Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
108. Lin Qiaofeng Vs Bei Zhao


__ADS_3

Dia melihat pertandingan antara Yang Xin dan Bei Zhao dengan serius, dia mungkin akan maju setelah ini dan dia mengamati setiap gerakan Bei Zhao dengan sepenuh hati.


Tapi , tidak peduli seberapa banyak berusaha, itu tidak berguna. Gerakan Bei Zhao terlalu rumit dan tidak pernah memiliki alur yang sama.


Setiap pertarungan pasti berbeda dan itu sangat membuatnya sakit kepala, dia menatap dengan serius tapi masih tidak bisa menemukan kelemahan pemuda itu.


Dia langsung membatalkan niatnya untuk maju dan menyerang, lagipula dia akan kalah sama seperti sebelumnya.


Dia bertanding hari ini tidak akan membuat perubahan atau lebih tepatnya dia masih belum sanggup untuk membuat perubahan.


"Apakah kau akan maju setelah ini ?" Tanya Lin Yue.


Dia menggeleng geleng kan kepalanya dengan tatapan yang redup seolah olah dia sedang mengantuk.


"Kenapa tidak ?" Tanya Lin Yue.


"Percuma, aku tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk melawannya. Aku tidak akan menghabiskan waktu untuk hal yang sia sia. "Ucapnya dengan acuh tak acuh.


"Hei ! Hal hal semacam itu sudah biasa, kau bisa menggunakan nya untuk mengasah kemampuan mu. " Ucap Lin Yue.


"Tidak akan. " Ucap nya dengan keras kepala.


Setelah beberapa saat, Yang Xin keluar sebagai orang yang kalah dan Bei Zhao keluar sebagai pemenang.


Tidak ada kekecewaan di wajah Yang Xin seperti biasanya, itu tampak seperti sudah memperkirakan hal tersebut sebelumnya.


Tapi, wajah Bei Zhao yang keluar sebagai seorang pemenang justru sangat muram seolah olah Yang Xin telah mengeluarkan kata kata buruk untuk Bei Zhao.


"Bei Wang yang terhormat ! Saudariku sejak tadi meremehkan mu, dia ingin bertarung denganmu !" Ucap Lin Yue dengan suara yang lantang sambil menunjuk nya.


Pandangan seluruh orang terarah padanya sementara wajahnya tiba tiba memerah karena marah dan malu.


Dia memukul tangan Lin Yue yang menunjuk nya dengan keras yang membuat tangan halus dan putih itu berubah menjadi merah.


Tapi, Lin Yue hanya tertawa tawa sebelum akhirnya kembali duduk dan memberi semangat padanya menggunakan gerak tubuh.

__ADS_1


"Sialan." Umpatnya dengan marah.


Dia jelas jelas hanya duduk duduk dengan diam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, tapi nyatanya Lin Yue melakukan hal ini.


Jika dia tidak maju maka ini akan menjadi aib baginya sepanjang masa hidupnya. Dia meloncat ke atas arena dan berhenti di depan Bei Zhao.


"Dua Kristal Lin dari Tang, Lin Qiaofeng ! Aku harap aku bisa mendapatkan bimbingan dari Bei Wang yang terhormat. " Ucapnya dengan senyum tipis.


Bei Zhao untuk sejenak hanya diam sebelum akhirnya mengambil aba aba untuk menyerang, dia mengeluarkan Yue Shan untuk bersiap.


"Qiaofeng, apakah kau maju kesini untuk membalas dendam ?" Tanya Bei Zhao dengan tatapan yang menggelap.


"Membalas dendam ? Dendam apa ? Dendam lama kita ? Aku rasa tidak ada dendam yang layak di sebutkan. " Ucapnya sambil mengerutkan dahi, dia tidak mengerti.


"Kau bukan naik ke sini demi membalas Yang Xin ?" Tanya Bei Zhao dengan sedikit bingung.


Dia yang mendengar ini tertawa lebar, lalu memberikan tatapan mengejek pada Bei Zhao.


"Bei Wang, menurutmu apa hubungan yang aku miliki dengan Ketua Muda Yang sampai sampai aku harus membalaskan kekalahan nya ? " Tanya nya dengan dingin.


Bei Zhao ini jelas jelas ingin menghinanya, sejak lama dia telah menegaskan bahwa dia tidak memiliki hubungan khusus dengan Yang Xin.


Dia merasa sangat marah dan terhina.


Nadanya berubah menjadi sangat dingin dan tatapan nya berubah menjadi tajam lalu ekspresinya menjadi datar.


"Apakah kau memandangku serendah itu ?" Tanya nya dengan marah, dia mengeluarkan cambuk nya.


Yue Shan dengan cepat melesat dan berusaha untuk melilit lawannya.


Pah !


Cambuk nya menghantam pedang Bei Zhao dan mengeluarkan suara pukulan yang besar seolah olah baru saja menampar seseorang.


Dia dengan gesit menghindari serangan Bei Zhao, dia sama sekali tidak berani untuk bertindak ceroboh.

__ADS_1


Keinginan dan niat yang sebelumnya telah menguap entah kemana, sekarang telah kembali dengan tekad yang lebih besar untuk bisa menang dari Bei Zhao.


Dia berubah menjadi agresif dan tidak menunggu lagi, serangannya menjadi bertubi tubi dan laju Yue Shan tidak dapat ditebak.


Serangan nya berubah menjadi ganas dan tanpa ampun dan nafsu membunuh yang telah dia tekan selama ini telah meluap layaknya air bah.


Semua orang yang duduk di sekitar arena merasa sesak nafas karena niat membunuhnya yang sangat kuat dan menekan orang, itu aura yang sangat sombong dan mendominasi.


Bahkan mengalahkan aura kemuliaan milik Kaisar, tapi satu hal yang semua orang harus tahu adalah satu satunya orang yang memiliki aura sama kuatnya dengan dia adalah Bei Zhao.


Tidak peduli dengan niat membunuhnya yang telah meluap secara tidak terkendali, Bei Zhao tidak tampak tertekan sama sekali.


"Lin Qiaofeng, apakah kau benar benar marah padaku ?" Tanya Bei Zhao sambil menghela nafas.


"Siapa yang tidak marah dengan pertanyaan yang kau berikan, bajingan ?!" Teriak nya dengan marah.


Teriakan nya menarik perhatian semua orang terutama Yang Xin, tapi jika orang lain bertanya tanya darimana gadis ini berasal.


Yang Xin justru menyadari sesuatu dan menatap dengan serius seolah olah menemukan sesuatu, tapi disisi lain Lin Qiaofeng sudah tidak peduli lagi dengan pandangan orang orang.


Bei Zhao memang orang paling hebat dalam menyulut amarah nya, dia bahkan tidak begitu marah ketika dikhianati oleh Lan Xiang.


Tapi, karena beberapa kata provokasi yang diberikan oleh Bei Zhao. Seluruh kemarahan nya telah mencapai puncak.


Tidak bisakah pemuda ini mempercayainya barang sekali saja ? Apakah dia serendah itu sampai sampai tidak layak untuk dipercayai ?


Hatinya jatuh kedalam jurang yang dalam dan tidak bisa berkata kata, untuk entah keberapa kalinya, dia kembali kecewa dengan kata kata yang keluar dari mulut Bei Zhao.


Dia menolak untuk menyerah dan mengerahkan seluruh tenaga dan tekadnya yang tersisa untuk menang dari Bei Zhao.


Meski sudah tahu bahwa dia tidak akan menang, dia juga tidak ingin menyerah dengan mudah. Dia akan bertarung habis habisan.


Tapi, entah kenapa dia melihat bahwa Bei Zhao tampaknya tidak dalam kekuatan terbaiknya. Berbeda dengan beberapa hari lalu ketika mereka bertarung.


Wajah pemuda itu tampak lebih pucat dadi sebelumnya dan kekuatan nya berkurang cukup jauh, ini bukan kemampuan terbaiknya.

__ADS_1


Dia tiba tiba memikirkan beberapa kemungkinan yang bisa saja terjadi selama dia pergi belakangan ini, semua hal bisa terjadi dalam rentang beberapa tahun yang singkat ini.


Dia tiba tiba menjadi sedikit khawatir.


__ADS_2