
"Beishang, mendekatlah pada ayah. " Ucap Zhou Yi Nian dengan suara yang lelah.
Dia mendekat pada Zhou Yi Nian meskipun tampan tidak senang.
"Beishang, ayah sudah memperlakukan mu secara tidak adil sebelumnya, ayah minta maaf untuk itu. Kau mungkin tidak ingin dengar, tapi aku rasa kau harus mendengarnya, tidak peduli apa kau percaya atau tidak. Kau mungkin akan semakin membenciku, aku tahu itu. " Ucap Zhou Yi Nian dengan tatapan yang redup.
"Apa yang ingin kau katakan ?" Tanya nya dengan gemetar, dia tertawa getir dan secara mau tidak mau mengakui bahwa dia merasa gugup.
Dia ingin mendengar bahwa segala tindakan Zhou Yi Nian adalah untuk kebaikannya dan meminta maaf padanya, tapi dengan segera dia mengenyahkan mimpi indahnya ini.
"Beishang, tahukah kamu kenapa aku selalu memperlakukan mu secara tidak adil sebelumnya ? Karena aku berpikir dengan aku merawat mu lebih keras maka kau akan berubah menjadi pribadi yang kuat. " Ucap Zhou Yi Nian sementara dia terdiam dan tangannya mendingin.
Jantungnya jatuh, matanya meredup dan dadanya seperti sedang dihantam oleh batu ratusan ton sementara kakinya berubah menjadi jeli dan menatap Zhou Yi Nian dengan gemetar.
Dia menggertakkan gigi untuk memaksa dirinya sendiri untuk tetap tenang dan tidak terlalu senang di awal karena mungkin kata kata Zhou Yi Nian selanjutnya tidak sesuai dengan harapannya.
" Zhou Beishang, tahukah kamu kenapa aku selalu mengacuhkanmu ? Karena aku ingin kau tumbuh menjadi pribadi yang kuat. Aku tahu bahwa suatu hari nanti aku tidak akan bisa melindungimu lagi. "
"Jika aku memanjakanmu seperti putra Putri yang lain, maka kau akan kesulitan dimasa depan dan hanya bisa bergantung padaku. Sementara mereka masih memiliki tenaga dalam, kau tidak bisa berlatih tenaga dalam. Aku harus memikirkan ini dengan matang matang, jika suatu hari nanti kau menjadi salah satu pemuas nafsu para pejabat maka aku hanya bisa menyalahkan diriku sendiri di alam kematian. " Ucap Zhou Yi Nian dengan senyum sedih.
"Aku ingin kau membenciku, aku ingin kau hidup menggunakan kebencian itu agar kau bisa hidup lebih kuat, kau bisa hidup dari kebencian itu dan mengembangkan kemampuan lain. Ketika seseorang berada di titik terbawah nya maka orang itu akan menemukan sesuatu untuk memanjat naik. " Ucap Zhou Yi Nian.
"Katakan padaku, apa yang kau inginkan ? Jangan mengarang cerita bodoh ini untukku !" Ucapnya dengan histeris dan mengguncang tubuh Zhou Yi Nian.
"Apa yang ku katakan adalah kenyataan, sebenarnya aku sangat menyayangi mu, sama seperti aku menyayangi ibumu. Di kehidupan ini kita belum bisa menjadi keluarga yang baik, mari menjadi keluarga yang baik di kehidupan selanjutnya. " Ucap Zhou Yi Nian dengan senyum redup sebelum akhirnya kehilangan daya.
"Ayah !" Dia berteriak dengan terkejut dan dengan cepat memeriksa denyut nadi ayahnya.
Dia menemukan bahwa itu masih berdenyut meskipun sangat lemah, dia dengan cepat mengeluarkan satu set jarum peraknya dan menusuknya di beberapa titik akupuntur di bahu ayahnya.
Dia cemas sampai sampai kesulitan untuk bernafas, dia berusaha untuk mengalihkan segala perhatiannya pada tubuh ayahnya.
__ADS_1
Dia tidak boleh tenggelam dalam lamunan terhadap kenyataan besar yang dikatakan oleh Zhou Yi Nian sebelumnya, dia harus fokus pada ini dulu.
Dibelakang, pintu dibuka yang menunjukkan Xie Bei Chuan yang marah marah.
"Apa yang kau lakukan ?!" Tanya Xie Bei Chuan dengan suara melengking.
"Diam ! A Xiang, seret dia keluar ! Jika dia tidak bisa mendengar maka pukul dia sampai mati ! Siapapun yang berani tidak mematuhi perintah putri ini maka akan mati !" Ucapnya dengan marah.
Xie Bei Chuan diseret oleh A Xiang dengan kejam sementara Xie Bei Chuan terus merapalkan kutukan padanya.
"Jangan ada yang masuk sebelum Yang Mulia Putri ini keluar !" Teriaknya dengan marah dan hawa membunuh di tubuhnya keluar secara tidak terkendali.
"Zhou Beishang ! Jangan lupa bahwa ini adalah kediaman Perdana Menteri Zhou, kau tidak boleh melakukan pembunuhan disini !" Teriak Xie Bei Chuan dari luar.
Dia mendengus dingin dan memilih untuk tidak menjawab teriakan nenek lampir itu dan memilih untuk fokus pada ayahnya.
"Dasar orang tidak berpengetahuan, dan memiliki mulut yang besar. " Umpatnya dengan kesal di dalam kamar ayahnya sembari mengobati ayahnya.
Itu menentang Surga dan tidak di perbolehkan, belum lagi jika hal itu berakibat pada roda reinkarnasi jiwa yang dibawanya dari alam kematian.
Hasilnya akan fatal dan lebih buruk daripada yang dipikirkan, jadi meskipun ada keterampilan yang mengajarkan untuk membawa orang kembali dari kematian.
Dia tidak akan mempelajarinya meskipun buku itu disodorkan di depannya, apalagi kalau orang menyuruhnya untuk mencari buku semacam itu.
Setelah beberapa saat, denyut nadi Zhou Yi Main berubah menjadi lebih terasa dan stabil, dia dengan segera mencabut beberapa jarumnya.
Lalu menusuk jarinya sendiri, jarum perak itu berubah menjadi hitam pekat layaknya langit malam yang dapat menyimpan segalanya.
Dia membuka sedikit bibir Zhou Yi Nian dan meneteskan darahnya di dalam mulut ayahnya, dia hanya memberi tiga tetes.
Bukannya dia pelit, tapi ini untuk kebaikan ayahnya sendiri. Jika terlalu banyak maka ayahnya akan berubah menjadi orang yang haus darah.
__ADS_1
Selain itu, ayahnya juga tidak akan sanggup menahan kekuatan darah racun miliknya dalam jumlah yang lebih dari 3 tetes.
Berbeda dengan Bei Wang yang merupakan seorang petarung unggul dan gagah, meminum lebih dari 3 tetes tidak akan membuat pemuda itu gila.
Huft, di saat seperti ini pun dia masih memikirkan Bei Wang. Sungguh menyebalkan sekali, pemuda itu belum pulang sampai saat ini.
Ck ck, dia tidak akan heran apabila nanti Dinasti Tang mengumumkan bahwa Putri Mahkota Dinasti Tang sedang mengandung.
Dan dia bisa menebak siapa pelakunya dengan mudah, dia mendengus dingin sementara dia masih mengobati ayahnya.
3 Jam kemudian
Dia melihat Kelopak mata Zhou Yi Nian sedikit bergerak selama dia sedang duduk dan mengamati wajah tua yang sedang tidak sadar itu.
"Ayah, kau sudah bangun. Bagaimana dengan kondisimu ?" Tanya nya dengan santai.
Dia akhirnya bisa menghela nafas lega.
"Beishang, ayah tidak menyangka bahwa aku masih bisa melihatmu lagi. Aku pikir tadi adalah ujung kehidupanku. " Ucap Zhou Yi Nian dengan senyum tulus.
Melihat senyum tulus yang tidak pernah di lihatnya, dia langsung merasa terpukul dan terlempar menghantam dinding.
Dia merasa jantungnya jatuh dan nafasnya berubah menjadi pendek pendek seolah olah baru saja ditimpa oleh batu besar.
Dia berusaha untuk menyesuaikan diri dan tidak merasa terlalu banyak, dia tidak ingin menunjukkan bahwa sebenarnya dia sangat senang atau sangat sedih.
"Beishang, kau mungkin membenciku, tapi aku tidak memiliki pilihan lain saat itu. Aku pikir itu hanya satu satunya jalan untukmu, tapi aku tidak tahu bahwa pada akhirnya itu menghancurkan mu. " Ucap Zhou Yi Nian.
"Ayah, apakah kau dulu tidak pernah berpikir bahwa karena kebencian ini bisa menjadi pedang bermata dua bagimu ? Karena kebencian ini, bisa saja aku membunuhmu. " Ucapnya dengan tatapan yang menggelap.
"Aku tahu, kau sudah memikirkan itu sejak lama dan tidak pernah merasa keberatan. Jika kamu bisa membunuhku maka itu artinya kamu sudah memiliki kekuatan yang cukup, itu artinya kau sudah bisa melindungi diri sendiri. Selama kamu baik baik saja maka aku tidak keberatan untuk menukar hidupku. "Ucap Zhou Yi Nian.
__ADS_1