
"Jadi, apa yang kamu temukan dalam kepergian kali ini ?" Tanya Lin Beishang pada Chu Yi.
Chu Yi tidak langsung menjawab dan menatap langit dengan helaan nafas sebelum akhirnya menjawab.
"Aku menemukan bahwa manusia gunung dan Suku barbar telah bersatu dan menciptakan sesuatu yang disebut dengan peledak. Barang itu berbentuk bulat dan jika lempar maka akan meledak dan menghancurkan benda di sekitarnya, bahan pembuatan nya sangat rumit dan jangakauan nya mencapai 2 meter. " Ucap Chu Yi dengan kerutan di wajah.
"Bagaimana dengan ketujuh Tuan penjaga di istana Qin yang aku minta kamu selidiki sebelumnya ?" Tanya Lin Beishang.
"Mereka semua telah tunduk pada perintah Chu Huli dan Dinasti Long juga telah menggabungkan kekuatan mereka dengan Dinasti Qin. "Jawab Chu Yi dengan wajah muram.
Mereka bertiga merasa bahwa hati mereka jatuh ke dasar laut yang dalam dan dingin setelah mendengar ini.
Peledak ini, jika memang sekuat yang dikatakan oleh Chu Yi maka tidak tahu berapa banyak orang yang akan mati di medan perang.
"Berapa banyak manusia gunung yang ada dan berapa banyak suku barbar semuanya ?" Tanya Lin Beishang memecah keheningan yang membekukan ini.
"Manusia gunung berjumlah sekitar 600 orang, sementara suku barbar sendiri lebih dari 5.000 orang pejuang dan jika dengan anak anak dan wanita, maka itu lebih dari 8.000 orang. " Ucap Chu Yi dengan lembut, suaranya sangat halus sampai sampai seperti sedang menangis.
"Chu Huli benar benar berani untuk mengambil tindakan ini, apakah dia tidak takut pada langit dan bumi ? Dan tidak menempatkan Surga di matanya lagi ? Ini benar benar memuakkan, tidak hanya kita yang hancur tapi dia juga akan hancur. " Umpat Lin Beishang dengan kesal.
"Berapa besar keyakinan mu untuk menang ?" Tanya Chu Yi.
"30 sampai 40 persen, ini telah maksimal. Kecuali kita menggunakan cara licik, tapi apakah pria itu pernah memikirkan bahwa berapa banyak orang yang akan mati di dalam peperangan ini ?" Keluh Lin Beishang sambil menggertakkan gigi nya dengan marah.
Lin Beishang benar benar merasa marah pada Chu Huli, ini bukan hal kecil. Para pendekar masih bisa mempertahankan diri dari kematian, lalu bagaimana dengan rakyat biasa ?
Bagaimana dengan nyawa lain ? Apakah itu tidak ada artinya dimata Chu Huli ? Jika memang begitu, maka Lin Beishang mengakui bahwa dia telah sangat salah dalam menilai Chu Huli pada awalnya.
__ADS_1
Hanya saja, kata kata Chu Yi yang mengatakan bahwa itu bukanlah Chu Huli membuatnya merasa ragu.
Apakah Chu Huli benar benar Tuan yang sebenarnya atau sebenarnya hanya budak kecil yang digunakan ?
Mereka bertiga saling menatap satu sama lain, bagi orang berpengalaman seperti mereka, mustahil untuk tidak menemukan kejanggalan dalam hal ini.
"Bei Zhao, menurutmu selain Chu Huli siapa yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan seluruh Paviliun Qiao Yao ?" Tanya Lin Beishang pada Bei Zhao.
Bei Zhao tampak muram dan tidak seperti biasanya lalu berpikir dengan keras sebelum akhirnya mengucapkan nama yang telah di perkirakan nya.
"Jika itu bukan kerjaan Chu Huli maka itu hanya bisa menjadi pekerjaan Chu Linfei, kakak tertua. " Ucap Bei Zhao dengan muram.
Chu Yi yang mendengar ini tampak sangat terkejut dan tidak bisa berkata kata untuk sejenak.
"kakak sepupu tertua telah kembali dari perjalanan nya ?"Tanya Chu Yi dengan terkejut.
"Tentu saja tidak tahu, aku belum kembali dan telah dipanggil oleh kakak sepupu. Tentu saja aku tidak tahu tentang kakak sepupu tertua. " Ucap Chu Yi.
"Hm, Dage telah kembali beberapa bulan lalu. Kemungkinan ini benar benar dirinya, bekerja dengan tenang tapi selalu tepat dengan tujuan. " Ucap Bei Zhao dengan kerutan di dahi.
"Jika memang Kakak sepupu tertua maka aku bisa mengatakan bahwa kemungkinan besar orang di atas tahkta itu adalah dirinya, mulai dari suara dan postur tubuhnya sangat mirip dengan kakak sepupu tertua. " Ucap Chu Yi dengan serius.
"Jika sudah begini, maka apa yang harus kita lakukan ?" Tanya Lin Beishang.
"Tidak ada yang bisa kita lakukan, Chu Linfei bukan seseorang yang bisa ditebak dengan mudah. Dia memiliki banyak pengalaman sejak muda dan kami tidak ada yang dekat dengannya sehingga tidak bisa menebak langkah yang akan dia ambil dengan baik. " Ucap Bei Zhao dengan keluhan.
Sementara disisi lain, dua orang pria sedang duduk bersama dengan anggur di tangan mereka masing masing.
__ADS_1
Mereka mendorong cangkir mereka sampai bersentuhan dan menimbulkan suara 'tringg' di tengah keheningan yang mencekam itu.
Salah satunya sangat tampan dan indah, siapa pun yang melihatnya akan terpanah dan merasa bahwa itu adalah jelmaan Dewa.
Ketampanan ini sangat tidak manusiawi, fitur halus yang menawan benar benar tidak bisa dianggap sebagai bagian dari manusia biasa.
Sementara orang yang lain tampak sederhana dengan kumis tipis yang memenuhi dagu dan rambut kasar yang tidak terawat.
Tampak seperti seorang pengembara sederhana, di wajahnya ada senyum dan tampak sangat ramah tapi tatapannya terlalu berbahaya dan mematikan.
"Dage, apa yang kamu lakukan disini ? Apakah kamu masih belum puas dengan merebut milikku selama ini ?" Tanya pria muda yang tampan itu dengan tidak puas.
"Huli, aku telah mengalah padamu selama ini untuk menjadi Kepala Paviliun, sudah waktunya bagimu untuk mengalah padaku, kakak mu. " Ucap Chu Linfei.
Ya, orang paruh baya yang memiliki kumis tipis memenuhi dagunya adalah Chu Linfei sementara yang lain adalah adik kandungnya, Chu Huli.
"Hmph ?! Mengalah ? Kamu tidak pernah mengalah, kamu hanya menggunakan ku untuk menutupi kejahatan mu selama ini. " Ucap Chu Huli dengan nada mengejek dan tampak tidak puas.
"Kamu sendiri yang terlalu terobsesi dengan posisi kecil itu, tujuanku besar dan tidak akan terpengaruh oleh hal hal kecil seperti itu. Tujuanku bukanlah Kepala Paviliun tapi menjadi raja bagi semua orang." Ucap Chu Linfei dengan seringaian sombong.
"Ha ha ha, apakah kau pikir kau adalah Fuxi ?" Tanya Chu Huli dengan nada mengejek yang sangat jelas.
(Untuk Fuxi bisa dicari di google untuk kelanjutannya, itu adalah salah satu dari 3 maharaja bersama dengan Nuwa. )
"Tidak masalah untuk menjadi Fuxi, aku memiliki bakat dan bijak , tidak ada yang bisa menghalangi langkah ku bahkan dirimu juga tidak akan bisa melakukan nya. " Ucap Chu Linfei dengan sinis.
"Aku tidak bisa menghalangi mu, tapi apakah kamu pikir yang lain tidak bisa ? Bei Zhao telah lama menjadi tulang ikan yang menganggu tenggorokan mu, sekarang dia akan menusukmu sampai mati, bagaimana menurutmu ?" Tanya Chu Huli sambil menyeringai.
__ADS_1
"Dia tidak akan mampu melakukan itu, dan tidak akan berani untuk melakukan itu. Aku adalah kakak sepupu nya yang bijak dan baik, dia tidak akan pernah menyangka bahwa aku adalah orang dibalik semua ini. Huft, sangat menyenangkan untuk mengejutkan semua orang bahwa inilah aku. " Balas Chu Linfei dengan berani.