
"Jika aku menjadi dirimu, maka aku akan merasakan malu karena mengatakan hal tersebut. " Ucap Lin Beishang dengan acuh tak acuh.
"Seandainya Yue'er sepintar dirimu, dia pintar juga tapi sayangnya kurang pengalaman. Aku harap kamu bisa membimbing nya jika suatu hari nanti aku sudah tidak ada lagi. " Ucap Kaisar Lin Xi.
"Apakah Kaisar Lin Xi benar benar mengira bahwa Dinasti ini masih akan bertahan sampai ajal menjemputmu ? Aku pikir kamu terlalu naif. Aku hanya akan mengatakan ini padamu, bahwa jangan menganggu rencana besarku atau aku tidak akan segan untuk menyapu mu bersama dengan sampah sampah yang bersujud di tanah itu. " Bisik Lin Beishang dengan dingin.
Si Lin Xi ini, berani beraninya menggunakan nya sebagai tameng untuk membuka Paviliun Qing Luo yang telah menjadi bahan perdebatan selama beberapa belas tahun terakhir.
Lin Beishang berbalik bersiap untuk pergi dari sana, tidak ada gunanya untuk terus berdiri di sini dan membuat tekanan darah naik.
"Tunggu sebentar, apakah kamu benar benar membenciku sampai sampai kamu tidak ingin memanggilku ayah ?" Tanya Lin Xi dari belakang.
Lin Beishang berbalik dan menunjukkan senyum dingin miliknya.
"Apakah kamu layak ? Kamu meminta ku, yang statusnya adalah putrimu juga untuk menjaga Lin Yue. Bukankah dimatamu hanya ada Lin Yue ? Kenapa aku harus peduli padamu ? " Tanya Lin Beishang dengan suara lembut tapi kata katanya menusuk pihak lain dengan sangat dalam.
"Kamu menggunakan ku sebagai tameng untuk membuka Paviliun Qing Luo, lalu memperlakukan ku dengan waspada tapi di permukaan tampak sangat baik, apakah ini tindakan yang dilakukan oleh ayah kepada putrinya ? Apakah aku berbeda dengan putra putrimu yang lain ? Apakah aku tidak layak ?" Tanya Lin Beishang lagi dengan senyum tipis, rambutnya berkibar dengan liat ketika angin malam menerpa wajahnya.
Bahkan, ekspresinya tidak dapat dilihat dengan jelas, tidak ada yang tahu dengan pasti apakah dia menangis atau tertawa, semuanya tersembunyi dalam senyum tipis yang hambar itu.
Lin Xi terdiam dan tidak memiliki cara untuk menjawab Lin Beishang lagi, Lin Beishang tersenyum sedikit lebih lebar.
"Jika kamu masih belum bisa menerimaku sepenuhnya, maka sebaiknya tidak perlu memaksakan hal ini. Anggap saja bahwa kita menjadi rekan kerja dan menjadi ayah anak di depan Lin Yue. " Ucap Lin Beishang dengan lembut.
Lin Beishang kembali berbalik dan bersiap untuk pergi dengan membawa kesunyian bersamanya.
"Tunggu sebentar. " Panggil Lin Xi lagi.
__ADS_1
"Apa lagi yang bisa dibantu oleh orang rendah ini ?"Tanya Lin Beishang dengan ramah.
"Aku sadar bahwa aku bukanlah ayah yang baik padamu, kamu mengalami banyak hal di luar sana, aku mengerti bahwa kamu ingin di perlakukan sama, kamu tidak perlu takut, aku tidak akan membedakan mu. " Ucap Lin Xi dengan suara yang tampak penuh dengan emosi yang bercampur.
Lin Beishang tertawa geli dan tidak repot repot berbalik untuk menatap Lin Xi.
"Hari sudah larut, angin menjadi semakin dingin, tidak baik bagi kesehatan Huangfu, Yingfei akan pamit terlebih dahulu. " Balas Lin Beishang sebelum akhirnya benar benar berjalan pergi.
Sebelum benar benar hilang dalam kegelapan, Lin Beishang meninggalkan sederet kata yang membuat Lin Xi terdiam.
"Pada akhirnya kamu masih tidak mengerti diriku, ayah. " Ucap Lin Beishang dan menghilang dalam kegelapan.
'Karena, yang ku inginkan adalah kasih sayang bukan harta atau gelar ini. ' Pikir Lin Beishang.
Lin Beishang tidak mengatakan kalimat lanjutan dari kata katanya yang ambigu, orang orang yang tidak mengerti dirinya akan menganggapnya sebagai orang yang sedang bermain intrik.
Selusin pelayan ditugaskan untuk mengikutinya dan membuka Paviliun Qing Luo secara resmi, sejak kepergian ibunya, ini belum benar benar pernah disentuh oleh orang lain.
"Putri, biarkan kami pelayan rendahan ini untuk membersihkan kediaman agar dapat digunakan malam ini. " Ucap sederet pelayan ini.
"Tidak perlu, kalian tidak perlu melakukan itu. Tanpa perintahku, tidak ada yang boleh masuk ke dalam Paviliun Qing Luo sedikitpun bahkan jika hanya satu langkah. Jika ada yang melangkah ke dalam maka bersiaplah untuk menerima hukuman kalian. " Ucap Lin Beishang dengan lembut tapi aura pembunuh miliknya keluar secara tidak terkendali dan menakuti sederet pelayan itu.
Lin Beishang berjalan ke dalam Paviliun Qing Luo dan melihat bahwa itu adalah tempat yang sederhana tapi sesuai dengan keinginan nya.
Terlihat bahwa sebenarnya selera miliknya dan ibunya sama , tidak dapat dipisahkan bahwa mereka memang ibu dan anak.
Tidak ada apapun yang tertinggal disini, hanya kehampaan dan kesepian yang tidak masuk akal, beserta dengan kesedihan.
__ADS_1
Ruangan ini penuh dengan debu dan sarang laba laba, tidak akan bisa ditinggali malam ini tapi tidak masalah, dia tidak mengantuk.
Lin Beishang duduk di tanah dengan kaki yang terendam di kolam ikan dan bunga teratai yang mekar sepenuhnya di bawah cahaya bulan purnama.
"Dalam sekejap, aku adalah putri perdana menteri, menjadi seorang Bei Wangfei, menjadi Ratu, menjadi Selir, menjadi pengelana, dan sekarang menjadi Putri. Ini sangat melelahkan, ini seperti mimpi buruk yang tidak ingin dialami oleh siapapun. " Gumam Lin Beishang sambil memandang pantulan dirinya sendiri di air.
"Apakah yang aku ambil kali ini adalah langkah yang benar ? Aku takut bahwa aku akan kembali jatuh lagi. " Gumam Lin Beishang lagi.
"Jika langit memiliki mata, maka lihatlah bahwa aku telah melewati banyak hal buruk, bukankah sudah seharusnya aku bertemu dengan hal baik ?" Tanya Lin Beishang sambil menatap ke arah langit.
"Langit tidak akan memiliki mata dan tidak akan memberikanmu keadilan, biarkan aku yang memberimu keadilan. " Ucap suara di belakangnya secara tiba tiba.
"Wangye, kamu datang kemari secara tiba tiba, Yingfei tidak dapat menyambutmu dengan baik. " Ucap Lin Beishang dengan akrab.
"Tidak biasanya kamu memanggilku dengan sebutan Wangye, apakah dengan itu kamu setuju untuk menjadi Wangfei ku lagi ?" Tanya Bei Zhao yang telah duduk di sebelahnya.
"Ya dan tidak, bagaimana menurut Wangye ?" Tanya Lin Beishang dengan senyum ambigu.
"Maka aku akan mengambil Ya, mari adakan pernikahan minggu depan. Aku telah melihat tanggal bahwa minggu depan adalah hari yang baik untuk melangsungkan pernikahan. " Ucap Bei Zhao.
Lin Beishang yang mendengar ini tertawa terbahak bahak lalu menggelengkan kepalanya pada Bei Zhao.
"Ketenangan ini hanyalah permukaan, jangan terlalu terbuai. Mungkin akan ada Naga besar dibaliknya. "Ucap Lin Beishang sambil bersandar di dada Bei Zhao.
"Bu.. bu... bukankah tidak baik bagi aku pria lajang dan kamu seorang gadis menempel begitu dekat di malam hari ?" Tanya Bei Zhao dengan gugup dan panik sampai sampai sedikit tergagap.
"Kenapa tidak baik ?" Tanya Lin Beishang dengan usil dan menjulurkan tangannya untuk membelai wajah Bei Zhao.
__ADS_1
"A... a... aa.. aku...... " Bei Zhao tidak sanggup menjawab pertanyaan Lin Beishang dan wajahnya telah memerah dengan imut.