
Kehamilan Jessica sudah masuk ke empat bulan perut nya sudah kelihatan buncit apa lagi ia mengandung anak kembar,Aksa selalu setia di samping Jessica dan menuruti semua ke inginan Jessica.Seperti pagi ini Jessica yang sudah merengek agar Aksa memakai dres yang sudah ia siap kan untuk di pakai Aksa membuat Aksa tidak tau harus bagaimana lagi.
"Ayo lah sayang masa kau tidak mau menuruti nya"ucap Jessica.
"Bukan begitu sayang aku ada rapat pagi ini mereka sudah menunggu di ruangan,nanti saja ya setelah rapat"ucap Aksa lembut.
"Tapi aku ingin sekarang"ucap Jessica yang sudah hampir menangis.
"Baik lah aku akan memakai nya"ucap Aksa karna ia tidak bisa jika melihat Jessica menangis.
Aksa masuk ke ruang ganti mengganti baju kerja nya dengan dres merah menyala yang sudah di siap kan Jessica sementara Jessica duduk di meja rias nya menunggu Aksa keluar,Aksa keluar dari ruang ganti setelah memakai dres tersebut membuat mata Jessica berbinar senang,Aksa tersenyum tipis melihat wajah bahagia Jessica.
"Ayo sini ada yang kurang"ucap Jessica menarik tangan Aksa untuk duduk di meja rias nya,setelah Aksa duduk Jessica mengambil alat make up nya dan memakai nya ke wajah Aksa yang sudah pasrah.
Setelah selesai ia memakai lipstik berwarna merah terang kepada Aksa dan menatap Aksa dengan tawa terbahak-bahak.
"Hahaha kau sangat lucu sayang,lihat lah di kaca dirimu seperti apa"ucap Jessica tertawa.
Aksa melihat diri nya di pantulan kaca dengan mata membulat sempurna bagaimana tidak ia seperti badut jalanan di buat Jessica tapi bukan nya marah ia malah senang melihat tawa Jessica seperti itu.
"Sudah sayang aku masih harus bekerja"ucap Aksa lembut mengelus kepala Jessica.
"Sebentar"ucap Jessica berlari mengambil ponsel.
"Jangan berlari Jessica aku sudah katakan berapa kali"ucap Aksa dingin membuat Jessica ketakukan karna baru ini ia melihat Aksa seperti itu karna biasa nya Aksa akan bersikap lembut pada nya.
Aksa yang sadar dengan sikap dingin melihat Jessica ketakukan pada nga membuat nya mengusap wajah nya kasar dan mendekati Jessica,Jessica yang melihat Aksa mendekati nya berjalan mundur ke belakang.
"Maaf kan aku sayang aku hanya khawatir pada mu dan anak kita jika kau kenapa-napa,sudah berapa kali aku katakan jangan berlari kau sedang hamil"ucap Aksa lembut.
__ADS_1
Namun Jessica sama sekali tak mendengar kan nya karna melihat sikap dingin Aksa yang baru pertama kali ia lihat membuat nya ketakukan,ia membuka pintu dan segera keluar meninggal kan Aksa di dalam berlari ke arah taman,Aksa segera mengejar Jessica yang keluar kamar ketakukan pada nya.
Sampai di taman Jessica ter duduk di rumput dengan menangis serta badan nya bergetar,Aksa yang sudah sampai melihat Jessica menangis segera memeluk Jessica erat.
"Maaf kan aku"ucap Aksa mengelus punggung Jessica untuk menenangkan Jessica.
"Aku takut pada mu jika seperti itu"ucap Jessica masih menangis.
"Aku tidak akan mengulangi nya lagi maaf kan aku membuat mu ketakukan"ucap Aksa mencium kening Jessica.
Jessica mengangguk kan kepala nya dan membalas pelukan Aksa,setelah Jessica tenang dan berhenti menangis ia segera menggendong Jessica kembali masuk ke dalam,pelayan dan rekan kerja Aksa yang kebetulan keluar melihat penampilan Aksa yang memakai dres serta wajah seperti badut membulat kan mata mereka sempurna.
"Rapat akan segera di mulai tunggu lima belas menit lagi aku akan datang"ucap Aksa dingin pada mereka yang menatap nya.
"Baik tuan"ucap mereka.
Aksa kembali berjalan ke kamar mereka dan menduduk kan Jessica di tempat tidur.
"Tidak masalah sayang asal kau senang aku akan melakukan apa pun"ucap Aksa tersenyum.
"Terimakasih"ucap Jessica memeluk Aksa erat.
"Tunggu di sini sebentar ya aku membersih kan wajah ku dulu dan berganti pakai an"ucap Aksa melepaskan pelukan nya.
"Aku akan membantu mu"ucap Jessica menarik tangan Aksa ke kamar mandi membantu Aksa membersih kan wajah nya.
Setelah selesai Aksa mengganti baju nya begitu pun dengan Jessica yang masih memakai baju tidur,kedua nya keluar dari kamar menuju lantai bawah.
"Ayo ikut aku ke ruang rapat"ajak Aksa setelah mereka di lantai bawah.
__ADS_1
"Kau saja aku tidak ingin menggangu lagian aku sudah lapar"ucap Jessica mengelus perut nya.
"Ya sudah,aku ke sana dulu jika ada apa-apa temui aku segera"ucap Aksa mencium kening Jessica.
"Iyaa sana pergi"ucap Jessica.
Aksa berjalan ke ruang kerja nya sementara Jessica ke meja makan,ia duduk di kursi dan memakan makanan yang sudah tersaji di depan nya,sementara Aksa masuk ke ruang kerja nya dan duduk di kursi nya dengan wajah dingin.
"Mari mulai"ucap Aksa.
Mereka semua mengangguk kan kepala nya tak terkecuali Karin yang ada di dalam ruangan tersebut sebagai sekeretaris Bobby.
Aku akan segera melakukan rencana ku ini kesempatan bagus untuk ku karna aku tidak tau kapan lagi akan datang ke sini,batin Karin.
Hampir dua jam mereka melakukan rapat akhir nya selesai dan keluar dari ruangan Aksa begitu pun Karin,mata nya mencari sibuk mencari Jessica dan tepat sekali ia melihat Jessica sendirian duduk santai memakan buah di depan nya.
Ia segera menghampiri Jessica tanpa sepengetahuan Jessica dan mengeluar kan pisau dari dalam tas nya.
Ini adalah hari terakhir mu di dunia ini aku akan membunuh mu,gumam Karin tersenyum licik.
Jessica yang sudah menghabis kan buah nya segera berbalik dan terkejut melihat Karin di depan nya dengan pisau di tangan Karin.
"Rupanya kau di sini anak pembawa sial,hidup enak sementara aku menderita,aku tidak akan membiar kan mu hidup bahagia di atas penderitaan ku aku akan membunuh mu sekarang juga"ucap Karin mendekati Jessica.
"Jangan kak aku mohon aku tidak tau apa yang kakak maksut"ucap Jessica berjalan ke belakang.
"Gara-gara mu aku harus menikah dengan tua bangka itu dan hidup menderita seharus nya kau yang merasakan itu bukan aku"teriak Karin.
Aksa yang mencari Jessica segera berlari mendengar teriakan Karin,perasaan nya tidak enak takut terjadi sesuatu pada Jessica,benar saja ia melihat Karin memegang pisau berjalan ke arah Jessica yang sudah pucat ketakutan,rahang nya mengeras menatap Karin dengan tangan terkepal kuat.
__ADS_1
Ia berlari menuju kedua nya,Karin yang mendengar langkah kaki segera berbalik untuk melihat siapa yang mendekati mereka,tubuh Jessica yang ketakutan terjatuh ke lantai ,sementara Aksa yang melihat hal itu bertambah marah ia menampar keras pipi Karin hingga terjatuh ke lantai denga pisau yang melayang jauh.