
Setelah tangisan Jasmine mereda Erland duduk di samping Jasmine tanpa peduli pada keluarga nya yang menatap nya takut bahkan ketiga mantan mafia yang sudah pensiun itu pun tidak berani berkutik melihat tatapan tajam Erland.
"Sekarang makan yah kasihan dedek sudah lapar"ucap Erland mengelus kepala Jasmine.
Jasmine mengangguk seperti anak kecil membuat Erland gemas di buat nya,ia pun mulai menyuapi Jasmine dengan telaten sampai makanan tersebut habis.
"Sekarang minum dulu"ucap Erland memberikan minum untuk Jasmine.
"Kau tidak makan"tanya Jasmine.
"Setelah ini aku akan makan"ucap Erland mengelus kepala Jasmine.
Jasmine mengangguk dan menatap keluarga nya hanya diam saja tanpa menyentuh makanan mereka membuat nya bingung.
"Kenapa kalian tidak makan"tanya Jasmine dengan wajah polos nya,dengan serentak mereka menggeleng kan kepala nya.
"Mereka kenapa"tanya Jasmine pada Erland.
"Tidak tahu"ucap Erland mengangkat bahu nya acuh.
"Ck dasar aneh,aku mandi dulu"ucap Jasmine segera meninggal kan meja makan menuju ke kamar nya.
"Hemm"ucap Erland berdehem untuk mengalih kan rasa canggung nya.
"Maaf kan aku membuat kalian takut"ucap Erland dengan datar.
"Aku hanya tidak ingin Jasmine menangis seperti tadi,sekali lagi maaf kan aku"ucap Erland segera meninggal kan meja makan,ia juga merasa bersalah kepada mereka semua nya terutama kedada kedua orang tua dan mertua nya namun bagaimana lagi jika melihat Jasmine menangis seketika kemarahan nya memuncak.
"Sudah lah kita sarapan kita maklum saja bagaimana Erland terhadap Jasmine"ucap Jessica pada mereka semua.
"Benar dia akan bersikap begitu kepada siapa pun jika menyangkut orang yang ia sayang"ucap Dea sudah mengerti dengan putra nya tersebut.Mereka pun makan dengan diam.
"Sayang"panggil Erland setelah Jasmine keluar dari ruang ganti.
"Hmm"ucap Jasmine.
"Tidak mual lagi"tanya Erland.
"Tidak"ucap Jasmine membuat senyum Erland mengembang sempurna.
"Aku sangat merindukan mu"ucap Erland memeluk erat Jasmine.
__ADS_1
"Aku juga"ucap Jasmine membalas pelukan Erland.
"Ayo ke bawah mereka pasti sudah menunggu kita"ucap Jasmine.
"Baik lah"ucap Erland yang sebenar nya masih ingin bermanja dengan Jasmine namum terpaksa ia mengalah karna keluarga mereka di bawah di tambah jika menolak anak-anak nya akan berulah lagi.
"Hallo semua"sapa Jasmine dengan wajah ceria nya menghampiri mereka.
"Duduk sayang"ucap Aksa pada Jasmine.
"Sebentar"ucap Jasmine melihat Rey ia tersenyum tipis karna Kania belum tahu jika mereka sudah sampai jika Kania tau sudah pasti gadis itu ke rumah nya.
"Kenapa sayang"tanya Erland.
"Mana ponsel mu"tanya Jasmine.
"Untuk apa"tanya Erland heran.
"Nanti kau akan tahu"ucap Jasmine.
Erland memberikan ponsel nya pada Jasmine dengan cepat Jasmine mencari nomor Kania setelah menemukan nya ia segera menghubungi Kania.
"Hallo"ucap seseorang dari seberang sana siapa lagi kalau bukan Kania.
"Hallo Kania bisa kau datang ke sini"tanya Jasmine.
"Ada apa kau kan tahu tugas ku banyak"ucap Kania karna memang Kania sudah mengatakan nya pada Jasmine mungkin mereka akan jarang bertemu karna tugas kuliah Kania yang mulai banyak setiap hari nya.
"Aku hanya ingin kau memasak makanan untuk ku dan mengantar nya ke sini"ucap Jasmine pelan.
"Ya sudah tunggu setengah jam lagi aku akan datang"ucap Kania tidak ingin sahabat nya sedih apa lagi Jasmine mengatakan jika ingin makan masakan nya semakin membuat nya tak tega menolak karna Jasmine sedang hamil.
"Aku akan tunggu terimakasih"ucap Jasmine cepat dan langsung mematikan telpon nya.
Sedangkan yang lain nya menggeleng kan kepala melihat tingkah ibu hamil tersebut.
"Aku sudah membantu mu sekarang giliran mu untuk menyelesai kan nya jangan sampai dia bosan menunggu mu dan berpaling ke orang lain"ucap Jasmine menatap Rey.
"Ck aku tahu tanpa kau katakan pun aku memang ingin mengatakan nya"ucap Rey dengan malas karna ia ikut juga ingin mengungkap kan perasaan nya pada Kania sekalian ia juga sudah merindukan gadis cantik tersebut.
"Bukan nya berterima kasih pada ku karna sudah membantu mu"ucap Jasmine ketus.
__ADS_1
"Terimakasih ibu hamil yang cantik nya tiada dua nya"ucap Rey dengan senyum paksa.
"Jika terpaksa tidak usah"ucap Jasmine ketus.
"Astaga semua nya serba salah"ucap Rey pelan membuat yang lain ingin tertawa.
"Aku bisa mendengar nya tau"dengus Jasmine membuat Rey terkekeh.
"Terimakasih Jasmine yang cantik dan imut"ucap Rey tersenyum manis.
"Jangan memuji istri ku seperti itu"ucap Erland ketus.
"Semua serba salah ternyata"ucap Rey membuat yang lain tertawa melihat wajah frustasi Rey.
"Apa kalian tidak berniat untuk kembali sayang"tanya Jessica menatap kedua nya.
"Benar nak apa apa lagi Jasmine hamil kembar tiga mama takut Jasmine akan kerepotan mengurus ketiga nya di tambah Jasmine masih ingin kuliah,jika kalian kembali mama dan Jessica serta yang lain bisa membatu kalian mengurus dedek bayi nya"tambah Dea.
"Maaf kan kami ma seperti nya kami tidak bisa perusahaan Erland di sini sedang berkembang pesat tidak mungkin untuk di tinggal,Soal Jasmine dan dedek nya aku bisa menjaga mereka dengan baik lagian Jasmine juga kuliah dari rumah untuk sementara waktu"ucap Erland.
"Jika itu keputusan kalian kami tidak akan memaksa nya"ucap Jessica tersenyum tipis.
"Terimakasih mom"ucap Jasmine karna ia juga sudah nyaman tinggal berdua bersama Erland di negera tersebut.
Saat mereka asyik mengombol Kania datang dengan membawa makanan di tangan nya.
"Jasmine aku sudah datang kau di mana"teriak Kania baru saja masuk ke dalam.
"Di ruang keluarga"ucap Jasmine berteriak juga.
Dengan langkah cepat Kania berjalan ke ruang keluarga,sesampai nya di sana ia langsung berhenti mendadak melihat semua nya berkumpul membuat wajah nya memerah malu karna sudah berteriak tidak jelas.
Mati lah aku mau di taruh di mana wajah ku ini apa lagi Rey ada di sana,maka nya Kania jangan suka berteriak tak jelas begini,batin Kania meruti diri nya sendiri karna kebiasaan berteriak.
"Kau sudah datang"ucap Jasmine menghampiri Kania yang masih berdiri.
"Kenapa kau tidak mengatakan pada ku jika ada keluarga mu di sini dan lagi itu ada Rey astaga kau tau aku sangat malu"ucap Kania dengan mata melotot.
"Salah sendiri kenapa tidak bertanya"ucap Jasmine dengan cuek dan mengambil makanan tersebut dari tangan Kania.
"Jika kau bukan sahabat ku sudah pasti aku akan melempar mu ke laut sana"ucap Kania kesal namun tak di hiraukan oleh Jasmine yang menyeret Kania ke arah mereka semua.
__ADS_1