
Setelah perdebatan suami istri tersebut kedua nya keluar dari kamar dengan Jasmine berjalan lehih dulu di depan Erland karna masih kesal pada Erland yang terus saja menggoda nya,sedang kan Erland geleng kepala melihat Jasmine entah kenapa rasa nya ia sangat suka membuat Jasmine kesal pada nya.
Kedua pun segera turun dari kapal tersebut karna mereka sudah sampai di tempat semula pertama kali mereka menaiki kapal.
"Kau ingin ke mana lagi sebelum kembali"tanya Erland karna nanti malam mereka akan kembali ke negara I.
"Aku mau membeli oleh-oleh dulu sama Kania"ucap Jasmine.
"Ya sudah kita ke mall sekarang"ucap Erland menggandeng tangan Jasmine menuju parkiran mobil mereka.
"Aku beli apa yah untuk nya"ucap Jasmine menatap Erland.
"Entah"ucap Erland dengan asal karna ia belum pernah memberikan apa pun untuk orang lain,kecuali jika orang tua nya ulang tahun atau pun Friska itu pun ia akan tanyakan kepada mereka apa yang mereka ingin kan.
"Kau sama sekali tidak membantu"ucap Jasmine.
Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil,Erland segera melajukan nya ke mall terbesar di kota tersebut,Sampai di mall kedua nya turun dari mobil dan mulai masuk ke dalam dengan yang Erland merangkul mesra pinggang Jasmine.
Jasmine lebih dulu masuk ke dalam toko pakaian,banyak dres mewah bermerek di pajang di toko tersebut membuat Jasmine bingung ingin memilih yang mana.
"Bagaimana menurut mu"tanya Jasmine pada gaun di depan nya.
"Tidak itu terlalu terbuka"ucap Erland karna belahan dada nya cukup rendah.
"Kalau yang sebelah sana"tunjuk Jasmine.
__ADS_1
"Terlalu pendek"ucap Erland.
"Yang ini"ucap Jasmine.
"Terlalu seksi"ucap Erland membuat Jasmine mengendus malas.
"Ck lalu yang mana"ucap Jasmine kelas.
Erland menatap dres di depan nya satu persatu,ia tersenyum tipis menunjuk kan dres biru langit yang menurut nya pas untuk Jasmine.
"Ambil yang itu saja"ucap Erland membuat Jasmine mengangguk karna menurut nya pilihan Erland cocok.
Erland pun menunjuk kan beberapa baju pada pelayan agar mengambil kan nya untuk Jasmine sesuai pilihan nya,setelah selesai kedua nya segera menuju ke kasir,Erland membayar semua baju yang ia beli untuk Jasmine dan membawa nya.
"Kau ingin apa lagi"tanya Erland menggenggam erat tangan Jasmine sebelah tangan nya membawa belanjaan Jasmine.
Kedua nya pun masuk ke dalam banyak jam tangan mewah berjejer rapi di kotak kaca dengan mereka berbeda-beda,kedua nya pun melihat-lihat mana yang cocok untuk mereka.
"Saya lihat yang ini"ucap Erland dingin menunjuk kan jam tangan couple.
"Ini tuan"ucap pelayan toko menunjuk kan nya pada Erland.
"Bungkus"ucap Erland singkat di angguki pelayan tersebut.
"Belum ada yang cocok"tanya Erland pada Jasmine di jawab gelengan kepala dari Jasmina karna ia bingung ingin yang mana.
__ADS_1
Erland pun menatap jam tangan untuk wanita di depan nya tatapan nya tertuju pada jam tangan mewah elegan yang di taburi berlian di samping nya.
"Satu lagi yang ini"ucap Erland datar menunjuk kan jam tangan yang ia pilih untuk Jasmine.
"Baik tuan"ucap pelayan toko membungkus jam tangan yang di pilih Erland.
"Satu lagi untuk Kania yang mana"ucap Jasmine berniat memberikan jam tangan untuk Kania sebagai oleh-oleh.
"Pilih saja mana menurut mu cocok untuk nya"ucap Erland di angguki Jasmine.
Setelah mendapat kan nya dan membayar semua nya kedua nya pun segera keluar dari toko tersebut.
"Kita pulang saja aku sudah lelah"ucap Jasmine karna mereka berkeliling mall membuat kaki nya sakit.
"Kau kenapa hmm"tanya Erland menatap Jasmine.
"Kaki sedikit sakit dan ngilu"ucap Jasmine.
Erland segera menggendong Jasmine ia tidak mau Jasmine sampai kenapa-napa.
"Turun kan aku"ucap Jasmine.
"Diam lah aku khawatir jika kau sakit begini"ucap Erland.
"Aki tidak sakit hanya lelah saja berjalan"ucap Jasmine.
__ADS_1
"Sama saja"ucap Erland terus menggendong Jasmine keluar dari mall tersebut,banyak pasang mata yang menatap kedua nya,ada yang senyum-senyum sendiri ada juga yang iri melihat bagaimana romantis nya perlakuan Erland pada Jasmine,sedangkan Jasmine menyembunyikan wajah di dada Erland karna malu di tatap orang-orang yang berada di dalam mall,beda hal nya dengan Erland yang tidak peduli bagi nya Jasmine lebih dari apa pun sedikit mengeluh sakit membuat nya khawatir hingga ia cepat bertindak seperti itu.