Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
38. Melawan Manusia Gunung III


__ADS_3

Dia menarik busur nya dengan bah yang tegap ,rambut hitam kelam milik nya berkibar dengan penuh keanggunan.


Anak panah itu melesat dengan kecepatan yanng tidak manusiawi,menuju orang orang barbar. Dia dengan tenang menunggu reaksi dari panahnya.


"Keputusan yang baik untuk melapisi panah dengan racun atau kalau tidak anak panah tidak akan mampu membunuh manusia gunung. " Ucap Bei Zhao.


"Itu adalah hal yang sudah ku pertimbangkan, jika aku bahkan tidak memiliki keyakinan pasti untuk melindungi diri ku sendiri maka aku tidak akan datang kemari. " Ucap nya dengan dingin.


"Kata kata mu seperti telapak tangan mu bisa menutupi seluruh langit ini. " Ucap Bei Zhao dengan nada datar.


"Itu hanya perasaan Bei Wang saja, Sang Yun Fang sudah disingkirkan dan senar busur telah di tarik. Hanya perlu menunggu waktu untuk menunggu anak panah. " Ucap nya dengan senyum tipis.


Dahi Bei Zhao berkerut kala mendengar kata kata nya yang ambigu, dia tidak berusaha untuk menjelaskan lebih lanjut.


Dia duduk di kuda nya sambil memejamkan mata, sangat lelah sekali. Rasa lelah merayap ke seluruh tubuh nya.


Tidak ada kesenangan ketika dia menembak kan anak panah seperti tadi lagi, yang tersisa hanyalah kelelahan tanpa dasar.


Sejak lama, tubuhnya di takdirkan menjadi tubuh yang sangat lemah dan rentan terkena penyakit apa pun. Berkuda selama beberapa jam dan terus memanah telah menggunakan seluruh tenaga nya.


"Jika Yang Mulia tidak segera membuat dekrit untuk memberi pangan lebih banyak untuk Utara, maka kita tidak akan bisa bertahan. " Ucap nya sambil menatap kejauhan.


"Menurut Wangye , apakah Yang Mulia akan memberi pangan atau tidak ?" Tanyanya pada Bei Zhao.


" Ya, bagaimana pun Yang Mulia akan di protes oleh rakyat yang terdampak dan kelaparan akan di mana mana. " Ucap Bei Zhao dengan penuh keyakinan.


Mendengar ini dia tersenyum tipis dan tidak membantah, apa yang di kata kan oleh Bei Zhao adalah kebenara. Meskipun Putra Langit cemburu pada kekuatan yang dipimpin oleh Bei Wang.


Kaisar masih membutuhkan kekuatan Bei Wang untuk mempertahankan tahkta nya. Musuh yang tersisa bukanlah musuh besar , sehingga tidak memerlukan waktu lama untuk menunggu.

__ADS_1


Kuda milik nya berjalan berdampingan dengan milik Bei Zhao.


"Wajahmu pucat, apakah kamu masih belum minum obat milikmu ?" Tanya Bei Zhao dengan kaku.


Jika itu orang lain yang mengatakan nya maka dia akan menganggap nya biasa saja, tapi karena yang berkata adalah Bei Wang.


Dia mau tak mau menganggap bahwa ini adalah bentuk perhatian yang di berikan oleh Bei Zhao pada nya. Bei Zhao pasti sekarang menganggap nya sebagai obat yang harus dijaga, paling tidak sampai pria itu sembuh.


Memikir kan ini membuat nya tersenyum pahit sebelum dia menatap kembali ke Bei Zhao.


"Memang belum, aku mendengar bahwa di sini cukup kacau sehingga aku buru buru datang kesini. " Ucap nya dengan ketenangan yang tidak di miliki oleh orang lain.


"Kau berbohong, jika kau terburu buru maka tidak mungkin untuk mu datang dengan anak panah berkualitas bagus yang telah di rendam oleh racun. " Ucap Bei Zhao masih sama kaku nya dengan sebelum nya.


"Pengamatan Wangye memang benar benar baik, aku memang menempa anak panah ini untuk datang kemari. Tapi, jika situasi di sini tidak sekacau ini maka aku juga tidak akan datang. " Ucap nya dengan mata setengah terpejam.


"Apa kau mengantuk ?" Tanya Bei Zhao.


"Kau tidak pulang ?" Tanya Bei Zhao.


"Wangye, untuk pulang ke kota Wuming perlu beberapa jam yang melelahkan. Apa kamu tidak kasihan dengan ku ? Sekarang langit sudah mulai gelap, aku bahkan sangat kelelahan. Bagaimana kalau penjahat menyerang ku ?" Tanya nya dengan wajah yang tampak sangat menyedihkan.


"Tidak ada tempat tidur bagus di sini. " Jawab Bei Zhao.


"Tidak masalah, aku bukan putri langit yang hanya bisa hidup di tempat mewah. Aku tidur di dalam gudang lembab yang kotor selama beberapa tahun atau belasan tahun, aku tidak akan terlalu kesulitan untuk beradaptasi." Jawab nya dengan kekeh.


Dia tidak ingin pulang ke kediaman Bei Wang sehingga dia harus menunda keberadaan nya selama mungkin disini.


Ibu Suri pasti mencoba mencari masalah dengan nya saat ini, tapi jika orang orang ibu Suri mengetahui bahwa dia di medan perang, maka tidak akan ada yang bisa menganggu nya.

__ADS_1


Orang orang akan mengingat jasa nya untuk sementara waktu dan dia bisa membersihkan reputasi buruk nya sebagai wanita lemah yang menganggu.


Dengan begitu, dia akan menjadi lebih tenang. Dia telah merencanakan semua nya dengan baik, termasuk perang ini.


Semua yang ada di sini bagaikan bidak catur milik nya yang ada untuk membantu nya melawan musuh nya. Dia tahu, bahwa musuhnya yang sebenarnya tidak berasal dari Dinasti Qin.


Dia mengetahui itu dengan jelas, tapi masih tidak bisa menebak siapa itu. Dia masih tidak jelas terhadap lawan main catur nya kali ini.


Yang pasti, lawan mainnya sebelum nya adalah Ibu Suri dan Ibu Suri sudah tersingkirkan. Sejak perjamuan itu, Ibu Suri sudah kalah dan Ibu Suri menjadi salah satu bidak nya.


Dia tanpa sadar melamun dan hampir jatuh dari kuda, tepat saat dia hampir jatuh. Sebuah tangan hangat sekaligus kasar, meraih pinggang nya.


"Ahhh !" Dia berteriak kecil, kala merasa tubuh nya melayang.


Adegan ini hanya terjadi beberapa detik yang singkat, tapi baginya itu berjalan seperti berhari hari. Dia merasa adegan ini seperti mimpi.


Dia hampir jatuh dari kuda dan Bei Wang dari belakang menangkap tubuhnya, Bei Zhao membawa nya ke kuda pria itu.


"Kau terlalu memikirkan banyak rencana, kau harus menjaga nyawa mu terlebih dahulu sebelum memikirkan rencana. " Ucap Bei Zhao masih dengan suara dingin nya.


"Wangye, rencana apa yang kamu maksud ?" Tanya nya dengan wajah polos.


Terlalu lama bergaul dengan orang orang istana telah menebalkan kulit wajah nya.


(Maksudnya adalah semakin tidak tahu malu. )


"Aku hanya seseorang gadis sederhana yang tidak memiliki siapa pun untuk bertahan di dunia ini, bagaimana mungkin aku bisa memikirkan rencana besar ?" Tanya nya dengan senyum polos nya.


"Apa yang di maksud oleh Wangye rencana besar adalah hidup tenang di masa depan atau makanan yang terjamin di masa depan ?" Tanya nya dengan senyum yang mencapai mata.

__ADS_1


Entah kenapa, dia benar benar ingin tersenyum. Sudah lama dia tidak pernah tersenyum begitu lebar dan tulus.


Disisi lain, Bei Zhao yang menatap senyuman Zhou Beishang merasa tertegun dan terpaku dengan senyuman yang secerah matahari itu.


__ADS_2