
Lan Xiang kabur bersama dengan Yang Xin di Dinasti Song dan secara tidak langsung memperkuat jajaran kultivator Dinasti Song.
Dimana ada Lan Xiang, dua saudara Lin, Jenderal Xie, dan sekarang ada Yang Xin. Totalnya ada 5 Ahli Tahap Penguasa.
Ini memang sebuah pertanda bahwa Dunia Kultivasi memasuki tahap yang sama sekali baru dan berbeda dengan sebelumnya.
Dimana Ahli Tahap Penguasa yang biasanya dianggap sebagai Dewa mulai muncul dimana mana sepeti jamur sementara Ahli Tahap Kaisar mulai lahir.
Saat ini, yang terlihat baru saja ada 5 Ahli Tahap Kaisar tidak tahu jika ada yang berdiri dibalik kegelapan dan menjadi Ahli Tahap Kaisar.
Yang Xin bekerja sama dengan baik bersama dengan orang orang Dinasti Song atau lebih tepatnya dibawah perintah Beishang.
1 Tahun berlalu dan banyak hal yang berubah seperti hubungan antara Beishang dan Istana menjadi lebih baik.
Tapi, itu tidak berarti bahwa Beishang akan langsung menggunakan marga Lin lagi seperti sebelumnya, Beishang merasa bahwa rasa sakit dari kematian Xia Zhong seperti kerak yang membandel.
Tidak bisa dihilangkan tidak peduli apapun caranya , seolah olah itu terukir di dalam hatinya. Tapi, tidak tahu apakah waktu dapat mengikis kebencian itu.
Beishang hanya bisa menunggu dan bersiap, bagaimanapun kondisi ini telah mencapai Tahap yang baru.
Dimana 1 tahun telah berlalu dan beberapa orang yang dilatihnya di Paviliun Tianmei telah mencapai Tahap Penguasa.
Dalam satu tahun juga, hubungan Lin Yue dengan Ye Xushi telah berkembang, Beishang mendengar bahwa Kaisar Lin Xi tidak memiliki masalah dengan latar belakang Ye Xushi.
Ditambah lagi, Ye Xushi adalah orang yang dipilihkan oleh Beishang jadi Lin Xi percaya dengan pilihan putrinya.
Yang paling penting adalah bakat Ye Xushi sama sekali tidak buruk dan saat ini bahkan diatas Lin Yue, berada di puncak Tahap Penguasa.
Lin Yue juga sama, hanya saja yang membedakan adalah kekejaman mereka dan pengalaman mereka.
Ye Xushi adalah orang yang bisa dibilang tanpa hati jika berada di medan perang, bagaimanapun Ye Xushi telah lama terlibat dengan orang orang kotor sejak lama jadi bisa dibilang hatinya telah lama mati jika menyangkut hal ini, sama seperti Beishang.
"Seharusnya, dengan sedikit bantuan maka Lin Yue dan Ye Xushi bisa menjadi Ahli Tahap Kaisar. " Ucap Beishang pada Bei Zhao.
"Hm, tentu saja. Apakah menurutmu kita harus membantu mereka ?" Tanya Bei Zhao.
"Aku pikir, semakin banyak Ahli Tahap Kaisar maka semakin baik. Minggu depan adalah hari pernikahan Lin Yue dan Ye Xushi. " Ucap Beishang dengan ringan.
Memang, Lin Yue dan Ye Xushi akan segera menikah bahwa mendahului mereka berdua. Karena kondisi kesehatan Kaisar Lin Xi yang tidak baik jadi Kaisar Lin Xi akan segera menyerahkan tahkta pada putrinya.
"Apakah kamu akan datang pada hari pernikahan mereka ?" Tanya Bei Zhao dengan lembut dan menyelipkan rambut Beishang dibelakang telinga gadis itu.
"Tentu saja aku akan datang, disana pasti akan ada banyak keributan. Baik mereka menentang adanya seorang Kaisar Wanita maupun menentang adanya Pendamping Kaisar dari kalangan Rakyat biasa. " Ucap Beishang dengan senyum tipis.
"Jika kamu sudah tahu bahwa akan ada banyak keributan, kenapa kamu masih akan datang ?" Tanya Bei Zhao sambil menekan nekan pipi Beishang.
"Kenapa aku tidak bisa datang ? Justru, semakin banyak keributan maka semakin aku ingin datang. Aku suka menonton keributan, lagipula salah satunya adalah saudariku dan yang lain adalah bawahan ku. " Ucap Beishang sambil mengembungkan pipinya yang membuatnya tampak menggemaskan bahkan jika umurnya sudah menginjak umur 23 tahun.
"Ye Xushi adalah orang yang baik, aku telah bertemu dengannya bahkan ketika aku belum datang ke Dinasti Tang. Sudah berapa tahun sejak itu berlalu ? 2 tahun ? 3 tahun ? Aku sudah tidak ingat lagi. " Gumam Beishang.
"Aku tahu, jika dia tidak baik maka kamu tidak akan membiarkan nya untuk mendekati Lin Yue bukan ?" Tanya Bei Zhao.
Mendengar ini Beishang menggeleng pelan sambil tersenyum tipis.
"Kamu salah, takdir telah ditentukan. Aku hanya dapat membantu dan tidak bisa menentukan, bisa saja ada orang yang tidak layak tapi menjadi layak setelah menemukan orang yang mereka cintai. Tidak ada yang bisa menilai orang lain bahkan aku sendiri. " Ucap Beishang dengan senyum tipis yang mempesona.
Melihat sikap dewasa Beishang dengan senyum tipis nya yang mempesona bahkan membuat Bei Zhao tampak lebih terpesona.
Selama 1 tahun belakangan ini, Bei Zhao pernah mengajak Beishang untuk menikah dan menjalankan acara yang megah dan layak tidak seperti sebelumnya tapi Beishang dengan tenang menolak.
Awalnya Bei Zhao merasa kecewa tapi setelah mendengar alasan Beishang membuatnya menjadi sedih.
__ADS_1
Alasan Beishang adalah karena umurnya sudah tidak panjang lagi, sebelum bertemu dengan obatnya maka Beishang tidak ingin menikah.
Tidak ingin Bei Zhao terluka setelah kepergiannya, tidak ingin Bei Zhao merasa kehilangan untuk kedua kalinya.
"Beishang, jika aku sudah menemukan obat untukmu maka aku akan mengajakmu untuk menikah. " Ucap Bei Zhao.
"Ha ha ha, jika memang telah menemukan obat untukku maka tidak perlu menunggu mu maka aku yang akan mengajakmu menikah !" Ucap Beishang sambil tertawa lebar yang menunjukkan seperti giginya yang rapih dan bersih.
Tiba tiba ada sebuah merpati putih yang membawa pesan mendarat di sampingnya yang membuat Beishang bingung karena itu bukanlah pesan dari orangnya.
Beishang membuka pesan itu dan menyadari bahwa itu adalah Lin Yue yang mengirim pesan itu jadi Beishang langsung memperbaiki postur duduknya.
'Beishang, kehidupan ayah tidak lama lagi, ayah ingin melihatmu, berharap jika kamu bisa melihatnya untuk terakhir kalinya. Aku mohon padamu, walaupun perbuatan ayah keji dan tidak tertolong di masa lalu. Aku memohon padamu agar datang dan melihatnya disini, bagaimanapun di dunia yang luas ini hanyalah dia satu satunya keluarga kita yang tersisa. Aku berharap kamu datang, Beishang.
^^^- Lin Yue '^^^
Terlihat dengan jelas bahwa disana ada bekas air mata yang mengering, Beishang telah mengatakan perihal Xia Zhong pada Lin Yue.
Tapi, kesan yang dimiliki Lin Yue pada Lin Xi sangat dalam, bagaimanapun Lin Yue tumbuh dibawah asuhan Lin Xi, berbeda dengannya.
Membaca pesan ini membuat Beishang berada dalam dilema, mereka secara tidak langsung tidak memiliki hubungan yang tersisa tapi perasaan ini seolah olah dia akan menyesal jika dia tidak tahan.
Melihat Lin Yue yang biasanya sangat bangga pada dirinya sendiri, memohon di surat ini dengan sangat putus asa.
Beishang merasa bahwa kepalanya akan pecah, apa yang harus dilakukan olehnya ? Harus datang atau membiarkan hal ini berlalu ?
Bei Zhao membaca surat tersebut dan memeluk Beishang lalu membawa gadis itu untuk duduk di pangkuannya.
"Apakah kamu akan datang ? " Tanya Bei Zhao.
"Aku tidak tahu, bagaimana menurutmu ?" Tanya Beishang dengan suara yang sedikit bergetar.
"Datanglah, benar kata Lin Yue, bagaimanapun hanya dia satu satunya keluargamu yang tersisa kecuali Lin Yue. Ibumu, kakekmu, pamanmu, nenekmu semuanya telah pergi. Apakah mereka akan senang jika melihatmu terpuruk seperti ini ? Apakah kamu yakin bahwa kamu tidak akan menyesal ? Bagaimana jika ternyata sepanjang hidupmu diliputi oleh penyesalan ?" Tanya Bei Zhao dengan bijak.
"Benar katamu, semua yang aku pegang telah pergi, tidak ada gunanya mempertahankan hal yang sudah lalu. Ayo pergi melihatnya !" Ucap Beishang.
"Musim Gugur sudah akan berakhir dan udara menjadi sangat dingin, kamu harus menggunakan mantel dua lapis dan aku akan membawakan payung untuk membuatmu terhindar dari daun yang berguguran. " Ucap Bei Zhao dengan sangat protektif.
"Tidak perlu payung, aku akan membawa mantel dua lapis dan jika aku kedinginan maka aku akan memelukmu !" Seru Beishang membujuk Bei Zhao agar membiarkannya hanya menggunakan mantel dua lapis.
Wajah Bei Zhao agak memerah dan pria itu menundukkan kepalanya ke tanah lalu berdeham untuk menyelamatkan wajah.
"Baiklah, baiklah. Gunakan dua mantel dan tidak perlu payung. " Ucap Bei Zhao sambil menahan senyum.
"Baiklah !" Ucap Beishang dengan semangat dan menggunakan mantel bulu rubah di bagian dalam dan mantel bulu cerpelai di bagian luar, dengan gaun yang sangat tebal untuk membuatnya terhindar dari udara mematikan pada musim gugur.
Pakaian Beishang adalah jubah berwarna merah muda dengan jubah luar berwarna merah dengan emas yang bersulam Phoenix.
Rambut yang di sanggul dengan sederhana dan bagian bawah yang dibiarkan terurai , sesuai dengan pakaiannya, jepit rambutnya juga berukiran Phoenix dengan dua helai rantai tipis yang memiliki mutiara di bagian ujungnya, menjuntai dengan indah dan anggun.
Beishang berdiri di halamannya dan memang sangat banyak daun yang berguguran jadi sehelai daun mendarat di kepala Beishang tanpa diketahui olehnya.
"Apakah penampilan ku bagus ?" Tanya Beishang.
"Sangat bagus. " Ucap Bei Zhao lalu menjulurkan tangan, wajah mereka sangat dekat dan membuat Beishang merasa gugup sebelum akhirnya Bei Zhao menarik daun yang mendarat di kepala Beishang tadi lalu meniupnya.
"Kenapa wajahmu begitu merah ?" Tanya Bei Zhao dengan usil.
"Tidak ada apa apa !" Bentak Beishang dengan kesal karena merasa telah dipermainkan oleh Bei Zhao.
Keduanya berjalan bersama sampai ke Istana dan sesampainya disana, mereka ditahan untuk sejenak dan membuat Bei Zhao menatap penjaga dengan tatapan dingin.
__ADS_1
Melihat tatapan dingin Bei Zhao membuat penjaga itu merasa ciut sebelum akhirnya salah satu penjaga yang melapor berjalan keluar dengan Lin Yue yang berlari lalu memeluk nya dengan erat.
"Aku pikir kamu tidak akan datang !" Seru Lin Yue sambil membenamkan wajahnya di dada Beishang.
"Hei, kau bertingkah seolah kita tidak bertemu dalam waktu yang lama. " Keluh Beishang.
"Tentu saja ! Sudah 3 bulan kita tidak bertemu, hanya bertukar pesan !"Ucap Lin Yue sambil cemberut.
Beishang melihat Ye Xushi yang ingin memberi hormat padanya.
"Hentikan, kamu sekarang adalah calon kakak iparku. Aku masih menyayangi kepalaku disini, bagaimana mungkin bisa membiarkan kakak ipar untuk berlutut padaku ?" Goda Beishang dengan senyum nakalnya.
"Ayo masuk !" Ucap Lin Yue dengan malu.
Sementara Ye Xushi hanya menundukkan kepalanya karena bingung untuk menanggapi apa. Melihat Lin Yue dan Beishang berjalan bersama dengan keindahan yang tiada tara.
Orang yang melihatnya akan merasa bahwa itu keberuntungan terbaik dalam hidup mereka untuk melihat Dua Dewi yang berjalan bersama.
Jika satu adalah dingin dan elegan maka yang satu lagi adalah orang yang berapi api dan angkuh. Api dan Es adalah kata kata yang sangat pas untuk menjelaskan Lin Yue dan Beishang.
Salah satu dari mereka sangat dingin dan irit bicara sementara yang lain sangat cerewet, Ye Xushi dan Bei Zhao yang berjalan di belakang sendiri hanya diam dan tidak mengatakan apapun.
"Beishang, apakah menurutmu pernikahan ku bisa dilaksanakan dengan lancar ?" Tanya Lin Yue dengan gugup.
"Kenapa tidak bisa ? Aku percaya bahkan jika Chu Linfei memindahkan seluruh pasukannya kemari, itu masih tidak bisa menggoyahkan pernikahan mu. Bahkan sebelum dia sempat mengacau, aku telah terlebih dahulu memenggal kepalanya. " Ucap Beishang dengan senyum dingin.
"Uhm, kamu terlalu ekstrim. Aku jadi takut jika begitu tapi entah kenapa aku juga merasa lebih tenang. " Ucap Lin Yue sambil terkekeh ringan.
"Tentu saja kamu merasa lebih tenang. Itu adalah tugasku untuk memberikan ketenangan padamu di hari pernikahan mu. " Ucap Beishang dengan mantap.
Siapapun harus tahu jika Beishang telah bertekas untuk melakukan sesuatu maka tidak akan ada yang bisa menghalanginya.
Sesampainya di ruangan Kaisar, Beishang tiba tiba merasa sangat gugup bahkan sampai berjalan dengan kaki dan ayunan tangan yang seirama.
"Ayah, apakah kamu sedang tidur ?" Tanya Lin Yue dengan pelan.
"Uhuk ! Masuklah , putriku. " Ucap Lin Xi dari dalam dengan suara yang lemah dan tampak tidak memiliki tenaga yang tersisa.
Lin Yue berjalan masuk sementara Beishang masih berdiri dibatas pintu dan tidak berani untuk melangkah masuk.
"Ayah, coba lihat siapa yang aku bawa. " Ucap Lin Yue sambil menarik tangannya tanpa peringatan.
"Beishang ?" Tanya Lin Xi dengan terkejut ketika melihat kehadirannya.
Beishang hanya berdiri dengan canggung, tidak tahu harus memanggil dengan bagaimana. Apakah harus memanggil Kaisar Lin Xi atau ayah ?
Masing masing terlalu berlebihan yang satu terlalu jauh dan yang lain terlalu dekat.
"Bixia..... " Panggil Beishang dengan suara yang kaku.
"Bisakah kamu memanggilku ayah seperti sebelumnya dan mengenakan marga Lin lagi ? Hidupku sudah tidak lama lagi, aku mohon padamu."Ucap Lin Xi dengan tatapan yang berkaca kaca.
Beishang yang sedang dalam posisi berlutut tampak meremas pakaiannya sendiri dan bingung dengan dirinya sendiri.
"Aku bersedia, ...... ayah. " Ucap Beishang sambil menekan emosinya sendiri.
"Baguslah ! Bagus sekali ! Ayah tahu bahwa ayah salah dimasa lalu, maafkan ayah ! Walaupun aku tahu bahwa satu kata minta maaf tidak akan bisa mengembalikan keluargamu hanya saja, aku masih berharap. " Ucap Lin Xi dengan bahagia sambil terbatuk beberapa kali.
Mendengar ini membuat Beishang merasa bahwa hatinya teriris menjadi beberapa bagian kecil dan tidak menyisakan apapun selain rasa sakit dan telinga yang berdengung.
"Ayah memanggil kalian berdua kemari karena di Istana ini, ada sebuah rahasia yang telah diturunkan dari turun temurun. Karena kita akan mengalami krisis besar, maka aku akan memberitahu kalian rahasia ini. " Ucap Lin Xi sambil terbatuk batuk dengan parah.
__ADS_1