
Setelah cukup lelah bermain dengan anak anak itu sampai tengah malam, seluruh tubuh mereka telah dipenuhi dengan salju yang menumpuk.
Anak anak itu telah memakai pakaian hangat karena sudah memperkirakan bahwa salju akan turun.
Tapi, mereka berdua tidak memperkirakan itu dan masih memakai pakaian biasa yang tidak terlalu hangat.
Mereka ingin pulang tapi tidak bisa karena melihat raut wajah bahagia anak anak itu, jika mereka segera pulang maka anak anak itu akan sedih.
Jadi , mereka menunggu anak anak itu sampai selesai bermain dan barulah mereka berjalan pulang.
Dia tiba tiba merasakan sensasi hangat di punggungnya hanya untuk melihat Lin Yue yang melepaskan pakaian terluarnya untuk dia gunakan.
"Apa yang kau lakukan ?" Tanya nya dengan terkejut.
"Aku tahu kau tidak tahan dingin, aku berterima kasih padamu karena mau tetap disana sampai mereka selesai. Aku tidak tahan jika melihat anak anak sedih. " Ucap Lin Yue dengan senyum cerah.
"Tidak apa apa, kau harus menggunakan nya juga, atau kau akan menjadi patung es. " Ucapnya sambil melepaskan pakaian Lin Yue dan menyelimuti nya di tubuh Lin Yue.
"Jika begitu maka kita akan memakainya berdua. "Ucap Lin Yue, pakaian itu menutupi kepala mereka dari hujan salju.
Dia tersenyum karena tindakan kecil ini dan tidak berkata lebih lanjut.
"Ketika aku masih kecil, aku sangat suka bermain salju dihalaman kediaman ku. Tapi, seiring berjalan nya waktu, aku tidak memiliki waktu lagi untuk bermain main dengan benda kecil yang dingin dan lucu ini. " Ucap Lin Yue dengan sedikit sedih.
Dia tidak langsung menjawab dan hanya tersenyum kecil.
"Aku sangat membenci salju, kau tahu ?" Tanya nya dengan suara lembut.
"Kenapa begitu ?!" Tanya Lin Yue dengan terkejut.
"Karena, menurutku di saat hari bersalju aku mengalami banyak luka. Aku dilahirkan di hari bersalju dan ibuku meninggal. Banyak hal buruk yang terjadi saat hari bersalju, aku sangat benci. " Ucapnya dengan lembut.
Lin Yue terdiam dan tidak mengatakan apapun lagi, dia sendiri tidak berencana untuk mengatakan hal lain lagi.
Kedua nya masuk kedalam pekarangan kediaman Bei Wang dan dia mengarahkan Lin Yue menuju kediamannya.
__ADS_1
Ah, itu bukan lagi kediaman nya. Lebih tepatnya kediaman Bei Wangfei, dia sekarang bukan Bei Wangfei lagi , jadi ini bukan miliknya.
"He he, sepertinya kau akan tinggal disini nanti setelah kau menjadi Bei Wangfei. " Ucapnya menggoda Lin Yue.
"Hmph ! Kepalamu ! Aku tidak akan tinggal disini, aku tidak ingin menikah dengan pria itu !" Ucap Lin Yue dengan kesal.
"Lalu, dengan siapa kau akan menikah ?" Tanya nya dengan usil.
"Aku tadi saat perjalan pergi sendirian, aku bertemu dengan seorang pemuda yang tampan dan gagah. Memiliki senyum secerah matahari dan membuatku terpesona, aku penasaran siapa pemuda itu. " Ucap Lin Yue sambil menopang dagu.
Dia tersenyum tipis dan berusaha untuk memikirkan siapa yang kemungkinan ditemui oleh Lin Yue.
"Wajahnya tampak sangat terpelajar, begitu hangat dan ramah tapi juga terlihat tidak mudah di dekati. Aku pikir, itu adalah sesuatu yang benar benar paling indah. Aku selalu mendengar bahwa Bei Wang adalah orang paling tampan di tempat ini, tapi nyatanya pemuda itu bahkan jauh lebih mempesona daripada wajah datar milik Bei Wang !" Ucap Lin Yue dengan antusias.
"Benarkah ? Apakah dia mengenakan pakaian yang bagus ?" Tanya nya dengan sedikit tertarik.
"Dia menggunakan pakaian biasa, sangat biasa. Tapi, itu bahkan tidak dapat menahan sedikitpun pesona yang dimiliki nya. " Ucap Lin Yue dengan berapi api.
Dia hanya tertawa kecil dan tidak membahas itu lebih lanjut melainkan dia duduk di bangku dan menatap keluar seperti yang biasa dia lakukan ketika dia masih menjadi Bei Wangfei.
Tidak lama kemudian, dia berdiri dan berjalan keluar. Lin Yue pun terkejut dengan tindakan nya yang terlalu tiba tiba.
Dia tidak menjawab melainkan memetik setangkai bunga Jin Zhan Hua yang ditanam nya di masa lalu.
Ini adalah bunga yang sangat sangat baik, dia sangat suka dengan bunga ini. Seandainya dia bisa memilikinya juga dirumahnya.
Ah, dimana rumahnya ? Dia tidak memiliki rumah bukan ? Tempat tinggal dia mungkin memiliki nya, tapi rumah ? Dia tidak punya.
Rumah harus memiliki anggota keluarga yang menunggunya dan memiliki ikatan emosional yang kuat dengannya, bukan hanya sekedar tempat tinggal.
Tatapan nya menjadi redup untuk sejenak tapi dia berjalan masuk sekali lagi dan menutup pintu rapat rapat.
"Apa yang kau lakukan dengan bunga itu ?" Tanya Lin Yue dengan penasaran.
"Tidak ada, aku hanya akan menghirupnya. " Ucapnya dengan santai.
__ADS_1
Keesokan harinya
Itu sudah waktunya mereka berangkat ke Chang'an. Mereka berada di kereta kuda yang sama dengan Bei Wang.
Hanya saja, kereta kuda ini lebar dan jaraknya jauh sehingga tidak membuat tidak nyaman karena terlalu dekat.
"Tuan, tidaklah kita seharusnya memeriksa itu terlebih dahulu ?" Tanya Wen yao pada Bei Zhao.
"Tidak, aku akan pergi ke Kompetisi Pahlawan terlebih dahulu. " Ucap Bei Zhao dengan dingin.
Wen Yao tidak bisa melawan lebih jauh dan membiarkan Bei Zhao naik ke atas kereta kuda yang diikuti olehnya dan Lin Yue.
Sesampainya di dalam kereta kuda , dia dengan santai menuang teh untuk dirinya sendiri dan kedua orang lainnya.
"Seperti yang diharapkan, dia ingin menunda mu untuk pergi ke Kompetisi Pahlawan. Tidak tahu siapa yang menyuruhnya untuk melakukan ini. "Ucap nya dengan santai.
"Apa yang terjadi ?" Tanya Lin Yue dengan bingung.
"Kemarin, barang dagangan Bei Wang denganmu di bakar sampai habis dan seluruh penjaga dibunuh. Wen Yao mendapatkan kabar dengan sangat cepat, itu adalah hal yang mencurigakan. Belum lagi, informasi yang dia berikan bukan sesuatu yang bisa diberikan oleh penduduk setempat. "Ucapnya dengan senyum mengejek.
Lin Yue dengan cepat langsung mengerti pokok permasalahan dan memikirkan sesuatu.
"Aku akan meminta orang orang ku yang berada di Chang'an untuk menyelidikinya. "Ucap Lin Yue.
"Aku senang apabila Putri Mahkota bersedia untuk membantuku. "Ucap Bei Zhao dengan formal.
Dia hanya menatap mereka berdua dengan tatapan acuh tak acuh lalu meminum teh nya dengan anggun.
"Lin Xiaojie, apakah kau tahu sesuatu tentang Ratu Bei dari Dinasti Song ?" Tanya Bei Zhao.
"Hm, Ratu Bei telah turun tahkta dan yang sekarang adalah yang baru. "Jawabnya dengan asal asalan.
Mendengar ini membuat Bei Zhao bingung dan tidak mengerti.
"Apakah Ratu Bei dikalahkan ?" Tanya Bei Zhao.
__ADS_1
"Tidak, dia turun karena dia bosan menjadi pemimpin, jika tidak, pengkhianat kecil itu bahkan tidak dapat menyentuh sepatunya. " Ucapnya dengan sombong dan dingin.
"Hmph ! Sampah kecil itu tidak lebih dari segumpal kotoran. " Ucap Lin Yue tidak bisa menahan perasaan kesal.