Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
48. Bertarung


__ADS_3

Zhou Beishang tertidur sampai keesokan harinya tanpa ada yang tahu. Begitu dia bangun, dia merasa kepalanya sangat pusing.


Dia mengeluh dan mengutuk, karena dia bisa mabuk. Jika ada orang yang menyerangnya saat dia sedang tertidur lelap maka dia akan berpindah alam ketika dia bangun.


Dia tidak boleh mengulangi kejadian ini lagi di masa depan. Sangat buruk untuk melakukan hal semacam ini.


Dia bersumpah tidak akan mabuk lagi di masa depan dan menjauhi minuman alkohol yang membuat kecanduan ini.


Tidak lama pintu di ketuk dan dia membiarkan orang di luar untuk berjalan masuk.


"Masuk." Ucapnya dengan tenang.


"Nona ! Anda bangun pagi sekali, aku baru berpikir untuk membangunkan kamu. " Ucap A Xiang dengan ceria seperti biasa.


"Aku tidur tidak terlalu nyenyak. " Jawabnya dengan tenang.


A Xiang tampak mengendus ngendus dirinya dengan tatapan menyelidik.


"Apakah nona baru saja meminum arak ?" Tanya A Xiang dengan tatapan curiga.


"Baiklah aku menyerah. " Ucapnya dengan wajah pasrah, dia tidak bisa berbohong di depan A Xiang.


Wajah A Xiang tampak sedang menahan marah dan kesal.


"Nona, bukankah sudah ku bilang ? Jangan meminum arak lagi atau kau akan demam besok. " Ucap A Xiang dengan kesal.


"Apakah nona sering meminumnya saat aku sedang pergi ?" Tanya A Xiang yang mirip dengan biro hukum yang sedang mengorek informasi dari tahanan nya.


"Tidak, baru kali ini. Kau tidak perlu khawatir, aku tidak akan menyentuh arak lagi di masa depan kecuali aku terpaksa. " Ucap nya dengan acuh tak acuh.


Akhirnya dia menyuruh A Xiang keluar setelah beberapa waktu karena takut bahwa perasaan nya tidak stabil.


Dia terkejut ketika merasakan ada yang menerobos masuk ke dalam ruangannya, dia mengeluarkan belati miliknya dari lipatan pakaiannya.


Seorang pria bertopeng keluar dan tertawa ringan sambil bertepuk tangan, dia menatap dengan tatapan waspada.


"Apa maumu kemari ?" Tanya nya dengan tenang.


"Seperti yang di harapkan dari Bei Wangfei, tidak mungkin untuk menjadi seseorang yang tidak berguna seperti yang di rumor kan. Aku sendiri sudah mengagumi Bei Wangfei sejak lama. " Ucap pria itu.

__ADS_1


"Apa maumu ?" Tanya nya lagi masih dengan ketenangan yang sama.


"Apa kau tahu apa akibat dari berjalan masuk ke sini ?" Tanya nya sambil menyeringai.


Tatapan nya berubah menjadi tajam dan menunjukkan sisi yang belum pernah ditunjukkan olehnya sebelumnya.


Dia selalu bisa mengendalikan amarahnya, tapi semalam itu sama sekali tidak terkendali dan membuatnya jatuh ke dalam kemarahan pagi ini.


Di tambah dengan kedatangan tamu yang tidak diundang, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak mengeluarkan sisi haus darahnya.


Pria di depannya secara langsung terintimidasi dan berjalan mundur beberapa langkah.


"Apa kamu tahu akibat dari berjalan ke dalam kamarku ?" Tanya nya dengan lembut.


"Bei Wangfei, berhenti menggertak. Tidak ada yang akan datang kemari. " Ucap pria itu dengan gemetar.


"Siapa bilang aku membutuhkan beberapa orang untuk menyelesaikan sampah sepertimu ?" Tanya nya sambil memiringkan kepalanya dengan senyum jahat.


Belati di tangannya melesat dan membuat darah tumpah karena belati itu menancap tepat di bahu pria itu.


Pria itu mengerang kesakitan dan menerjang ke arahnya, dia yang tidak memiliki ilmu meringankan tubuh tidak bisa menghindar.


"Darahmu manis sekali, aku pikir kamu sangat cocok untuk dijadikan masakan. " Ucapnya sambil tertawa ringan.


Dia merasa bahwa pedang semakin melemah dan pada saat itu dia mendorong orang itu sekuat tenaga dan pria itu terdorong mundur.


Di belati nya memiliki racun yang bekerja cepat tapi tidak membunuh, paling paling hanya membuat pingsan selama beberapa jam.


"Tidurlah dengan nyenyak, ketika bangun kau mungkin hanya berupa sup daging yang akan ku bagikan. " Ucapnya dengan seringaian.


"Kau !" Pria itu bahkan tidak bisa mengatakan satu kalimat dengan lengkap sebelum akhirnya pingsan.


Dia mendengus dingin dan berjalan keluar dengan sepatu yang berlumurah darah, bahkan pakaian nya pun terkena darah.


Tapi, karena dia sedang memakai gaun putih yang cantik. Percikan darah itu terbentuk seperti bunga Begonia yang anggun.


Melihat langkahnya yang tegas dan angkuh, itu bahkan menambah kecantikan miliknya. Dia berjalan keluar dan A Xiang terlihat sedang mengobrol dengan Song Yu di halaman sebelah yang merupakan tempat pelayan berkumpul.


Dia memang tinggal di dekat kediaman pelayan, sebelumnya tidak ada yang tinggal di sana. Tapi, dia tidak masalah.

__ADS_1


Apa yang harus di permasalahkan ? Selama dia memiliki tempat tinggal yang layak, maka dia tidak akan protes.


Lagipula, dengan begitu dia akan di jauhkan dari hal hal seperti berbasa basi dengan pejabat pejabat yang berusaha untuk menjilat Bei Wang.


"A Xiang , dimana Tuan Wen ?" Tanya nya dengan dingin.


"Nona ? Apakah anda tidak apa apa ?!" Tanya A Xiang dengan panik ketika melihat tubuhnya di penuhi dengan percikan darah.


"Tidak apa apa, kalian berdua jaga pembunuh di kamarku. Katakan di mana Tuan Wen. "Ucapnya.


"Dia seharusnya ada di depan Kediaman Bei Wang, Nona. " Ucap Song Yu.


Dia mengangguk dan mengucapkan terimakasih, dia langsung berjalan lagi ke depan. Jarak agak jauh jadi membutuhkan sedikit waktu.


Seperti yang di katakan oleh Song Yu, Wen Yao memang ada di depan kediaman Bei Wang.


"Tuan Wen. " Panggilnya dengan datar.


"Bei Wangfei. " Ucap Wen Yao segera berlutut di depannya.


"Ada seorang pembunuh di dalam kamarku. "Ucapnya tanpa perasaan dan emosi.


"Apakah Penjaga tidak mengurus pekerjaan mereka dengan baik ?" Tanya nya lagi.


"Ini..... " Wen Yao tampak ragu dan tidak bisa berkata.


"Aku hanya bertanya tentang penjaga, apakah kau tidak akan memberitahuku tentang hal itu ? Apakah ini atas perintah Bei Wang ? Apakah aku sebagai Bei Wangfei tidak memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan ?" Tanya nya dengan dingin.


"Maafkan kami, aku akan segera melihat dan memeriksa. " Ucap Wen Yao dengan cepat meminta maaf dan bersujud di depannya.


"Jika ini masih terulang di masa depan, maka aku akan memenggal kepalamu. Apa kau mengerti ?!" Tanya nya dengan arogan.


Dia tidak pernah begitu keras dengan seseorang, tapi ini sudah tidak bisa di toleransi. Bei Zhao sudah menjanjikan perlindungan padanya, tapi tidak memberikannya dengan tulus.


Ini membuatnya marah dan menegur orang orang itu.


"Aku ingin berita ini sampai ke telinga Bei Wang dalam waktu 3 Jam. Jika sudah 3 jam tapi kalian masih belum menghubungi Bei Wang, maka jangan harap kalian bisa hidup dengan tenang. Sepertinya aku telah terlalu baik pada kalian semua. " Ucapnya dengan dingin, dia berjalan pergi.


Setelah melihat punggung Zhou Beishang menjauh, Wen Yao akhirnya menghela nafas lega. Sebelumnya dia sangat takut ketika melihat aura yang dikeluarkan oleh Zhou Beishang.

__ADS_1


__ADS_2