
Pagi hari yang cerah di kamar hotel yang cukup mewah seorang wanita masih setia tidur nyenyak di atas ranjang empuk,saat matahari masuk ke celah jendela kamar tersebut membuat mata wanita tersebut terbuka lebar.
"Ini dimana"gumam nya menatap sekeliling karna kamar tersebut berbeda dengan kamar nya di rumah.
Saat akan turun dari atas ranjang dibagian sensitif nya terasa nyeri hingga ia menoleh ke tubuh nya.
Aaarrrggggkkk
Teriakan keras menggema di kamar yang kedap suara tersebut,tubuh nya langsung lemas ke lantai melihat diri nya tanpa sehelai benang pun melekat di tubuh nya.
"I-ni tidak mungkin"ucap nya pelan dengan suara bergetar menahan tangis.
Kaki nya mencoba berdiri dan menyibak selimut yang tergeletak di atas ranjang,dapat ia lihat ada noda darah di sana yang berarti semalam ia melakukan hal itu dengan seseorang.
"Apa yang terjadi kenapa bisa seperti ini"ucap nya pelan,akhir nya tangisan nya pecah apa yang ia jaga selama ini di ambil orang yang tidak ia kenali bahkan meninggalkan nya sendiri di kamar tersebut.
"Aku menjaga nya untuk kak Arka dan akan memberikan nya setelah kami menikah"teriak nya pelan.
Orang tersebut tak lain adalah Manda meski pun ia selalu keluyuran dan keluar masuk ke clab malam namun ia masih setia menjaga kehormatanan nya untuk Arka kelak dan sekarang apa yang ia jaga telah hilang.
Lelah menangis dan tidak tahu siapa orang yang mengambil kehormatan nya tersebut,dengan langkah pelan Manda pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya dengan air mata yang masih mengalir di pipi nya, selesai mandi Manda memakai baju yang ada di dalam lemari hotel tersebut dan pergi meninggalkan hotel kembali ke rumah.
Lain hal nya dengan Dara yang sedang menunggu kedatangan Arka untuk menjemput nya karna kedua nya telah berjanji akan berangkat bersama yang kebetulan pusat butik milik Dara searah dengan keperusahaan di mana Arka menjadi CEO muda yang sukses dan jenius.
"Sudah lama"tanya Arka saat mobil nya berhenti di depan Dara.
"Baru beberapa menit"ucap Dara masuk ke dalam mobil.
"Hari ini jadi kan"tanta Dara setelah duduk di samping Arka dan Arka sendiri mulai melajukan mobil nya.
"Jadi tetapi aku hanya bisa sampai makan siang karna setelah itu aku harus mengadakan rapat"ucap Arka.
"Tidak masalah"ucap Dara mengerti dengan kesibukan Arka karna Arka ingin cepat menyelasaikan pekerjaan nya,sebentar lagi mereka akan menikah jadi mereka ingin menghabiskan waktu berdua tanpa adanya gangguan pekerjaan.
__ADS_1
Sampai nya di butik milik Dara kedua nya keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam dengan tangan Arka yang menggenggam erat tangan Dara membuat Dara tersenyum tipis Arka tidak pernah berubah.
"Pagi nona Dara,tuan Arka"ucap karyawan Dara melihat kedua orang tersebut masuk.
"Pagi juga semua"ucap Dara ramah sedangkan Arka hanya mengangguk saja.
Kedua nya masuk ke dalam ruangan Dara yang cukup luas dan duduk di sofa.
"Kau ingin minum apa biar aku buatkan"tanya Dara.
"Teh saja"ucap Arka lembut membuat Dara mengangguk segera membuatkan nya untuk kekasih sekaligus calon suami nya.
Tak lama Dara kembali dengan dua gelas teh di tangan nya dan menaruh nya di atas meja.
"Aku akan mengambil kan nya dulu kau coba lah jika masih ada yang kurang aku akan memperbaiki nya lagi"ucap Dara mengambil stelan jas pernikahan mereka yang ia buat sendiri dan telah selesai,namun ia ingin melihat Arka memakai nya untuk melihat mana yang kurang dan mana yang akan ia perbaiki.
Arka pun mencoba baju tersebut setelah selesai ia keluar dan memperlihatkan nya kepada sang kekasih.
"Bagaimana penampilan ku"tanya Arka.
"Bukankah aku terlihat lebih tampan memakai nya"goda Arka menaik turun kan alis nya.
"Kau benar kau terlihat semakin tampan"ucap Dara santai namun tidak dengan pipi nya yang memerah membuat Arka tertawa pelan.
"Kau menertawakan ku"ucap Dara kesal.
"Kenap kau sangat menggemaskan begini jika sedang malu dan pipi mu memerah"ucap Arka mencubit kedua pipi Dara pelan semakin membuat wajah Dara memerah.
"Jangan menggoda ku"ucap Dara memalingkan wajah nya kesamping.
Arka menarik tangan Dara ke pelukan nya dan memeluk nya dengan erat.
"Aku juga ingin melihat mu memakai gaun pengantin itu"ucap Arka melepaskan pelukan nya.
__ADS_1
"Eh tidak bisa"ucap Dara cepat.
"Apa salah nya aku akan menilai sendiri"ucap Arka duduk di sofa tanpa melepaskan baju pengantin tersebut.
"Ganti dulu baju mu nanti kotor"ucap Dara.
"Nanti akan aku ganti,,sana cepat ganti baju mu juga"suruh Arka seenak nya.
Dengan kesal dan malas Dara masuk ke ruang ganti dan mengganti baju nya dengan gaun pengantin yang telah lama ia buat untuk diri nya sendiri yang mana baju tersebut akan ia gunakan saat pernikahan nya nanti dan waktu itu tidak akan lama lagi.
Dara menatap diri nya di kaca besar yang ada di depan nya dengan gaun pengantin di tubuh nya.
"Tidak lama lagi aku akan memakai ini di depan banyak orang dan di hari paling berharga di hidup ku"ucap nya pelan.
Setelah menarik nafas pelan,Dara keluar dari ruangan tersebut dan berdiri di hadapan Arka yang menatap nya tak berkedip sedari ia keluar dari ruangan ganti.
"Sangat canti"ucap Arka berdiri dari duduk nya dan tersenyum tipis.
"Ck cantik apanya,bagaimana gaun nya bagus tidak"tanya Dara.
"Bagus dan sangat cocok untuk mu"ucap Arka karna gaun tesebut cukup tertutup dan terlihat sederhana namun elegan dan mewah.
"Kita foto berdua dulu"ucap Arka mengambil ponsel nya membuat kening Dara mengerut bingung.
"Untuk apa"tanya Dara.
"Aku ingin mengirim nya pada Jasmine agar ia cepat pulang"ucap Arka di angguki Dara.
Kedua nya pun mengambil banyak poto dengan baju pengantin mereka yang akan mereka gunakan sebulan dari sekarang di hari pernikahan mereka, Setelah selesai acara foto berdua dengan banyak gaya kedua nya pun mengganti baju kembali dan duduk di sofa.
"Kirim sama ku juga"ucap Dara pada Arka yang masih sibuk memeriksa yang mana foto yang terlihat cantik yang akan dia kirim pada Jasmine.
"Sebentar"ucap Arka mengirim foto tersebut pada Jasmine dan Dara.
__ADS_1
Dara tertawa pelan melihat bagaimana gaya kocak kedua nya yang terlihat lucu namun sangat serasi dan romantis.