Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
240. Musuh Dalam Kegelapan


__ADS_3

Note : Author akan memberikan sedikit pesan bahwa Author tidak terlalu suka dengan Sad Ending, jadi buat para pembaca yang khawatir bahwa cerita ini akan Sad Ending, harap jangan khawatir. Karena, pilihannya hanya dua, antara Open Ending atau Happy Ending. Silakan menebak di kolom komentar, selamat membaca !


...****************...


...****************...


Ditengah kedekatan antara Bei Zhao dan Lin Beishang, seorang wanita muda duduk dengan senyum dingin.


Di dunia ini, tidak hanya Lin Beishang, Bei Zhao, Lan Xiang atau Ye Xushi yang mengingat masa lalu melainkan ada dua orang lain.


Salah satunya adalah wanita ini, wanita yang sangat membenci Bei Zhao dan Lin Beishang sampai terukir kedalam tulang.


"Nona, Lin Qi berhasil di selamatkan. " Ucap seorang pria dengan topeng yang menutupi wajahnya.


"Bagus, dia masih berguna untukku. Jika aku tidak bisa mendapatkannya, maka aku tidak akan membiarkan siapapun bisa mendapatkannya. Apa yang aku ingin dapatkan, maka orang lain tidak boleh mendapatkannya !" Ucap wanita itu dengan sombong.


"Bei Zhao, Lin Beishang, tunggu pembalasanku. Dimasa lalu, kalian membunuhku dan mengabaikanku seolah olah aku tidak berharga, aku akan membuat kalian tahu apa yang disebut dengan pembalasan !" Ucap wanita itu dengan marah lalu tertawa dengan lantang.


"Nona Pertama, Nona Kedua ingin anda menemuinya di Italia. " Ucap bawahan itu.


"Oh ? Dia ada di Italia ?" Tanya orang yang disebut dengan Nona Pertama itu.


"Ya, Nona Kedua sedang menjelajah disana dan menikmati banyak hal baik. " Ucap bawahan itu dengan takut.


"Siapkan pesawat untukku. " Ucap Nona Pertama lalu berjalan turun.


Sementara Lin Beishang dan Bei Zhao tidak mengetahui hal ini dan masih terus bersantai. Sampai pada akhirnya, seminggu telah berlalu dan sudah saatnya untuk melakukan pemakaman untuk Lin Xi dan Xia Ling.


Jasad mereka telah ditemukan kemarin dan Lin Beishang baru bisa kembali dari rumah sakit hari ini, Lin Yue sendiri tidak kembali ke Tiongkok atas permintaan dari Lin Beishang.


Ini adalah demi keselamatan Lin Yue sendiri, memang mengenang dan memberi penghormatan pada kedua orang tua adalah hal yang penting.

__ADS_1


Maka dari itu, biarkan Lin Beishang yang menggantikannya. Banyak sekali orang yang datang ke pemakaman kedua orang tuanya.


Lin Beishang melihat peti mati kedua orang tuanya yang dimasukkan dan tampak tenang, tidak ada emosi tertentu di matanya.


Lin Beishang yang ini telah mengingat semuanya, jika ini adalah Lin Beishang yang belum pernah mengalami kejamnya dunia maka Lin Beishang akan berlutut dan menangis dengan keras di depan banyak orang.


Tapi, Lin Beishang yang ini telah mengalami dan menatap satu persatu kematian orang terdekatnya. Menonton tanpa dapat melakukan sesuatu adalah hal yang sangat menyiksa bagi Lin Beishang, tapi tidak ada yang bisa dilakukannya.


Bei Zhao ada di sana dan menepuk bahu Lin Beishang, ada juga Sha Xi dan Bei Lin. Bei Lin menenangkan istrinya yang terisak disana.


Kehilangan sahabat yang telah tumbuh bersama selama lebih dari 20 tahun telah membuat hati Sha Xi sakit.


Tapi, jika itu adalah sahabat saja merasa sakit dan menangis tapi putrinya, putri Xia Ling dan Lin Xi, berdiri disana dan menatap dengan ekspresi datar.


Orang orang merasa kasihan padanya dan menganggapnya sangat terguncang, tapi Lin Beishang tahu bahwa menangis tidak ada gunanya.


"Jika kamu ingin menangis maka menangis saja, aku akan menutupinya untukmu. " Ucap Bei Zhao bersiap untuk menjadi pelindung bagi Lin Beishang.


Jadi, Bei Zhao bersedia untuk menjadi penghalang pandangan orang orang dari Lin Beishang.


"Tidak perlu, bagaimanapun keduanya telah pergi di kehidupan lalu. Aku telah menerimanya, telah melihat mereka berulang kali. Sayang sekali bahwa aku tidak melakukan sesuatu yang membuat mereka bangga pada saat ini. " Ucap Lin Beishang dengan suara pelan.


Suaranya jernih dan tidak tampak seperti orang yang kehilangan. Ketenangan Lin Beishang ini membuat orang lain khawatir.


Setelahnya, orang orang memberikan penghormatan pada kedua orangtuanya dan mengucapkan ucapan duka lalu pergi dan hanya menyisakan Bei Zhao dengan kedua orang tuanya.


"Gadis kecil, kami masih disini. Kamu bisa menganggap kami sebagai orang tuamu. Saat ini kakakmu sedang tinggal di Amerika, bagaimana jika tinggal dirumah kami ?" Tanya Sha Xi dengan sedih dan melihat Lin Beishang yang sangat mirip dengan Xia Ling.


"Bibi Sha, terimakasih atas perhatian mu aku sangat menghargainya. Tapi, aku baik baik saja, aku akan tinggal di kantorku untuk sementara waktu dan bekerja keras untuk membanggakan kedua orang tuaku. " Ucap Lin Beishang dengan senyum manis.


"Ibu tenang saja, aku akan melindungi Beishang. Karena, sekarang dia adalah kekasihku !" Ucap Bei Zhao secara tiba tiba dan merangkul tubuh kecil Lin Beishang.

__ADS_1


Lin Beishang terperangah dan menatap ke arah Bei Zhao dengan tatapan tidak percaya, tidak hanya itu kedua orang tua Bei Zhao tampaknya terkejut dengan penuturan putra mereka.


"Tapi, Beishang masih muda ?" Tanya Sha Xi dengan ragu.


"Tidak apa apa, aku akan menjaganya dengan baik." Ucap Bei Zhao dengan yakin.


"Baiklah, kalau kamu sudah memutuskan. Istriku, tidak perlu khawatir, putra kita adalah orang yang bertanggung jawab dan tidak mungkin menelantarkan Beishang. " Ucap Bei Lin meyakinkan Sha Xi.


Sha Xi menatap tajam ke arah Bei Zhao seolah olah memberi peringatan pada pemuda itu untuk tidak bertindak macam macam. Jika tidak maka dia akan mengulitinya.


"Kamu harus menjaganya dengan baik ! Jika tidak maka ibu akan menghajar mu !" Ucap Sha Xi dengan penuh tekad.


"Baiklah, baiklah. Ibu bisa tenang, bahkan tanpa ibu katakan, aku akan menjaga Beishang dengan sangat baik. " Ucap Bei Zhao dengan sangat yakin.


"Gadis kecil, jika anak ini menindas mu maka kamu bisa memberitahukan nya padaku ? Oke ?" Tanya Sha Xi dengan percaya diri.


"Baik, terimakasih atas perhatianmu, Bibi Paman. " Ucap Lin Beishang dengan senyum terharu.


Mereka berpamitan lalu Sha Xi dan Bei Lin pergi, menyisakan Bei Zhao dan Lin Beishang di tengah kesepian yang mencekam ini.


"Lihatlah betapa Ibuku menyayangimu, jadi kamu tidak perlu merasa kesepian. " Ucap Bei Zhao sambil mengecup kening Lin Beishang.


"Baiklah, pangeranku yang baik. Sekarang, kembalilah ke mobil terlebih dahulu dan berikan waktu padaku untuk meninggalkan pesan pada kedua orang tuaku. " Ucap Lin Beishang dengan senyum tipis.


"Oke, tapi berjanjilah bahwa kamu tidak akan melakukan hal yang berbahaya. " Ucap Bei Zhao.


"Baik, aku berjanji padamu untuk tidak melakukan hal yang berbahaya. Sekarang pergilah terlebih dahulu. " Ucap Lin Beishang mengusir Bei Zhao.


"Tunggu sebentar, aku memiliki pesan yang akan aku katakan pada Bibi Xia dan Paman Lin. " Ucap Bei Zhao dengan serius.


...----------------...

__ADS_1


Nanti masih ada 1 chapter lagi ya, yang penasaran dengan gambaran dari karakter Bei Zhao dan Lin Beishang dalam balutan pakaian modern bisa langsung ke ig author @kc.novel_writer


__ADS_2