MAFIA DINGIN JATUH CINTA

MAFIA DINGIN JATUH CINTA
S2 Episode 431


__ADS_3

Jessica dan Dea pulang ke rumah milik Jasmine dan Erland karna mereka akan membantu merawat anak-anak Jasmine juga apalagi mengingat kondisi baby Aurora yang lemah membuat mereka harus ekstra menjaga nya nya dengan baik.


"Mommy dan mama kenapa"tanya Jasmine menatap kedua nya yang berjalan tergesa-gesa masuk ke dalam.


"Tidak ada"ucap kedua nya kompak masuk ke dalam kamar mereka masing-masing membuat Jasmine heran tak biasa nya kedua nya seperti itu.


Setelah Jessica dan Dea masuk ke dalam kamar datang Aksa dan Samuel yang berlari dari luar masuk ke dalam melewati Jasmine begitu saja semakin membuat Jasmine bertanya-tanya apa yang sedang terjadi.


"Sayangg"panggil Aksa dan Samuel mengetuk pintu kamar mereka masing-masing namun tak ada jawaban sama sekali.


"Daddy dan papa membuat masalah sehingga mama dan mommy seperti itu"tanya Jasmine pada kedua nya dengan tatapan menyelidik.


"Itu baju kenapa merah-merah begitu dan bau amis"ucap Jasmine.


"Itu darah,,papa dan daddy terluka"tanya Jasmine panik.


"Nanti daddy jelas kan dan kami tidak terluka"ucap Aksa cepat.


"Lalu itu darah siapa"tanya Jasmine.


"Darah orang"ucap Aksa membuat mata Jasmine melotot.


"Daddy dan papa membunuh orang"tanya Jasmine di angguki kedua nya.


"Kenapa dan siapa"tanya Jasmine dengan kepo nya.


"Ck kau ini banyak tanya sekali sekarang bantu dulu daddy dan papa mu ini membujuk mereka berdua"ucap Aksa.


"Lakukan saja sendiri"ucap Jasmine cuek meninggal kan mereka yang melongo mendengar jawaban Jasmine.


"Untuk dia putri ku"gumam Aksa di angguki Samuel.


"Sayangg buka pintu nya"teriak Samuel menggedor pintu kamar nya dan Dea.


"Kau di luar saja aku masih ngeri melihat mu"teriak Dea dari dalam.


"Aku ingin mandi dan ganti baju"teriak Samuel.


"Mandi saja di kamar lain dan beli baju yang baru jangan dekat dengan ku"teriak Dea membuat Samuel mengendus malas.


"Sayangg"ucap Aksa mengetuk pintu kamar nya juga berusaha membujuk Jessica.


"Jangan panggil aku sayang nama ku Jessica"ucap Jessica ketua dari dalam membuat Samuel menahan tawa mendengar jawaban Jessica.


"Memang nya anak"ucap Samuel melenggang pergi meninggal kan Aksa.


"Sayangg jangan begitu dong"ucap Aksa.

__ADS_1


"Pergi sana aku tidak ingin melihat wajah mu"ucap Jessica.


"Jessicaaa"panggil Aksa lagi namun tak ada jawaban dari dalam lagi membuat Aksa menghela nafas nya kasar.


Ia pun pergi menyusul Samuel yang sedang berjalan ke kamar tamu lain nya.


"Aku akan pesan kan baju untuk kita jika menunggu mereka yang ada tubuh kita akan semakin bau dan sebentar lagi anak-anak akan pulang sekolah"ucap Samuel di angguki Aksa.


"Bagaimana lagi membujuk mereka berdua"tanya Aksa.


"Nanti saja kita pikir kan sekarang bersih kan diri kita dulu baju nya akan datang"ucap Samuel masuk ke dalam kamar tamu begitu pun dengan Aksa.


Jasmine yang sedari tadi mengintip di balik tembok membuat nya geleng kepala melihat kelakuan pasangan yang tidak muda lagi tersebut.


"Kenapa bersembunyi di sini"tanya Erland melihat Jasmine.


"Mama dan mommy sedang ngambek"ucap Jasmine.


"Tumben biasa nya mereka akrab saja"ucap Erland.


"Seperti nya daddy dan papa membunuh orang dan di lihat mama dan mommy karna aku melihat baju mereka banyak noda darah"ucap Jasmine.


"Biarkan saja nanti juga mereka akan baikan lagi"ucap Erland berjalan menuju kamar nya karna pekerjaan nya sudah selesai ia ingin menemani kedua putri nya.


Ceklek


Ia membuka pintu dan menatap box baby Kristal dan Aurora bergantian,ia tersenyum tipis melihat baby Kristal membuka mata nya dan menatap kesana kemari.


"Pintar nya putri daddy bangun tidur tidak menangis"ucap nya lagi.


"Kris bangun sayang"tanya Jasmine masuk ke dalam.


"Iya,,aku masuk ke sini ia sudah bangun"ucap Erland.


"Mungkin di lapar atau pipis"ucap Jasmine meraba nya namun tidak basah.


"Dia tidak pipis kok"ucap Jasmine tersenyum tipis.


"Dedek sama daddy kita ke luar menunggu kakak pulang sekolah"ucap Erland mengangkat baby Kristal dengan pelan dan membawa nya keluar kamar.


Tak lama suara langkah kaki masuk ke dalam membuat Erland menoleh.


"Kakak sudah pulang"tanya Erland di angguki Bintang.


"Dedek Kristal cantikk"ucap Bintang mencium pipi gembul baby Kristal.


"Ganti baju dulu sana"suruh Erland.

__ADS_1


"Sebentar lagi dad"ucap Bintang.


"Angkasa sama Galaksi belum pulang dad"tanya Bintang tangan nya menoel pipi Kristal.


"Sebentar lagi mungkin akan pulang"ucap Erland.


"Bintang baru sampai"tanya Aksa duduk di samping Bintang.


"Iya kek"ucap Bintang.


"Cucu cantik kakek sudah bangun"ucap Aksa mencubit pelan pipi Kristal yang di balas senyum kecil oleh baby Kristal membuat ketiga orang tersebut tertegun.


"Dedek tersenyum"ucap Erland melihat putri nya.


"Iya dad baby Kristal tersenyum"ucap Bintang.


"Cucu ku pintar sekali sih"ucap Aska tertawa kecil melihat baby Kristal yang seolah mengerti apa yang tadi ia katakan.


"Ada apa"tanya Samuel ikut bergabung dengan mereka duduk.


"Kek tadi dedek nya tersenyum"ucap Bintang.


"Masa sih"ucap Samuel.


"Iya bahkan dia seperti mengerti apa yang aku katakan tadi hingga ia tersenyum"ucap Aksa heboh.


"Princess nya kakek benar tersenyum sayang"ucap Samuel mendekat kan wajah nya ke arah baby Krista yang mata nya menatap mereka satu persatu.


Lagi-lagi baby Kristal tersenyum membuat mereka melongo saling menatap satu sama lain.


"Kau benar dia seperti mengerti apa yang kita ucap kan"ucap Samuel.


"Queen nya kakek sangat jenius"ucap Aksa berdecak kagum.


"Benar dad putri ku sungguh jenius"ucap Erland menatap putri nya yang juga menatap nya.


Baby Kristal menggoyang kan tangan nya yang bebas ke sana kemari serta mulut nya bergerak-gerak tidak jelas membuat mereka gemas di buat nya.


"Lucu nya"ucap mereka bertiga melihat tinggah baby Kristal.


Saat mereka asyik menatap baby Kristal yang masih saja bergerak-gerak hingga suara teriakan Angkasa dan Galaksi membuat mereka terkejut sedangkan baby Kristal menangis kencang membuat mereka sama-sama menatap tajam ke arah kedua nya.


"Kami pulanggg"teriak kedua nya kompak sambil berlari masuk ke dalam.


"Kalian kenapa berteriak sih lihat dedek Kristal menangis gara-gara kalian"ucap Bintang kesal.


"Kami mana tahu jika dedek Kristal bersama kalian"balas Galaksi mendekati mereka.

__ADS_1


"Maka nya kalau masuk rumah jangan berteriak"ucap Aksa ikut kesal.


Sementara Erland berdiri menenangkan baby Kristal yang masih menangis tanpa memperdulikan mereka yang jadi nya berdebat.


__ADS_2