Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
231. Akhir dari Kebencian


__ADS_3

"Apa yang terjadi pada Beishang ?!" Tanya Ye Xushi dengan terkejut dan panik.


"Chu Huli datang dan menyerang Beishang ! Jun Ying telah dibunuh olehnya dan aku disuruh untuk pergi dan kekuatanku hilang ketika ingin pergi mendekati Chu Huli !" Ucap Lin Yue dengan panik dan air mata mengalir di wajah Lin Yue.


Ye Xushi yang mendengar ini tidak menunda lagi dan tidak lupa bahwa Lin Yue baru saja sembuh dari sakit dan langsung membawa Lin Yue dengan posisi pengantin.


Sesampainya di balai pengobatan, Ye Xushi menurunkan Lin Yue dan melihat mayat Jun Ying yang terjatuh tanpa daya.


Tidak hanya Lin Beishang yang sudah sadar bahkan ada Bei Zhao sedang bertarung dengan seorang pria yang tampak kacau.


Di sekitaran mereka bertiga, ada lingkaran energi hitam yang tampak membatasi orang lain untuk membantu.


"Ye Xushi, Lin Yue, pergi dan lindungi orang orang, jangan mendekat ke sini !" Teriak Lin Beishang dengan wajah yang pucat.


"Bagaimana dengan mu ? Kamu masih terluka parah !" Ucap Lin Yue dengan khawatir.


"Hanya bisa menyerahkan nya pada takdir, saat ini Chu Huli tidak dapat mengenali dirinya sendiri dan kebijakan serta akal sehatnya telah hilang dan hanya menyisakan kebencian mendalam. Kekuatannya saat ini sedang berada di puncak dan kalian yang berada di tahap Kaisar akan hancur seperti Jun Ying jika memaksa untuk mendekat kemari !" Jelas Lin Beishang dengan singkat.


Lin Beishang bekerja sama dengan Bei Zhao untuk menahan Chu Huli yang menggila. Lin Beishang tidak tahu apa yang terjadi padanya tapi ketika merasakan aura yang berbahaya, kesadarannya langsung kembali ke tubuhnya.


Jadi, ketika Lin Beishang bangun, seluruh tubuhnya sakit tapi untungnya Pedang Embun Bulan berada di sampingnya.


Hanya saja, ketika tersadar itu telah terlambat bagi Jun Ying karena ketika Lin Beishang sadar, Jun Ying telah kehilangan nyawanya karena berusaha untuk bertarung dengan Chu Huli yang telah menggila.


Kebetulan yang sangat baik bahwa Bei Zhao juga tersadar, jika ini dalam kondisi prima sekalipun. Maka sulit bagi mereka berdua untuk melawan Chu Huli dalam kondisi menggila ini.


Apalagi ketika mereka berdua terluka parah seperti ini ? Maka tidak akan ada jalan lain selain mati bersama sama.


"Nona, harap jaga dirimu ! Xushi tidak akan sanggup untuk menerima kematian yang lebih banyak !" Ucap Ye Xushi dan berlutut di luar lingkaran.


"Semua saudara saudari telah pergi dan hanya menyisakan Nona dari Paviliun Tianmei. Bahkan Lan Xiang dan Yang Xin juga telah pergi. " Ucap Ye Xushi dengan sedih.

__ADS_1


Lin Beishang yang mendengar ini terhenyak dan tampak menatap dengan tatapan tidak percaya. Bagaimana mungkin, pasangan yang menatap satu sama lain dengan penuh cinta meninggal dalam peperangan ini ?


"Bagaimana mereka berdua bisa meninggal ?" Tanya Lin Beishang dengan suara rendah dan berusaha untuk tetap fokus pada pertarungannya.


"Dari apa yang aku lihat bahwa Lan Xiang meninggal dalam peperangan sementara Yang Xin tidak sanggup dan menusuk dirinya sendiri dengan pedang miliknya. " Ucap Ye Xushi dengan kesedihan mendalam.


Lin Beishang yang mendengar ini merasa bahwa nafasnya menjadi lebih berat dan memejamkan matanya lalu meneteskan air mata, tapi dia tidak bisa lalai.


Jika dia meninggal sebelum membunuh Chu Huli maka puluhan ribu rakyat Dinasti Tang akan berada dalam masalah.


Lin Beishang tidak ingin ini terjadi, walaupun di dalam hatinya, Lin Beishang menyesal bahwa tidak bisa melihat Lan Xiang terakhir kalinya.


'Aku berharap bahwa aku bisa bertemu dengan kalian lagi di masa depan. ' Pikir Lin Beishang dalam hati dan memandang ke arah Bei Zhao dengan tatapan rumit, Bei Zhao mengangguk.


Mereka menyatukan telapak tangan mereka dan saling mengenggam tangan satu sama lain, berharap bahwa kematian tidak memisahkan mereka.


Kemudian dengan bersama sama menyerang ke depan, Chu Huli tampaknya tidak sadar lagi dan hanya ingin membunuh mereka.


Kebencian yang dimiliki oleh Chu Huli terlalu besar sampai sampai dapat dibilang sebagai tidak masuk akal.


"Kalian semua tidak akan pernah mengerti tentang rencana besarku !" Ucap Chu Huli, ternyata Chu Huli masih memiliki kemampuan untuk berbicara.


Lin Beishang mendorong kekuatannya sampai ke titik dimana dia menghancurkan seni bela dirinya sendiri.


Dikatakan, bahwa jika menghancurkan seni bela diri sendiri maka kekuatan akan menggila untuk sementara waktu sebelum akhirnya terluka parah dan jika beruntung hanya akan menjadi seorang cacat dan jika tidak beruntung maka akan menemui kematian.


"Beishang !! " Teriak Lin Yue dengan sedih ketika melihat darah yang mengalir dari bibir Lin Beishang.


Bei Zhao juga melihat bahwa tidak ada yang bisa dilakukan dan Bei Zhao menghancurkan seni bela dirinya juga, lalu dengan kekuatan keduanya yang menggila mendorong Chu Huli sampai ke sudut dan kedua pedang mereka memakukan Chu Huli sampai ke dinding.


Chu Huli menjerit penuh kesakitan tapi tidak lama kemudian, tubuhnya berubah menjadi abu dan menghilang.

__ADS_1


Lingkaran hitam yang memisahkan mereka hilang dan Lin Beishang jatuh ke dalam pelukan Bei Zhao dengan hidung yang mengalirkan darah.


Bei Zhao terbatuk batuk dan Lin Yue langsung mendekat berusaha untuk mengalirkan tenaga dalam padanya.


"Jangan sia siakan, tidak akan berguna. Kalian berdua harus melanjutkan tugas untuk menjaga semua orang. Mulai sekarang, bencana seribu tahun telah dilalui dan kalian akan menjalani kehidupan yang tenang. " Ucap Lin Beishang sambil tersenyum dan menggenggam tangan Lin Yue.


"Beishang..... jangan pergi.... " Ucap Lin Yue dengan lirih dan memeluk Lin Beishang dengan erat.


"Aku tidak akan pergi, kenangan tentangku akan selalu berada di dalam hatimu. Aku tidak akan pernah pergi dari sisimu. " Ucap Lin Beishang sambil memegang tangan Lin Yue.


"Yue, ayo pergi, biarkan Beishang berbicara dengan Tuan Bei. " Ucap Ye Xushi dengan mata yang memerah.


Lin Beishang tersenyum dan berusaha untuk mengucapkan terimakasih tapi tidak bisa, Lin Beishang menjulurkan tangannya untuk membelai wajah Bei Zhao.


"Aku tidak malu untuk meninggal seperti ini, aku menyelamatkan banyak orang. " Ucap Lin Beishang.


"Aku juga, aku tidak menyesal untuk melakukan ini, asalkan bersama denganmu selamanya. " Ucap Bei Zhao dan memeluk Lin Beishang.


Lin Beishang menyandarkan kepalanya di dada Bei Zhao dan memejamkan mata lalu menghela nafas terakhirnya.


Bei Zhao membelai wajah Lin Beishang yang masih penuh senyuman itu, sebelum akhirnya terkulai tanpa daya.


Pada akhirnya, ini adalah akhir dari kebencian yang dimiliki oleh Lin Beishang selama puluhan tahun. Chu Huli juga telah dihancurkan dan tidak akan pernah memasuki roda reinkarnasi lagi.


Lin Yue langsung menangis lebih deras dan memeluk mayat Lin Beishang yang telah menjadi dingin. Bahkan wajah Ye Xushi telah basah oleh air mata.


"Yue, jangan terlalu sedih. Dengan begini, Beishang tidak akan menderita terlalu banyak lagi. " Ucap Lin Yue.


Lin Yue dan Ye Xushi menguburkan keduanya bersama sama dan menjadi ratu dan raja dari Istana yang baru, pada akhirnya, keempat wilayah dipersatukan dan menjadi satu wilayah yang luar.


Dalam seribu tahun kemudian, itu akan menjadi kerajaan yang makmur dan penuh dengan sumber daya.

__ADS_1


...----------------...


Spoiler : Ini belum akhir, tapi latar selanjutnya akan menggunakan dunia modern.


__ADS_2