
Di sini lah Angkasa berada di rumah orang tua Amara dengan gugup ia mengatakan maksud tujuan nya datang ke rumah tersebut.
"Begini om dan tente saya datang ke sini ingin meminta restu pada kalian untuk melamar Amara menjadi istri saya"ucap Angkasa.
"Kalau tante terserah Amara saja kalau dia setuju tante juga setuju"ucap mama Amara.
"Bukan kah kamu dosen di kampus Amara"tanya papa Amara.
"Benar om"ucap Angkasa.
"Kamu hanya menjadi dosen saja maksut saya tidak ada pekerjaan lain nya"ucap papa Amara.
"Tidak om karna memang dari dulu saya bercita-cita jadi dosen"ucap Angkasa jujur.
"Kalau begitu saya tidak setuju jika putri saya menikah dengan pria seperti mu,Amara putri saya satu-satu nya kau sudah tahu bagaimana keluarga kami bukan tidak mungkin saya menikah kan putri saya dengan orang seperti mu"ucap papa Amara..
"Pah"ucap mama Amara.
__ADS_1
"Memang nya mama mau Amara hidup susah jika menikah dengan nya papa kerja setiap hari agar Amara hidup bahagia segala nya tercukupi dia akan menikah dengan orang yang bisa memenuhi semua keinginan nya"ucap papa Amara.
"Saya akan berusaha semampu saya untuk membahagian Amara om memenuhi semua keinginan nya,saya mencintai Amara jadi tidak mungkin saya akan membuat nya kekurangan apapun"ucap Angkasa.
"Tetap saja saya tidak akan setuju satu lagi bukan kah kamu anak dari tuan Erland yang perusahaan nya sudah bangkrut tersebut"ucap papa Amara membuat Angkasa terdiam.
"Jangan datang ke sini lagi dan jangan pernah temui putri saya lagi keluarga saya dan kalian cukup jauh berbeda apa kata orang jika putri saya satu-satu nya menikah dengan orang seperti mu"ucap papa Amara beranjak dari duduk nya meninggalkan Angkasa dan mama Amara di sana.
"Maaf kan suami saya nak Angkasa"ucap mama Amara tak enak hati pada Angkasa.
"Tidak papa tente kalau begitu saya pamit pulang dulu titip salam untuk Amara"ucap Angkasa tersenyum kecut.
Tak jauh dari sana Amara mendengar semua apa yang mereka bicarakan karna ia berdiri tak jauh dari jarak mereka,air mata mengalir deras mendengar apa yang di katakan oleh papa nya ia tidak berani keluar dari tempat nya karna papa nya termasuk orang yang keras belum lagi ia malu menunjuk kan wajah nya di depan Angkasa yang bisa ia lakukan hanya lah menangis.
"Maa"panggil Amara memeluk mama nya dengan air mata yang membasahi pipi nya.
"Mama akan bicara dengan papa sekarang telpon saja Angkasa dulu dia pasti sedang tidak baik sekarang"ucap mama Amara.
__ADS_1
"Makasih ma"ucap Amara segera ke kamar nya sendiri untuk menghubungi Angkasa.
Bintang yang mendengar ucapan Angkasa hanya menghela nafas kasar,ia tak habis pikir masih ada orang yang memiliki pikiran seperti itu.
"Jadi sekarang aku harus bagaimana"ucap Angkasa menunduk.
"Kamu harus meyakin kan papa nya jika kau bisa membuat anak nya bahagia tanpa kekurangan apapun nanti nya"ucap Bintang.
"Seperti nya akan sulit kau tahu sendiri keluarga Amara seperti apa dan kita sekarang bagaimana"ucap Angkasa membuat Bintang menghela nafas kasar mendengar nya tidak tahu bicara apalagi sekarang.
.
.
.
.
__ADS_1
Hallo kakak semua nya jangan lupa yah baca juga cerita Author" MENIKAH DENGAN DOSEN KILLER" semoga tetap setia dengan cerita Author.