
Setelah Key membuka tampak dua orang berbaju hitam dengan wajah yang banyak bekas luka membuat ia waspada.
"Siapa kalian"tanya Jasmine dengan nada dingin.
"Kami datang ke sini karna permintaan tuan Arien nona"ucap salah dari mereka dengan sopan.
"Tunggu sebentar"ucap Jasmine masuk ke dalam menemui Airen.
"Siapa Jas"tanya Kania.
"Tuh orang yang menjemput dia"ucap Jasmine menunjuk Airen.
"Mereka sudah di pintu menunggu mu"ucap Jasmine pada Airen.
"Kalau begitu aku permisi dulu semoga kita bisa bertemu lagi"ucap Airen berdiri dari duduk nya.
Airen pun segera meninggal kan apartemen milik Jasmine bersama kedua anak buah nya,sepeninggalan Airen Kania dan Jasmine kembali duduk di sofa.
"Kelihatan nya dia bukan orang biasa"ucap Kania dengan serius.
__ADS_1
"Aku juga merasakan nya tapi itu bukan urusan kita semoga kita tidak pernah lagi bertemu dengan nya"ucap Jasmine.
"Kau benar aku tidak ingin terlibat jika kita bertemu dengan nya bisa jadi dia orang jahat sehingga banyak yang mengincar nya kita tidak tahu apakah yang ia katakan pada kita itu benar atau tidak"ucap Kania.
"Seperti nya dia bos dari kedua orang yang menjemput nya di lihat dari wajah mereka terlihat cukup menyeram kan banyak bekas luka di wajah mereka dan seperti nya itu bekas luka benda tajam"ucap Jasmine.
"Apa mungkin ia seorang pembunuh atau mafia"ucap Kania.
"Bisa jadi"ucap Jasmine.
"Menyeram kan sekali"ucap Kania merinding.
Sementara di mobil mewah Airen tersenyum mengingat Jasmine walaupun ia belum melihat wajah Jasmine karna tertutupi topeng tapi ia yakin jika di balik topeng itu Jasmine sangat lah cantik.
"Cari tau tentang wanita yang membuka pintu tadi"ucap Airen pada anak buah nya.
"Baik tuan"ucap mereka patuh.
"Apa kalian sudah tau siapa dalang yang berani mengganggu ku"tanya Airen.
__ADS_1
"Sudah tuan dan saat ini dia berada di markas"ucap salah satu dari mereka.
"Kerja bagus,kalian siksa dia jangan sampai mati besok aku akan datang ke sana"ucap Airen.
"Tentu tuan"ucap mereka.
"Jangan lupa panggil kan dokter ke rumah"ucap Airen memejam kan mata nya ia ingat akan ucapan Jasmine jika luka nya harus di jahit walaupun bagi nya itu luka biasa namun entah mengapa ia menyetujui ucapan Jasmine agar luka nya di jahit.
Jasmine nama yang cantik kau sekarang milik ku,batin Airen tersenyum sendiri.
Di negara lain Erland yang sedang ada di rumah mendapat kabar dari anak buah nya yang sengaja ia kirim untuk menjaga dan mengawasi Jasmine di sana,mata nya memerah dan tangan nya terkepal kuat mendengar laporan anak buah nya.
"Awasi pria itu jangan sampai ia mendekati Jasmine dan juga selidiki siapa pria itu"ucap Erland dengan nada dingin nya.
"Baik bos"ucap anak buah Erland.
Erland segera mematikan telpon nya,ia mengusap wajah nya kasar menahan kesal dan cemburu.
"Sejak kapan Jasmine peduli dengan pria lain bahkan membantu pria itu,jika saja aku di sana sudah aku pastikan jika pria itu tidak bisa lagi melihat hari esok dan jika ia berani mendekati Jasmine ku bersiap saja dia berhadapan dengan siapa"gumam Erland dengan senyum mengerikan jika melawan musuh nya.
__ADS_1