Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
90. Cambuk Yue Shan


__ADS_3

Keesokan harinya


Zhou Beishang yang menggunakan pakaian biasa, mendatangi sebuah ruangan batu yang ada di kamar Wei Xu.


Disana ada berbagai senjata, atau lebih tepatnya ada ratusan senjata yang berbeda yang terpasang disana.


Dia melihat bahwa di sudut ada sebuah kotak kayu yang kotor dan usang, lalu mengambilnya dan membukanya.


Di dalamnya adalah sebuah cambukan yang di gulung dengan rapih, tampak sangat baik bahkan lebih baik daripada miliknya sebelumnya.


Dia mengambilnya dan mengangkatnya, tampak sangat bagus, dia yakin ini akan cocok untuk menjadi miliknya.


Di gagangnya, dengan dalam terukir sebuah kata kata '月山', dia mengerutkan dahi dan membacanya dengan serius.


Yue Shan


Gunung Bulan, nama yang indah. Memang dikatakan bahwa ada sebuah batu giok yang hanya ada seribu tahun sekali.


Itu hanya ada di puncak gunung yang sangat tinggi, giok itu telah melewati ratusan purnama atau bahkan ribuan dan menyerap seluruh cahaya bulan.


Sehingga dari batu biasa berubah menjadi Giok Bulan yang sangat berharga, tidak banyak orang yang bisa menemukan Giok Bulan.


Mungkinkah gagang ini terbuat dari Giok Bulan yang langkah ? Dilihat dari tampilannya, itu sesuai dengan apa yang ada di deskripsi buku sejarah.


Jika memang benar maka dia akan menemukan harta besar, tidak heran bahwa ini menjadi salah satu benda usang di pojok.


Penguasa sebelumnya selalu pria dan tidak banyak pria yang ingin menggunakan cambukan, rata rata akan menggunakan pedang.


Paling paling mereka hanya akan memandang rendah Cambuk Yue Shan dan tidak menelitit lebih jauh.


Dia segera menyimpan Cambuk Yue Shan dengan bersemangat, pedang atau tombak gagah lainnya tidak lagi menarik perhatiannya.


Selain panahan, maka cambuk adalah senjata favoritnya. Dia tidak suka menggunakan pedang, entah kenapa, tidak ada alasan khusus.


Dia hanya merasa bahwa dia tidak cocok dengan pedang. Pedang terlalu kaku dan bertumpu pada kekuatan.

__ADS_1


Sementara dia bertumpu pada kecepatan dan kelincahan, sehingga dia kurang cocok dengan pedang. Belum lagi, membawa pedang terlalu mencolok.


Panahan adalah senjata yang bagus, tapi jika dalam jarak dekat maka akan sulit untuk melawan musuh yang ada di depan.


Lalu, panahan juga harus terus menerus mengandalkan anak panah. Jika anak panah habis maka tidak akan ada jalan keluar.


Dia mengaitkan Yue Shan di pinggangnya dan tidak tampak terlalu mencolok, dengan pakaiannya yang berlengan lebar, maka itu tertutupi dengan sempurna.


Dia menggunakan gaun warna biru tua dan tidak tampak mencolok, lalu berjalan sedikit lagi lebih dalam dan melihat bahwa ada jajaran topeng yang berdebu.


Lalu melihat salah satu nya, dia dengan mudah mengambil topeng kupu kupu yang menutupi sekitar mata dan hidungnya.


Lalu, dia mengikat rambutnya seperti ekor kuda dengan pita yang berwarna senada dengan pakaiannya.


Meskipun pakaiannya tidak terlalu buruk itu tidak terlalu mewah juga, paling paling dia terlihat seperti putri pedagang menengah.


Dia akan pergi ke Dinasti Qin dan banyak orang yang telah pernah melihat wajahnya, dia akan membuat keributan tentu saja, jadi dia harus menutupi wajahnya.


Selain itu, meskipun tidak ada Bei Wang, masih ada ahli tingkat penguasa lain yang ada di Dinasti Qin. Yaitu, Ketua Sekte Pedang Surgawi yang jarang muncul , ayah Yang Xin.


Apalagi, saat ini Bei Wang masih belum pergi seperti yang dikatakan. Jadi, ada dua ahli tahap penguasa di Dinasti Qin atau bahkan lebih.


Ilmu meringankan tubuhnya tidak buruk sama sekali, kedatangannya ke Dinasti Qin tentu saja memiliki tujuan tidak benar benar hanya untuk menghabiskan waktu.


Setelah menggunakan topeng, ia pergi menuju luar dan melihat bahwa A Xiang , A Ling dan Lin Bersaudara sedang berbicara.


"Nona." Ucap keempatnya dengan sopan.


"Hm, aku ingin berlatih tanding dengan kalian berempat. " Ucapnya dengan tiba tiba.


Semuanya terkejut tapi dia tidak menunggu mereka lagi, dia meskipun tingkat tenaga dalamnya tinggi. Tapi, dia belum pernah menggunakannya kecuali saat melawan Wang Jian.


Sehingga dia hampir seperti cakar panjang yang tumpul, tidak bisa melukai siapapun. Dia harus melakukan pembiasaan dengan tenaga dalamnya.


Dia menarik Yue Shan dan mencambuk keempatnya dengan segera, layaknya ular yang menerkam mangsanya, Yue Shan menerjang dengan ganas.

__ADS_1


Lan Xiang dan Fang Ling menerjang ke kiri dan Si kembar Lin menerjang ke arah kanan, tempat yang sebelumnya mereka berkumpul berubah menjadi kosong.


Meja terbelah menjadi dua ketika Yue Shan mendarat, sementara dia segera menarik kembali Yue Shan dan berbalik untuk menghindari serangan Fang Ling dari belakang.


Yue Shan melilit pedang Fang Ling dan menjatuhkannya ke tanah, Fang Ling tampak menggertak kan gigi dan menarik pedangnya sekuat tenaga.


Sebelum akhirnya terlepas dari Yue Shan karena dia harus melindungi diri dari serangan tombak kembar milik Lin Bersaudara.


Yue Shan mencambuk tombak Lin Wei dan Lin Yan, keduanya terdorong mundur beberapa langkah sementara dari atas ada A Xiang yang menukik padanya dengan pedang yang teracung.


Dia melompat ke kiri sebelum akhirnya naik ke atas atap, mereka berempat bertarung dengan sengit di atas atap.


Keempat senjata yang berbeda itu dengan agresif menyerang ke arahnya, sementara Yue Shan menyapu mereka semua dengan ganas.


Dia melangkah mundur beberapa kali sebelum akhirnya berputar dan Yue Shan melindunginya dari serangan tombak Lin Yan.


Dia melompat ke bawah dan mendarat di tanah dengan mulus keempatnya terus mengikutinya dan bertarung dengan sengit, dia menyipitkan matanya dan bertarung dengan serius.


Lin Yan, Lin Wei dan A Xiang sudah mencapai Tahap Ahli dan A Ling yang masih muda sudah mencapai tahap Tinggi.


Karena mereka sering berlatih bersama, mereka memiliki kekompakan yang baik, sehingga tampak setara dan memiliki kekuatan sangat besar.


Dia terus bertarung dan menghindari satu demi satu serangan, matanya mengarah pada A Ling yang paling lemah di bandingkan yang lain.


A Ling yang tidak menyangka bahwa dia akan menyerangnya langsung terkejut dan dikalahkan, dia menyimpan Yue Shan kembali agar tidak melukai Fang Ling.


Lagipula, ini semua hanya untuk latihan, mereka semua terengah engah, ini hampir 1 jam untuk bertarung dengan sengit dan Fang Ling yang masih muda tampak terengah engah paling parah.


"Pertarungan yang baik, aku sepertinya harus berlatih lebih sering dengan kalian di masa depan. " Ucapnya sambil menyeringai.


"Aku takut, jika aku sering bertarung dengan Nona maka pinggang ku akan patah. " Ucap Lin Wei dengan tidak tahan.


Dia yang mendengar ini tertawa keras, memang benar ini benar benar membuat tulangnya berbunyi. Dia merasa seperti orang tua yang sulit untuk bertarung, saat ini padahal dia baru berumur 20 tahun.


Tidak di sangka sangka bahwa dia yang melihat dirinya sendiri tanpa harapan dan masa depan, bisa berdiri dengan sehat sampai 20 tahun dan menjadi Ratu.

__ADS_1


Dia benar benar membanggakan dirinya sendiri atau lebih tepat nya dia bangga pada dirinya sendiri. Sudah berulang kali dia hampir meninggal, tapi selalu ada yang menariknya dari ambang kematian.


Dan disinilah dia, berdiri dengan angkuh dan bisa memandang orang lain dengan rendah. Semua orang bertekuk lutut dengannya dan memandangnya penuh hormat dan pemujaan.


__ADS_2