang telah mendengar nama teknik nya saja sudah memiliki beberapa perkiraan dan tahu bahwa semuanya tidak akan berakhir baik bagi Murong Yan.


"Sejak awal, sudah seharusnya aku tetap menjadi roh bukan sebuah manusia yang utuh. Aku bersedia untuk melakukan ini dan menebus kesalahanku. "Ucap Murong Yan dengan senyum penuh makna.


"Murong Yan ! Beishang telah menggunakan nyawanya untuk menjagamu dan sekarang kamu akan menggunakan nyawamu untuk menjaganya ? Apakah kamu tahu betapa kecewanya dia nanti ?" Tanya Lan Xiang.


"Aku tahu.... hanya saja, jika dilihat dari kondisinya saat ini. Maka dia akan meninggal dalam waktu 12 jam. Tidak ada pilihan lain dan aku akan melakukannya. " Ucap Murong Yan.


"Tapi-" Ucapan Lan Xiang terpotong oleh tatapan penuh tekad Murong Yan.


Lan Xiang merasa bahwa matanya berkaca kaca, hari ini adalah hari terburuk bagi Lan Xiang. Dimana, dia baru saja bertemu teman baru.


Teman yang bisa menyemangati nya ketika bertengkar dengan Yang Xin dan menasehati nya ketika dia akan mengamuk.


Sekarang, teman ini akan pergi dan hanya menyisakan kenangan. Lan Xiang menggenggam tangan kecil Murong Yan.


Jika di perhatikan, maka suhu dari tubuh Murong Yan dan Lin Beishang sama, selalu sangat dingin seolah olah itu bukan manusia hidup.


Jika Murong Yan, itu bisa terjadi karena dia memang bukan manusia asli. Tapi, Lin Beishang bisa mengalami hal itu karena telah menyatu dengan Racun Gu dan secara tidak langsung terdampak hal ini.


"Jangan sedih, walaupun aku tidak memiliki rupa secara langsung, aku masih akan berada di sisi kalian. " Ucap Murong Yan sambil memeluk Lan Xiang.


Murong Yan memandang ke arah Bei Zhao lalu tersenyum tipis, Bei Zhao tampak membuang pandangannya dengan sedih.


Anggota tubuh Murong Yan perlahan lahan menjadi lebih dan lebih kabur sebelum akhirnya sepenuhnya menghilang.


Lan Xiang berusaha untuk menjangkau Murong Yan, tapi sudah terlambat, Murong Yan telah sepenuhnya hilang.


Tangis Lan Xiang pecah dan tidak bisa dibendung lagi, Lan Xiang duduk di kursi dan menutup mulutnya sendiri agar tidak mengeluarkan tangisan yang besar.


Bagaimanapun, disini ada terlalu banyak orang yang di rawat, sementara Bei Zhao sendiri tidak menjadi lebih baik bahkan setelah melihat denyut jantung milik Lin Beishang menjadi lebih kencang dan stabil.


Lan Xiang menahan isak tangisnya di dalam bekawan mulutnya dan masih terus mengalirkan air mata.


Ini adalah hari yang berat baginya dan tidak mudah baginya untuk melewati ini semua, semuanya terasa sangat berat dan penuh cobaan baginya.


Lan Xiang terus menangis layaknya seorang bayi yang ditinggal oleh orang tuanya. Sangat menyedihkan, bahkan Bei Zhao tidak tahan ketika melihat pemandangan ini.


Lan Xiang merasa dada nya semakin sesak dan akhirnya berlari keluar, sesampainya di luar, Lan Xiang berlari ke bagian atap.


Dimana disana sangat kosong, Lan Xiang menangis dengan keras dan berjongkok disana , memeluk dirinya sendiri.


Bayangan pengkhianatan Yang Xin, bayangan Lin Beishang yang terbaring dengan kaku dan tubuh yang dingin serta bayangan Murong Yan yang perlahan lahan menghilang, bercampur menjadi satu dan menghancurkannya.


Lan Xiang terus menangis dan menangis tanpa henti, sampai akhirnya dia lelah dan Lan Xiang terduduk di sana, tanpa memerdulikan apakah itu lantai yang bersih atau kotor.


Lalu duduk dan memandang langit, Lan Xiang tertawa ringan tapi air mata masih mengalir dari kedua mata indahnya.


"Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku, tapi hari ini adalah hari yang terburuk bagiku. Orang orang meninggalkan ku sendirian, aku benar benar merasa buruk. " Ucap Lan Xiang berkeluh kesah.

__ADS_1


Tanpa diduga, ada Yang Xin disana yang mendengar setiap keluhan yang dimiliki oleh Lan Xiang.


Hati Yang Xin menjadi tertekan setelah melihat kondisi Lan Xiang yang sangat buruk , bahkan jika dia tidak mencintai Lan Xiang, dia bukan seseorang tanpa hati.


Dia telah menyakiti Lan Xiang, awalnya dia merasa bahwa ini adalah hal yang seharusnya di lakukan. Tapi, setelah melihat kondisi Lan Xiang saat ini, membuat Yang Xin merasa bahwa tindakannya telah salah.


Yang Xin sekali lagi memandang Lan Xiang yang hancur, dan berpikir bahwa kehancuran Lan Xiang adalah sepenuhnya karena dia.


Yang Xin tidak tahu bahwa ada 3 kejadian buruk yang menimpa Lan Xiang hari ini, tidak ada orang yang akan bisa tetap tenang setelah mengalami ini.


Mungkin, kecuali Lin Beishang. Lin Beishang tidak dapat di anggap manusia lagi dalam hal pengendalian emosi.


Lin Beishang terlalu banyak menahan diri sampai sampai tidak tahu emosi apa lagi yang bisa di tunjukkan olehnya.


Lan Xiang merasa bahwa menjadi Lin Beishang sangat berat, sangat menyulitkan dan sangat menyakitkan.


Dimana seseorang harus menahan setiap emosi yang di rasakan olehnya dan bertindak seolah olah itu tidak mempengaruhinya.


Jujur saja, Lan Xiang tidak akan sanggup apabila disuruh untuk menjalani kehidupan semacam itu. Lan Xiang mengikuti Lin Beishang untuk waktu yang lama dan melihat bagaimana wanita itu menanggung berbagai penghinaan dari waktu ke waktu.


Yang semula marah dan tidak terima, menjadi lebih tenang, dari tenang menjadi tidak peduli dan dari tidak peduli berubah menjadi mati rasa.


Itu adalah hal yang di alami oleh Lin Beishang semasa hidupnya, itulah kenapa Lan Xiang lebih berharap bahwa Lin Beishang dalam kehidupan ini tidak mengingat masa lalu.


Lan Xiang hanya ingin bahwa Lin Beishang mengingat hal baik dalam kehidupan ini dan melupakan semua hal buruk dalam kehidupan lalu.


Tapi, siapa yang menyangka bahwa langit tidak adil dan ingin Lin Beishang bertanggung jawab atas dosa dosanya di kehidupan lalu ?


Lan Xiang duduk dan menghela nafas lalu menyeka air matanya dengan tenang, Lan Xiang merasa bahwa sepertinya dia harus mulai belajar seperti Lin Beishang.


Dengan ketidak pedulian maka seseorang bisa melindungi hatinya sendiri dari luka akibat pengkhianatan dan kepergian.


Lan Xiang berjalan turun dari atap dengan raut wajah acuh tak acuh dan tidak mengetahui bahwa Yang Xin berdiri di sana dan terus memantau Lan Xiang.


Jika Lan Xiang tahu, maka mungkin Lan Xiang akan memukuli Yang Xin sampai kedua orang tuanya tidak mengenalinya lagi.


Lan Xiang kembali ke ruang ICU dan disana sudah ada banyak Dokter, Bei Zhao menghampirinya dengan wajah yang tampak lebih bercahaya.


"Dia baik baik saja sekarang dan akan di pindahkan ke ruang rawat biasa. " Ucap Bei Zhao dengan sedikit kebahagiaan tapi banyak kesedihan.


"Baguslah, aku tidak siap untuk kehilangan seseorang yang berharga bagiku sekali lagi. " Ucap Lan Xiang dengan senyum yang di paksakan.


Bei Zhao adalah orang yang sensitif dan ketika melihat ekspresi muram Lan Xiang membuat Bei Zhao curiga.


"Kepergian Murong Yan dan kondisi Beishang saat ini tidak akan membuat mu menjadi seperti ini, apakah ada masalah dengan Yang Xin ?" Tanya Bei Zhao menebak dengan benar.


Berkat Lin Beishang, Bei Zhao yang selalu acuh tak acuh dengan orang lain menjadi lebih peduli dan lebih peka terhadap orang lain.


"Jangan sebut nama itu lagi, dia dan aku tidak memiliki hubungan lagi. Dia akan menikah dengan orang lain. " Ucap Lan Xiang dengan senyum tipis.


"Apa ? Bagaimana itu mungkin ?" Tanya Bei Zhao dengan tatapan tidak percaya.


"Kenapa itu tidak mungkin ? Hubungan aku dan dia tidak lama pada kehidupan lalu, mungkin saja itu hanya penghiburan sebelum kematian. " Ucap Lan Xiang bercanda.


Tapi, Bei Zhao bahkan tidak tertawa sedikitpun dan merasa bahwa ini agak aneh, dalam kondisi yang seperti ini, bahkan lebih aneh lagi.


"Yang Xin membunuh dirinya sendiri dengan pedang setelah kematian mu, bagaimana kamu bisa mengatakan bahwa cinta kalian tidak dalam ? Ini agak aneh. " Ucap Bei Zhao.


Lan Xiang yang mendengar ini agak terperangah, Lan Xiang tidak tahu bahwa Yang Xin meninggal setelah nya.

__ADS_1


"Apakah itu benar ?" Tanya Lan Xiang dengan tatapan menilai.


"Aku tidak akan berbohong untuk hal semacam ini, kamu bisa memutuskan sendiri apakah aku terlihat seperti orang yang berbohong atau tidak. " Ucap Bei Zhao dengan senyum tipis.


__ADS_2