Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
186. Penawar Racun Gu


__ADS_3

Kedua orang itu berjalan menjauh dan tatapan Lin Beishang tetap dingin seperti sebelumnya lalu menutup pintu kediamannya.


Benar benar menyebalkan.


Matanya telah menjadi berat karena tidak bisa tertidur semalam sehingga hanya bisa duduk dan merenung lalu memikirkan berbagai macam kejadian dalam hidupnya.


Meskipun dia telah dipandang sebagai seorang Dewa di mata banyak orang tapi nyatanya, Lin Beishang merasa bahwa dia masih memiliki banyak kelemahan dan perlu melakukan banyak intropeksi diri.


Karena menurutnya, jika seseorang dengan mudah puas pada kemegahan yang semu makan orang itu ditakdirkan untuk tidak mencapai apapun.


Dengan keras pada diri sendiri, barulah seseorang bisa melangkah maju dan mencapai ketinggian yang baru.


Lin Beishang mengenakan pakaian nya dan bersiap dengan pakaian resmi miliknya lalu menyimpan obat yang telah diracik nya di saku pakaiannya.


Lalu mengenakan pakaian tebal yang terbuat dari bulu cerpelai, lalu berjalan menerjang musim dingin diluar.


Ini telah memasuki perubahan musim dan musim dingin telah akan tiba, pada saat ini udara menjadi jauh lebih dingin di bandingkan biasanya.


Lin Beishang berjalan dengan langkah yang teguh seperti biasanya seolah olah dia akan berjalan pergi tanpa ada jalan untuk kembali.


Sesampainya di kediaman Kaisar, dia melihat ada banyak penjaga dan penjagaan menjadi dua kali lipat lebih ketat.


"Kasim Luo, bagaimana dengan keadaan Huangfu ?" Tanya Lin Beishang dengan tatapan cemas yang sangat nyata bahkan matanya menjadi berair yang menunjukkan bahwa dia sangat lembut.


"Yingfei Gongzhu, untungnya Bixia hanya mengalami luka dangkal di tubuhnya dan sedang berbaring untuk mengistirahatkan tubuhnya. " Ucap Kasim Luo.


"Kasim Luo, kamu harus benar benar memastikan bahwa penjahat harus ditangkap dan dihukum sesuai dengan hal ini ! Tahan Pangeran Pertama dan Putri Ketiga dan Putri Keempat. " Perintah Lin Beishang dengan tegas dan tatapannya tajam.


"Ini....... " Kasim Luo tidak bisa langsung memutuskan karena merasa bahwa Lin Beishang tidak memiliki hak untuk ini.


"Mereka bertiga adalah Putri dari Pengkhianat, bagaimana mungkin ini bisa ditunda ? Jangan biarkan mereka malngkah sedikitpun dari kediaman mereka atau jika mereka kabur, apakah Kasim Luo ingin menanggung hal ini ?" Tanya Lin Beishang dengan dingin dan tatapannya penuh kebencian seolah olah dia benar benar marah.


"Ya, Gongzhu. " Ucap Kasim Luo sambil menunduk dalam dan membuka pintu untuknya.


Lin Beishang berjalan masuk dan melihat ayahnya, Lin Beishang menutup pintu dan wajah cemas miliknya tidak terlihat lagi.


"Beishang memberi hormat pada ayah, masalah Pangeran pertama, Putri ketiga, dan Putri keempat telah diselesaikan, kamu tidak perlu khawatir. " Ucap Lin Beishang dengan senyum tipis.


"Terima kasih, tidak nyaman bagiku untuk menyelesaikan urusan ini, bagaimanapun mereka adalah darah daging ku sendiri. " Keluh Lin Xi.


"Ayah, jika menjadi Kaisar maka tidak akan ada darah daging sendiri atau apapun itu, selama melanggar maka layak untuk dihukum. Kamu tidak ingin masalah kamu diracuni, mencuat ke permukaan sehingga aku hanya bisa membuat masalah ini untuk mu. " Ucap Lin Beishang sambil cemberut.


"Ya, ya, ya. Beishang adalah orang paling bijak, aku kadang kadang merasa bahwa kamu lebih bijak daripada aku. " Ucap Lin Xi.


"Sayangnya aku tidak tertarik pada posisi Kaisar. Apa itu posisi Kaisar ? Bagaimana kita harus menyebutnya ? Boneka yang dikendalikan ?" Tanya Lin Beishang dengan senyum mengejek.


"Tidak salah, memang benar. Itu adalah boneka yang dikendalikan. " Ucap Lin Xi sambil mengangguk dengan lelah.


"Jika kamu tidak ingin dikendalikan maka kamu tidak boleh terikat pada salah satu kekuatan atau terlalu penakut, dengan kata lain kamu harus memiliki kekuatan sendiri. " Ucap Lin Beishang sambil berpikir.

__ADS_1


"Hm, kekuatan sendiri dan tekad. Tidak banyak orang yang berani melakukan itu. Tahkta ini , terlihat penuh emas dari luar tapi sebenarnya membusuk di dalam bahkan sampai ke akarnya. " Ucap Lin Xi dengan helaan nafas.


"Dulu, aku bukanlah Putra Mahkota , aku adalah Pangeran kedua dan pengaruh ku lebih rendah sehingga hanya bisa mengandalkan kekuatan dari para bangsawan dan ambisiku. Itu lebih didorong lagi oleh kejadian 'itu'" Lanjut Lin Xi dengan berat.


Hati Lin Beishang tenggelam dan tatapannya menjadi gelap, dalam satu kata kata, Lin Beishang langsung menyadari, kejadian apa yang dimaksud oleh Lin Xi.


Dinasti Tang Utara telah lama menjadi duri di hati Kaisar Tua, Ayah Lin Xi. Siapapun yang bisa mengalahkan nya maka akan bisa menjadi pahlawan dimata Kaisar Tua.


Dan pada akhirnya, Lin Xi berhasil melakukan itu dan Putra Mahkota pada saat itu tidak dapat melakukan ini.


Posisi Lin Xi langsung naik di dalam hati Kaisar Tua dan gelar Putra Mahkota diberikan padanya, Lin Beishang menghela nafas.


Untuk mendapatkan tahkta, tidak tahu seberapa banyak darah yang harus ditumpahkan, berapa banyak air mata yang mengalir dan berapa banyak nyawa yang pergi tanpa bisa kembali lagi ?


"Biaya yang harus kamu bayar terlalu besar untuk sebuah posisi jelek ini, ayah. " Ucap Lin Beishang sambil menatap Lin Xi.


"Sepuluh ribu jiwa pasukan dan rakyat itu menatapmu, memintamu untuk membayarnya, apakah kamu tidak merasa bersalah ?" Tanya Lin Beishang dengan suara yang sedikit bergetar.


"Bahkan Lin Yue awalnya tidak tahu bahwa dia berasal dari Dinasti Tang Utara, dan dia sama sekali tidak memiliki simpati untuk keluar ibunya, kakek, nenek dan pamannya ! Apakah kamu tidak merasa hatimu terbebani sama sekali ?" Tanya Lin Beishang lagi.


"Hatiku terbebani ! Saudaraku, dia, semua orang yang kubunuh mengejarku dan memintaku untuk membayar nya dengan nyawaku ! Dia menyalahkan ku , dia membenciku, dia ingin aku mati ! Jalan menuju tahkta ini dipenuhi dengan darah dan aku telah membunuh banyak orang demi duduk di posisi ku saat ini !"Ucap Lin Xi dengan putus asa.


"Ayah, kau sudah tahu bahwa jalan menuju tahkta ini dipenuhi darah dan kau masih meminta Lin Yue untuk menjalankan nya, apakah kamu ingin dia merasakan rasa bersalah yang sama dengan yang kamu alami ? Aku tidak mengerti, kamu memberikan gelar itu karena kamu membencinya atau karena kamu menyayangi nya ?! Sejak muda , dia telah bekerja lebih keras daripada orang lain, menghabiskan setiap waktunya untuk memenuhi standar mu, melakukan semua yang dia bisa untuk memuaskan mu ! Apakah karena rasa bersalah kamu telah mendorongnya sampai ke sudut seperti ini ? Kamu ingin dia terlihat sama dengan ibu, mulai dari cara bicara sampai cara kerjanya! Apakah kamu pernah secara pribadi memikirkan perasaannya ?!"Tanya Lin Beishang dengan terengah engah karena amarah.


"Kamu merasa bersalah pada ibu, tapi kamu melampiaskan nya pada Lin Yue dan ingin dia menggantikan ibu hanya agar kamu tidak merasa bersalah padanya." Ucap Lin Beishang dengan suara lemah.


Karakter Lin Beishang ini keras kepala dan berambisi sama persis seperti Lin Xi, hubungan ayah dan anak itu tidak perlu diragukan lagi, seperti terbuat dari cetakan yang sama.


Sementara Lin Yue memiliki karakter yang lembut dan mudah puas dengan apa yang dia dapatkan, dengan kata lain tidak terlalu berambisi.


Hanya ingin kehidupan yang damai, sama seperti Xia Ling, karena beberapa kemiripan ini, hati Lin Xi telah menjadi gila dan secara tidak langsung ingin membuat Lin Yue menjadi sama persis dengan Xia Ling.


Ingin membuat Lin Yue bertingkah laku, berkata kata, dan bertindak seperti yang dilakukan oleh Xia Ling, dengan begitu barulah bisa mengurangi rasa bersalah yang dimiliki oleh Lin Xi.


Satu satunya yang menganggu Lin Xi adalah wajah Lin Yue tidak terlalu mirip dengan wajah Xia Ling, walaupun tetap kecantikan yang langka tapi masih memiliki beberapa perbedaan dengan Xia Ling.


Berbeda dengan Lin Beishang yang wajahnya sama persis dengan Xia Ling tapi pembawaan nya terlalu berbeda dengan Xia Ling.


Ini telah membuat pergulatan di dalam hati nurani Lin Xi selama beberapa hari belakangan ini dan kebetulan Lin Beishang langsung mengungkitnya.


"Apa yang kamu lakukan sekarang dengan memaksanya terus untuk naik ke atas tahkta akan membuat dirinya berada dalam pergulatan di dalam hati nuraninya, tidak heran jika di masa depan dia bahkan tidak akan mengingat siapa dirinya lagi. Ini semua karena keegoisan mu , ayah. Pikirkan baik baik dan lihatlah kebelakang, betapa banyak perjuangan yang diberikan oleh Lin Yue untuk menyenangkan hatimu ? Tapi, tidak peduli seberapa besar dia berusaha, kamu akan menjadi semakin tidak puas. "


"Paling tidak, kamu harus memberikan gak pada dirinya sendiri untuk memutuskan kehidupan nya sendiri. Dia adalah manusia yang terbuat dari daging dan darah, bukan boneka yang bisa kau kendalikan sesuka hatimu. " Ucap Lin Beishang dengan lelah ketika memandang dokumen yang ada di atas meja nakas Lin Xi.


Bukannya tanpa alasan dia mengatakan kesakitan yang dialami oleh Lin Yue selama ini, karena ketika masuk, dia secara tidak sengaja melihat berkas di atas meja ini.


Dimana Lin Xi mencoba untuk menjodohkan Lin Yue dengan seorang putra bangsawan yang sangat cemerlang, sementara Lin Yue sendiri telah memiliki seseorang di dalam hatinya.


Lin Beishang mengambil berkas itu dan merobeknya menjadi ribuan bagian dan dengan acuh tak acuh mengeluarkan obat yang telah dibuatnya.

__ADS_1


"Minum ini satu kali sehari sampai obatnya habis dan pada saat itu, Racun Gu akan sepenuhnya dimusnahkan dari dalam darah mu. Aku pamit terlebih dahulu, Bixia. " Ucap Lin Beishang, memilih untuk menggunakan kata kata 'Bixia' untuk memanggil Lin Xi, yang menunjukkan bahwa dia benar benar serius dengan kata katanya yang tadi.


Ketika tangan Lin Beishang mencapai gagang pintu, gerakannya terhenti sejenak karena suara Lin Xi.


"Maafkan aku. " Ucap Lin Xi.


Lin Beishang menoleh ke belakang dan menatap tepat dimata Lin Xi, lalu tersenyum tipis.


"Jangan meminta maaf padaku karena bukan aku korban yang sebenarnya, aku pamit undur diri terlebih dahulu, maafkan atas ketidaksopanan ku sebelumnya. " Ucap Lin Beishang dengan senyum penuh makna dan berjalan keluar.


Sesampainya diluar, senyum Lin Beishang langsung menghilang dan merasa bahwa udara menjadi dua kali lipat lebih dingin dari sebelumnya.


Lin Beishang mengeratkan mantel nya tapi masih tidak bisa menahan gemetar lalu dengan kaku, berjongkok di samping bangunan Kediaman Kaisar , lalu memeluk dirinya sendiri.


"Lin Yue, aku harap saat ini kamu baik baik saja. Saat ini, aku telah berjuang semua yang aku bisa agar kamu bisa mendapatkan hak untuk semua pilihan mu termasuk hak mu untuk memilih dengan siapa kau menikah. Jika Kaisar masih keras kepala maka aku benar benar tidak memiliki cara untuk membantu mu. " Gumam Lin Beishang dengan gemetar kedinginan.


Bukannya dia tidak memiliki kekuatan lain untuk melawan Lin Xi, dia tentu saja memiliki kekuatan itu bahkan dia bisa langsung menggeser Lin Xi dari atas tahkta saat ini.


Tapi, masalahnya adalah dia tidak tahan ketika melihat tatapan Lin Xi yang tampak sangat sedih dan tersiksa.


Hanya sekali dan Lin Beishang tidak akan tahan jika harus berdebat lagi dengan Lin Xi apalagi menusuk titik sakit pria tua itu lagi seperti yang dia lakukan tadi.


Mereka bertemu tidak lama tapi mereka mengalami kesakitan yang sama, Lin Beishang masik berjongkok dan memeluk dirinya sendiri dengan erat.


Sebelum akhirnya ada sebuah mantel tambahan yang diberikan padanya, Lin Beishang mendongak untuk melihat siapa yang memberinya mantel.


Tatapan nya bertabrakan dengan tatapan orang yang memberinya mantel dan dalam waktu singkat kedinginan nya telah hilang.


Lin Beishang diam saja ketika orang itu mengikatkan mantel ke tubuhnya dan mengulurkan tangan untuk membantu nya berdiri, Lin Beishang menerima uluran itu dan langsung memeluk orang itu.


Orang itu menepuk nepuk punggung nya dengan pelan tapi sudah lebih dari cukup untuk membuat harinya menjadi sangat tenang.


"Terimakasih, terimakasih karena telah datang kemari. " Gumam Lin Beishang.


"Jika aku tidak datang, maka apakah kamu akan membuat dirimu sendiri membeku disini ? Kamu akan terus berjongkok disini dalam rasa bersalah ?"Tanya Bei Zhao, ya orang itu adalah Bei Zhao.


Bei Zhao itu bagaikan penghangat untuknya di musim dingin dan penyejuk nya di musim panas, secara tidak langsung Lin Beishang mengartikan bahwa dia sangat membutuhkan Bei Zhao.


"Bagaimana kamu bisa tahu bahwa ini semua di sebabkan oleh rasa bersalah ?" Tanya Lin Beishang dengan bingung.


"Aku telah mendengar bahwa Kaisar ingin menjodohkan Nona Lin dengan seorang Putra Bangsawan terhormat dan aku tahu bahwa kamu pasti menentang hal ini dengan keras. Aku tahu kebiasaan mu dengan sangat baik. "


"Kamu merasa bahwa kamu berhutang pada Lin Yue sehingga ingin melindungi Lin Yue dengan sangat baik tapi pada akhirnya kamu juga tidak tega untuk membuat ayahmu yang sudah tua untuk merasa sedih, bukankah begitu ?" Tanya Bei Zhao.


Lin Beishang mengeratkan pelukan nya pada Bei Zhao karena apa yang dikatakan Bei Zhao tentang nya, semuanya tidak ada yang salah.


Bei Zhao telah menebak nya dengan sangat baik, mengerti dirinya dengan sangat baik, benar benar membuatnya kehilangan kata kata.


"Jika kamu memiliki kesedihan maka kamu bisa mengatakan nya padaku, karena aku lebih tua darimu maka aku bisa menanggungnya untukmu. "Ucap Bei Zhao dengan senyum tulus sambil mengelus rambutnya.

__ADS_1


__ADS_2