
Sesampainya di kediamannya ah atau lebih tepatnya adalah kediaman Lien Hua.
Lin Qiaofeng melepaskan penyamarannya dan menunjukkan wajah yang jauh lebih cantik dibandingkan milik Selir Yanping.
Lin Qiaofeng menatap pada 5 burung merpati yang ada di dalam kediaman Selir Yanping, mereka semua di kurung di dalam sebuah kurungan besi.
Lin Qiaofeng menulis surat dengan cepat dan wajah acuh tak acuh.
'Bertemu besok, di tempatmu. '
Lalu, Lin Qiaofeng mengikatnya pada kaki burung merpati dan memberikan gelang milik Xie Linye yang telah diberikan oleh pria tua itu padanya agar mereka lebih mudah untuk berkomunikasi.
Lalu, burung merpati itu terbang dengan sangat cepat ketika di bebaskan, Lin Qiaofeng tidak takut bahwa itu akan di ketahui oleh orang istana.
Bagaimanapun, itu tidak meninggalkan jejak apapun termasuk nama pengirim, tujuan, nama penerima, hanya pesan singkat yang akan dipahami oleh orang yang bersangkutan.
Jika bukan orang yang bersangkutan maka jangan harap untuk bisa melacak siapa pengirim surat misterius ini, mata hitam pekat milik Lin Qiaofeng menatap ke arah bulan.
Mengingat hari hari yang dihabiskan olehnya saat masih berada di kediaman Bei Wang, mengingat beberapa kenangan nya dengan Bei Zhao.
Mengingat ketika Bei Zhao mengatakan bahwa pemuda itu jatuh cinta padanya, Lin Qiaofeng memejamkan mata dan menyenderkan kepalanya pada kusen jendela.
Keesokan harinya,
Ketika malam mulai turun, Lin Qiaofeng dengan pakaian serba hitam pergi secara diam diam menuju kediaman Jenderal Xie.
Sesampainya disana, terlihat bahwa Jenderal Xie sudah bersiap siap untuk menanti kedatangannya.
"Terima kasih atas kemurahan hati Selir Yanping. " Ucap Xie Linye.
Xie Linye tidak mengetahui bahwa yang menjadi Selir Yanping adalah dia sendiri, Lin Qiaofeng !
"Jenderal Xie, Lin Xiaojie mengatakan padaku untuk bekerja sama dengan Ratu Dinasti Song. Ratu Dinasti Song akan membiarkan anda bertindak seolah olah anda berhasil menundukkan Dinasti Song, tapi sebenarnya anda bekerja sama dengan Ratu Dinasti Song dan mengumpulkan pasukan untuk memberi pukulan telak pada Dinasti Qin. Apakah Jenderal Xie siap ?" Tanya Lin Qiaofeng yang menyamar sebagai Yanping.
Mendengar ini membuat Xie Linye berubah menjadi pucat, tapi tidak gemetaran seolah sudah memperkirakan ini sebelumnya tapi masih ketakutan.
"Aku yakin, sejak aku telah melakukan kontrak darah dengan Lin Xiaojie, aku tidak takut untuk menemui kematianku asalkan aku bisa mempertahankan keluargaku di dalam kemuliaan. " Ucap Xie Linye dengan penuh tekad.
__ADS_1
"Bagus, tidak ada salahnya untuk berpikir seperti ini. Rencana Lin Xiaojie sangat rapih dan matang, jangan sampai ada kesalahan. Selama tidak ada kesalahan maka nyawa Jenderal Xie akan baik baik saja. " Ucap Selir Yanping palsu.
Lin Qiaofeng berjalan pergi dan menoleh ke belakang untuk sejenak, dan melihat Xie Linye sekali lagi.
"Jenderal Xie, sebaiknya tegaskan dirimu untuk memastikan kamu berdiri di sisi yang mana. Soalnya jika kamu terus ragu ragu, maka Lin Xiaojie tidak akan meninggalkan belas kasihan dan Kaisar juga tidak akan meninggalkan belas kasihan padamu. "Lanjutnya dengan senyum di balik cadar hitam.
Hal ini tidak perlu dijelaskan lagi pada Lan Xiang karena Lan Xiang telah mengetahui rencana nya, dia telah memberi tahu hal ini sebelum dia pergi dari tempat Lan Xiang.
Lin Qiaofeng menaiki kudanya dan berjalan pergi dari kediaman Jenderal Xie dengan tatapan yang sangat tajam seolah olah ingin membelah orang menjadi seribu bagian dengan tatapan tajamnya.
Tatapannya yang tajam membelah gelapnya malam dan melaju layaknya angin untuk kembali menuju Istana atau lebih tepatnya kediaman Selir Yanping.
Sesampainya di kediaman Selir Yanping, Lin Qiaofeng dengan acuh tak acuh melemparkan cadar nya yang menunjukkan wajahnya yang sebenarnya lalu masuk kesalah satu ruangan yang digembok.
Gembok yang terbuat dari tembaga terbaik itu terbuka dan pintu didorong, Lin Qiaofeng berjalan masuk dengan acuh tak acuh.
Di dalam ada seorang gadis dengan gaun putih yang kotor dan lusuh, rambut hitam yang berantakan, dan ekspresi penuh kebencian.
"Lien Hua, bagaimana kabarmu ?" Tanya Lin Qiaofeng dengan senyum jahat.
"Untuk apa kau datang kesini ?!" Tanya Lien Hua dengan marah.
"Bagaimana kamu bisa tahu tentang itu ?!" Tanya Lien Hua dengan ketakutan.
"Jangan lupa, mata dan telinga milik ku ada banyak di dalam istana. Sekarang, kamu hidup atau mati tidak akan ada yang memperdulikan lagi. " Ucapnya dengan tatapan redup.
"Lien Hua, kamu seharusnya bisa menghitung dengan baik siapa yang layak untuk menjadi musuh dan siapa yang layak untuk menjadi rekan. Aku pikir, selama ini usahaku untukmu hanyalah sia sia, tapi tidak masalah. Meskipun sia sia, itu tidak sepenuhnya sia sia. Buktinya aku bisa masuk kesini dengan identitas milikmu. " Lanjutnya dengan senyum jahat.
"Zhou Beishang ! Dengan kemampuan mu, apakah kamu bisa menundukkan Yang Mulia ?! Aku percaya bahwa Yang Mulia akan menemukan kejanggalan dalam tindakan mu !" Ucap Lien Hua dengan marah.
"Jika dia menemukan kejanggalan pada tindakan ku maka aku akan.......... " Lin Qiaofeng tidak melanjutkan kata katanya melainkan memeragakan gerakan memotong leher.
Lien Hua berubah menjadi ngeri ketika melihat ekspresinya yang penuh dengan kekejaman.
"Aku telah menunggu sangat lama untuk membalaskan dendam ini, hutang darah ini tidak akan kubiarkan berjalan lebih lama. Mereka yang menyebabkan ini padaku dan aku akan membuat mereka menyesal. " Gumam Lin Qiaofeng.
Lin Qiaofeng menyeringai dan menatap ke arah Lien Hua yang kelaparan karena tidak makan selama dua hari belakangan.
__ADS_1
"Aku ingin melihat sejauh mana kamu bertahan tanpa makanan dan minuman. " Ucap Lin Qiaofeng dengan senyum mengejek.
"Jangan ! Tolong maafkan aku !" Mohon Lien Hua setelah mendengar niatnya.
"Kamu harus tahu apa bayarannya mengkhianatiku, untungnya aku bergerak cepat kalau tidak rencanaku akan digagalkan oleh penjahat kecil sepertimu. " Ejek Lin Qiaofeng sebelum akhirnya kembali mengunci pintu itu.
Terdengar jeritan permintaan tolong dari dalam, tapi ketika orang berjalan menjauh itu tidak terdengar lagi karena pintu kayu yang tebal.
Lin Qiaofeng berjalan menuju kamar Lien Hua yang tersembunyi dan tidak dimasuki oleh siapapun, didalam ada beberapa buku dan gadis itu membuka satu satu sampai melihat ke buku yang bersampul merah.
'Daftar orang yang harus mati !'
Tulisan itu ditulis secara acak acakan dan dengan tinta merah yang dilarang, Lin Qiaofeng membuka secara acuh tak acuh dan melihat nama banyak orang.
Kebanyakan telah diberi tanda sudah selesai, artinya nama orang yang ada disini sudah di selesaikan kecuali tiga nama.
"Zhou Beishang, Bei Zhan, Lan Xiang. Menarik sekali, namaku ada di dalamnya !" Ucap Lin Qiaofeng sambil tertawa terbahak bahak.
Bei Zhan adalah nama Kaisar yang sebenarnya, jadi sebenarnya Selir Yanping yang lemah lembut ingin menjadi seorang Kaisar wanita layaknya Zhou Beishang atau Lan Xiang ?
Memikirkan gagasan ini membuat Lin Qiaofeng tertawa mengejek, untuk menjadi seorang Kaisar wanita bahkan Lien Hua harus memuaskan seorang lelaki tua.
Itu tidak dapat dibandingkan dengan dirinya atau Lan Xiang. Rasa jijik yang ada di mata nya bahkan berubah menjadi lebih tebal.
"Sayang sekali bahwa kamu tidak bisa memenuhi ketiga nama ini, tapi aku bisa mengurangi satu nama lain untukmu. " Ucap Lin Qiaofeng.
Untuk orang yang tidak tahu berterima kasih semacam Lien Hua, maka dia Lin Qiaofeng tidak akan memiliki belas kasihan.
Tidak peduli apa pandangan dunia terhadap kekejaman nya, Lin Qiaofeng tidak peduli dan hanya peduli dengan rencananya yang telah mencapai puncak.
"Lihatlah, orang yang terlihat sangat polos dan lemah lembut sebenarnya membunuh lebih banyak orang dariku. " Ejek Lin Qiaofeng.
Totalnya ada 579 orang yang telah dibunuh oleh Lien Hua secara diam diam, itu yang dicatat dan tidak termasuk dengan yang tidak dicatat.
Senyum mengejek tampak diwajahnya ketika melihat sebagian nama adalah rakyat rakyat biasa, Lien Hua ini benar benar tidak memiliki harga diri.
Mencari masalah dengan seorang pemotong daging hanya karena tukang potong daging itu tidak mengenalnya dan tidak mendahulukan pesanannya sehingga seluruh keluarga tukang potong daging itu di bersihkan oleh Lien Hua.
__ADS_1
"Orang arogan semacam ini........... Aku benar benar tidak tahu cara menghadapinya. " Kata Lin Qiaofeng sambil memandang ke arah kegelapan malam.