MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
S2 Episode 380


__ADS_3

Jasmine menggenggam tangan Erland untuk meredakan emosi nya membuat Erland menoleh.


"Kenapa tidak kau bunuh saja wanita itu"ucap Erland kesal karna Jasmine tidak memberikan pelajaran pada wanita tersebut.


"Aku tidak ingin membunuh orang lagi,,jika masalah tersebut bisa di selesaikan dengan baik-baik,kau tahu kita tidak seperti dulu yang tidak akan segan membunuh orang yang mengganggu kita,,sekarang kita tidak berdua ada buah hati kita yang harus di jaga aku tidak ingin mereka kena imbas nya jika orang lain melukai mereka karna perbuatan kita"ucap Jasmine membuat Erland terdiam karna apa yang di katakan Jasmine benar adanya.


"Lebih baik kita pulang untuk mempersiapkan semua barang yang akan kita bawa besok"ucap Jasmine lagi.


"Aku akan mengantar kalian setelah itu aku akan ke perusahaan"ucap Erland di angguki Jasmine.


Mereka masuk ke dalam mobil dengan Erland yang mengemudikan nya, sementara di belakang ketiga anak mereka duduk anteng.


"Mom"panggil Galaksi.


"Iya"ucap Jasmine menoleh kebelakang.


"Mommy baik-baik saja kan"tanya Galaksi membuat Jasmine tersenyum.


"Tentu saja mommy kalian ini bukan lah wanita yang lemah jadi jangan khawatir"ucap Jasmine membuat Galaksi dan kedua nya menghela nafas lega sedangkan Erland tersenyum tipis mendengar pembicaraan mereka.


"Bagaimana kalau kalian ikut saja ke kantor untuk barang yang akan di bawa besok biarkan pelayan saja yang mengerjakan nya"ucap Erland menoleh ke arah Jasmine yang duduk di samping nya.


"Angkasa setuju dad sudah lama kami tidak ke perusahaan"ucap Angkasa di angguki Galaksi.


"Bagaimana mom"tanya Erland.


"Tidak masalah"ucap Jasmine.


Akhir nya Erland membawa mereka senua ikut dengan nya ke kantor,keluarga kecil tersebut masuk ke dalam setelah Erland menghentikan mobil nya di depan perusahaan.


Sampai di lantai atas di mana ruang kerja Erland berada mereka semua duduk di sofa sedangkan Erland duduk di kursi kebesaran nya memeriksa berkas yang sudah ada di meja.


"Mom Angkasa ngantuk"ucap Angkasa pada Jasmine.


"Ayo ke kamar"ajak Jasmine di angguki Angkasa.


Kedua nya pun ke kamar yang sering Jasmine gunakan untuk ia dan ketiga putra nya istirahat saat di kantor.

__ADS_1


"Kalian berdua tidak mengantuk"tanya Erland menatap kedua putra nya,Bintang dengan buku di tangan nya sedangkan Galaksi dengan alat gambar di depan nya.


"Tidak"ucap kedua nya kompak tanpa menoleh ke arah Erland.Erland pun menganguk dan kembali mengerjakan pekerjaan nya.


Di negara lain pesta pernikahan Arka dan Dara tinggal seminggu lagi dan persiapan nya sudah hampir selesai,Dara juga tidak lagi ke butik sesuai perintah Arka yang tidak ingin terjadi sesuatu pada Dara maka dari itu ia menyuruh Dara agar tetap di rumah saja.


Saat Dara akan turun ke bawah ia melihat Manda sedang menangis dalam diam di dalam kamar nya yang kebetulan tidak tertutup rapat.


"Apa yang terjadi dengan anak itu"gumam Dara ingin masuk ke dalam namun ia urungkan karna hubungan kedua nya tidak seperti dulu.


Sementara di kamar Manda yang baru saja dari dokter karna merasa badan nya selalu lemas,ia ke sana hanya untuk meminta vitamin namun saat dokter mengatakan akan ingin memeriksa Manda lebih dulu dan iyakan Manda,hasil nya cukup mengejutkan dan membuat nya syok karna diri nya hamil dua minggu.


"Apa yang harus aku lakukan aku tidak ingin hamil"ucap nya pelan dengan meremas perut nya sendiri.


"Besok aku akan ke rumah sakit untuk menggugurkan nya"ucap nya pelan menghapus air mata nya.


Ia pun pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajah nya,setelah merasa lebih baik ia turun ke bawah untuk makan karna sedari tadi perut nya meminta di isi.


"Kenapa dengan mu Manda"tanya Vino karna Manda terlihat tidak baik-baik saja.


"Aku baik-baik saja"ucap Manda duduk di kursi dan makan.


Ia lebih dulu selesai makan dan berdiri dari duduk nya meninggalkan meja makan tersebut,namun saat akan menuju ke lantai atas ia lebih dulu pingsan membuat mereka berteriak.


"Mandaa"ucap mereka segera berlari menghampiri Manda.


"Cepat hubungi dokter papa akan membawa nya ke kamar"ucap Vino pada Sasa.


"Iya pa"ucap Sasa cepat menghubungi dokter.


Sementara Dara mengikuti Vino yang membawa Manda ke kamar,bagaimana pun Manda tetap lah adik nya satu-satu nya.Tak lama Sasa juga masuk ke dalam kamar Manda dan duduk di samping Manda.


"Ma kenapa dokter nya belum juga sampai"tanya Dara sudah menunggu lebih dari sepuluh menit.


"Sebentar lagi pasti akan datang"ucap Sasa mengelus kepala Manda.


Dan benar saja tak lama dokter keluarga mereka sudah di depan pintu dan masuk ke dalam di antarkan oleh pelayan.

__ADS_1


"Cepat periksa putri ku"ucap Vino.


"Baik tuan"ucap nya segera memeriksa Manda.


Setelah selesai ia menatap Vino dan Sasa bergantian dan menghembuskan nafas nya kasar.


"Ada apa"tanya Sasa khawatir melihat dokter tersebut,ia takut terjadi sesuatu pada Manda.


"Nona Manda sedang hamil maka nya ia pingsan karna tubuh nya lemas"ucap nya namun membuat mereka bertiga terkejut.


"Hamil"ucap Dara mengulang apa yang dokter tersebut katakan.


"Iya,,nona Manda sedang hamil untuk lebih jelas nya lebih baik kalian bawa ke rumah sakit untuk mengetahui nya lebih jelas"ucap nya.


"Terimakasih kau boleh pergi"ucap Vino datar.


"Bagaimana mungkin Manda hamil"ucap Sasa pelan.


"Kita akan menanyakan nya saat ia sadar"ucap Vino meninggalkan kamar tersebut untuk menenangkan diri nya.


Setengah jam kemudian Manda sadar dan melihat Sasa dan Dara sedang duduk di samping nya membuat ia heran karna tidak biasa nya mereka ada di dalam kamar nya.


"Kau sedang hamil"ucap Dara langsung membuat Sasa menatap nya.


"Dia baru saja sadar,,jangan bertanya masalah itu dulu"ucap Sasa.


"Siapa yang menghamili mu"tanya Dara tidak mendengarkan ucapan Sasa.


"Apa maksut mu"tanya Manda gugup.


"Tidak usah berbohong kami sudah mengetahui nya jika kau sedang hamil,anak siapa yang kau kandung itu"tanya Dara.


"Daraa"ucap Sasa memperingati Dara.


Dara menatap datar Sasa dan Manda bergantian lalu keluar dari kamar Manda menuju ke kamar nya,bukan maksut nya untuk memojok kan Manda hanya saja ia ingin tahu siapa lelaki brengsek yang telah membuat adik nya hamil namun lagi-lagi Sasa lebih mengutamakan Manda dari pada diri nya.


"Sebentar lagi aku akan keluar dari rumah ini jadi jangan membuat masalah apapun"gumam nya pelan merasa sakit di hati nya,kadang ia merasa seperti seorang yang menumpang dengan mereka di rumah tersebut.

__ADS_1


__ADS_2