Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
163. Menyelidiki Zhou Beishang


__ADS_3

Sementara disisi lain, Kaisar Lin Xi yang tidak tahan dengan rasa penasaran tentang orang yang akan dibawa oleh putrinya, Lin Yue.


Lin Xi tidak pernah tahu bahwa jika sekarang putri kesayangannya adalah Lin Yue tapi tidak selamanya sampai Zhou Beishang datang.


"Bagaimana dengan yang aku minta ?" Tanya Lin Xi pada Kasim Luo.


"Menjawab Bixia, orang rendah ini telah mencari semuanya tentang Zhou Beishang. Tapi, orang ini terlalu misterius dan hampir tidak meninggalkan jejak apapun. " Ucap Kasim Luo.


"Sebutkan." Ucap Kaisar Lin Xi dengan kerutan di dahi.


"Zhou Beishang dikatakan dilahirkan dari rahim seorang selir tidak sah milik Mantan Perdana Menteri Zhou yang telah menghilang. Dikatakan bahwa dia pergi ke Dinasti Song dan menghilang, mata mata kita tidak ada yang tersisa di Dinasti Song. " Ucap Kasim Luo dengan ragu ragu.


"Teruskan." Ucap Kaisar Lin Xi.


"Marga ibunya adalah Yan, meninggal ketika melahirkan nya dan dia selalu ditindas di dalam Keluarga Zhou. Menjadi lemah karena tidak bisa melatih tenaga dalam lalu menikah dengan Bei Wang. " Jelas Kasim Luo.


Seorang pelayan wanita yang tampak sederhana menuangkan teh untuk Kaisar Lin Xi dan tampak tidak mendengar apapun.


"Lalu, tidak lama diceraikan oleh Bei Wang dan menghilang bersama dengan ayahnya, Zhou Yi Nian. Lalu, setelah kembali dari sana ada orang yang mengatakan bahwa kekuatannya setara dengan Bei Wang, umurnya sendiri masih sangat muda, 2 tahun lebih muda dari Putri Mahkota. Dikatakan bahwa rupanya mirip dengan Putri Mahkota, tapi ada juga yang mengatakan bahwa wajahnya lebih cantik dan menarik lagi seperti seorang Dewi. "


"Maafkan atas keteledoran bawahan yang rendah ini, tidak dapat mencari lebih banyak lagi. Zhou Beishang ini seperti belut, tidak dapat ditangkap. " Ucap Kasim Luo dengan sopan.


Kasim Luo sendiri menahan diri untuk tidak mengungkap identitas Zhou Beishang, Kasim Luo telah bekerja sama dengan Lin Yue.


Memang, lebih baik untuk membuat Lin Xi melihat sendiri. Kasim Luo hanya bisa berdoa di dalam hati bahwa Kaisar tidak akan memenggalnya setelah kejadian ini.


Hanya saja, apa yang dikatakan oleh Kasim Luo tentang asal usul Zhou Beishang tidak sepenuhnya benar.


Itu hanya setengah dari kebenaran, biarlah Kaisar yang mengungkap kan sendiri kebenaran itu terhadap kedua putrinya.


"Maka kalau begitu, biarkan mereka datang. Dan lihat apa tujuannya, Dinasti Tang Zhen ini tidak pernah takut terhadap gertakan seorang gadis muda. " Ucap Kaisar Lin Xi dengan tegas.

__ADS_1


"Ya, Bixia. " Balas Kasim Luo sambil menunduk rendah.


"Apakah sampai sekarang penanaman mata mata di Dinasti Song masih tidak membuahkan hasil ?" Tanya Kaisar Lin Xi dengan kesal.


"Itu memang masih belum membuahkan hasil, Bixia. Itu dijaga dengan ketat dibawah pemerintahan Dinasti Qin. " Ucap Kasim Luo.


"Ini aneh, tidak ada keributan sedikitpun di Dinasti Song seperti tidak ada perlawanan sama sekali, apakah menurutmu ini masuk akal ?" Tanya Kaisar Lin Xi.


"Menurut bawahan yang rendah ini, itu memang tidak masuk akal, Bixia. Hanya saja, kita tidak memiliki jalan lain untuk memeriksa nya. " Ucap Kasim Luo dengan pelan.


Kaisar Lin Xi menghela nafas kasar dan meminum teh nya dalam satu tegukan, pelayan yang bahkan tidak mengeluarkan suara ketika bernafas itu kembali menuangkan teh untuk Kaisar.


"Hentikan, kalian semua keluar, Zhen akan beristirahat. " Ucap Kaisar Lin Xi.


"Ya, Bixia. " Ucap Kasim Luo dan pelayan pendiam itu.


Kaisar Lin Xi berjalan turun dari tahkta dan berjalan menuju kamar, sementara pelayan pendiam itu berjalan ke belakang.


Lalu, sampai di kediaman pelayan menulis beberapa kata di dalam surat lalu mengikat nya di kaki seekor merpati.


Hanya saja, ada satu hal yang mencolok dari merpati itu, yaitu adalah gelang emas yang ada di kaki merpati itu.


Laju terbang merpati itu tidak seperti merpati yang lain, yang ini sangat cepat mungkin 2 kali lebih cepat dibandingkan yang biasa.


Dua hari kemudian, di kedai yang berada di Chang'an, kedai Yueluo, dipenuhi oleh orang orang yang berlalu lalang.


Lin Yue dan Zhou Beishang duduk di lantai dua dan melihat bagian yang terbuka dan angin segar yang menerpa wajah.


Sebelum akhirnya seekor merpati bergelang emas menghampiri Zhou Beishang, Zhou Beishang tersenyum tipis dan mengelus kepala Merpati itu dengan pelan.


Lalu memberi biji bijian yang di pesannya pada merpati itu , merpati itu tampak senang dan memberikan surat yang ada di kakinya.

__ADS_1


Zhou Beishang mengambil surat itu dengan lembut agar tidak melukai merpati.


"Pergilah dan kembali ke tuanmu ya ?" Perintah Zhou Beishang dengan senyum lembut dan mengelus kepala merpati itu.


Merpati itu tampaknya sedih karena harus berpisah dengan Zhou Beishang tapi pada akhirnya tetap pergi juga.


Zhou Beishang memandang kepergian burung merpati itu dengan senyum tipis dan tidak terburu buru untuk membuka pesan.


"Beishang, apakah kamu mendapatkan surat cinta ?" Tanya Lin Yue dengan nakal.


"Kenapa memangnya jika aku mendapatkan surat cinta ? Lagipula aku cantik dan menarik, aku yakin akan ada banyak orang yang mengantri untukku. " Balas Zhou Beishang dengan tidak tahu malu.


"Ya ya ya, adikku memang paling cantik, tapi hatimu hanya untuk Bei Wang bukan ?" Tanya Lin Yue dengan tawa kecil.


Zhou Beishang yang mendengar ini hanya tertawa ringan dan tidak membalas lalu membaca surah yang dikirimkan padanya.


Lalu menyimpan nya disela pakaian yang ada di dadanya dan tersenyum tipis.


"Sepertinya Kaisar Lin Xi tidak sabar untuk bertemu denganku. " Ucap Zhou Beishang dengan senyum manis.


"Apa yang terjadi ?" Tanya Lin Yue dengan wajah yang berubah serius.


"Aku mendengar dari salah satu mata mataku bahwa ayahmu mencari tahu tentangku, sayang sekali bahwa tidak bisa mendapatkan semuanya dengan lengkap. " Jawab Zhou Beishang dengan senyum cerah.


"Bagaimana kamu bisa tahu hal itu ? Apakah mata matamu ini adalah orang terdekat ayah ?" Tanya Lin Yue dengan penasaran.


Zhou Beishang tidak menjawab dan hanya tersenyum tipis, tidak berniat untuk menjawab hal ini.


"Ayah mungkin tidak berniat jahat, dia adalah orang yang mudah penasaran. Untungnya aku telah mengatakan pada Kasim Luo untuk tidak lebih dahulu mengungkapkan identitas mu pada Ayah. " Ucap Lin Yue dengan tenang.


"Baguslah, aku akan mengenakan dandanan yang berbeda dibandingkan dengan yang aku gunakan seperti biasa nanti. " Ucap Zhou Beishang dengan senyum acuh tak acuh.

__ADS_1


"Pakaian apa yang akan kamu gunakan ?" Tanya Lin Yue dengan penasaran.


"Kamu akan tahu setelah aku menggunakan nya, aku tidak terlalu suka menggunakan nya tapi untuk pertemuan dengan Kaisar Lin Xi, aku tentu saja harus menampilkan yang terbaik bukan ?" Tanya Zhou Beishang sambil tersenyum misterius.


__ADS_2