
"Xie Xiansheng, saat ini kamu tidak memiliki jalan lain untuk pergi. " Ucapnya dengan senyum dingin.
"Lin Xiaojie, tolong jelaskan rencana mu. " Ucap Xie Linye dengan hati hati.
"Pertama tama, kamu harus mendukung seorang selir kesayangan Kaisar, Selir Yanping. Dengan begitu, dia akan menawarkan bantuan untukmu, dia akan menghibur Kaisar dan meminta Kaisar untuk melepaskan hukuman kalian. Pada saat itu, akan terjadi banyak hal. Ingatlah untuk terus berada dibawah perintahku ? Bagaimana ? Jika kamu setuju maka aku akan menyiapkan kontrak darah. " Ucapnya dengan senyum mengerikan.
Xie Linye tampak terkejut dengan kata katanya dan tampak ragu dengan tawaran yang diberikan olehnya.
"Seorang selir belaka, bagaimana mungkin sanggup melawan keputusan Permaisuri dan Ibu Suri ?" Tanya Xie Linye.
"Ah ya, itu juga hal yang harus Xie Xiansheng lakukan yaitu mengumpulkan segala bukti yang mengarah pada kejahatan milik Ibu Suri dan pada saat itu aku akan memberi pukulan akhir padamu. Bei Wang di utara telah lumpuh oleh Kaisar, hanya tersisa Jenderal Xie dan Jenderal Chang yang berkuasa sementara dua Jenderal lain bahkan tidak perlu di sebutkan. "
"Dengan rencanaku ini, Jenderal Chang akan di singkirkan, kamu akan menguasai seluruh Ibu kota ? Bagaimana Xie Xiansheng ? Aku juga bisa membantumu memulihkan kekuatanmu untuk kembali ke kekuatan puncakmu. " Lanjutnya sambil memainkan jari jarinya.
"Seluruh keputusan ada di tangan Xie Xiansheng, aku tidak memaksa. Aku akan pergi, tolong hubungi aku apabila kamu setuju. " Ucapnya dengan seringaian dan bersiap untuk pergi.
"Tunggu !" Ucap Xie Linye dengan gertakan gigi.
Lin Qiaofeng tersenyum dan menoleh ke belakang sambil menunjukkan deretan gigi putih nya yang rapih.
"Kenapa Xie Xiansheng memanggilku ? Apakah Xie Xiansheng setuju secepat itu ?" Tanya nya pada Xie Linye.
"Apakah tidak ada cara lain selain kontrak darah ?" Tanya Xie Linye.
"Tidak ada jalan lain, Xie Xiansheng. Aku tidak percaya pada orang lain, hanya bisa menggunakan kontrak darah untuk mempertahankan diri. " Jawabnya dengan acuh tak acuh.
"Baiklah ! Aku bersumpah untuk bekerja sama dengan Lin Xiaojie, dimana surat yang harus aku tanda tangani ?" Tanya Xie Linye dengan mata yang penuh tekad.
Lin Qiaofeng tersenyum senang dan mengeluarkan sebuah kertas yang telah di siapkan olehnya, Xie Linye menggigit jari sampai berdarah.
Dan darah itu menetes ditempat yang akan di tanda tangani oleh Xie Linye, lalu Xie Linye menempelkan tangan di sana.
__ADS_1
Disana terbentuk sidik jari Xie Linye dengan tanda tangannya di bagian bawah, Lin Qiaofeng merasa lebih tenang setelah melihat kontrak darah ini.
Dengan kontrak darah ini, Tuan dari kontrak ini bebas untuk mengendalikan orang yang di kontrak. Ini adalah hal yang biasa terjadi di perbudakan antara Tuan dan majikan.
Tapi, sebelumnya Lin Qiaofeng terlalu lembut dan hanya mengandalkan ketulusan bersama dengan sumpah palsu yang orang orang itu ucapkan.
Saat ini, Lin Qiaofeng tidak akan mengulangi kesalahan yang sama sekali lagi apalagi ketika menghadapi seseorang yang licik seperti Xie Linye ini.
Bekerja sama dengan Xie Linye adalah tindakan yang sangat nekat , karena Xie Linye itu layaknya pedang bermata dua. Bisa digunakan untuk melukai orang tapi juga melukai diri sendiri.
Setelah selesai menanda tangani kontrak, Lin Qiaofeng mengambil surat itu dan menyimpan nya di saku pakaian.
"Xie Xiansheng, kita akan segera bertemu lagi. Sebaiknya kamu memperingati Xie Furen atau aku tidak akan segan untuk membungkam mulutnya. " Ucapnya dengan senyum lembut dan melompat dari jendela.
Sementara pintu tiba tiba dibuka yang membuat Xie Linye terkejut dan Lin Qiaofeng sudah menghilang entah kemana.
Di depan pintu, ada aparat keamanan dengan kepala Biro Hukum yang sedang berdiri di depan pintunya.
Di samping ada Xie Furen alias istri Xie Linye.
"Tuanku, dimana penjahat tadi ?" Tanya Ling Yuan.
(Note : Nama asli Nyonya Xie adalah Ling Yuan , tapi karena sudah menikah dengan Xie Linye jadi dipanggil dengan nama Nyonya Xie.)
"Penjahat mana ?! Aku disini sejak tadi ?! Ling Yuan berani beraninya kau membuat keributan yang tidak perlu ?! Apakah kurungan selama ini telah membuat otakmu bermasalah ?" Bentak Xie Linye dengan marah.
"Tuan Hong, tolong maafkan istriku. Dia memiliki gangguan jiwa sejak dia dikurung. " Ucap Xie Linye sambil menunduk rendah.
"Tuan Xie, kamu sebaiknya mengurung istrimu jika dia memang gila. " Ucap Tuan Hong yang merupakan seorang kepala Biro Hukum dengan marah.
"Ya, ya, aku tidak akan lalai lagi dalam hal ini. Mohon Tuan Hong memberi kesempatan bagiku untuk menyelesaikan ini. " Ucap Xie Linye dengan patuh.
__ADS_1
"Pelayan ! Bawa Nyonya Xie kembali ke kamarnya dan larang dia untuk keluar dari halamannya tanpa perintahku !" Perintah Xie Linye.
Pelayan kediaman Xie tidak berani menunda, Ling Yuan merasa marah karena keputusan yang dibuat oleh Xie Linye.
"Aku tidak gila ! Tuanku, cepat katakan dimana keberadaan rubah licik itu ! Tidak ada gunanya untuk menyembunyikan nya !" Teriak Ling Yuan.
"Diam ! Dasar wanita gila !" Marah Xie Linye.
"Tuan Xie, meskipun kamu sudah mengatakan bahwa istrimu gila, itu masih belum ada bukti yang langsung dikatakan oleh tabib. Aku masih harus memeriksa kediaman mu ini untuk memastikan bahwa kediaman mu tidak menyembunyikan seorang buronan yang sedang kami cari. " Ucap Tuan Hong dengan tegas.
Seluruh aparat keamanan berpencar dan seluruh ruangan di periksa tidak terkecuali ruangan milik Xie Linye.
Xie Linye berkeringat dingin karena takut akan ketahuan tapi untunglah tampaknya Tuan Hong tidak menemukan apapun.
Setelah 1 jam sejak perintah tentang penggeledahan terjadi, aparat keamanan dan Biro hukum tidak mendapatkan hasil apapun.
"Karena kami tidak menemukan apa yang ingin kami cari maka kami akan pamit. " Ucap Tuan Hong sebelum akhirnya berjalan keluar dari pekarangan kediaman Xie.
Xie Linye akhirnya bisa menghela nafas tenang setelah melihat kepergian kereta kuda milik Tuan Hong dan aparat keamanan.
Disisi lain, Lin Qiaofeng pergi dengan kudanya dan menyewa salah satu penginapan dengan langkah santai dan senyum ceria.
"Tidak menyangka bahwa ini berjalan lebih mudah. "Gumam nya dengan santai dan duduk di dekat jendela kamarnya sambil memakan biji semangka.
Biji semangka ini sebenarnya dia tidak terlalu suka tapi karena di berikan gratis oleh penginapan maka dia tidak akan menolak.
Senyum cerahnya terpancar dan tampak lebih cerah daripada matahari yang bersinar terang di atas kepala semua orang.
Sementara di sisi lain, tepatnya di Dinasti Song, telah terjadi keributan besar yang berdarah karena pemberontakan dan jatuhnya kekuasaan ratu sebelumnya.
Situasi di istana berubah menjadi penuh kekacauan dan orang orang bingung untuk memihak kubu yang mana.
__ADS_1