
"Sekarang, kamu benar benar gila, bukankah begitu ? Untuk apa memimpikan ku siang dan malam ? Tidaklah kau ingat kata katamu di masa lalu ?" Tanya nya pada Bei Zhao.
Bei Zhao menghela nafas dan tidak marah atau langsung membantah.
"Itu benar, aku dulu memang mengatakan yang sebaliknya. Tapi sekarang sudah berubah, hati seseorang bisa berubah ubah. " Ucap Bei Zhao dengan tatapan sedih.
"Jika kau mengatakan sekarang kau mencintaiku, bagaimana kau bisa yakin bahwa kau tidak akan berubah dimasa depan ? Bukankah pada akhirnya aku yang tersakiti ? Kamu salah, hati seseorang tidak pernah berubah. Jika seseorang mencintai orang lain maka akan sulit untuk pergi dari sana, tidak peduli seberapa sakit. " Ucapnya dengan datar.
Lin Qiaofeng berdiri membelakangi Bei Zhao dengan nafas yang tidak beraturan, matanya berubah menjadi berkaca kaca.
"Aku..... " Bei Zhao tidak menemukan cara untuk membalas kata katanya.
"Aku akan memberimu kesempatan, buktikan bahwa kamu benar benar mencintaiku. Jika dalam satu tahun kamu masih mencintaiku maka aku akan memberimu kesempatan, lebih baik untuk memantapkan hatimu terlebih dahulu. " Ucapnya dengan acuh tak acuh.
Lin Qiaofeng berjalan keluar dan ketika membuka pintu, di depan ada Chu Huli yang sedang menunggu dengan cemas.
"Tuan Chu sudah bisa melihat Tuan Bei, apakah ada ruangan kosong ?" Tanya nya pada Chu Huli.
"Ya, kau bisa berjalan ke lorong kecil di sana. Nanti akan ada 3 ruangan kosong, Nona Lin bisa memilih salah satunya untuk memulihkan diri. " Ucap Chu Huli.
"Terima kasih Tuan Chu. " Ucapnya, Lin Qiaofeng berjalan sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Chu Huli dan masuk kedalam salah satu ruangan.
Di dalam ruangan itu, ketenangan yang telah di tahan olehnya selama ini sepenuhnya hilang kedalam lautan yang dalam.
Dadanya bergerak naik turun dengan sangat cepat, nafasnya berat dan seolah olah tubuhnya ditimpa dengan batu besar, matanya berkaca kaca, Lin Qiaofeng menggigit bibirnya dengan kuat untuk menahan tangisan nya.
"Sialan, orang itu selalu berhasil untuk membuatku mengalirkan air mata. Aku membencinya. "Gumam nya.
Bahkan, ketika dia tahu bahwa ayahnya dibunuh oleh Lan Xiang, dia tidak bertindak terlalu banyak.
Ya, Zhou Yi Nian dibunuh oleh Lan Xiang selama dia berada di pengasingan, orang yang berdiri di sudut saat dia keluar dari latihan adalah Zhou Yi Nian yang palsu.
__ADS_1
Itulah kenapa dia pada saat itu merasa bahwa Zhou Yi Nian terlihat agak aneh dan canggung, tidak seperti biasanya.
Jadi, akhirnya dia menyewa mata mata terkemuka di Dinasti Qin sehingga mengetahui hal ini beberapa hari lalu atau tepatnya dua hari lalu.
Biaya yang di keluarkan juga tidak sedikit, sekitar 100 tael emas untuk membayar mata mata itu. Dia tidak membawa uang sebanyak itu jadi Lin Yue membayar nya terlebih dahulu.
Disisi lain, Bei Zhao saat ini sedang berada di dalam satu ruangan bersama dengan Chu Huli. Wajah Bei Zhao sangat murah seolah olah mengandung seluruh awan hitam.
"Apa yang terjadi padamu ?" Tanya Chu Huli pada Bei Zhao.
"Tidak apa apa. " Ucap Bei Zhao.
"Kenapa wajahmu begitu muram ? Apakah ada sisi yang tidak nyaman ? Apakah aku perlu untuk memanggil tabib ?" Tanya Chu Huli.
"Tidak perlu, aku baik baik saja. " Ucap Bei Zhao dengan dingin.
"Apa hubunganmu dengan Nona Lin ? Kenapa dia tampaknya sangat mengenalmu ? Aku tidak pernah mendengar bahwa kamu dekat dengan seseorang belakangan ini ? Dia mengatakan bahwa kamu yang akan menjelaskan hal ini padaku jadi kamu berhutang penjelasan padaku. " Ucap Chu Huli dengan sangat bersemangat.
Chu Huli dan Bei Zhao adalah sepupu, ibu Bei Zhao yang dikatakan menjadi salah satu wanita pemain musik di rumah bordil adalah adik kandung ayah Chu Huli.
Nama Ibu Bei Zhao adalah Chu Yanying, ketua kedua Paviliun Qiao Yao. Tidak tahu apa yang terjadi pada Chu Yanying sampai sampai berakhir di rumah bordil bersama dengan sahabatnya, ibu Zhou Beishang.
"Dia adalah Zhou Beishang, apa kau puas ?" Tanya Bei Zhao dengan kesal.
"Apa ?! Kenapa itu berbeda dengan yang ada di dalam lukisan ? Namanya juga berbeda ? Bagaimana itu bisa menjadi orang yang sama ? Apakah kau yakin ? Kau yakin itu bukan orang yang salah ? Atau kau telah menjadi gila karena rindu dengan Zhou Beishang ? Saudaraku, haruskah aku memanggil beberapa tabib untuk melihat kondisi jiwamu yang tidak stabil ini ?" Tanya Chu Huli sangat cepat.
"Diamlah ! Kepalaku menjadi sakit hanya karena kata katamu ! Dia adalah Zhou Beishang, Lin Qiaofeng adalah nama lainnya. " Ucap Bei Zhao dengan marah.
"Oh, jadi itu adalah orang yang sama ya ? Kenapa tidak mirip ? Apakah ada suatu cara yang memungkinkan seseorang untuk merubah penampilan dalam satu tahun ?" Tanya Chu Huli sambil berpikir pikir.
"Seharusnya tidak ada, ini adalah hal yang tidak aku mengerti juga. Aku akan mencari penelitian tentang hal ini. " Ucap Bei Zhao sambil berusaha untuk berdiri.
__ADS_1
"Hei ! Kemana kamu akan pergi ?! Kamu masih belum sepenuhnya pulih !"Teriak Chu Huli.
"Aku ingin pergi ke perpustakaan untuk mencari tahu tentang hal ini. " Ucap Bei Zhao dengan datar.
Chu Huli menghela nafas ketika melihat saudaranya yang sangat keras kepala ini akhirnya hanya bisa pasrah.
Chu Huli mengikuti Bei Zhao dari belakang untuk jaga jaga apabila pemuda itu langsung pingsan seperti sebelumnya.
Di tempat Lin Qiaofeng,
Gadis itu sedang duduk dalam posisi lotus untuk menenangkan dirinya sendiri. Meskipun begitu, nafasnya masih terengah engah.
Lin Qiaofeng tidak mengerti dengan apa yang ada di dalam pikiran Bei Zhao, dia tidak pernah bisa mengerti Bei Zhao.
"Aku tidak tahu apa yang ada di dalam pikiranmu, kamu memiliki terlalu banyak kulit wajah sampai sampai aku tidak tahu yang mana adalah yang nyata. Aku takut bahwa ini adalah jebakan yang sama seperti di masa lalu. " Gumam nya dengan tatapan menatap ke depan.
Malam hari
Chu Huli mengajak semuanya makan malam, di meja itu ada 12 kursi dengan satu kursi yang ditambahkan.
Itu digunakan untuk Lin Qiaofeng, di meja sudah ada 9 orang yang tidak dikenal, dia berdiri dengan canggung dan tidak langsung duduk.
"Nona Lin, silakan duduk disini. " Ucap Chu Huli menunjuk kursi yang berbeda sendiri.
"Ya." Jawabnya dengan ragu ragu.
Lin Qiaofeng menarik kursi dan duduk di tengah tengah antara Chu Huli dan Bei Zhao.
"Perkenalkan ini adalah Lin Qiaofeng, Lin Xiaojie. Dimasa depan, Lin Xiaomei akan menjadi rekan kita. " Ucap Chu Huli pada yang lain.
(Xiaojie : Nona muda formal. )
__ADS_1
"Lin Xiaojie, ini semua adalah saudaraku. Saudaraku yang tersisa berada di luar dan sedang bertualang. " Ucap Chu Huli memperkenalkan.