Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
62. Belati


__ADS_3

Zhou Beishang kembali ke kamarnya tanpa mengatakan apapun, dia hanya duduk didekat jendela dan menatap keluar tanpa mengatakan apapun.


Seluruh nafsu makannya telah hilang, senyum sedih terbentuk di wajahnya. Dia menyenderkan kepalanya di jendela.


Tatapannya melembut dan ketajaman yang mengintimidasi orang lain sudah hilang seluruhnya.


Pada akhirnya, dia hanyalah seorang gadis 18 tahun yang dipaksa untuk menjadi orang yang kuat.


Pada dasarnya, dia sama lemahnya dengan gadis gadis lainnya. Tapi, lingkungan sekitarnya selalu menekannya dan memaksanya untuk berubah menjadi orang yang lebih kuat dan kuat.


Tangan kanannya meraih ke belati dengan ukiran kupu kupu di gagangnya, tampak sangat indah. Semakin memandang belati ini maka semakin sedih dia.


Dia memutar mutar belati itu dengan satu tangan, rasa sakit menerpa dirinya kala ingatan manis yang ada dibalik belati ini kembali terputar di ingatannya.


Ketika sesuatu terlalu manis, maka akhirnya akan terasa asam, sama halnya dengan kenangannya ini.


Ini terlalu manis, membuatnya kecanduan sampai sampai berubah menjadi rasa asam yang pekat.


Belati ini, adalah milik Bei Zhao. Ya, ini adalah milik pria dingin tanpa perasaan itu. Pemuda itu pernah menjadi anak laki laki yang baik dan lembut, meskipun kaku.


Pernah menjadi penyelamat sekaligus cahayanya, tapi nyatanya anak laki laki itu juga yang telah melemparnya keluar dari mimpi indah.


Seperti yang di ceritakan nya di masa lalu, 13 tahun lalu dia pernah ditolong oleh seorang pemuda.


Itu adalah Bei Zhao, pemuda itu mengantarnya kembali ke gerbang Kediaman Perdana Menteri yang dibencinya dan meninggalkan sebuah belati.


Matanya terpejam kala ingatan itu melintas, nafasnya berubah menjadi terengah engah. Dia berusaha untuk menghilangkan ingatan ini tapi tidak bisa melakukannya.


Karena itulah dia bersikeras untuk menyelamatkan Bei Zhao terlepas dari sumpahnya pada pendekar misterius.


Dia pikir, ini karena dia merasa berhutang pada Bei Zhao dan setelah dia membayar hutang lama ini maka dia akan baik baik saja.


Semoga saja itu seperti apa yang di pikirkan olehnya. Karena, jika itu memang rasa cinta seperti yang dikatakan oleh banyak orang.


Maka itu akan menariknya kedalam jurang tanpa batas, bagaimanapun dia tidak memiliki sesuatu yang layak untuk dibandingkan dengan Putri Mahkota Dinasti Tang yang Agung.


Lebih baik untuk menyeret dirinya sendiri ditepi jurang daripada baru sadar setelah jatuh kedalam jurang.

__ADS_1


Dia menghela nafas berat dan melihat keluar dimana burung burung beterbangan dengan bebas dan gembira, membuatnya merasa iri.


Bahkan burung pun bisa bebas dan gembira, kenapa dia tidak ? Matanya terpejam dan sekuat tenaga menahan air matanya.


Dia tidak boleh menangis, menangis berarti menunjukkan kelemahan. Dia tidak ingin dipandang menjadi orang yang lemah.


Cukup dia sendiri yang tahu betapa rapuh dan lemahnya dia. Dia memandang cahaya diluar sampai langit diluar berubah menjadi gelap dan langit telah berubah menunjukkan bulan sabit dan bintang bintang.


Dia menjulurkan tangannya ke jendela yang terbuka itu dan berusaha untuk menggapainya tapi tidak bisa.


Matanya terpejam sekali lagi, dia menarik tangannya seperti orang bodoh. Bulan sabit, bulan purnama atau bulan apapun itu, semuanya indah.


Dia akan sedih apabila dia tidak bisa menemukan bulan di langit malam yang indah, langit malam tanpa bulan seperti makanan tanpa gula dan garam.


Semuanya sangat hampa dan hambar.


Dia dulu tidak pernah berpikir bahwa dia akan sampai diumur 18 tahun bahkan memimpin sebuah pasukannya sendiri.


Dia tidak bisa membayangkan ini, dulu dia berpikir bahwa dia adalah orang tanpa masa depan. Tapi, ternyata takdir berkata lain.


Zhou Beishang menggunakan gaun biru yang tebal dan cantik dilapisi oleh jubah bulu rubah yang hangat.


Karena, sudah musim dingin maka dia harus mengenakan pakaian tebal atau dia akan sakit. Tubuhnya lemah dan tidak tahan oleh angin dingin yang sangat kuat.


Ada perjamuan musim dingin yang diadakan oleh Kaisar, Bei Zhao tidak datang karena urusan perbatasan sehingga dia akan mewakili pemuda itu.


Dia menggunakan pakaian yang cantik dan pantas , tapi seperti sebelumnya dia tidak akan menggunakan pakaian merah lagi.


"Nona sangat cantik. " Ucap Fang Ling yang sudah sadar dari pingsannya.


"Terima kasih. " Ucapnya dengan ringan.


Sekarang, Song Yu sudah kembali berbaur dengan pasukannya yang lain dan digantikan oleh Fang Ling yang masih muda untuk menjadi pelayannya.


Bagaimanapun, bakat keluarga Fang sama sekali tidak buruk. Sehingga, dengan sedikit dukungan maka Fang Ling akan menjadi pendekar wanita yang hebat, sama seperti A Xiang.


Baik Keluarga Fang, Keluarga Lan, mereka semua sama sama berada di perbatasan dari generasi ke generasi.

__ADS_1


Tapi, mereka semua sekarang telah berakhir dan meninggalkan pewaris terakhir mereka di tangannya untuk dilatih.


"A Ling, A Xiang, apakah kalian sudah siap ?" Tanya nya dengan lembut.


Dia akan menyembunyikan identitas A Xiang dan Fang Ling dengan nama samaran. Meskipun kecil kemungkinan untuk ditebak oleh orang.


Tapi, tidak ada salahnya berjaga jaga. Lagipula, dua orang disampingnya ini adalah orang yang diburu oleh Istana.


Mereka dikenal sebagai penjahat berat yang menunggu untuk hukuman kematian tanpa ampun.


Dengan berada di bawah naungannya, maka itu akan lebih baik. A Xiang dan A Ling akan menggunakan cadar.


Setelah dia melihat gambar dari Jenderal Lan, dia menemukan bahwa wajah Lan Xiang atau A Xiang itu ternyata sangat mirip.


Lalu, Fang Ling sendiri juga mirip dengan Fang Xiu Han.


"Sudah Nona. " Ucap keduanya dengan kompak.


Kediaman Bei Wang sepi dan ketika dia pergi maka itu akan berubah menjadi lebih sunyi. Dia menaiki kereta kudanya dan duduk bersama dengan Fang Ling di dalam kereta kuda.


Sementara A Xiang berkuda di sampingnya untuk mencegah adanya hal hal yang tidak diinginkan. Dia memejamkan mata nya dengan malas.


Sangat malas untuk pergi ke Istana, padahal sangat nyaman di dalam kediaman Bei Wang yang luas dan sepi.


Kenapa dia bisa mengatakan sangat nyaman di kediaman Bei Wang ? Itu adalah karena tuan rumah sedang pergi bertugas.


"A Xiang, berapa lama kita akan sampai di Chang'an ?" Tanyanya setelah menggeser jendela kereta kudanya.


"Diperkirakan akan tiba tepat 1 jam sebelum acara perjamuan dimulai. " Ucap A Xiang.


"Apakah Bei Wang benar benar tidak bisa datang ?" Tanya nya pada A Xiang lagi.


"Sepertinya begitu, meskipun para orang suku barbar sudah dibersihkan tapi Bei Wang masih harus berjaga di perbatasan untuk mencegah adanya serangan mendadak. " Ucap A Xiang dengan nada rendah.


Dia mengutuk dengan suara kecil, itu artinya dia harus menghadapi sendiri para orang orang tua di Istana itu.


Ini sangat membosankan dan melelahkan, jika ada Bei Zhao maka dia tidak perlu melakukan apapa selain tersenyum palsu dan mengatakan satu dua patah kata singkat untuk formalitas.

__ADS_1


__ADS_2