
Keesokan harinya, dia terbangun dengan tubuh yang hangat dan berat. Ketika dia sadar sepenuhnya, dia baru menyadari kalau ada jubah keemasan yang menutupi tubuh kecilnya.
Dia berbalik dengan hati hati hanya untuk melihat seorang pria yang tidur sambil memunggungi nya, dia untuk sejenak terpaku menatap pria itu.
Dia menghela nafas ringan dan tidak ada yang tahu apa yang ada di dalam pikiran nya ketika melihat punggung pria itu.
"Apa yang kau lakukan ?" Tanya suara dingin dari pria yang memunggungi nya itu.
"Apa maksud Wangye ?" Tanya nya sedikit terkejut karena pria itu ternyata tidak tertidur.
"Kau menghela nafas ketika baru bangun tidur, seperti memikirkan banyak masalah. " Jawab Bei Zhao dingin.
"Oh, itu hanya kebiasaan ku. " Ucap nya, dia diam diam bersyukur bahwa Bei Zhao sedang membelakangi nya.
Karena, dia yakin kalau telinga nya telah memerah saat ini karena pertanyaan yang diberikan oleh pria itu kepadanya.
"Terima kasih atas kebaikan Wangye. " Ucap nya dengan sungkan dan memberikan nya pada Bei Zhao.
"Tidak perlu, gunakan itu untuk menutupi tubuhmu. Jika kau jatuh sakit maka kau akan menyusahkan Yang Mulia ini. " Ucap Bei Zhao dengan dingin.
"Baik." Ucap nya memilih untuk mengalah dan tidak mencari masalah di pagi hari, dia berjalan turun dari kasus dan Bei Zhao mengikuti.
Sesampainya di luar tenda, dia melihat A Xiang yang sedang menunggu nya sambil membawa semangkuk racun yang selalu di minum nya setiap hari.
"Terima kasih, A Xiang. " Ucap nya dengan tulus.
Dia berjalan kembali ke dalam tenda dan menaruh mangkuk itu di tanah.
"Wangye, aku tidak akan bisa di ganggu sampai 1 jam ke depan. Aku merepotkan mu untuk mencegah semua orang yang akan bertemu denganku kecuali A Xiang. " Ucap nya sambil tersenyum tipis.
"Apa yang akan kau lakukan ? Ini tidak mirip dengan obat. " Ucap Bei Zhao sambil mengendus mangkuk obatnya.
__ADS_1
"Ehm, ini bukan obat sebenar nya tapi agak canggung untuk mengatakan nya. Ini adalah racun, yang harus aku minum setiap hari. " Ucap nya dengan datar.
Dia menenggak racun itu sampai habis, dia memejamkan mata nya dan menyenderkan kepala nya di dinding tenda.
Dahi nya sedikit berkerut kala rasa sakit menerpa diri nya, rasa sakit ini menjadi semakin kuat di setiap waktunya dan membuatnya sedikit gemetar.
Ketika hari pertama, itu sangat tidak tertahankan dan membuatnya meraung kesakitan. Tapi, sekarang dia bisa menyembunyikan nya dengan sedikit kerutan di dahi dan pejaman mata.
Orang yang tidak peka tidak akan menyadari bahwa dia sedang menahan rasa sakit yang luar biasa.
"Apakah sangat sakit ?" Tanya Bei Zhao.
"Jika Wangye penasaran maka Wangye bisa mencoba nya sendiri. " Ucap nya dengan nada sedingin es.
Entah kenapa, setelah meminum racun ini temperamen nya akan berubah menjadi lebih dingin dan tidak tersentuh.
Dia akan menjadi seseorang yang kejam dan berdarah dingin, tapi efek itu akan hilang setelah 12 jam sejak dia meminum racun.
Tidak lama, seorang pria masuk dan dia bisa menebak siapa orang ini. Ini adalah Wen Yao, asisten Bei Zhao yang pergi ke Istana.
"Yang Mulia !" Ucap Wen Yao sambil berlutut di depan Bei Zhao dengan sopan.
"Bagaimana ?" Tanya Bei Zhao.
"Kami hanya berhasil mendapatkan 30 kilogram gandum dan beberapa kilogram beberapa sayur sayuran lain, sama sekali tidak mendapat daging. " Ucap Wen Yao.
"Bahkan, kualitas nya buruk dan akan busuk dalam beberapa hari. " Lanjut Wen Yao.
"Seperti yang diharapkan oleh keputusan bijak Putra Surga, benar benar bijak. Aku ingin melihat bagaimana dia menanggapi nya ketika melihat semua pasukan mundur. " Sahut nya dengan dingin.
"Biarkan, masalah ini biarkan aku yang menyelesaikan. " Ucap Bei Zhao dengan datar.
__ADS_1
"Apa yang akan Wangye lakukan ? Mengirim surat ? Bahkan ketika orang datang langsung hanya diberi sebuah batu, apakah surat akan mendapatkan sebuah batu ?" Tanya nya dengan sinis.
"Lalu, apakah kau memiliki ide yang lebih baik ?" Tanya Bei Zhao tidak marah dengan kata katanya dan selalu tanpa emosi.
"Ingin mendengar rencana ku ? Mundur dari sini sampai ke kota Yuzhou , kita akan melihat apakah Yang Mulia akan terus berkeras dengan keputusan nya. " Ucap nya dengan datar.
"Lalu, berapa banyak darah yang akan tumpah ?" Tanya Bei Zhao.
"Tidak akan ada, jika semua di lakukan dengan serentak. Yang Mulia akan dilanda kepanikan karena kita mundur, jika dia bertanya kenapa kita mundur maka berikan kata kata bahwa kita tidak memiliki pasokan makanan yang cukup. Aku ingin lihat, bagaimana Yang Mulia menangani ini. Aku rasa, langkah selanjutnya Wangye pasti sudah bisa menebak nya bukan ?" Tanya nya tanpa membuka mata.
"Baik, aku akan mendiskusi kan ini dengan ketiga Jenderal lainnya. Gandum itu hanya bisa bertahan untuk satu hari, tidak akan bisa bertahan lebih lama. " Ucap Bei Zhao dengan keputusan finalnya.
Dia masih duduk dan mengangguk samar, meskipun dia dan Bei Zhao tidak rukun, tapi mereka berada di kapal yang sama, yaitu untuk mendorong Kaisar.
Bei Zhao membutuhkan nya dan dia membutuhkan Bei Zhao, ini adalah simbiosis mutualisme. Wen Yao berjalan keluar mengikuti langkah Bei Zhao dan menyisakan dia sendirian di sini.
Dia membuka mata nya dan tatapan nya berkilat aneh, tidak lama A Xiang berjalan masuk dengan tatapan ragu.
"Nona, apa yang akan kita lakukan dalam masalah ini ? Tidak baik untuk ikut campur. " Ucap A Xiang.
"Tidak masalah, jangan terlalu memikirkan nya, ini bukan tanpa keuntungan. Selalu ada keuntungan di tengah bencana. " Ucap nya dengan senyum sinis.
"Apa yang nona maksud ? Pelayan ini tidak mengerti. " Ucap A Xiang dengan bingung.
"Dengan desakan dari Bei Zhao , Yang Mulia akan menjadi gugup dan semakin takut dengan saudara nya yang lebih muda dan cemerlang. Perlahan lahan, ketakutan Yang Mulia akan membuat kesehatan nya memburuk dan pada saat itu Ibu Suri akan mengambil langkah nya untuk mendekati Yang Mulia. Pada saat itu, semua orang akan melupakan kita untuk mengejar tujuan mereka dan itu adalah waktu sempurna bagi kita untuk bergerak. " Ucap nya dengan senyum ringan.
"Nona sangat pintar !" Puji A Xiang dengan tulus.
"Tidak juga, aku baru memikir kan nya saat ini. Aku awal nya juga berpikir bahwa selama disini maka kita akan menelan banyak kerugian, tapi setelah aku berpikir ini adalah jalan tercepat untuk menuju rencana besar kita. " Ucap nya dengan seringaian.
Dia, Zhou Beishang, bukan seseorang yang akan tunduk begitu saja dengan orang orang. Dia akan membuat orang yang membuatnya menjadi seperti ini membayar mahal.
__ADS_1
Terutama Tentara Kekaisaran yang sudah menyiksa ibunya dan membuatnya terlahir dengan tubuh yang lemah !