
Dara dan Arka memilih menginap di rumah nya,kedua nya masuk ke dalam kamar karna mereka lelah pulang dari perjalanan jauh,namun Dara semaki belum menemui Sasa maupun Manda dan Vino memaklumi hal tersebut,ia juga tidak memaksakan Dara agar segera ke sana.
"Sayang apa tidak sebaik nya kita melihat keadaan mama dulu"tanya Arka.
"Aku capek dan ingin istirahat"ucap Dara.
"Ya sudah kau tidur lah lebih dulu aku akan menemui papa sebentar"ucap Arka di angguki Dara.
Setelah memastikan Dara tidur Arka keluar dari kamar,ia menjadi keberadaan papa mertua nya yang ternyata masih berada di ruang kerja yang tadi ia datangi bersama istri nya.
"Pa"panggil Arka duduk di sebelah Vino.
"Apa kau membutuhkan sesuatu"tanya Vino.
"Tidak pa"ucap Arka.
"Lalu"tanya Vino.
"Aku ingin meminta izin pada papa agar besok aku dan Dara pindah ke rumah yang telah aku siapkan"ucap Arka membuat Vino menepuk pundak nya pelan.
"Papa mengizinkan nya,Bahagiakan putri papa tersebut jangan membuat nya sakit hati atau pun kecewa karna jika itu terjadi papa orang yang pertama membawa nya ke sini lagi dan tidak akan membiarkan mu membawa nya lagi"ucap Vino.
"Arka janji pa"ucap Arka dengan wajah sungguh-sungguh.
"Istirahat lah ini sudah malam"ucap Vino.
"Papa juga istirahat jangan banyak pikiran"ucap Arka berdiri dari duduk nya dan meninggalkan ruang kerja Vino untuk kembali ke kamar Dara untuk istirahat.
Pagi hari nya Dara sudah bangun lebih dulu membiarkan Arka tertidur,ia keluar dari dalam kamar nya menuju ke dapur untuk membantu membuat kan sarapan pagi bersama pelayan,sebelum menikah pun Dara terbiasa melakukan hal tersebut jadi tak heran lagi jika ia begitu lihai memasak.
"Dara ke atas dulu bi"ucap Dara setelah selesai membantu memasak membiarkan pelayan menyajikan nya di atas meja.
"Iya non"ucap pelayan tersebut.
__ADS_1
Dara kembali masuk ke dalam kamar nya dan melihat Arka sudah rapi duduk di atas sofa dengan ponsel di tangan nya.
"Ku kira belum bangun"ucap Dara.
"Dari mana sayang"tanya Arka tak menjawab ucapan Dara.
"Membuat sarapan untuk kita,aku mandi sebentar"ucap Dara di angguki Arka.
Dara memberishkan tubuh nya di kamar mandi,tak lama ia keluar dari kamar mandi sudah berpakian lengkap karna sebelum masuk ia membawa baju ke dalam.
"Hari ini kita akan pindah ke rumah baru yang aku siap kan,kemasi saja barang yang perlu di bawa"ucap Arka.
"Semalam aku sudah izin pada papa dan dia mengizinkan nya"ucap Arka lagi di angguki Dara.
Ia memasuk kan barang yang perlu ia bawa ke dalam yang lumayan besar karna koper mereka sudah lebih dulu di antar supir ke rumah tersebut saat mereka tiba.
"Biar aku yang bawa"ucap Arka mengambil tas tersebut membawa nya keluar.
"Setelah sarapan pa"ucap Arka.
"Kalau begitu ayo sarapan papa juga akan ke keluar sebentar"ucap Vino.
Mereka bertiga menuruni tangga dan segera menuju meja makan yang tidak ada orang sama sekali di sana hanya makanan yang sudah tersusun rapi di atas meja.
"Mama dan Manda kenapa belum keluar pa"tanya Dara duduk di kursi begitu pun dengan Arka dan Vino.
"Biarkan saja jika mereka lapar nanti mereka juga makan"ucap Vino datar membuat Dara menatap Vino.
"Pa"panggil Dara lembut.
"Kita makan dulu papa tidak ingin membahas masalah itu"ucap Vino.
Dara menghela nafas nya pelan dan menatap Arka di balas gelengan kepala dari Arka menyuruh Dara diam saja,ketiga nya makan dengan diam sesekali Dara melirik ke arah Vino yang sedikit berubah dari biasa nya.
__ADS_1
Tak jauh dari mereka Sasa menahan tangis nya menatap Dara dan Vino yang ada di meja makan,ia ingin sekali berlari memeluk Dara dan meminta maaf namun ia tidak berani melakukan hal tersebut maka dari itu ia memilih diam.
Sementara Manda yang masih tidur di dalam kamar nya tidak tahu jika Dara dan Arka di rumah,efek kehamilan tersebut membuat nya malas untuk bergerak dan mata nya selalu mengantuk.
Setelah menyelesaikan sarapan pagi mereka yang terasa canggung,Dara dan Arka pun segera meninggalkan rumah tersebut tanpa berpamitan pada Sasa karna Vino melarang nya,bukan ia tidak suka hanya saja ia ingin memberi sedikit pelajaran bagi istri dan putri bungsu nya,ia juga sempat melihat Sasa berdiri menatap mereka dari balik pintu kamar maka dari itu ia melarang Dara bertemu dengan Sasa.
Setelah melihat Dara dan Arka pergi,Vino masuk ke dalam kamar melewati Sasa yang sedari tadi menatap nya dengan rasa bersalah dan menyesal,ia memasuk kan beberapa pasang baju ke dalam tas dan akan keluar.
"Kau mau kemana"tanya Sasa memberanikan diri bertanya.
"Ada urusan"ucap Vino begitu saja.
"Kau mau meninggalkan ku begitu saja di sini"ucap Sasa menahan tangis karna biasa nya jika Vino pergi ia akan selalu berada di samping Vino.
"Apa yang harus aku lakukan di sini jika selalu di sini yang ada aku akan selalu merasa kecewa pada kalian berdua,aku akan pergi sebentar untuk menenangkan diri"ucap Vino.
"Aku tahu aku salah karna keegoisan ku membuat kalian kecewa pada ku,berikan aku kesempatan untuk memperpaiki semua nya,aku sangat menyesal telah berbuat seperti itu"ucap Sasa akhir nya menangis juga ia jatuh terduduk di lantai tidak kuat menahan berat badan nya,badan nya bergetar karna menangis terus.
Vino sedari tadi diam dengan tas di tangan nya melirik sebentar lalu berjalan meninggalkan rumah,ia juga sempat menatap Manda yang berdiri tak jauh dari mereka berdua.
"Mama"panggil Manda memeluk Sasa yang masih terduduk di lantai.
"Papa pergi meninggalkan mama,Dara juga sudah pergi dari rumah ini"ucap Sasa menangis di pelukan Manda.
"Dara sudah kembali"tanya Manda di angguki Sasa.
"Sekarang mama bersiap jangan menangis lagi,,kita akan ke rumah kak Dara untuk meminta maaf pada nya"ucap Manda yang tidak tahan lagi melihat Sasa selalu menangis.
"Mama takut Dara tidak akan memaafkan kita"ucap Sasa.
"Setidak nya kita mencoba nya ma"ucap Manda.
Sasa mengangguk dan berdiri di bantu oleh Manda,kedua nya masuk ke dalam kamar masing-masing untuk bersip ke rumah baru Dara dan Arka,mungkin dengan meminta maaf kepada Dara hubungan mereka akan kembali membaik seperti dulu,ia juga berjanji pada diri nya tidak akan membedakan kedua putri nya dan mengulangi kesalahan yang sama.
__ADS_1