
Ribuan pejuang Dinasti Tang yang berbaris dengan rapih bersiap untuk pergi ke medan perang, di depannya ada seorang gadis yang mengenakan pakaian merah dan baju zirah hitam yang terasa sangat dingin dan penuh aura membunuh.
Itu adalah Lin Yue dengan pedangnya yang tersarung, Lin Yue duduk di atas kuda hitam yang sangat gagah dan berotot.
Dengan rambut yang diikat seperti ekor kuda, membuatnya sangat bijak dan di sebelahnya ada seorang jenderal paruh baya , Jenderal Zhang.
Aura yang ditunjukkan oleh pria paruh baya itu tidak seperti seorang pejuang sejati, Lin Beishang tidak menyukai nya hanya dalam satu pandangan.
Lin Beishang tersenyum sedih melihat kepergian Lin Yue lalu memejamkan mata dan mendongakkan kepala nya untuk menahan air matanya.
"Aku melakukan ini semua untuk kebaikan mu, terkadang medan perang masih lebih lembut dibandingkan istana, biarkan aku membuka jalan untukmu, Yue. " Gumam Lin Beishang yang berdiri di atas menara dengan rambut yang berkibar dengan liar.
"Apakah kamu menyesal karena mengirimnya pergi ke medan perang ?" Tanya suara berwibawa dari belakang.
Lin Beishang tidak perlu menoleh untuk tahu siapa orang yang datang tanpa di undang ini.
"Aku tidak pernah menyesal, kamu sendiri tahu dengan jelas betapa banyaknya monster yang kamu kembangkan di istana yang megah ini. " Balas Lin Beishang dengan dingin.
"Apa yang kamu katakan tidak salah, medan perang memang jauh lebih baik. Mereka dengan jujur mengatakan bahwa mereka ingin saling membunuh, tapi di istana, orang yang hari ini sangat baik padamu bisa menikammu di keesokan hari. " Ucap Lin Xi.
Ya, orang yang datang adalah ayah Lin Yue dan Lin Beishang, Kaisar Lin Xi yang berkuasa.
"Yue tahu masalah ini tapi hanya mengetahui secara teori bukan secara langsung, meskipun dia tahu prinsip ini tapi dia tidak mengerti. " Lanjut Lin Xi dengan helaan nafas.
"Memang, dia terlalu baik untuk melakukan ini semua. Biarkan aku, orang tanpa hati yang membuka jalan untuknya. " Ucap Lin Beishang dengan datar.
"Ketika darah telah tumpah, tidak akan pernah bisa dikembalikan lagi. " Peringat Lin Xi.
"Lalu ? Sepanjang hidupku , aku telah membunuh banyak orang. Siapapun yang menghalangi rencanaku bisa menemui kematiannya. " Ucap Lin Beishang sambil menyeringai.
"Jangan terlalu tenggelam dalam persaingan penuh darah ini, ibumu yang mengatakan ini padaku di masa lalu tapi aku tidak mendengarkan nya maka aku akan mengatakan ini padamu. " Ucap Lin Xi dengan tenang.
"Aku tidak pernah tenggelam dalam perebutan tahkta, apakah aku terlihat seperti orang yang suka untuk duduk di atas tahkta yang menjijikkan itu ?"Tanya Lin Beishang dengan raut wajah jijik.
"Berapa umurmu saat ini ? 21 tahun ? Kenapa Lin Yue tidak pernah bisa menjadi sepertimu ?" Tanya Lin Xi dengan sedih.
"Tanpa mengalami kesulitan itu sendiri, kamu tidak akan pernah bisa mengerti berapa besar penderitaan yang dimaksud. Lin Yue selama ini tumbuh dalam perlindungan mu, bagaimana itu bisa dibandingkan dengan aku yang dibesarkan secara liar ?" Tanya Lin Beishang dengan santai.
"Sama seperti serigala, Yue seperti anak serigala yang diberikan makan dan dipelihara dengan penuh kasih sayang tanpa perlu berebut dengan serigala lain untuk mendapatkan makanan sementara aku serigala liar harus berjuang untuk hidupku dan makananku, jika dihadapkan, yang mana menurutmu akan menang ? " Tanya Lin Beishang.
Keduanya mengerti konsep ini dengan jelas dan tidak perlu untuk mengatakan jawaban nya dengan jelas.
"Apakah menurutmu Lin Yue akan bisa menjadi seorang Kaisar Wanita yang baik ?" Tanya Lin Xi.
"Tentu saja dia bisa, aku percaya padanya. Aku percaya bahwa dia akan bisa melakukan itu. Seiring berjalannya waktu, seseorang akan berubah, baik perubahan kecil maupun perubahan besar. " Ucap Lin Beishang dengan penuh keyakinan.
"Sepertinya kamu sangat yakin padanya ?" Tanya Lin Xi dengan pelan.
"Kenapa aku tidak yakin padanya ? Dia adalah kakak perempuan ku, satu satunya saudaraku, bahkan jika aku harus berlumuran darah untuknya, aku tidak akan keberatan. " Jawab Lin Beishang dengan berani.
"Huft, kamu masih muda. Menikahlah dengan pria baik di masa depan, aku juga akan mencarikan pasangan yang tepat untuk Lin Yue. " Ucap Lin Xi dengan pelan.
"Tidak perlu memutuskan pria untuknya, dia telah memiliki seseorang di dalam hatinya. " Ucap Lin Beishang dengan dingin.
"Siapa itu ?" Tanya Lin Xi dengan penasaran.
"Biarkan dia sendiri yang mengungkapkan nya padamu dan masalah pernikahan ku, aku telah memutuskan siapa orangnya, bahkan sejak lebih dari 10 tahun lalu. " Ucap Lin Beishang dengan senyum tipis sebelum akhirnya berjalan turun dari menara dan meninggalkan Lin Xi sendirian di atas menara yang penuh dengan angin itu.
Lin Beishang berjalan menghampiri Lin Yue dengan senyum tipis, rambutnya diterpa oleh angin yang menunjukkan kecantikannya yang sempurna.
"Berhati hatilah, aku tidak ingin kamu terluka. " Ucap Lin Beishang sambil memeluk Lin Yue.
"Tenang saja, aku tidak akan terluka hanya dengan melawan beberapa orang suku barbar. Aku akan kembali dengan kemenangan besar, jangan khawatir , kita akan segera bertemu dan berkumpul bersama lagi. " Ucap Lin Yue dengan optimis.
"Aku harap begitu, semakin cepat kamu kembali maka semakin baik. Kalahkan musuh dan bersihkan sampai ke akar, tanpa meninggalkan apapun. " Ucap Lin Beishang sambil menyebutkan kalimat andalan Pasukan Dinasti Tang.
__ADS_1
Pasukan Dinasti Tang secara keseluruhan mungkin lebih sedikit daripada jumlah milik Dinasti lain, tapi kekuatannya benar benar sangat baik.
2000 pasukan elit milik Dinasti Tang bahkan bisa mengalahkan 5000 pasukan elit milik Dinasti lain, jadi jangan lihat jumlah yang sedikit, lihatlah pengalaman dan kemampuan yang dimiliki oleh para pejuang ini.
"Selamat tinggal !" Ucap Lin Yue dengan penuh semangat.
Lin Yue mencambuk kudanya dengan tapi kekang dan kuda itu mengangkat kedua kakinya tinggi tinggi sebelum akhirnya mulai berlari.
Para pasukan itu dengan sebagian berkuda dan yang lain berlari, benar benar pemandangan yang mengharukan bagi orang orang Dinasti Tang.
Sekarang, tidak ada yang tersisa yang tersisa hanyalah debu yang dihasilkan oleh kuda yang berlari dengan kencang.
Punggung Lin Yue dan Jenderal Zhang yang berjalan paling depan perlahan lahan menjadi semakin kabur dan kabur, sampai sampai hampir tak terlihat lagi.
Seluruh warga menghiasi jalan yang untuk mengantar para pejuang ini dan dipenuhi dengan isak tangis, Lin Beishang memandang punggung Lin dan berjalan berbalik tanpa ekspresi.
Suara derap kaki kuda dan suara pasukan yang berlari telah membuat kepalanya menjadi pusing dan tatapannya menjadi sedikit redup.
Kesedihan orang orang yang meratapi kepergian keluarganya, benar benar telah menariknya untuk merasakan kesedihan juga bersama dengan mereka.
Suara ratapan, tangisan yang menyedihkan dan lagu lagu sedih mulai memenuhi indra pendengarannya.
Lin Beishang merasa bahwa telinganya menjadi sedikit berdengung dan kepalanya menjadi sedikit pusing, dia membenci perasaan ini.
Isak tangis dari peperangan adalah hal yang dibenci olehnya, dimana orang orang harus berpisah dengan keluarga mereka dan tidak tahu kapan mereka akan kembali.
Apakah kembali dalam keadaan hidup atau mati, apakah mayat utuh atau tidak menyisakan apapun, tidak ada yang tahu.
Baik kepergian atau kepulangan pasukan suatu Dinasti pasti dihiasi oleh tangisan yang menyayat hati, Lin Beishang membenci itu.
Membenci melihat betapa banyak nya orang yang menderita karena suatu perang, meninggalkan jasa besar tapi tidak memiliki begitu banyak reputasi.
Benar benar menyedihkan, Lin Beishang berjalan masuk ke dalam Paviliun Qing Luo dan memutuskan untuk mengurung diri.
"Ya, sedih tapi aku tidak memiliki jalan lain. Dengan cara ini, maka Lin Yue akan lebih aman. Ada banyak orang yang ingin mencelakai nya di Istana ini, musuh telah mulai bergerak , aku takut bahwa dia akan menjadi sasaran. " Ucap Lin Beishang dengan tatapan yang redup.
"Darimana kamu akan memulai 'pembersihan' ini ?"Tanya Bei Zhao dengan suara berat.
"Mungkin dari para Selir Agung, mereka yang tidak ingin tunduk maka jangan salahkan aku karena kejam. " Ucap Lin Beishang dengan tatapan yang menggelap.
"Apakah kamu yakin akan melakukan ini semua ? Itu bisa jadi berjumlah ribuan ?" Tanya Bei Zhao untuk memastikan Lin Beishang.
"Bei Zhao, aku tidak akan membunuh secara membabi buta seperti itu, kebetulan aku telah meminta Lan Xiang untuk menyelidiki semuanya dan memberi daftar nama yang mencurigakan di Dinasti Tang. Aku hanya akan membersihkan kaki tangan Paviliun Qiao Yao. " Ucap Lin Beishang dengan tenang.
Tidak lama seorang gadis melompat dengan wajah yang tertutup oleh cadar, Lin Beishang tersenyum tipis dan mengambil gulungan yang dibawa oleh gadis itu.
"Terimakasih, A - Xiang. " Ucap Lin Beishang.
"Nona hanya perlu mengatakan apa yang Nona inginkan maka A - Xiang akan menjalankan nya untuk Nona. " Ucap Lan Xiang.
"Kembalilah, aku hanya memerlukan ini, sisanya adalah urusan ku. Pergi dan awasi Jenderal Xie x jangan biarkan dia menjadi pengacau rencana ku. " Ucap Lin Beishang.
"A - Xiang akan menururi perintah Nona. " Ucap Lan Xiang sebelum akhirnya meloncat pergi dengan sangat cepat.
Kemampuan meringankan tubuh milik Lan Xiang telah meningkat dibandingkan sebelumnya, benar benar cocok untuk menyelinap dan mencari informasi.
"Aku bahkan tidak tahu jika Lan Xiang telah datang ke Dinasti Tang. " Ucap Bei Zhao sambil menatapnya dengan kagum.
"Tidak perlu memuji ku seperti itu, aku melakukan nya diam diam karena untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang mengawasi kita. Semakin tersembunyi maka semakin baik. " Ucap Lin Beishang.
"Ya , aku mengerti hal ini. Jika kamu membicarakan ini maka aku adalah orang yang paling mengerti apa maksud mu dan kamu tidak akan menemukan orang kedua yang mengerti dirimu lebih daripada aku. " Ucap Bei Zhao dengan bangga.
"Apakah seperti itu ? Kalau begitu, bukankah aku harus bergantung pada Bei Wang yang sangat mengerti aku ?" Tanya Lin Beishang sambil menaruh tangannya di bahu Bei Zhao.
Baru saja Bei Zhao akan membalas godaan yang diberikan oleh Lin Beishang, kesadaran Lin Beishang telah hilang dan jatuh ke dalam pelukan Bei Zhao.
__ADS_1
Bei Zhao dengan segera menangkap tubuh mungil milik Lin Beishang dan menggendong gadis itu ke dalam Paviliun Qing Luo.
Bei Zhao tahu meskipun Lin Beishang selalu menyembunyikan nya dan tidak ingin orang lain tahu, gadis itu sebenarnya adalah hati yang rapuh.
Sangat mudah merasa sedih atau gembira tapi selalu menahannya agar terlihat lebih kuat di mata orang lain.
Tidak ingin merepotkan orang lain dan terbiasa untuk menyelesaikan semuanya sendirian, menanggung semuanya dalam diam.
Bei Zhao dengan telaten membaringkan tubuh Lin Beishang dengan hati hati di atas ranjang dan tampak sangat waspada seolah olah takut jika dia salah sedikit saja maka tubuh Lin Beishang akan terluka.
Bei Zhao memandang wajah yang telah berhasil memiliki seluruh hatinya dan menjadi ratu di dalam hatinya ini dengan pandangan penuh kasih sayang.
"Seandainya aku menyadari lebih cepat maka aku akan membawa mu bersama denganku dan menolak untuk melepaskan mu. " Ucap Bei Zhao dengan senyum sedih.
"Aku sekarang menyesal dan selalu berpikir bahwa aku tidak layak untukmu, bagaimana aku harus menghadapinya ? Aku merasa tidak layak untukmu tapi aku tidak bisa berpisah denganmu. " Ucap Bei Zhao sambil memegang tangan Lin Beishang.
Bei Zhao mengambil kain bersih dan membalasnya dengan air bersih lalu mengompresnya di dahi Lin Beishang yang sedikit panas.
Lalu duduk di samping gadis itu dengan penuh perhatian dan dengan tulus menunggu kapan Lin Beishang akan sadar.
"Jika semuanya telah berakhir maka aku akan melamar mu dan mengadakan pernikahan yang yang sangat megah, jangan sampai ada yang tidak tahu tentang pernikahan kita. Tidak seperti dimasa lalu, dimana aku bahkan tidak menyambutmu. "Ucap Bei Zhao sambil tertawa kecil ketika mengingat masa lalu.
Bei Zhao duduk dengan diam dan memandangi wajah Lin Beishang selama satu jam penuh sampai akhirnya Lin Beishang sadar dan secara tidak terduga langsung menarik leher Bei Zhao.
Bei Zhao yang terkejut karena wajah mereka sangat dekat secara tiba tiba hanya bisa terdiam dan menunggu Beishang.
"Meskipun aku tidak sepenuhnya sadar tapi aku mendengar kata katamu sebelumnya. Aku tidak berpikir bahwa kamu tidak layak untukku. " Ucap Lin Beishang dengan tatapannya yang dalam.
Lalu, Lin Beishang menekan kepala Bei Zhao lebih dalam dan bibir mereka terjalin satu sama lain, Bei Zhao menyelipkan salah satu tangannya di belakang leher Lin Beishang sementara tangannya yang lain digunakan untuk menahan tubuhnya.
Sementara Lin Beishang, kedua tangannya terjalin satu sama lain di belakang leher Bei Zhao, mereka berciuman dengan mesra seolah olah melepas rasa frustrasi yang mereka pendam selama ini.
Sepertinya ini tidak akan berakhir dengan cepat begitu saja, suasana di dalam ruangan menjadi lebih panas dengan sangat cepat dibandingkan sebelumnya.
10 menit kemudian
Lin Beishang dengan enggan melepaskan tautan bibirnya dengan bibir Bei Zhao , meskipun begitu tangannya masih berada di belakang leher Bei Zhao.
Sementara Lin Beishang telah berubah sepenuhnya duduk dipangkuan Bei Zhao , kedua tangan Bei Zhao berada di pinggang Lin Beishang dan melingkari pinggang ramping itu.
"Kamu mengatakan dimasa lalu jika kamu mencintaiku bukan ?" Tanya Lin Beishang dengan lembut.
"Tidak hanya mencintaimu saja, tapi sekarang tanpa kamu aku pikir aku tidak akan bisa bertahan. " Ucap Bei Zhao dengan tulus.
"Kalau begitu aku akan mengatakan, bahwa aku juga mencintaimu. " Ucap Lin Beishang.
"Apa ?" Bei Zhao tidak langsung nyambung dengan kata kata Lin Beishang dan tampak memproses kata kata Lin Beishang terlebih dahulu sebelum akhirnya melompat sambil menggendong Lin Beishang dengan kegirangan.
"Aku tidak akan mengulangi nya dua kali. " Ucap Lin Beishang sambil terkekeh.
"Akhirnya, aku pikir aku tidak akan pernah mendapat balasan ini. Aku... aku pikir kamu membenciku. " Ucap Bei Zhao dengan tergagap.
"Aku memang sempat membencimu, tapi sekarang aku menyadari bahwa aku tidak pernah bisa membencimu. " Ucap Lin Beishang sambil tertawa ringan.
...----------------...
Yuhuu ! Ngetik kali ini semangat banget haha, lebih dari 2000 kata loh untuk chapter ini dan hubungan Bei Zhao sama Lin Beishang sudah berkembang ke tahap yang baru.
Siapa aja nih yang jadi penumpang kapal Lin Beishang - Bei Zhao ? Pasti lagi seneng banget nih, sama kayak author haha.
Kira kira, para pembaca ngerasa kalau Yang Xin cocok gak untuk Lin Yue ? Terus siapa yang bisa nebak apa hasil dari perang Lin Yue kali ini ?
Apakah menang besar atau kalah besar ? Kalian bisa komen untuk jawabannya, hehe.
2,2 k words
__ADS_1