MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
S2 Episode 536


__ADS_3

Di negara lain saat ini Angkasa sedang mengajar di kelas Amara,entah kenapa suasana hati nya sedang baik dan semalam ia sudah menceritakan pada saudara nya Bintang tentang seseorang yang ia sukai tersebut sekalian menanyakan bagaimana pendapat Bintang.


Setelah Bintang mengatakan pendapat nya akhir nya Angkasa memutuskan hari ini akan mengungkapkan perasaan nya pada Amara wanita yang ia sukai tersebut.


"Amara ke ruangan saya sebentar"ucap Angkasa setelah selesai mengajar.


"Iya pak"ucap Amara yang merasa bingung sekaligus gugup.


"Cieee yang ingin menemui calon suami"goda Serly.


"Lo apaan sih gak usah ngada-ngada deh"ucap Amara.


"Soni buruan temui pak Angkasa,gua tunggu di kantin"ucap Serly.


"Eh Ser lo ikut gua yah"ucap Amara.


"Gak gak males gua jadi obat nyamuk kalian di sana"ucap Serly.


"Loh mah gak asyik banget"ucap Amara namun Serly hanya mengangkat bahu nya acuh meninggalkan ruangan tersebut berjalan menuju ke kantin.


Amara yang melihat Serly sama sekali tak mau menemani nya hanya menghala nafas kasar,ia berjalan keluar kelas menuju ruangan Angkasa.

__ADS_1


tok tok tok


"Masuk"ucap seseorang dari balik pintu ruangan yang di ketuk oleh Amara.


"Permisi pak"ucap Amara membuka pintu dan masuk ke dalam.


"Kau sudah datang"ucap Angkasa menatap Amara.


"Ada apa memanggil saya ya pak"tanya Amara gugup karna Angkasa menatap nya begitu intens.


"Apakah nanti malam kamu ada waktu"tanya Angkasa.


"Begini nanti malam saya ingin mengajak kamu makan malam apakah kamu bisa"tanya Angkasa.


Amara yang di tanya semakin gugup jantung nya bahkan berdegup kencang mendengar ajakan Angkasa.


"Dalam rangka apa ya pak"tanya Amara.


"Anggap saja kencan"ucap Angkasa.


"Kencan"ulang Amara di angguki Angkasa.

__ADS_1


Astaga dia sama sekali tidak bisa basa basi langsung ke inti nya,apakah dia tidak malu apa mengatakan nya begitu,batin Amara.


"Seperti nya saya bisa pak"ucap Amara menunduk malu membuat senyum Angkasa terbit seketika.


"Yes"gumam Angkasa masih bisa di dengar oleh Amara,ingin rasa nya ia keluar dari ruangan Angkasa sekarang juga.


"Jika tidak ada lagi saya keluar pak"ucap Amara ingin berbalik bamun di hentikan oleh Angkasa.


"Sebentar saya minta nomor ponsel kamu agar mudah menghubungi mu nanti malam saya akan menjemput ke rumah mu"ucap Angkasa memberikan ponsel nya pada Amara agar gadis tersebut memasuk kan nomor ponsel nya di sana.


"Iya pak"ucap Amara menerima ponsel Angkasa dan mengetik nomor ponsel nya lalu memberikan nya lagi pada Angkasa tanpa berani menatap ke arah Angkasa.


"Terimakasih"ucap Angkasa.


"Saya permisi pak"ucap Amara segera keluar dari ruangan Angkasa tanpa menjawab ucapan Angaksa,ia berlari menuju kantkin dengan wajah memerah malu.


"Serlyyy"teriak Amara memeluk Serly tanpa peduli anak kampus menatap nya.


Amara memiliki wajah cantik namun terkesan dingin dan datar tak hanya itu ia juga sedikit tomboy membuat orang tak berani pada nya,ia juga tak pernah dekat dengan lelaki mana pun maka dari itu ia gugup dan malu pada Angkasa.


"Kau kenapa"tanya Serly penasaran tak biasa nya Amara seperti sekarang belum lagi wajah nya masih memerah semakin membuat nya penasaran apa yang terjadi pada gadis tomboy tersebut.

__ADS_1


__ADS_2