
Apa yang di rasakan olehnya adalah rasa iri, sulit untuk menyangkal bahwa dia tidak memiliki rasa iri. Melihat berapa mulianya Lin Yue, sementara dia harus berkubang di dalam lumpur ini untuk mendapatkan hal yang dia inginkan.
Lin Qiaofeng tetap memasang wajah senyum tapi tidak bisa tidak merasakan bahwa tubuhnya menjadi dingin, darah di tubuhnya berhenti mengalir untuk sejenak.
Kepalanya pusing, dan tangannya berkeringat dingin, Lin Qiaofeng menggertak kan gigi dan tidak bisa tidak merasakan ketakutan.
Di saat saat terburuk seperti ini, kenapa serangan dari Darah Seribu Racun dan Bubuk Pemakan Emosi Surga harus datang ?
Kenapa harus datang pada saat yang begitu tidak tepat ? Kenapa harus datang ketika dia sedang hancur dan pikiran nya tidak stabil ?
Lin Qiaofeng memandang ke arah Bei Zhao dan menghela nafas, alasan dia menolak Bei Zhao sebelumnya adalah karena merasa bahwa dia tidak layak.
Tidak layak untuk menjadi pendamping pria itu , paling tidak untuk saat ini. Ingin menjadi seorang Ratu agar seimbang dengan pria itu tapi takdir berkata lain.
Serangan dari kedua racun berbahaya yang ada di tubuhnya itu seolah olah menggerogoti hatinya dan tulang nya.
Bubuk Pemakan Emosi Surga, terus menerus menaikkan dan melebih lebihkan rasa sedih yang di alami olehnya, jika biasanya dia tidak akan merasa apapun maka saat ini dia akan merasa sangat sedih seolah olah akan mengalirkan air mata kapan saja.
Bubuk Pemakan Emosi Surga ingin membuatnya menjadi penuh kebencian dan menjadi seseorang yang berdarah dingin, sangat mengerikan.
Pada saat inilah dia baru mengetahui bahwa bayaran yang harus di bayar olehnya sangat besar, Lin Qiaofeng berpegangan pada dirinya sendiri dan berusaha untuk berdiri tegak dan mengawasi semuanya.
Kebencian yang telah terakumulasi selama lebih dari 5 tahun membuatnya hidup seperti ini, Lin Qiaofeng menuangkan arak untuk Kaisar dengan tenang.
Tapi, sebenarnya tangan nya telah basah oleh keringat dingin sampai akhirnya perjamuan selesai dan Lin Qiaofeng segera berlari ke istana miliknya dan mengurung dirinya sendiri.
Lin Qiaofeng berteriak dan menghancurkan vas yang ada di kamarnya dengan mata yang memerah , serangan kedua racun itu kali ini benar benar tidak tertahankan.
Niat membunuhnya naik ke permukaan dan dia membanting seluruh yang bisa di lemparkan sebelum akhirnya pintu di buka dengan paksa, itu adalah Bei Zhao yang datang dengan wajah panik.
Lin Qiaofeng berdiri membelakangi Bei Zhao dan berusaha untuk menyembunyikan diri sebaik mungkin.
"Apa yang di inginkan oleh Bei Wang di kamar Selir ini ?" Tanya Lin Qiaofeng dengan tenang.
Pintu ditutup dan Bei Zhao memeluk nya dari belakang, Lin Qiaofeng berusaha untuk tetap tenang dan tidak panik.
"Qiaofeng , aku mendapat pesan dari orang yang tidak di kenal dan mengatakan bahwa kamu menggunakan Bubuk Pemakan Emosi Racun dan mengembangkan Darah Seribu Racun, dengan begitu maka akan ada serangan untukmu setiap minggu nya. " Ucap Bei Zhao.
"Omong kosong macam apa itu ? Tidak ada hal semacam itu di dunia ini. " Balas Lin Qiaofeng dengan dingin.
Tanpa di duga duga, Bei Zhao membalikkan tubuhnya dan melihat mata nya yang memerah, Lin Qiaofeng melepaskan topeng kulit manusia miliknya yang menunjukkan wajah aslinya.
"Apakah Bei Wang puas ?" Tanya Lin Qiaofeng.
__ADS_1
"Qiaofeng, kenapa kamu tidak pernah mengatakan hal ini padaku ?" Tanya Bei Zhao.
"Hak apa yang aku miliki untuk berkeluh kesah dengan Bei Wang ?" Tanya Lin Qiaofeng dan menatap mata Bei Zhao.
"Kamu adalah orang yang paling memiliki hak untuk berbicara denganku, kamu adalah istriku. " Ucap Bei Zhao dan mengeluarkan surat cerai yang di tanda tangani oleh Bei Zhao tapi tempat satunya lagi masih kosong.
"Bagaimana mungkin ?" Tanya Lin Qiaofeng dengan tidak percaya.
"Aku sengaja membuat dua, sekarang aku yakin yang ada tanda tanganmu pasti sudah hilang bukan ? Secara tidak langsung kamu masih istriku. " Ucap Bei Zhao.
"Kamu sangat licik. " Puji Lin Qiaofeng.
Lin Qiaofeng sendiri terkejut dengan perkiraan yang dibuat oleh Bei Zhao karena, memang surat perceraian olehnya telah dibakar olehnya karena marah.
"Kenapa aku tidak bisa berbuat licik ?" Tanya Bei Zhao dan mendorong Lin Qiaofeng ke atas tempat tidur. Lin Qiaofeng membulatkan matanya dan terkejut dengan tindakan tiba tiba serta agresif milik Bei Zhao.
Dengan kedua kaki yang masih menapak di tanah, tubuh Lin Qiaofeng berbaring di atas kasur dengan Bei Zhao di atas.
Kedua tangan Bei Zhao berada di sebelah kanan dan kiri kepalanya , berguna untuk menahan tubuh pria itu agar tidak menimpa dirinya.
"Tahukah kamu betapa aku mencintaimu dan betapa akau merindukan mu belakangan ini ? Kenapa kamu tidak jujur dan tidak ingin mengatakan yang sebenarnya padaku ?" Tanya Bei Zhao dengan frustrasi.
"Maafkan aku, aku masih tidak bisa menerima mu sampai saat ini. " Ucap Lin Qiaofeng dengan setetes air mata yang mengalir..
"Di hatiku sudah banyak luka, beberapa luka darimu tidak akan memperparah nya. Hanya saja, ada hal yang tidak bisa ku katakan padamu. " Ucap Lin Qiaofeng dan membuang wajah.
Lin Qiaofeng menangis di dalam hati dan sangat ingin mengatakan pada Bei Zhao bahwa dia juga masih sangat mencintai pemuda itu dan bersedia untuk kembali mengisi posisi Bei Wangfei.
Tapi, kata kata Zhao Ye Shi terus terngiang ngiang di kepalanya, hanya memiliki 1 tahun. Bukankah dengan begitu untuk meninggalkan Bei Zhao akan menjadi lebih berat.
"Apalagi yang tidak bisa dikatakan olehmu padaku ?" Tanya Bei Zhao dengan sedih.
Setetes air hangat mengalir ke atas wajahnya, sekali dia membuka mata , itu ternyata adalah Bei Zhao yang mengalirkan air mata.
"Bahkan, ketika Jenderal Bei tua dan ibuku meninggal, aku tidak mengalirkan air mata sedikitpun. Tapi , ketika kamu pergi, air mata yang telah lama mengering ini kembali aktif. Aku pikir, aku tidak memiliki air mata, tidak menyangka bahwa itu mematahkan segala dugaan ku. " Ucap Bei Zhao sambil tersenyum pahit.
"Bei Zhao , apakah kamu tahu bahwa orang yang aku sukai dan orang yang aku cintai yang aku bilang ketika bercerita dengan mu hari itu ?" Tanya Lin Qiaofeng.
Bei Zhao mengerutkan dahi dengan tidak senang ketika memikirkan itu.
"Kamu tidak menyadarinya atau tidak mengingat nya atau bahkan mungkin menganggap nya sebagai saingan mu. Tapi, apakah kamu tidak sadar bahwa aku sedang membicarakan mu ? Kamu adalah orang yang menyelamatkan ku beberapa puluh tahun lalu dan meninggalkan ini untukku. " Ucap Lin Qiaofeng dan mengeluarkan belati kupu kupu kesayangannya.
Bei Zhao yang melihat ini merasa terpanah dan tidak bisa berkata kata untung sejenak.
__ADS_1
"Ini sudah sangat lama , aku tidak menyangka bahwa kamu adalah gadis kecil yang aku tolong pada saat itu, belati ini adalah pemberian ibuku, aku tidak mungkin salah. " Ucap Bei Zhao.
"Ya, itu adalah pemberian darimu. Aku selalu mengatakan padamu betapa aku mencintai orang itu bukan ? " Tanya Lin Qiaofeng.
"Jadi, bukankah kalau begitu kamu mencintaiku ? Kenapa kamu tidak ingin menerima ku ?" Tanya Bei Zhao dengan ekspresi sedih.
"Karena, umurku tidak panjang lagi. Karena aku sudah mengatakan ini padamu maka aku akan menceritakan sedikit pada mu, duduklah dulu. Tidak nyaman untuk bercerita dalam posisi ini. " Ucap Lin Qiaofeng.
Bei Zhao pun dengan canggung berdiri dan duduk di sebelah Lin Qiaofeng, gadis itu melakukan hal yang sama dan menatap Bei Zhao dengan tatapan penuh kelembutan.
Sementara di sisi lain, Lin Yue sedang berdiri dengan seorang pria dan keduanya tampaknya sedang bertengkar.
"Apa yang Ketua Muda Yang lakukan disini ?" Tanya Lin Yue.
"Taman ini adalah taman yang umum, siapapun tamu istana boleh mengunjunginya, kenapa aku tidak bisa datang ?" Tanya Yang Xin.
"Terserah Ketua Muda saja , aku tidak peduli. " Ucap Lin Yue dengan acuh tak acuh.
"Apakah benar bahwa kamu akan menikah dengan Bei Wang ?" Tanya Yang Xin.
"Jika ya , kenapa ? Dan jika tidak, kenapa ?" Tanya Lin Yue dengan acuh tak acuh.
"Apakah kamu berusaha untuk mendekati adikku ? Kamu tidak memiliki harapan, hatinya sejak awal telah di pakukan ke dalam milik Bei Wang. Kamu tidak memiliki kesempatan lain lagi. " Lanjut Lin Yue dengan kejam.
"Bagaimana mungkin kamu bisa kejam seperti itu ? Selama masih ada kesempatan maka aku tidak akan pernah menyerah. " Ucap Yang Xin dengan keras kepala.
"Coba saja, aku takut dia akan sejak ketika melihatmu dan semakin membencimu. Kamu sebaiknya tidak perlu bertingkah menjijikkan di depannya." Sindir Lin Yue.
"Setiap kali dia melihatmu maka dia akan merasa sangat risih, kamu menganggu hubungannya dengan Bei Wang.
" Lanjut Lin Yue.
"Hmph ! Bei Wang itu bahkan tidak layak untuk Jie jie ku, oh ya bagaimana kamu bisa menjadi saudari Jie jie ku ?" Tanya Yang Xin.
"Siapa yang kamu sebut sebagai jie jiemu ? Dia bahkan tidak mengakui mu sebagai adik, aku pikir kamu sangat tidak tahu malu untuk mengaku ngaku seperti itu. Jika aku menjadi dirimu maka aku akan menggali lubang untuk menyembunyikan diri ku sendiri. " Umpat Lin Yue.
Setiap kali melihat Yang Xin telah membuat perasaan Lin Yue sakit dan kesal, setiap kali melihat Yang Xin seolah olah ingin memukul pemuda itu dengan kuat.
Tahu tadi, jika memang akan menjadi seperti ini dengan Yang Xin maka Lin Yue tidak akan menolak tawaran saudarinya, Lin Qiaofeng untuk memberi pelajaran pada Yang Xin agar pemuda itu tidak mengejarnya lagi dan memberi masalah padanya.
"Apakah kamu tahu dimana Lin Qiaofeng atau Zhou Beishang berada ? Bukankah kamu mengatakan bahwa itu adalah saudari mu ? Bagaimana mungkin kamu tidak tahu posisi saudari mu sendiri ?" Pancing Yang Xin.
"Hmph ! Saudari mu bukan anak manja yang harus ditemabi kemana pun dia pergi, jadi berhentilah untuk memancing ku karena kamu tidak akan mendapatkan apapun !" Ucap Lin Yue dengan marah dan kesal.
__ADS_1