
Keesokan harinya,
Lin Beishang berbaring di ranjangnya dengan malas ketika mendengar bahwa ada sering dari ponsel nya lalu mengecek jam berapa saat ini.
"Baru pukul 5 pagi, siapa yang membangunkan ku dengan begitu semangat ?" Tanya Lin Beishang dengan malas.
Lin Beishang menjulurkan tangannya dan mengambil ponsel nya yang ada di meja nakas sebelum akhirnya Lin Beishang bisa melihat dengan jelas bahwa itu adalah Ye Xushi yang memberikan telelpon.
Apa yang di inginkan pria itu pagi pagi seperti ini ?
"Halo, ada apa ?" Tanya Lin Beishang.
"Beishang, cepat datang kemari ! Yue tiba tiba bermimpi buruk dan terus berteriak , ini sudah satu jam. " Ucap Ye Xushi dengan kepanikan yang nyata.
Lin Beishang yang mendengar ini langsung membuka matanya dengan serius dan berdiri.
"Baiklah, aku akan segera ke sana. Tunggu sebentar. " Ucap Lin Beishang.
Terdengar gerakan dari sebelahnya dan Lin Beishang menyadari bahwa Bei Zhao menjadi terbangun karena suaranya.
"Siapa yang menelepon ?" Tanya Bei Zhao dengan suara serak.
"Itu adalah Ye Xushi yang menelpon ku, dia mengatakan bahwa Lin Yue tiba tiba mengalami mimpi buruk selama 1 jam belakangan ini dan terus berteriak. Aku akan datang dan melihat keadaan nya. " Ucap Lin Beishang dengan serius.
"Pergilah dulu, aku akan segera menyusul mu." Ucap Bei Zhao mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh Lin Beishang.
Jika Lin Beishang ingin menunggunya maka Lin Beishang tidak akan setuju, tapi dengan begini maka Lin Beishang tidak memiliki alasan untuk menolak.
"Baik, aku akan pergi dan melihat keadaan Lin Yue terlebih dahulu dan kamu akan menyusul." Ucap Lin Beishang dengan keputusan final.
"Hm, pergilah. Hati hati. " Ucap Bei Zhao.
Bei Zhao sendiri tidak terlalu khawatir karena rumah mereka sebelahan dan mereka tidak perlu melangkah keluar dari pekarangan.
Karena , pekarangan rumah mereka menyatu dan hanya dipisahkan oleh sebuah pagar pendek yang tidak dikunci.
Lin Beishang langsung berlari lewat sana dan masuk ke dalam kediaman Ye Xushi tanpa mengetuk.
Lin Beishang naik ke lantai dua dan mencari kamar Ye Xushi dengan Lin Yue lalu mengetuk dan Ye Xushi keluar dari sana.
Lin Beishang melihat bahwa Lin Yue menangis di dengan mata yang terpejam lalu menghela nafas.
"Kamu sebaiknya keluar dulu, aku akan melihat nya. " ucap Lin Beishang.
__ADS_1
"Aku mengandalkan mu. "Ucap Ye Xushi sambil menepuk punggung Lin Beishang dan Lin Beishang menganggukkan kepalanya ringan untuk menunjukkan persetujuan nya.
Lin Beishang berjalan ke dalam dan melihat kondisi kakaknya, Lin Yue yang tampak kacau. Lin Beishang berjalan dan memeluk Lin Yue dengan lembut.
"Jangan takut, ada aku. " Gumam Lin Beishang dengan sangat lembut.
Perlahan lahan, Lin Yue menjadi lebih tenang dan menggenggam tangannya. Tidak lama, Lin Yue membuka matanya dan menatap Lin Beishang dengan mata yang penuh dengan air mata.
"Aku sangat takut, semuanya. Semua itu adalah mimpi buruk bagiku. " Ucap Lin Yue dengan ketakutan.
"Apa yang kamu lihat ?" Tanya Lin Beishang dengan perlahan.
"Aku melihat kematian mu dengan Bei Zhao dan melihat Lan Xiang meninggal. Aku benar benar ketakutan dan aku mengenakan pakaian yang sama dengan yang aku gunakan kemarin. Itu semua pasti mimpi bukan ? " Tanya Lin Yue dengan ketakutan.
Lin Beishang yang mendengar ini menghela nafas dan berada dalam dilema apakah harus memberi tahu atau tidak.
Bahkan jika ingin berbohong maka itu akan menyulitkan untuk Lin Yue sendiri dan berusaha untuk membohongi dirinya sendiri.
"Selain itu, apa lagi yang kamu lihat ?" Tanya Lin Beishang.
"Aku melihat bahwa kamu penuh dengan darah dan membunuh banyak orang, kamu menjadi seorang jenderal. Aku melihat kesedihan di matamu , aku merasa bahwa itu bukanlah kamu. " Ucap Lin Yue.
"Aku juga melihat bahwa Lan Xiang ternyata bersama dengan..... " Lin Yue tidak melanjutkan kata katanya.
"Jie jie, apakah kamu percaya dengan kehidupan lalu ?" Tanya Lin Beishang.
"Semua yang kamu lihat adalah ingatan masa lalu mu, mungkin untuk saat ini tidak semuanya yang pulih. Tapi, perlahan lahan semuanya akan pulih. Aku juga akan mengatakan bahwa semua yang kamu lihat adalah nyata. " Ucap Lin Beishang dengan pelan ketika melihat bahwa Lin Yue tidak bisa menjawab pertanyaan nya.
Cengkraman Lin Yue melemah dan tampak kosong ketika mendengar kata kata Lin Beishang.
"Jadi..... semua itu adalah nyata ? Itu adalah kenangan masa lalu ? Apakah kamu juga mengingat nya selama ini ?" Tanya Lin Yue dengan lemah.
"Aku mengingat nya dengan sangat jelas. Jie jie, semula aku benar benar tidak ingin kamu mengingat semua ini. Karena, kenangan ini sedikit kebahagiaan banyak kesulitan. Jika aku bisa maka aku akan melupakan nya. " Ucap Lin Beishang dengan senyum penuh luka.
"Selama ini, selain kamu. Siapa saja yang sudah mengingat hal ini ?" Tanya Lin Yue dengan gugup.
"Semua orang sudah tahu, termasuk Yang Xin dan Bei Yi Fei, mereka tidak pernah lupa dan tidak akan pernah bisa lupa. Terutama Ye Xushi, dia telah menunggumu untuk waktu yang sangat lama. " Ucap Lin Beishang dengan lembut dan membawa Lin Yue ke dalam pelukannya.
"Beishang , mengapa kamu tampak begitu terluka di dalam kenangan itu ? Kamu tidak tampak seperti sekarang. " Ucap Lin Yue dengan penasaran.
Lin Beishang yang mendengar ini tersenyum tipis dan tidak terburu buru untuk menjawab hal ini.
"Hal ini, aku tidak akan mengatakan nya dan di masa depan ketika ingatan mu sudah kembali sepenuhnya maka kamu akan menyadari alasan kenapa aku berbeda dengan pada saat itu. " Ucap Lin Beishang dengan misterius.
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak ingin menceritakan nya padaku ?" Tanya Lin Yue dengan penasaran sekaligus kesal.
"Karena kamu belum mengingatnya maka itu artinya belum waktunya bagimu untuk mengingat nya, jika kamu mengingatnya juga maka kamu tidak akan senang. Yang harus kamu ketahui adalah aku yang pada saat ini jauh lebih bahagia dibandingkan pada saat itu. " Ucap Lin Beishang dengan senyum penuh makna.
"Ayo turun, Ye Xushi akan mengatakan banyak hal padamu. " Ajak Lin Beishang dan memegang tangan Lin Yue.
Lin Beishang membantu Lin Yue untuk turun ke lantai si satu, disana sudah ada Ye Xushi yang menunggu dengan cemas.
Lin Yue yang melihat Ye Xushi untuk sejenak membeku di tangga, Lin Beishang melepaskan tangan Lin Yue dan membiarkan kakak nya terdiam disana.
Lalu berjalan turun dengan senyum sedih lalu membisikkan sesuatu pada Ye Xushi.
"Dia telah mengingatnya sebagian. Katakanlah apa yang kamu ingin katakan, aku tidak akan menganggu kalian berdua lagi. " Ucap Lin Beishang dengan sedih.
Sudah ada Bei Zhao kali ini dan memeluk tubuh Lin Beishang, sesampainya di kediamannya.
Lin Beishang tidak bisa menahan air matanya lagi dan mulai menangis tanpa suara ketika memikirkan nasib antara dia dan Lin Yue yang terpisah untuk waktu yang sangat lama.
"Kenapa dia harus mengingat semua bagian buruk ? Aku tidak berharap dia mengingat hal itu. Aku hanya berharap dia bisa bahagia dengan kehidupan nya pada saat ini. " Ucap Lin Beishang dengan terisak.
"Mungkin ini adalah takdir untuknya yang telah di takdirkan, kamu tidak bisa melawan takdir. Karena semuanya telah berjalan seperti ini maka tidak akan ada jalan mundur." Ucap Bei Zhao menenangkan Lin Beishang.
"Jangan sedih, jika kamu sedih maka aku akan ikut sedih. "Bujuk Bei Zhao.
Lin Beishang melepaskan diri dari pelukan Bei Zhao dan menyeka air matanya dan berusaha untuk menerima semua ini dengan lapang dada.
Mungkin apa yang dikatakan oleh Bei Zhao benar, ini adalah satu satunya takdir yang telah di tentukan dan dia tidak memiliki kemampuan untuk melawan takdir yang telah ditentukan.
"Aku seharusnya tidak terlalu emosional untuk hal ini, ini tidak sepenuhnya hal buruk tanpa jalan keluar. Aku benar benar terlalu khawatir pada sesuatu. " Ucap Lin Beishang dan mengatur pernafasan nya.
Sementara disisi lain, Ye Xushi dan Lin Yue saling memandang satu sama lain. Tanpa diduga duga kalau semua ingatan Lin Yue secara bertahap kembali.
"Maafkan aku, aku terlambat menyadari semuanya dan membuat kamu berjuang keras. " Lirih Lin Yue.
"Kamu mengingatnya ?" Tanya Ye Xushi dengan terharu.
"Tidak hanya mengingatnya, aku merasa dan mengingat semua perasaan ku pada hari itu. "Jawab Lin Yue.
Jawaban Lin Yue membuat Ye Xushi untuk sejenak terpaku sebelum akhirnya berlari ke tangga atas dan memeluk Lin Yue dengan sangat erat dan membenamkan kepalanya di ceruk leher milik Lin Yue.
"Aku tidak masalah untuk mengejarmu. Bahkan jika itu 10 atau 100 tahun , selama bersamamu maka aku selalu merasa bahagia." Ucap Ye Xushi dengan semangat dan penuh dengan berbagai macam emosi yang bercampur menjadi satu.
Keduanya melampiaskan perasaan mereka yang telah tertahan begitu lama dan menyalurkan rasa rindu mereka yang telah lama terbenam dengan dalam.
__ADS_1