Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
197. Sebuah Senjata Iblis


__ADS_3

Bei Zhao menggendong tubuh Lin Beishang yang masih memegang belati kupu kupu yang diberikannya dengan erat erat seolah olah takut bahwa itu akan hilang.


Sesampainya di tenda, Bei Zhao dengan hati hati membuka lapisan jubah luar milik gadis itu dan terlihat bahwa luka telah menjadi lebih parah.


Setelah bahan kain yang kasar tampak seperti terbuat dari karung menggesek luka tersebut, itu telah menjadi luka besar.


Bahu putih pucat milik Lin Beishang terekspos sepenuhnya dan Bei Zhao bisa melihatnya dengan jelas tapi tidak membuatnya senang.


Terlihat bahwa disana ada banyak bekas luka baik lama atau baru, ini seperti melihat tubuhnya sendiri.


Dibalik penampakan tubuh kekar yang dimiliki oleh Bei Zhao, dibalik pakaian yang gagah itu, terlihat bahwa ada banyak bekas luka yang didapatkan dari medan perang.


Bei Zhao merawat luka Lin Beishang dengan penuh perhatian dan penuh kasih sayang, seolah olah itu adalah dirinya sendiri.


Setelah selesai menaburkan berbagai macam obat, Bei Zhao melepaskan jubahnya sendiri yang terbuat dari bahan sutra terbaik dan melapisi tubuh Bei Zhao.


Baru saja akan duduk tenang dan menyandarkan kepala di tenda sambil menunggu sadarnya Lin Beishang , terdengae suara aneh dari dalam tenda.


Klatuk, Klatuk, Klatuk !


Awalnya suara itu pelan tapi lama kelamaan menjadi lebih besar dan lebih panjang sebelum akhirnya Bei Zhao melihat Belati kupu kupu yang diberikan olehnya untuk Beishang, sedang bergetar tanpa henti.


Sebelum akhirnya mengeluarkan cahaya yang sangat terang bahkan Bei Zhao tidak tahan dan memejamkan matanya.


Setelah membuka matanya lagi, terlihat bahwa senjata itu mengeluarkan asap hitam yang tebal dan tampak seperti senjata yang berbeda dengan sebelumnya , tampak sangat indah dan mahal.


Senjata itu mendekati Lin Beishang dan menggores jari Lin Beishang, darah mengalir ke atas senjata itu dan diserap sebelum akhirnya menjadi tenang.


"Senjata Iblis. " Desis Bei Zhao sambil memandang senjata itu dengan tatapan tajam.


Siapa yang tidak tahu tentang legenda Senjata Iblis, dimana kekuatan senjata meningkat 10 kali lipat dan hanya bisa memiliki 1 Tuan.


Ketika Tuannya meninggal, senjata Iblis akan hancur menjadi ribuan keping bersama dengan Tuannya. Semua ciri ciri yang ada di buku, sama persis dengan yang terjadi pada belati kupu kupu itu.

__ADS_1


Tapi, yang anehnya adalah dibuku tidak dikatakan bahwa Senjata Iblis dapat memilih Tuannya sendiri, apakah mungkin karena Beishang yang menempa nya sendiri ?


Bei Zhao juga tidak mengerti tapi perlahan lahan menjadi lebih tenang, dengan keberadaan Senjata Iblis maka Beishang akan menjadi lebih aman di masa depan.


Keesokan harinya, ketika matahari terbit, Lin Beishang tersadar dan menatap Bei Zhao yang sedang tertidur sambil posisi duduk dengan punggung yang menyender di tenda.


Lin Beishang berdiri lalu berjongkok di sebelah Bei Zhao sambil menyeret jubah Bei Zhao yang sangat besar di tubuhnya.


Lalu, Lin Beishang menekan nekan pipi Bei Zhao sebelum akhirnya terkejut karena Bei Zhao tiba tiba membuka matanya dan menariknya ke dalam pangkuan.


"Sejak kapan kau menjadi sangat nakal, hm ?" Tanya Bei Zhao sambil mencubit kedua pipinya bersamaan.


"Lehhhpaskanhh !" Teriak Beishang sambil meronta ronta dan tidak dapat berkata dengan jelas karena pipinya sedang dicubit oleh Bei Zhao.


(Mulai sekarang, namanya tidak akan Lin Beishang lagi melainkan hanya Beishang saja, sesuai dengan judul. )


"Apa ? Aku tidak mendengarkan nya. " Goda Bei Zhao , Beishang tampak marah dan menatap Bei Zhao dengan tatapan tajam sebelum akhirnya Bei Zhao melepaskan nya.


Beishang berdiri sambil cemberut dan mengambil belati miliknya tapi sesaat kemudian, Beishang menyadari bahwa ada perubahan pada belati nya.


"Selamat, kamu sekarang memiliki sebuah Senjata Iblis. " Ucap Bei Zhao sambil bertepuk tangan padanya.


"Senjata Iblis ?" Tanya Beishang dengan tatapan tidak percaya dan langsung mencoba nya.


Beishang melemparkan belati itu ke tanah tanpa tenaga dan belati itu menancap begitu dalam bahkan hampir menenggelamkan seluruh gagangnya.


"Astaga ! Ini sangat baik !" Ucap Beishang dengan sangat girang dan semangat sementara Bei Zhao hanya menggelengkan kepalanya dengan ringan ketika melihat tingkah Beishang yang kegirangan.


Beishang adalah orang yang sederhana , mudah tertawa karena hal hal sederhana dan mudah marah karena hal hal sederhana.


Tidak lama kemudian, Beishang keluar dan melihat bahwa mayat pemimpin yang kemarin telah hampir mengalami kehancuran karena menjadi pelampiasan bagi para prajurit.


Para prajurit menangisi kepergian teman mereka , sahabat mereka, kerabat mereka dan banyak hal lainnya.

__ADS_1


Beishang menghela nafas ringan dan meminta seseorang untuk membawa pemimpin pasukan musuh itu dan membisikkan sesuatu pada prajurit itu.


Prajurit itu membelalakkan matanya dan tampak terkejut dengan niatnya, tapi Beishang telah lebih dahulu menaruh satu jarinya di depan bibir untuk menunjukkan bahwa prajurit itu harus diam.


Prajurit itu hanya bisa menuruti permintaan nya dan Lin Beishang duduk di salah satu kursi sederhana yang terbuat dengan kayu yang masih kasar dan belum di haluskan.


Semula , ini adalah tempat duduk kebanggaan Jenderal Yu yang sangat hebat tapi sekarang yang duduk adalah orang yang berbeda tapi memiliki aura yang sama, sama sama keras kepala.


Beishang menatap kursi yang menyimpan banyak kenangan ini sebelum akhirnya tampak tersenyum tapi tidak benar benar tersenyum dan mengelus kayu yang sudah usang setelah diterjang hujan dan angin deras kemarin.


Kayu itu lembab dan dimakan oleh rayap, tentu saja itu akan menjadi hancur, barang bisa saja hancur tapi kenangannya tidak akan pernah hancur.


Beishang menguburkan ini dalam dalam di pikirannya dan tidak akan pernah melupakannya, sayang sekali bahwa Nenek dan pamannya pergi terlebih dahulu dan dia tidak memiliki kesan sama sekali tentang mereka.


Beishang menghela nafas dengan rendah dan berjalan, lalu meloncat naik ke atas kuda perang miliknya yang semula digunakan olehnya untuk datang kemari.


Kota Lanyue yang setengah hancur, tidak memiliki orang yang tinggal karena orang yang tinggal telah di ungsikan ke perbatasan barat ibukota.


Ketika mereka mendengar bahwa Kota mereka masih bisa dipertahankan, mereka merasa sangat senang seolah olah Tael Emas jatuh dari langit.


Mereka bersama sama membangun rumah bersama dengan kerja sama, itu bahkan menjadi lebih indah. Beishang resmi mengundurkan diri dari posisi Putri miliknya dan tidak memiliki hubungan yang tersisa dengan Lin Xi setelah bersujud tiga kali di hadapan Lin Xi.


Beishang saat ini tidak memiliki marga, tidak mungkin untuk mengenakan marga Zhou seperti sebelumnya, sepertinya lebih baik jika hanya Beishang saja seperti ini.


Beishang berjalan keluar dari Istana yang telah mengekangnya beberapa bulan belakangan ini dengan sangat gembira dan menggandeng tangan Bei Zhao dengan penuh semangat.


Keduanya berlari keluar seolah olah kuda yang baru dikeluarkan dari kandang, keduanya telah sepakat untuk menjalani dan menghadapi apapun yang terjadi di masa depan bersama sama.


...----------------...


Bonus Up : 3 / 3


Note : Tenang, ini bukan end kok. Kali ini, author akan kasih sedikit istirahat buat para pembaca, he he karena bab bab selanjutnya akan diwarnai dengan peperangan tanpa akhir dan tentunya kesedihan dan penderitaan.

__ADS_1


Jadi, untuk 5 bab selanjutnya, silakan siap siap tisu yang banyak ya 😂


__ADS_2