MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
Masa kelam Aldebaran


__ADS_3

"Kalian tidak akan aku biarkan hidup,kalian harus mati saat ini juga supaya aku bisa menjadi pengusaha terkenal di dunia. Aku sudah muak mendengar nama kalian yang selalu menjadi trending topik di seluruh dunia. Selamat tinggal dan semoga hidup kalian bahagia di sana."ucap laki laki itu yang tak lain adalah Ayah dari Lucas Antonio Prayoga.


Dorr Dorr


Pria itu membunuh sepasang Suami Istri dengan membabi buta. Karna sudah muak dengan Suami Istri itu,karena mereka berdua selalu menjadi topik pembicaraan di berbagai televisi dunia.


"Akhirnya aku bisa menjadi pengusaha terbesar di dunia. Tidak sia-sia penantian ku selama ini.Sekarang mereka berdua telah tiada dan sekarang yang akan menjadi raja bisnis di dunia sekarang dan selamanya itu adalah Marsel Prayoga. Kalian berdua urus mayat mereka dan jangan sampai meninggalkan barang bukti sekecil apapun."ujar laki laki itu yang tak lain adalah Marsel Prayoga Ayah dari Lucas Antonio Prayoga.


"Baik boss"ucap anak buah yang mendapat perintah dari boss nya untuk membersihkan sepasang suami istri yang sudah tak bernyawa itu.


Di dalam ruangan.


"Sekarang tinggal anak kecil itu yang belum aku habisi. Aku harus mencari tau dimana anak kecil itu sekarang."ujar Marsel.


"Dion,Yoga cepat kalian kesini."teriak Marsel pada anak buah kepercayaannya.


"Ada apa Boss."tanya Dion.


"Kalian berdua cari tau dimana anak mereka berada. Kalian harus mencarinya sampai dapat dan membawanya kehadapan ku secepatnya."ucap Marsel memberi perintah pada anak buah kepercayaannya.


"Baik Boss akan segera kami lakukan."ujar Dion.


"Sekarang kalian boleh pergi."ujar Marsel.


"Baik Boss."ujar Dion dan Yoga bersamaan.


Di Negara lain..


Seorang pemuda tampan yang masih berumur 17 tahun sudah mendengar berita tentang kematian orang tuanya. Tangannya terkepal erat saat mengetahui kematian orang tua yang sangat dia sayangi.


"Mommy sama Daddy tenang saja Al bakal balas orang yang udah bikin kalian meninggal.Mereka bakalan menyesal seumur hidup mereka karena udah membunuh kalian."ujar laki laki itu yang tak lain adalah Aldebaran.


"Sam."teriak Al memanggil Samuel.


"Ya Boss ada apa."tanya Samuel saat sudah berada dekat Aldebaran.


"Cari tau siapa orang sudah berani membunuh kedua orang tua ku."ujar Al.


"Baik Boss. Ada lagi Boss."tanya Samuel.


"Cari tau juga seluruh anggota keluarganya,saya kasih kamu waktu 5 menit untuk mencari informasi lengkap tentang orang itu.kalau lewat dari 5 menit kau akan tau akibatnya."ujar Al yang langsung meninggalkan Samuel di ruang kerjanya.


Samuel segera mencari tau siapa orang yang sudah berani menganggu ketenangan Bossnya.Karna dia tau orang itu tidak akan pernah hidup tenang.


Setelah mengetahui siapa dalang di balik pembunuhan kedua orang tua Al. Samuel langsung beranjak menemui Bossnya di dalam kamar.


Toko tokk tokk


"Masuk."ujar Al.


"Boss ini data lengkap orang yang telah membunuh kedua orang tua Bos."ujar Samuel sambil meletakkan berkas-berkas itu di atas ranjang Bosnya.


"Kau boleh keluar."ucap Al.


"Baik Bos."jawab Samuel.


Al langsung mengambil berkas-berkar itu,tangannya terkepal kuat saat tau dalang dari kematian orang tuanya adalah Marsel Prayoga.


"Kau sudah berani bermain-main denganku Tuan Marsel. Sekarang kau akan dapat balasan dari kelakuanmu padaku."ujar Al dengan senyuman mengerikannya.


Tutt Tutt Tutt


"Sam ke kamar ku sekarang."ujar Al lewat telfon.


"Baik Bos."ujar Samuel.


Al langsung mematikan telfonnya.


Tokk tokk tokk


"Masuk."ujar Al.


"Ada apa Bos."tanya Samuel.


"Kau tau kan apa yang harus kau lakukan padanya."ujar Al dingin


"Baik Bos,akan saya lakukan. Ada lagi bos."tanya Samuel.


"Berapa saham perusahaan kita padanya."tanya Samuel.


"70% Bos."jawab Samuel.


"Kau tarik semua saham kita yang ada di perusahaannya. Berani sekali dia bermain-main denganku."ujar Al.


"Baik Boss."ucap Samuel.


"Kau boleh keluar sekarang dan lakukan apa yang aku perintahkan."ujar Al.


"Baik Boss."jawab Samuel.


Aldebaran memang masih muda bahkan masih sangat muda. Di usianya yang masih 17 tahun,Al sudah bisa mendirikan perusahaan dengan usahanya sendiri. Tidak ada yang tau kalau Al merupakan Anak dari Andi dan Maya pengusaha terkenal di seluruh dunia.Orang Tua Al tidak ingin anaknya dalam masalah kalau semua orang tau tentangnya. Dia tidak ingin jati diri anaknya diketahui banyak orang kecuali orang-orang kepercayaan Keluarganya saja.


Keesokan harinya.


Tutt Tutt Tutt


"Sam keruangan ku sekarang."ujar Al pada Samuel.


"Baik Boss."ucap Samuel.


Al mematikan sambungan telfonnya pada Samuel.


Tokk tokk tokk

__ADS_1


"Masuk."ucap Al.


"Ada apa Boss."ucap Samuel saat sudah ada di hadapan Al.


"Bagaimana perusahaan Tuan Marsel saat ini."tanya Al.


"Perusahaannya sudah bangkrut boss,banyak infestor yang menarik sahamnya Boss. Sekarang Tuan Marsel sedang mencari perusahaan yang ingin menolongnya Boss."ujar Samuel.


"Kau harus pastikan perusahaan itu bangkrut,dia tidak boleh hidup bahagia di dunia ini. Karna ulah dia aku harus kehilangan kedua orang tuaku."ujar Al pada Samuel.


"Baik boss,akan saya lakukan."ujar Samuel.


"Kau boleh keluar sekarang."ucap Al.


"Baik Boss,saya permisi Boss."ujar Samuel.


Samuel langsung meninggalkan Al di dalam ruangannya sendiri.


Tutt Tutt Tutt


"Kalian berdua keruangan ku sekarang."ujar Samuel pada anak buahnya.


Tokk tokk tokk


"Masuk."ucap Samuel.


"Ada apa Boss."tanya Heru.


"Kalian berdua saya beri tugas untuk menghancurkan Keluarga Prayoga,bikin Keluarga itu menderita selamanya. Karna dia sudah berani mengusik ketenangan Tuan Muda Al. Kalian tau apa yang harus kalian lakukan."ujar Samuel.


"Baik Boss. Ada lagi Boss."ujar Ando


"Tidak ada kalau kalian berhasil melakukannya,kalian berdua akan dapat bonus dari saya. Sekarang kalian boleh keluar dan lakukan rencana itu secepat mungkin."ujar Samuel dingin.


"Baik Boss,kami permisi dulu."ujar Heru.


Ando dan Heru langsung meninggalkan ruangan Samuel untuk melakukan tugas yang sudah di berikan oleh Samuel kepada mereka.


"Berani sekali keluarga itu mengusik ketenangan Tuan Muda Al. Apa mereka nggak sayang sama nyawa mereka ya."ujar Ando.


"Iya ya saya saja takut kalau melakukan kesalahan sedikit saja. Bisa-bisa nyawa saya melayang nanti."ujar Heru.


"Lebih baik kita lakukan tugas kita secepatnya daripada nanti kita kena amukan Boss Samuel."ujar Ando.


"Ya sudah ayo,supaya tugas kita juga cepat selesai."ujar Heru.


Di dalam ruangan Presdir..


"Sam keruangan ku sekarang."ujar Al saat sambungan telfon sudah di angkat Samuel.


"Baik Boss."jawab Samuel.


Al langsung mematikan sambungan telfonnya secara sepihak.


Tokk tok tok


"Masuk."ujar Al dari dalam ruangannya.


"Ada yang bisa saya bantu."tanya Samuel.


"Dimana letak makan kedua orang tuaku."tanya Al.


"Di pemakaman XX Boss,jalan XX Jakarta Boss." jawab Samuel.


"Bagaimana perusahaan Daddy di Jakarta."tanya Al.


"Sekarang masih aman terkendali Boss. Karna di sana sudah ada yang mengurus selama Boss berada disini." jawab Samuel.


"Baiklah,terus kau pantau perusahaan itu. Kalau ada apa-apa kau cepat beri tau saya."ujar Al.


"Baik Boss."jawab Samuel.


"Sekarang kau boleh keluar."ucap Al.


"Baik Boss,saya permisi."ujar Samuel.


Samuel keluar dari dalam ruangan Al dan masuk kedalam ruangan kerjanya kembali.


Di perusahaan Prayoga.


Tokk tok tok


"Masuk."ujar Marsel dari dalam ruangannya.


"Pak ada yang ingin saya sampaikan."ujar Bima sekretaris pribadi Marsel.


"Apa itu."ujar Marsel.


"Perusahaan kita bangkrut Pak. Karna perusahaan Tuan Muda Al menarik semua saham yang ada di perusahaan kita Pak."ujar Bima.


"Apaaaa bagaimana bisa,apa perusahaan kita melakukan kesalahan pada perusahaan itu."ucap Marsel yang kaget karna perusahaan yang sudah dirintisnya sejak lama sekarang bangkrut tanpa tau apa penyebabnya.


"Setau saya tidak ada Pak."ucap Bima.


"Lalu apa penyebab Tuan Muda Al menarik semua sahamnya di perusahaan kita."ujar Marsel yang sudah panik sekarang.


"Saya tidak tau Pak. Dan semua investor juga menarik sahamnya pak. Perusahaan ini benar-benar bangkrut sekarang Pak.Tidak ada yang mau membantu perusahaan ini lagi Pak."ucap Bima.


"Apaaaa. Saya harus bertemu dengan Tuan Muda Al sekarang dan kamu harus atur pertemuan itu secepatnya."ujar Marsel.


"Percuma Pak,karna Tuan Muda Al sekarang berada di luar negeri Pak. Dia sudah lama menetap di sana Pak."ujar Bima.


"Saya tidak mau tau kau harus cari investor untuk perusahaan ini,saya tidak mau perusahaan ini bangkrut."ujar Marsel yang sudah kehilangan akal karna merasa tidak terima perusahaan bangkrut begitu saja.

__ADS_1


"Maaf Pak,itu akan percuma saja Pak. Tidak akan ada perusahaan yang mau menolong perusahaan yang sudah benar-benar bangkrut Pak."ucap Marsel.


"Kau sekarang keluar dari ruangan ku,percuma punya sekretaris sepertimu yang tidak berguna sama sekali."ujar Marsel yang sudah sangat emosi.


"Baik Pak. Saya juga sudah memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan ini. Dan Bapak harus membayar pesangon untuk semua karyawan Bapak,kalau bapak tidak ingin di tuntut ke meja hijau karna tidak membayar pesangon mereka. Kalau begitu saya permisi dulu Pak."ujar Bima yang langsung berdiri dan berjalan ke arah pintu keluar.


Di perusahaan Alx Company.


Tokk tok tok


"Masuk."ujar Al dari dalam.


"Permisi Boss,saya ingin menyampaikan sesuatu sama Boss."ujar Samuel.


"Katakan."ujar Al tanpa menoleh sedikit pun pada Samuel.


"Perusahaan Prayoga sudah bangkrut total Boss. Bahkan semua investor juga menarik semua saham mereka. Bahkan Tuan Marsel ingin bertemu dengan boss secara langsung Boss."ucap Samuel.


"Bagus saya suka dengan cara kerja kau Sam. Untuk pertemuan itu biarkan saja,saya tidak berniat untuk menemuinya dan jangan pernah biarkan dia menginjakkan kakinya di perusahaan ini dan tutup semua lowongan pekerjaan untuk semua anggota keluarga Prayoga."ujar Al.


"Baik boss."jawab Samuel.


"Kau boleh keluar sekarang."ucap Al.


"Kalau begitu saya permisi dulu Boss."ujar Samuel.


Al hanya menganggukkan kepalanya.


Di kediaman keluarga Prayoga.


Marsel yang baru pulang dari perusahaan langsung di sambut oleh istri dan juga anaknya.


"Pah, apa benar perusahaan kita sudah bangkrut Pah."tanya Alena istri dari Marsel.


"Iya Mah,sekarang kita tidak punya apa-apa lagi."ucap Marsel.


"Bagaimana perusahaan kita bisa bangkrut Pah."tanya Lucas.


"Tuan Muda Al menarik semua sahamnya di perusahaan kita."ujar Marsel.


"Bagaiman bisa Pah,kita tidak melakukan kesalahan apa pun pada Tuan Muda Al Pah."ujar Alena.


"Papa juga tidak tau Mah kenapa Tuan Muda Al menarik semua sahamnya."ujar Marsel.


"Mulai sekarang kita harus berhemat sampai Papa bisa mendapatkan pekerjaan yang baru." lanjut Marsel.


"Pokoknya Papa harus mendapat pekerjaan yang baru. Mama tidak mau hidup miskin Pah."ujar Alena.


"Papa akan berusaha Mah."ujar Marsel.


"Pah apa perlu Lucas juga bekerja untuk memenuhi kebutuhan Keluarga kita Pah."tanya Lucas.


"Tidak perlu Nak biar Papa saja, kamu masih belum cukup umur untuk bekerja. Kamu masih sekolah dan kamu harus fokus belajar supaya nanti bisa menjadi pengusaha yang kaya raya dan terkenal di seluruh dunia Nak."ujar Marsel.


"Baiklah Pah."ujar Lucas.


Di perusahaan Alx Company.


Tokk tok tok


"Masuk."ujar Al dari dalam kamarnya.


"Permisi Boss,ada yang ingin saya sampaikan."ujar Samuel.


"Katakan."ucap Al.


"Perusahaan Tuan Andi yang berada di Jakarta mengalami masalah Boss. Saat ini orang yang mengurus masalah di perusahaan itu meminta Boss untuk langsung mengecek masalah yang terjadi di sana Boss."ujar Samuel.


"Kenapa bisa terjadi masalah di perusahaan itu."tanya Al.


"Sepertinya ada yang ingin bermain-main dengan kita Boss. Saat mengetahui kalau Tuan Andi dan Nyonya Maya sudah meninggal Boss. Banyak uang perusahaan yang hilang entah kemana Boss."ujar Samuel.


"Kau urus keberangkatan ku ke sana hari ini juga. Mereka harus di beri pelajaran karna sudah berani bermain-main denganku."ujar Al.


"Baik Boss. Ada lagi Boss."tanya Samuel.


"Suruh orang kepercayaan mu untuk mengurus perusahaan ku yang ada disini. Karna aku akan menetap di Jakarta dan kau ikut bersamaku."ucap Al.


"Baik Boss. Kalau begitu saya permisi dulu Boss."ujar Samuel.


"Ya."jawab Al.


Setelah Samuel keluar dari dalam kamarnya,Al segera menghubungi seseorang.


Tutt Tutt Tutt


"Hallo Boss."ujar seseorang dari sebrang telfon.


"Kau sekarang berada di Jakarta kan."tanya Al dingin.


"Ya Boss."jawab orang itu.


"Kau ku perintahkan untuk mencari tau siapa dalang dari masalah yang menimpa perusahaan Daddy ku di Jakarta. Kau ku beri waktu sampai besok."ujar Al.


"Baik Boss akan saya lakukan secepatnya."ucap orang itu.


"Saya percaya dengan cara kerja kau, pastikan orang itu menyesal sudah berani bermain-main denganku."ucap Al.


"Baik Boss akan saya lakukan."ujar orang itu.


Al langsung mematikan sambungan telfon pada anak buah kepercayaannya di dunia mafia.


Aldebaran bukan hanya pemegang perusahaan terbesar di dunia, Al juga ketua di dunia Mafia.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2