
"Kamu benar, aku telah terguncang dan terbawa oleh masa lalu. " Ucap Bei Zhao dengan senyum dan menggenggam tangannya lebih erat, seolah olah takut bahwa dia akan menghilang.
Tapi, bahkan setelah dia melepaskan semuanya, masih tidak ada perubahan sama sekali. Lin Beishang menoleh ke arah Bei Zhao dengan tatapan bingung.
"Apa yang terjadi ? Kenapa kita tidak bisa keluar ?"Tanya Lin Beishang dengan panik.
Tapi, Bei Zhao tampak biasa saja dan tidak panik. Lalu tersenyum dan menggenggam tangannya dengan erat.
"Karena kita telah sampai ke sini, maka sudah waktunya untuk melihat penyesalan terbesarku sebelum kita bisa keluar dari sini. " Ucap Bei Zhao dengan tenang.
Mendengar ini membuat Lin Beishang mengerti, membawa setiap orang yang masuk menuju ke memori yang membawa penyesalan terbesar.
Tiba tiba, pandangan Lin Beishang menjadi gelap sebelum akhirnya melihat di sebuah hutan yang berada di halaman belakang Keluarga Zhou.
Lin Beishang menatap ke arah seorang gadis kecil yang sedang membawa tas kecil di punggungnya dan memetik beberapa tanaman.
Lin Beishang tampak terkejut dan menatap Bei Zhao dengan tatapan tidak percaya, ini adalah kenangan Bei Zhao, bagaimana mungkin bisa ada dia ?
Jika tadi, mereka bertemu ketika mereka berumur masing masing 8 dan 18 tahun. Tapi ini, Lin Beishang mengingat bahwa dia baru berumur 5 atau 6 tahun.
Lin Beishang suka mengumpulkan tanaman obat, sekalian bentuk untuk menjaga diri agar tidak dipukuli oleh Xie Bei Chuan.
Jadi, Lin Beishang sering kabur ke hutan belakang ini ketika masih kecil asalkan tidak ketahuan oleh Zhou Yi Nian maka semuanya akan baik baik saja.
Lin Beishang mengingat ngingat, kenapa dia tidak bisa mengingat adegan ini di dalam pikirannya ? Kenapa dia bisa tidak ingat ?
"Kenapa bisa ada aku disini ?" Tanya Lin Beishang dengan suara serak.
"Ikuti saja dan kamu akan tahu. " Ucap Bei Zhao dan membawanya mengikuti dirinya dimasa lalu.
Beishang kecil berjalan sampai akhirnya melihat seorang pemuda yang terluka parah dan sedang terduduk tanpa daya.
Lin Beishang membuka mulutnya dengan terkejut ? Dia sudah pernah bertemu dengan Bei Zhao sebelumnya ?
"Aku pernah mengatakan bahwa aku menyukai Lin Yue karena dia pernah menyelamatkan ku, tapi ternyata aku salah. Sebenarnya, sejak awal, tidak pernah ada ikatan antara aku dan Lin Yue. Itu hanya terhubung denganmu, maafkan aku karena aku tidak mengenalimu lebih awal. " Ucap Bei Zhao dengan kesedihan yang mendalam.
"Ini...... Kenapa aku tidak bisa mengingat nya ?" Gumam Lin Beishang dengan ragu dan menatap dirinya sendiri di masa lalu.
Dimana itu adalah hari hari terbaiknya, karena dalam beberapa tahun kemudian, itu tidak sebaik pada saat ini lagi.
Walaupun pada umur 5 atau 6 tahun ini sudah sering dipukuli, tapi tidak terlalu parah, tidak seperti ketika dia dewasa.
Ini adalah saat saat ketika ibunya baru meninggal jadi Zhou Yi Nian masih sedikit melindunginya , tapi perlahan lahan perasaan itu menjadi lebih kabur.
Xie Bei Chuan yang melihat ini menjadi semakin gila karena obsesinya untuk mengalahkan ibu Beishang, Xia Ling.
Setelah mengingat ini, Lin Beishang mengepalkan tangannya diam diam dan berusaha untuk tidak tertawa mengejek.
Orang rendahan itu, Xie Bei Chuan, telah mendapatkan balasan yang setimpal dengan apa yang telah dilakukan olehnya di masa lalu.
Kebencian yang dimiliki oleh Lin Beishang untuk Xie Bei Chuan tidak akan dapat di jelaskan dengan satu atau dua kalimat.
"Ini pada saat ketika aku masih sangat polos, sangat lembut dan sangat baik. Sudah belasan tahun berlalu, tapi ini terasa sangat nyata. " Ucap Lin Beishang dengan senyum tipis dan menyentuh dadanya sendiri yang terasa nyeri.
"Setelah melihat ini, aku sadar bahwa aku telah sepenuhnya kehilangan diriku sendiri. Diriku yang saat ini, tidak akan pernah kembali menjadi seperti dulu lagi. Karena..... aku sendiri telah melupakan bagaimana caranya untuk menjadi sebahagia pada saat itu. " Ucap Lin Beishang sambil menunjuk dirinya sendiri di masa lalu.
Bei Zhao yang mendengarnya merasa sakit. Penderitaan macam apa yang bisa membuat orang melupakan dirinya sendiri ?
Lin Beishang mungkin tampak baik baik saja, tapi sebenarnya jauh lebih sakit dibandingkan siapapun. Tapi, Lin Beishang selalu berlaku seolah olah semuanya baik baik saja, seolah olah semuanya tidak dapat melukainya.
Hal itu, membuat sebagian besar orang lupa, bahkan jika itu adalah Lin Yue atau Bei Zhao, lupa bahwa Lin Beishang juga seorang manusia.
"Kenapa ini menjadi penyesalan terbesar mu ?" Tanya Lin Beishang dengan lembut.
"Karena aku selalu menyalahkan diriku sendiri, bahwa karena aku, kamu kehilangan cahayamu. Kamu kehilangan senyum cerah mu. " Ucap Bei Zhao dengan suara serak dan menarik Lin Beishang ke dalam pelukannya.
"Kamu berlebihan, ini tidak bisa disalahkan padamu. Aku tidak terlalu kompeten di masa lalu , tapi denganmu sekarang, aku merasa lebih baik. Bei Zhao, bagaimana kamu bisa mengenaliku ?" Tanya Lin Beishang dengan penasaran.
"Itu karena tanda di tanganmu, tahi lalat di pergelangan tanganmu lah yang menjelaskan semuanya. " Ucap Bei Zhao dengan jujur.
__ADS_1
Lin Beishang menatap ke arah pergelangan tangannya dan melihat tahi lalat yang dimaksud di kulitnya yang putih pucat seperti mayat.
Tahi lalat berwarna hitam pekat itu tampak sangat menonjol walaupun sangat kecil, Lin Beishang tersenyum tipis.
"Tahi lalat ini sama sepertiku, walaupun telah tertutupi oleh belasan luka di atasnya, tapi masih tetap bersinar dan menonjol. " Ucap Lin Beishang dengan bangga.
"Ya, aku tahu. Sekarang, aku telah menunjukkan apa yang ingin aku tunjukkan padamu, sudah saatnya untuk kembali dan menyelamatkan banyak orang. " Ucap Bei Zhao sambil merangkul pinggangnya.
"Tentu saja, denganmu di sampingmu, maka tidak ada hal lain yang aku takutkan. " Ucap Lin Beishang dengan tulus.
"Baiklah, kalau begitu ayo kembali dan menghadapi semuanya !" Ucap Bei Zhao.
Keduanya saling berhadapan dan tersenyum sebelum akhirnya tubuh mereka memudar dan sampai akhirnya mereka kembali ke tubuh mereka yang sebenarnya, karena sebenarnya yang masuk ke dalam ilusi hanyalah jiwa mereka.
Itulah yang membuat mereka tidak bisa terlihat oleh orang di dalam ilusi itu, Lin Beishang membuka matanya yang bercahaya keemasan ketika kekuatannya melesat dengan sangat cepat.
"Tahap Dewa !" Seru Lin Beishang dan melihat Bei Zhao yang juga sudah sadar dari pingsan nya.
"Selamat, kalian berdua telah menjadi Tahap Dewa. Kalian adalah orang pertama yang berhasil untuk melewati Ilusi Kegelapan Phoenix selama seribu tahun ini. " Ucap Huo Fenghuang.
"Saat ini , selama menemukan tanaman Lotus Es berumur 1000 tahun maka penyakit Nona ini akan bisa di sembuhkan. " Ucap Huo Fenghuang dengan senyum bahagia.
"Apakah itu berarti bahwa Beishang masih memiliki harapan ?" Tanya Bei Zhao dengan antusias.
"Di dunia ini , tidak ada halangan tanpa jalan keluar. Hanya saja, Lotus Es berumur 1000 tahun sangat sulit untuk ditemukan. Ini kembali lagi bergantung pada keberuntungan kalian, jika memang langit ini kalian bersatu maka kalian akan bertemu dengan Lotus Es berumur 1000 tahun. " Ucap Huo Fenghuang.
"Pada dasarnya, kultivator Tahap Dewa telah mencapai tahap keabadian dan mencapai umur 100 tahun bukanlah masalah besar. Masalahnya, Nona ini membawa 2 racun ganas. Setelah menyingkirkan racunnya maka kalian berdua akan baik baik saja dan menjadi abadi bersama. " Ucap Huo Fenghuang.
"Terima kasih atas informasi nya, Tetua. " Ucap Bei Zhao dengan sangat sopan.
"Santai saja, hanya saja aku memiliki sebuah keinginan , tidak tahu apakah bisa dikabulkan oleh kalian atau tidak. " Ucap Huo Fenghuang.
"Katakan." Ucap Lin Beishang sambil mengerutkan dahi.
"Aku ingin merepotkan kalian untuk mengantar pesan pada Klan Phoenix terkait keberadaan ku m" Ucap Huo Fenghuang dan mengeluarkan sebuah gulungan surat yang diikat dengan seadanya.
"Ketika aku mengatakan untuk menahan adikku dengan diriku sendiri, maka tidak akan ada jalan keluar lain. Itu artinya aku hancur bersama dengannya, bahkan jika kekuatan mu sebesar ini tapi aku masih akan hancur bersama dengannya. " Ucap Huo Fenghuang dengan senyum tipis.
Lin Beishang yang mendengar ini agak terpukul tapi mengetahui bahwa di dunia ini, diperlukan pengorbanan untuk mendapatkan sesuatu.
Huo Fenghuang tidak ingin adiknya terus melakukan kejahatan dan jiwanya dihancurkan oleh Petir Surga. Tapi, tidak ada jalan yang lain.
Huo Fenghuang bersedia untuk hancur bersama dengan adiknya, Iblis Pemakan Jiwa dan mengalami kekuatan Petir Surga bersama, laku bersama sama tidak akan bisa bereinkarnasi lagi.
Dengan kata lain, bersama untuk hancur menjadi debu.
Lin Beishang merasa bahwa semua ini agak janggal tapi tidak nyaman untuk menanyakan hal ini, karena hal ini bukan sesuatu yang akan dilakukan oleh kakak dan adik.
Entah kenapa, ini terasa terlalu intim, tapi Lin Beishang tidak tahu bagian mana yang salah dari kata kata Huo Fenghuang.
"Apakah Iblis Pemakan Jiwa adalah adik kandungmu ?" Tanya Bei Zhao.
Huo Fenghuang tidak langsung menjawab sebelum akhirnya menggelengkan kepalanya dengan ringan.
"Bukan, dia bukan adikku yang sebenarnya. Kami hanya bersumpah untuk menjadi kakak dan adik, baik dalam kehidupan atau kematian. Karena dia telah berada di jalan yang sesat selama ini, maka ku merasa bertanggung jawab untuk membawanya kembali ke jalan yang benar. " Ucap Huo Fenghuang dengan ringan.
Lin Beishang yang mendengar ini merasa lebih ganjil lagi, tapi memutuskan untuk tidak bertanya dan hanya menatap mata Huo Fenghuang yang penuh dengan kerinduan.
Tidak lama , pintu di buka dan menunjukkan Ye Xushi yang dalam keadaan penuh keringat.
"Ye Xushi, bagaimana dengan keadaan di luar ?" Tanya Lin Beishang.
"Untuk saat ini tenang, sangat tenang. Tapi, sebenarnya ada orang aneh di balik pasukan Chu Huli. Tampaknya itu adalah Iblis Pemakan Jiwa yang dikatakan. Saat ini, mereka sedang beristirahat sebelum nanti akan berperang lagi. Untuk saat ini, kerugian yang kita miliki belum terlalu besar. " Ucap Ye Xushi dengan terengah engah.
"Hm, aku mengerti. Lalu, bagaimana dengan Jenderal Xie ? Apakah mereka telah datang ?" Tanya Lin Beishang.
"Belum, mereka dihadang di Dinasti Long, tapi tidak masalah. Pasukan bantuan akan segera datang. " Ucap Ye Xushi dengan optimis.
Tapi, Lin Beishang menggelengkan kepalanya dengan muram, jika mendengar laporan yang diberikan oleh Ye Xushi.
__ADS_1
Maka , Chu Huli tidak akan mengambil istirahat kecuali sudah memastikan kemenangannya di tangan.
Chu Huli seharusnya telah memperkirakan bahwa Lin Beishang memiliki pasukan bantuan di Dinasti Song. Lin Beishang tiba tiba membelalakkan matanya.
"Bagaimana dengan kondisi Dinasti Long pada saat itu ? Apakah ada di sebutkan dalam pesan ?" Tanya Lin Beishang dengan buru buru.
Ye Xushi tampak terkejut dengan perubahan nada Nona nya yang selalu tenang lalu mengingat ngingat isi pesan.
"Dikatakan bahwa kota sangat damai dan kosong, tampaknya telah ditinggalkan. " Ucap Ye Xushi.
"Sialan ! Si Tua Xie itu adalah seorang Jenderal, bagaimana mungkin dia tidak mengetahui hal ini ?!" Tanya Lin Beishang dengan murka.
Ye Xushi bingung melihat kemarahan Nonanya yang terlalu tiba tiba, bukankah ini berita baik bahwa prajurit mereka tidak dihadang oleh musuh ?
Wajah Bei Zhao juga berubah menjadi muram dan tampak sangat kelam, ini justru membuat Ye Xushi lebih bingung lagi.
"Taktik kota kosong ya ?" Gumam Huo Fenghuang ketika mendengar hal ini.
Ye Xushi yang mendengar ini langsung menyadari penyebab kegelisahan Nonanya, saat ini wajah bersinar Ye Xushi langsung ikut muram.
"Taktik Kota Kosong, dimana kota terlihat damai dan musuh akan menjadi kurang waspada sebelum akhirnya disergap. " Ucap Bei Zhao dengan muram.
(Untuk Taktik Kota Kosong ini benar benar ada, bisa dicari di go*gle, untuk lebih jelas bisa dicari sendiri, terimakasih. )
"Tidak perlu menunggu lagi, karena Chu Huli sangat percaya diri maka mereka pasti telah menyiapkan banyak hal. Ini adalah kesalahanku karena tidak memerintahkan mereka untuk melewati jalan memutar. " Ucap Lin Beishang dengan penyesalan yang terlihat jelas di wajahnya.
"Ye Xushi, saat ini kamu hubungi semua ahli yang kita miliki. Suruh mereka jangan menunggu lagi dan berkumpullah disini. Bagaimana dengan keadaan Lan Xiang ?" Tanya Lin Beishang.
"Tertusuk oleh 2 panah tapi penyamarannya tidak terungkap. " Ucap Bei Zhao.
"Aku harus melihat kondisinya lalu membahas hal ini dengan Lin Yue. Tetua, bagaimana menurutmu ? Apakah kamu akan keluar saat ini atau nanti ?" Tanya Lin Beishang.
"Nanti saja, ketika peperangan mencapai puncak maka aku akan keluar. Tenagaku tidak banyak, sehingga aku tidak bisa menghabiskan tenaga untuk hal yang sepele. " Ucap Huo Fenghuang dengan jujur.
"Baiklah, aku mengerti. " Ucap Lin Beishang.
Lin Beishang keluar dari ruang bawah tanah misterius milik Dinasti Tang bersama dengan Bei Zhao dan Ye Xushi.
Sementara Bei Zhao dan Ye Xushi berjalan menuju garis depan bersama dengan Lin Yue, Lin Beishang berjalan menuju tempat pengobatan.
Sesampainya di tempat yang sibuk dan penuh dengan orang itu, Lin Beishang mencari Lan Xiang. Disanalah, Lan Xiang tampak pingsan dengan luka perban yang memenuhi tubuhnya.
Ditemani oleh seorang pria yang sangat dikenal oleh Lin Beishang, siapa lagi jika bukan Yang Xin ? Lin Beishang berjalan mendekati mereka berdua.
"Terimakasih karena telah menjaga Lan Xiang. " Ucap Lin Beishang dengan suara rendah.
"Sudah menjadi kewajiban ku. " Ucap Yang Xin sambil mengangkat kepala dan menatapnya.
Lin Beishang menatap pemuda yang telah berubah terlalu banyak itu, lalu kembali menatap Lan Xiang.
"Lan Xiang tidak memiliki banyak orang untuk mengerti dirinya, aku akan sangat senang jika ada seseorang yang bisa menjaganya. " Ucap Lin Beishang sambil mengobati Lan Xiang.
Bagaimanapun, kemampuan Lin Beishang sangat tinggi sehingga tidak dapat dibandingkan dengan tabib tabib yang sebelumnya menolong Lan Xiang.
Lin Beishang melihat tatapan yang dimiliki oleh Yang Xin untuk Lan Xiang sehingga ingin memastikan dugaannya.
"Jika kamu benar benar menyayanginya, maka jagalah dia. Dia telah bersamaku sejak muda, meskipun bicaranya terkadang terlalu berlebihan tapi dia adalah orang yang sangat baik. Ini adalah kesalahanku bahwa aku tidak mempercayai nya di masa lalu, tapi dia selalu mempercayaiku dengan sepenuh hati. " Ucap Lin Beishang sambil menatap Lan Xiang.
"Ini sama seperti sebelumnya, kamu tidak pernah berubah. Hal yang tidak berkaitan denganmu, kamu akan mengambilnya sebagai kesalahan yang telah kamu perbuat. Di masa depan, kamu harus lebih menyayangi dirimu sendiri, karena tidak semuanya adalah salah dirimu. " Ucap Yang Xin.
"Aku melakukan ini karena aku tahu, jika Lan Xiang tahu bahwa kamu menyalahkan dirimu sendiri, maka dia akan sedih. " Lanjut Yang Xin.
Lin Beishang tersenyum dan menepuk bahu Yang Xin.
"Akhirnya aku menyadari bahwa kamu benar benar telah dewasa, tidak sembrono seperti di masa lalu lagi. " Ucap Lin Beishang dengan senyum lebar.
...----------------...
Disini dijelaskan betapa besarnya penyesalan Bei Zhao karena tidak membawa Lin Beishang untuk bersamanya di masa lalu. Ep selanjutnya akan menujukkan ketegangan yang mengerikan, jadi siap siap ya.
__ADS_1